
Gerald lelah, tapi dia tidak bisa memejamkan matanya. Dia terus mengkhawatirkan Nelsia. Sampai pukul 2 dini hari ponsel Nelsia tak kunjung nyala. Gerald telah berulang kali mengirimkan pesan tapi gak pernah di baca. Sampai akhirnya jam 3 dini hari Gerald bisa memejamkan mata nya.
Gerald bangun pukul 7 pagi ketika sang adik mengedor pintu kamarnya. "Kak... kak... buka kamar nya dong" teriak si adik. Sambil menguap Gerald membuka pintu "Apaan sih lo pagi-pagi udah kayak orang kesambet" ucap Gerald sedikit kesal. "Kak, ada cewe di bawah pakai baju seksi. Katanya pacar kak Gerald" jawab Stefi adik Gerald. "Pacar? Mana ada gue pacar. Siapa sih?" tanya Gerald penasaran. "Coba lo cek CCTV ruang tengah. Dia lagi nunggu di sana" jawab Stefi lagi.
__ADS_1
Gerald masuk ke dalam kamar, Stefi mengikuti kakak nya. "Ah elah... mau ngapain sih tuh perempuan ke sini. Di kantor aja udah buat masalah, pake acara ke rumah lagi. Lagian tau darimana kali rumah ini?" ucap Gerald kesal setengah mati. Ya.. Yang datang datang itu Tasya. Dia gak berhenti di kantor, Tasya malah berani untuk datang ke rumah. "Dek, gue males ketemu sama dia. Dia cewek gak bener. Masa di kantor aja tiba-tiba dia meluk sama nyium gue. Coba lo pikir dek. Gila kan tuh orang. Hhmm... gimana klo kita pura-pura mau pergi aja de. Kan hari ini sabtu mumpung gue libur. Sama satu lagi dek lo jangan pernah bilang kalau ini rumah kita. Bilang aja ini rumah om sama tante. Oke" perintah Gerald ke Stefi. "Imbalan buat gue apa kak? ponsel terbaru ya. Hahahaha" jawab Stefi. "Ah lo mah masa gitu aja minta upah. Ntar gue tambahin aja duit jajan lo selama sebulan" tawar Gerald. "Oke. Tambahin 500ribu ya. hahahaha" jawab Stefi kembali sambil tertawa kencang dan lari keluar kamar Gerald.
Stefi menuju ruang tengah "Sebentar ya kak. Kak Gerald nya lagi ganti baju soalnya kita mau pergi" ucap Stefi ke Tasya. "Oh... kalian mau pergi ya? Boleh gak aku ikut?" tanya Tasya pada adiknya Gerald. "Hhmm.. " belum sempat bicara tiba-tiba Gerald muncul di tangga "Ngapain sya pagi-pagi ke sini?". Gerald bicara sedikit ketus. "Jadi ini rumah kamu? Wah... besar juga ya. Oh ya aku boleh ikut pergi bersama kalian?" tanya Tasya sambil mendekat ke arah Gerald. Stefi yang melihat gelagat kakak nya yang kurang nyaman langsung menjawab pertanyaan Tasya "Maaf kak, seperti nya kakak gak bisa ikut. Karena ini acara keluarga. Oh iya dan ini juga bukan rumah kami. Kami hanya menumpang. Ini rumah om sama tante kami. Kebetulan mereka sedang keluar kota".
__ADS_1
Tasya sudah keluar pagar, dan mobil milik Stefi pun sudah pergi. "Kak, serius ini kita mau kemana?" tanya Stefi pada Gerald yang sedang menyetir. "Dek, temenin kakak beli buah buat calon kakak ipar kamu yuk!" ucap Gerald dan seketika Stefi membuka mulut nya "Calon Kakak Ipar? Aku gak salah denger kan kak?". Gerald pun tertawa dia bilang " Kenapa lo syok gitu dek? Serius ini dek. Gue sayang sama cewek. Tapi dia lebih tua dari gue dek". "Hah? Lebih tua dari lo? Dalam kata lain lo berondong gitu? Gak salah denger gue kak?" tanya Stefi heran. "Nanti lo liat deh orang nya. Dia lain dek dari cewek-cewek kebanyakan. Gue udah sering bilang kalau gue sayang sama dia, tapi dia selalu aja bawa-bawa umur. Gue langsung diem lah di gituin" jawab Gerald dengan memutar setir mobil nya menuju parkiran supermarket. "Harusnya lo jawab kak. Kalau lo diem berarti sama aja dong lu takut sama perasaan lo sendiri" jawab Stefi pada Gerald seakan mengajari kakak nya tentang perasaan. "Sok tahu lo dek. Pacaran aja lo belum pernah" sindir Gerald pada adik nya. "Enak aja lo. Gue udah punya pacar. Lo aja yang gak tau" jawab Stefi.
Mobil berhenti tepat saat Stefi berucap seperti itu. "Hah? Serius? Kok gue gak tau? Anak mana? Umur berapa? Siapa namanya?" cecar Gerald. "Belum saatnya kakak tau. Soalnya aku juga baru PDKT sih" jawab Stefi sambil cekikikan. Gerald dan Stefi pun turun dari mobil menuju supermarket untuk membeli buah-buahan.
__ADS_1