Di Cintai Berondong Tampan

Di Cintai Berondong Tampan
KAMU MASIH PEDULI?


__ADS_3

Masuk ke dalam kamar Gerald, wajah Nelsia berubah menjadi tegang. Begitu pula dengan wajah Stefi yang berubah menjadi pucat. Gerald yang bingung melihat mereka berdua pun bertanya "Hei... kalian berdua kenapa? Kenapa dengan kamu Nelsia? Stefi ada apa?". Yang di tanya malah diam seribu bahasa duduk di sofa ruangan itu. Mereka berdua mengatur nafas dan bersama-sama mengucapkan "Bertemu Ardi".


Gerald langsung membulatkan matanya menatap kedua wanita itu. " Apa maksud kalian?" tanya nya heran. "Tunggu... se.. ben... tar... " ucap Nelsia ngos-ngosan. Setelah mereka berdua mengatur nafas nya Stefi menjelaskan "Saat kami lagi beli kopi, Tiba-tiba ada sosok pria muncul. Awalnya aku bingung kak itu siapa. tapi setelah mendekat ternyata itu Ardi. Dia menghadang jalan kami berdua". "Kamu kasih tau dia dek kalau kamu di sini?" tanya Gerald. "Sumpah Demi apapun kak, gue udah gak pernah berhubungan lagi sama dia" ucap Stefi.


"Nel... kamu baik-baik aja kan?" tanya Gerald. Stefi menengok ke arah Nelsia. "Kak, maaf ya tadi aku memberitahu kakak. Dan juga maaf ternyata pria yang mendekati aku dulu nya tunangan kakak. Tapi sekarang aku sudah gak ada hubungan apa-apa. Setelah kak Gerald tau bahwa dia hanya ingin main-main saja dengan wanita manapun" ucap Stefi. "Ah... iya gak apa-apa. Aku hanya kaget saja. Kamu gak apa-apa kan? Karena tadi wajah kamu di cengkram sama dia" tanya Nelsia kembali. "Aku baik-baik kak. Terimakasih" ucap Stefi.

__ADS_1


"Nelsia aku hubungi kak angga ya, biar kamu di jemput kak Angga. Aku gak mau nanti saat kamu keluar, dia menghadang kamu" ucap Gerald. Stefi menyetujui dengan menganggukkan kepala nya. Melihat Gerald dan Stefi, Nelsia pun setuju. "Oke. Aku akan hubungi kak Angga dan minta untuk menjemput".


Angga yang mendengar bahwa Ardi ada di rumah sakit yang sama itu juga, bergegas menuju ke rumah sakit untuk menjemput sang adik. " Nel, kamu kenapa? Kok ngelamun gitu?" ucap Gerald yang sedang duduk di sofa bersama Nelsia. "Gak apa-apa kok. Kamu sudah minum obat?" jawab Nelsia dan bertanya lagi pada Gerald.


"Ya aku sudah minum obat nya. Kamu jangan seperti ini nel. Nanti kamu sakit lagi" ucap Gerald memegang tangan Nelsia. "Kira-kira kenapa dia ada di rumah sakit ini ya? Siapa yang sakit?" ucap Nelsia.

__ADS_1


"Nel, ayo kita pulang" ucap Kak Angga yang baru saja tiba di rumah sakit. "Kak, maaf jadi merepotkan kakak untuk ke sini lagi" ucap Gerald. "Gak apa-apa ger. Bahkan kamu bagus memberitahu kalau ada pria itu di sekitaran sini. Kalau tidak kakak gak tau apa yang terjadi pada Nelsia" jawab Kak Angga. "Nel, kamu pulang dulu aja. Aku sudah membaik kok berkat kamu" ucap Gerald. "Apaan sih bocil. Kamu sehat ya karena saya tubuh kamu sendiri. masa gara-gara aku. Gaje" jawab Nelsia. "Udah aku mau pulang ya. Bye Stefi" ucap Nelsia kembali. Stefi hanya menanggapi dengan anggukan dan senyum.


Angga dan Nelsia jalan berdampingan. Angga khawatir jika bertemu dengan Ardi. Tapi tak lama yang di khawatirkan terjadi. Ardi sedang bertengkar dengan kekasihnya di dekat taman. Ketika Nelsia melintas dengan Angga tidak sengaja mendengar percakapan mereka "Itu harus. aku tidak mau anak ini. Aku masih ingin menikmati masa muda ku. paham kamu" itu ucapan Ardi. Seketika jantung Nelsia berdegup kencang setelah mendengar percakapan itu. Wajah Nelsia memerah seakan menahan amarah.


Sesampai nya di parkiran mobil Nelsia bertanya pada Angga "Kak, tadi kakak dengar? Kakak lihat siapa wanita yang bersama dia?" ucap Nelsia pada Angga. "Masuk dulu ke dalam mobil nel. Angin nya kencang ini" perintah kak Angga. "Baik kak" jawab Nelsia mengikuti kakak nya untuk masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Nel, seperti nya ada masalah Ardi dan teman mu itu" ucap Kak Angga. "Kakak juga dengar?" tanya Nelsia. "Ya kakak dengar. Tapi kakak pura-pura gak dengar" jawab Kak Angga. "Kira-kira kenapa ya kak? Aku penasaran" tanya Nelsia dengan wajah yang kepo. "Kamu masih peduli dengan nya Nel? Kamu gak kasian pada Gerald?" ucap Kak Angga. "Kok jadi di hubungkan dengan Gerald, kak?" tanya Nelsia heran. "Ya kalau kamu masih peduli pada Ardi, Gerald bagaimana? Dia pasti akan merasa sakit hati nya. Melihat orang yang di cintai masih peduli pada mantan tunangan nya" jawab Kak Angga. "Apaan sih kak, tau dari mana kakak kalau Gerald mencintai aku? Aku tidak yakin. Apalagi usia kita terpaut jauh. empat tahun kak. Mungkin dia hanya ingin main-main saja. Tapi sayang aku gak bersedia kalau di jadikan tempat mainan nya" ucap Nelsia melemparkan pandangan keluar jendela.


__ADS_2