Di Cintai Berondong Tampan

Di Cintai Berondong Tampan
BINGUNG


__ADS_3

jam tujuh pagi Gerald sudah sampai di depan gerbang rumah Nelsia. Gerald memantapkan hati nya untuk menjemput Nelsia dan ingin menyatakan perasaan untuk Nelsia. Dia berpikir dengan menyatakan perasaan nya dia dapat melindungi Nelsia. Rasa melindungi ini muncul sejak pertama dirinya tau keadaan Nelsia yang rapuh di dalam tapi ia berpura-pura tegar di hadapan semua orang.


Gerald pun turun dari motor nya. Ya kali ini dia membawa motor kesayangan nya. Dia sengaja karena ingin membiarkan Nelsia dekat dengan nya.


Tok... tok... tok...


Pintu utama terbuka. Seorang ART membukakan pintu untuk nya. "Nelsia nya ada mbok?" tanya Gerald. "Ada. Silahkan masuk, nanti mbok panggilkan" jawab ART itu. "Siapa itu mbok?" tanya kak Gita dari arah dapur. "Oh itu teman nya non Nelsia, non" jawab si mbok lalu berjalan ke atas menuju kamar nelsia.

__ADS_1


"Oh Gerald. Kok pagi sekali sudah datang?" ucap Kak Gita. Gerald menghampiri Kak Gita lalu mengulurkan tangan nya ke arah Kak Gita "Iya kak mau ajak Nelsia sarapan di luar. Maaf ganggu ya kak?" jawab Gerald. "Gak apa-apa. Duduk Gerald. Tadi sih Nelsia sudah bangun ya. Tapi kakak gak tau deh dia tidur lagi atau gak. Biasa nya anak itu suka ketiduran kalau habis subuh" ucap Gita sambil menyusun bekal untuk suami nya. "Aku gak tidur kakak cantik. Aku sedang bersiap" ucap Nelsia tiba-tiba mengagetkan.


Hari ini Nelsia berpenampilan cantik dan sporty dengan rambut yang di kuncir satu, menggunakan celana jeans di padu dengan kemeja putih dan tidak lupa sepatu kets andalan nya. "Kamu cantik hari ini dek. Mau kemana? Kalian mau kencan ya?" tanya Kak Gita sambil meledek. "Ih... Apaan sih Kak? kok kencan. Aku mau ke kantor lha kakak ipar ku yang menggemaskan" jawab Nelsia manja. Ya begitulah Nelsia, dia memang anak yang manja apalagi pada kakak ipar nya itu. Mungkin karena sesama wanita yang mengerti perasaan wanita.


"Oh ke kantor. Kakak kira kalian mau ka... bur... lagi buat kencan" ucap Gita sambil tertawa dan meledek. "Udah ah Kak. Aku berangkat ya" tiba-tiba Nelsia mencium pipi kakak ipar nya itu lalu mengambil beberapa anggur dari kotak bekal Kak Angga. "Saya permisi dulu Kak" ucap Gerald. "Hati-hati Gerald" jawab Gita. Sambil mengantar kedua orang itu keluar menuju halaman.


"Kamu memang naik ojek ya? Kenapa gak pegangan?" ucap Gerald. "Aku pegangan kok, kamu aja yang gak liat" jawab Nelsia. "Ya gak pegangan belakang juga atuh. Aku kan bukan tukang ojek online" ucap Gerald dengan sedikit menaikkan kecepatan motornya dan membuat Nelsia akhirnya memeluk erat Gerald. Gerald pun hanya tersenyum. "Gerald kamu gila ya. Naik motor udah kayak orang kesurupan" teriak Nelsia. "Gitu dong pegangan aku. Kan jadi tambah dekat" ledek Gerald sambil tersenyum. Nelsia yang mendengar omongan Gerald dengan gemas mencubit pinggang nya. "Aduh... sakit Nelsia" ucap Gerald sambil merintih kesakitan.

__ADS_1


Gerald memasuki sebuah coffee shop yang buka 24 jam. "Kita ngopi sebentar ya Nel. Aku ngantuk sekali" ucap Gerald mengajak masuk Nelsia masuk ke dalam coffee shop. "Kamu mau pesan apa?" tanya Gerald kembali. "Hhhmmm... aku mau roti dan ice latte less sugar" jawab Nelsia. "Ya sudah kamu cari tempat duduk saja. Biar aku yang bawakan pesanan kamu" ucap Gerald menyuruh Nelsia mencari tempat.


Nelsia duduk di luar coffee shop dengan pemandangan danau. Gerald sudah selesai dengan pesanan dan sedang menunggu pesanan nya, ia menoleh pada Nelsia yang sedang duduk termenung menatap danau. Terlihat wajah nelsia dari samping "cantik. semoga kamu mau menerima aku" gumam Gerald dalam hati. Pesanan sudah selesai, Gerald membawa nampan berisi 2 ice latte dan 2 roti untuk ia dan Nelsia.


"Pesanan nya nona cantik" ucap Gerald membuat Nelsia terkejut. "Haduh... pagi-pagi udah gombal aja" jawab Nelsia sambil menjiwir telinga Gerald. Gerald pura-pura kesakitan "aa.. aauu... sakit nel". Nelsia merasa bersalah lalu meniup telinga Gerald agar tidak merah sekali. " Maaf... maaf... aku hanya bercanda" ucap Nelsia. Tangan Nelsia di tarik menuju dada bidang Gerald. Wajah Nelsia merah seperti tomat. "Mau apa sih? Lepaskan" ucap Nelsia sambil berusaha menarik tangan nya yang di genggam Gerald. "Sstt... kamu rasakan detak nya. Aku seperti ini ketika hanya berada di dekat kamu. Aku jujur nel, aku sayang sama kamu. Aku tau kalau umur kita beda jauh. Tapi aku sungguh menyayangi kamu. Kamu mau jadi kekasih ku?" ucap Gerald membuat Nelsia membeku.


Deg... perasaan aneh muncul terhadap Nelsia. "Gerald, kamu jangan main-main ya" ucap Nelsia mencoba menarik tangan nya kembali. "Aku serius nel. apa perlu kita menikah sekarang juga?" jawab Gerald. "Kamu gila. Apa kamu yakin dengan semua ucapan mu. Apa kamu gak malu ketika nanti di bicarakan orang-orang tentang perbedaan umur kita?" tanya Nelsia kembali pada Gerald yang masih terus menatap wajah Nelsia.

__ADS_1


Nelsia bingung harus memberikan jawaban apa, sementara sabtu ini dia mau di jodohkan oleh kak Angga dengan laki-laki yang belum dia kenal sama sekali. "Apa aku terima saja perasaan Gerald, dan bilang ke Kak Angga kalau aku punya pacar. Biar aku gak di jodoh-jodohkan lagi" gumam Nelsia dalam hati.


__ADS_2