
Setelah selesai makan, Desta dan Nelsia sedang mengobrol tiba-tiba Rika mendekat. "Hai... " sapa Rika. "Eh... Hai... kamu Rika kan?" ucap Nelsia. "Yaps... bener. Kamu masih inget sama aku?" tanya Rika. "Ingat dong. Karena Desta kan mengenalkan kamu padaku. Bagaimana kabar mu?" ucap Nelsia mempersilahkan Rika duduk. "Baik. Desta apa kabar?" sapa Rika kembali mengejutkan Desta. "Owh Hai... Aku baik" jawab Desta sedikit gugup. "Aku dengar kamu sudah bertunangan ya? Selamat ya" ucap Rika. "Eh iya... Baru saja ya sekitar 2 minggu yang lalu. Kamu sudah nikah?" tanya Desta basa-basi. "Aku... Setelah putus sama kamu aku belum menemukan pria yang klik di hati lagi" jawab Rika malu-malu. "Ah masa sih? bukannya kamu minta putus dengan ku karena sudah menemukan pria yang cocok dan seperti kriteria kamu?" sindir Desta. Nelsia melihat tatapan sendu dari Rika "Hhmm... tolong jangan membahas masa lalu. Masa lalu sebagai bahan pelajaran, sekarang kita harus melihat masa depan" ucap Nelsia sok bijak.
__ADS_1
"Halah... sok bijak lo Nel" ucap Desta kesal sambil tertawa. "Eh balik kantor yuk Des. Rika maaf ya kita harus balik kantor" ucap Nelsia mengajak sahabat nya kembali ke kantor dan pamit pada Rika. "Oh ya Nelsia. Aku juga mau balik kampus" jawab Rika. "Senang bertemu kalian lagi" tambah Rika sambil. mengulurkan tangan nya berniat menjabat tangan Nelsia dan Desta. Nelsia menanggapi dengan baik, begitu pula Desta dia pun sambil tersenyum.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju kantor, Nelsia melihat Desta sedang termenung "Heh... lo mikirin siapa? Rika?". Desta terkejut " S**l lo nel. Ngagetin aja lagi" jawab Desta tersentak. "Iya nih nel. Kok gue jadi kepikiran dia ya. Sejak gue putus gue kira dia udah jalan sama pria lain" tambah Desta. "Tunggu deh memang kalian sebenarnya putus karena apa?" tanya Nelsia penasaran. "gue dan dia putus karena dia bilang sudah di jodohkan dengan pria yang sesuai kriteria nya. Ya sudah gue mundur. Gue gak mau kalau melangkah gak mendapatkan restu orang-tua" jawab Gerald. "Bener juga sih apa yang lo bilang. Emang gak enak kalau punya hubungan tanpa restu" ucap Nelsia.
__ADS_1
Desta yang tidak membiarkan sahabat di sakiti langsung menyerang Tasya "Tasya.. jaga ucapan kamu. Jangan sampai kamu menyesali perbuatan kamu". " Ooppss..." ledek Tasya. Bersamaan dengan itu pintu lift terbuka. Nelsia langsung buru-buru keluar dari lift menuju ruangan. Desta menyusul Nelsia. "Sabar Nel... Sebentar lagi kebenaran akan terungkap. Jadi sekarang kamu jangan ambil pusing cibiran orang-orang" ucap Desta menenangkan Nelsia. "Thanks Des. Owh ya kayak nya gue mau ajuin cuti seminggu ya. Gue mau nenangin perasaan gue. Boleh kan?" tanya Nelsia. "Ya lakukan aja Nel. Selama bukan tanggal untuk perhitungan gaji dan BPJS" jawab Desta sambil tertawa. Nelsia ikut tertawa dan menjawab lagi ucapan Desta "Siap bos... Itu sudah gue atur kok. Lagian kayak lo gak bisa ngitungin aja sih untuk gajian nya".
__ADS_1
Sore menjelang. Nelsia berniat pulang kerja untuk ke RS tempat Gerald di rawat. " Nel, lo mau kemana?" tanya Desta. "Mau ke tempat Gerald. Lo mau ikut?" jawab Nelsia. "Boleh deh. Tapi lo duluan aja gue mau jemput ayang beb gue dulu. Nanti gue ke sana sama dia" ucap Desta sambil berjalan beriringan dengan Nelsia ke parkiran. "Oke deh Des. Ati-ati lo. Kabarin gue kalau udah sampe RS" ucap Nelsia. "Siap. Lo juga ati-ati nel. Jangan ngelamun kalau bawa motor" jawab Desta berlalu dengan mobil nya. Nelsia mengambil kunci motor nya dan memakai helm nya lalu melajukan motor menuju RS. Sebelum ke RS dia mampir dulu ke toko roti untuk membelikan Gerald cemilan.
__ADS_1