
Nelsia selain manja dia pun wanita yang keras kepala. "Nel, bangun kita sudah di rumah" ucap Kak Angga membangunkan Nelsia. Nelsia mengerjapkan matanya lalu membuka seatbelt dan turun dari mobil.
"Kalian sudah pulang. Nel, makan dulu" ucap Kak Gita menyuruh Nelsia untuk makan terlebih dulu. "Gak ah kak. Aku lelah mau mandi lalu tidur" jawab Nelsia sambil menaiki anak tangga menuju kamar nya.
__ADS_1
Baru saja dia ingin masuk ke dalam kamar mandi, ponsel nya berbunyi "Aakh.. siapa sih? Gak tau apa udah malem" gerutu Nelsia mengambil ponsel nya menatap layar ponsel tertera nama Gerald. Dia sebenarnya malas untuk angkat. Tapi kalau gak di jawab pasti dia akan telepon terus menerus. Panggilan 1 tak terjawab. Panggilan kedua video call. Nelsia menjawab nya tapi mematikan kamera nya.
"Kenapa?" jawab Nelsia. Tanpa suara Gerald tetap diam "ada apa? kalau kamu gak jawab aku matikan telepon nya" ucap Nelsia malas. "Kamu sedang apa? kenapa kamera nya di matikan?" tanya Gerald. "Aku baru saja sampe. Mau mandi. Kamu sudah tidak demam?" ucap Nelsia sedikit khawatir. "Aku sudah tidak demam. hanya badan ku masih ngilu dan lemas" jawab Gerald. Mereka melakukan video call tanpa terasa setengah jam sudah berlalu. "Ya sudah sana kamu mandi lalu istirahat" ucap Gerald penuh perhatian. "Aku gak mau kamu kecapean dan jatuh sakit. Cukup aku aja yang sedang sakit" tambah Gerald lalu tersenyum. Deg... jantung Nelsia berdebar melihat senyuman Gerald. Ya akhirnya Nelsia menyalakan kamera nya, makanya mereka betah untuk video call lama-lama. "Ya aku matikan yach panggilan nya. Kamu istirahat biar cepat sehat lagi. Kalau kamu sembuh nanti aku mau ajak kamu ke suatu tempat" ucap Nelsia sedikit memberikan semangat.
__ADS_1
Panggilan pun di tutup. Nelsia terngiang senyuman manis Gerald. "Hush... jauh-jauh Pikiran itu" gumam Nelsia. Dia beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar mandi. Dia menyalakan air hangat untuk membuat tubuhnya nyaman. Sekelibat senyuman Gerald terlintas lagi. "Aakkhh... Nelsia berenti memikirkan senyuman Gerald" teriak nya di kamar mandi. Untung saja kak Angga dan kak Gita tidak mendengar suara teriakan Nelsia. Kalau mereka dengar pasti heran kenapa Nelsia mendadak teriak.
Nelsia memilih email penting dan yang tidak. Tiba-tiba ada satu email dengan tulisan urgent. Dia penasaran lalu membuka pesan tersebut. Terdapat banyak gambar-gambar Ardi dan kekasihnya. Dan juga ada beberapa foto Nelsia dengan Gerald berada di bukit Bintang. "Siapa yang berani foto ini?" geram Nelsia. Dia melihat foto-foto Ardi dan kekasihnya. Ada banyak wanita yang kencan dengan nya. Apakah sakit hati Nelsia? Jawaban nya Tidak. Ya hati nya sudah beku untuk Ardi. Dia tidak mau membahas tentang Ardi. Dia menghapus email foto-foto tentang Ardi. Lalu membuka email yang berisi foto nya dengan Gerald.
__ADS_1
Dia kesal siapa yang sudah memata-matai dia sampai bisa mengambil foto saat Gerald menggendong nya, saat mereka berciuman. "Dasar tidak tahu diri. Siapa yang berani mengirimkan ini kepada nya" geram Nelsia. Mengambil ponsel nya lalu menghubungi nomor yang tertera. Tapi saat dia masukkan nomor tersebut nama Edwin muncul. "Jadi dia yang sudah mengancam ku menggunakan foto-foto ini. Tidak mempan" umpat Nelsia sendiri.
Nelsia mengirim pesan pada Gerald. Nelsia memberitahu bahwa ada email dari seseorang dan mengancamnya dengan foto-foto mereka berdua saat di bukit Bintang. "Dia tidak menjawab pesan ku. Pasti sudah tertidur" ucap Nelsia merebahkan badan nya pada tempat tidur kesayangan nya. Mata nya menatap langit-langit kamar yang penuh dengan bintang. Terlintas kembali senyuman Gerald yang sejak tadi mengganggu Pikiran nya. Mata Nelsia tidak lama pun terpejam.
__ADS_1