
'Nel... apa kamu sudah sampai? Aku merindu mu. Sangat rindu' isi pesan Gerald di tambah emoticon hati. Nelsia yang baru saja masuk kamar nya membuka pesan dari Gerald. Rona merah muncul di pipi nya. 'Baru saja ketemu masa sudah rindu. Jangan berbohong' balas Nelsia.
Nelsia segera membersihkan diri nya. Tak lama Nelsia mandi, dia keluar dan mendapati banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab. 'Ya ampun... Dasar bocah' gumam Nelsia sembari senyum. Nelsia mulai video call ke Gerald. "Kenapa gak jawab pesan ku?" ucap Gerald. Nelsia terkekeh melihat wajah Gerald. "Aku sedang di kamar mandi, bagaimana bisa menjawab pesan mu?" ucap Nelsia. "Kenapa raut wajah mu seperti itu?" tambahnya. "Aku kesal kamu gak jawab pesan ku atau panggilan" jawab Gerald dengan wajah yang cemberut.
Wajah Gerald membuat Nelsia tertawa. "Kamu ini pacar nya lagi ngambek malah di tertawakan" ucap Gerald. "Muka kamu itu lucu. Sungguh menggemaskan" jawab Nelsia sambil meletakkan ponsel nya berdiri dekat kaca nakas. "Aku sambil mengeringkan rambut ya" ucap nya. "Kok kamu sudah malam gini malah keramas? Kalau sakit gimana?" tanya Gerald menasehati Nelsia. "Ya karena aku tidak suka tidur dalam keadaan rambut bau keringat dan asap. Membuat ku tidak nyaman" jawab Nelsia sambil menyisir rambut nya yang setengah kering. "Kamu cantik" puji Gerald yang membuat rona merah pada pipi Nelsia. "Jangan gombal deh. Bocil bisa gombal juga ya" ucap Nelsia.
"Nel... jangan panggil aku bocil. Aku buat sekecil itu. Bukti nya saja aku bisa membuat mu jatuh cinta" jawab Gerald sambil terkekeh. Nelsia pun ikut tertawa.
__ADS_1
Dari luar kamar Kak Angga mendengar sedikit pembicaraan Nelsia. 'Nelsia bicara pada siapa? Apa Gerald?' tanya Angga dalam hati.
Tok...
Tok...
"Dek... " panggil kak Angga sambil membuka handel pintu kamar Nelsia. "Iya kak" jawab Nelsia sambil membalikkan ponsel nya. Dia lupa mematikan ponsel nya. "Kamu bicara dengan siapa?" selidik Gerald. "Oh bukan siapa-siapa kak." ucap Nelsia gugup. "Yang bener dek? apa kamu sudah punya pacar? kalau iya kenalkan pada kakak dan kak Gita" ucap Gerald membuat Nelsia jadi salah tingkah. "eehhmm... iya kak aku udah punya pacar. Nanti ya aku kenalkan. Tapi kakak janji jangan jodohin aku. karena aku gak akan pernah mau di jodohkan" Nelsia memberi sinyal peringatan pada sang kakak. "Kakak menjodohkan kamu dengan seseorang yang menurut kakak bertanggungjawab" ucap Angga. "Tapi aku sudah punya pacar kak. Aku gak mau" jawab Nelsia sambil memanyunkan bibir nya. "Kalau memang benar kamu punya pacar, ajak dia ke sini hari sabtu nanti. Kenalkan pada kakak, dan Kak Gita. Kalau memang dia serius sama kamu akan kakak persilahkan. Tapi kalau kakak lihat dia hanya mempermainkan kamu, kamu harus menerima perjodohan ini" tegas Angga pada adiknya.
__ADS_1
"Nel... Nelsia... " Gerald sedikit teriak. Nelsia sadar kalau ponsel nya ternyata belum di matikan. "Ah... ma.. maaf. aku kira sudah di matikan. tapi ternyata belum. Kamu mendengar semua?" tanya Nelsia lemas.
"Jangan seperti ini nel. Aku akan datang ke rumah mu. Lagian kak Angga juga sudah mengenalku. Jadi akan lebih mudah" jawab Gerald. "Ya... Gerald aku mengantuk. Aku tidur duluan ya. Selamat malam" ucap Nelsia. "Oke. Besok aku jemput ke kantor ya Nel. Selamat Malam. Love You" jawab Gerald dengan senyuman indah nya. Nelsia menutup panggilan nya, lalu merebahkan diri dan menatap langit-langit kamar.
"Ma... apa keputusan Nelsia tepat untuk menjadikan Gerald sebagai kekasih? Apa perbedaan usia kita tidak menjadi masalah? Nelsia takut ma. Nelsia takut salah mengambil keputusan" gumam Nelsia dan lama kelamaan Nelsia tertidur.
Pukul dua dini hari Nelsia terbangun, nafas nya tersengal-sengal. 'Mimpi buruk. Kenapa harus dia datang ke dalam mimpiku? Ada apa ini?' ucap Nelsia sambil mengelap keringat dingin di dahi nya. Jantung nya berdegup kencang saat mengingat mimpi yang di rasakan tadi. Nelsia memimpikan Ardi. Ardi mengacau segala nya. Di dalam mimpinya Ardi hadir mengaku sebagai orang yang tersakiti. Dia menghancurkan semua acara Nelsia.
__ADS_1
Nelsia melihat ponsel nya ada pesan dari Gerald. 'Apa kamu sudah tertidur? Aku mencemaskan kamu' begitu isi pesan nya. Nelsia melihat Gerald mengirimkan pesan 15 menit yang lalu. 'Aku tadi sudah tidur dan sekarang aku terbangun karena mimpi buruk. Apa kamu tidak tidur?' balas Nelsia.
Tidak ada 5 menit panggilan telepon mengudara. 'Hei... kamu kenapa?' tanya Gerald di panggilan itu. 'Aku mimpi buruk. Dan aku harap semua tidak akan terjadi' jawab Nelsia. 'Ya sudah sana kamu pergi cuci muka dan minum air putih untuk menenangkan diri' ucap Gerald. 'Kamu kenapa belum tidur? Kamu seharusnya beristirahat karena kamu baru aja sembuh' tanya Nelsia khawatir. 'Tiba-tiba saja firasat ku tidak enak mengenai kamu. Aku takut kamu kepikiran kata-kata Kak Angga' jawab Gerald dengan lemah lembut. 'ini udah larut malam. lebih baik kamu tidur ya. nanti kamu sakit' tambah Gerald. 'ya... aku akan mencoba tidur lagi. selamat malam Gerald' ucap Nelsia. 'Selamat malam sayang' balas Gerald. Nelsia memutus panggilan telepon nya lalu mencoba kembali untuk tidur.