DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN

DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN
part 14 akhirnya dapat kerjaan


__ADS_3

Berjalan melihat sekeliling, Erik tidak lagi menghiraukan apa kata-kata orang lain padanya.


Terlihat sebuah kos-kosan Erikpun beranjak menghampiri, "kak, maaf apa ada kosan yang masih kosong?,"tanya Erik pada seorang pemuda yang sedang duduk sendiri di depan kosannya."sepertinya ada, coba tanya pada yang punya di belakang rumahnya."jawab nya. "Terimakasih kak,"sambil beranjak ke belakang.


"Apa ini rumah nya ya?" Gumam Erik melihat sebuah rumah. Iapun mencoba mengetuk pintu.


Tok-tok,"permisi..."ucap Erik , "iya..."sahut seseorang membuka pintu. "Iya ada apa?,"tanya seorang ibu-ibu. "Bu apa masih ada kosan yang kosong."jawab Erik. "Oh iya mau ngekos ya, ada tapi sebulan 500."ucap nya. Erik pun langsung menerima karena hari sudah begitu larut Malam. "Ya sudah Bu, gak apa." Jawab Erik.


Ibu-ibu memberikan Kuncinya " ini kamar nya di paling ujung ya no 15 "ucap nya.


Erik beranjak melihat kosannya, pemuda yang seumuran ya menatap Erik yang terlihat kotor. "Kak..."sapa Erik saat dirinya melewati nya Erik heran kenapa dia duduk termenung sendiri. Dia melamun di malam-malam begini.


Masuk kosan, Erik langsung merebahkan dirinya di kasur. Sudah bejalan cukup jauh kakinya teras pegal Iapun terlelap tidur.


✳️✳️✳️


Pagi hari terdengar di luar ribut, Erik terbangun saat melihat ke luar rupanya orang-orang akan berangkat kerja.


Erik mencoba memberanikan diri menyapa mereka, "bang, kerja di mana?,"tanya Erik melihat mereka memakai seragam. "Penghuni baru ya, kami kerja di PT kenapa"jawab nya.


"Kak mau tanya apa masih ada lowongan kerja?"Erik mencoba ingin melamar kerja. "sepertinya belum ada lowongan kak."jawabnya terlihat angkuh.


Merekapun pergi, ia hanya sendiri di kosan Erik bingung harus nyari kerja di mana lagi. Pagi itu dengan uang yang dia punya dari Devi Erik beranjak pergi mencari kerjaan.


Saat Erik keluar dari kosan , pemuda yang semalam Erik menanyakan kosan dia akan pergi. Terlihat dia begitu dingin Hanya melihat Erik dan pergi. Erik mengikutinya dari belakang.


Pemuda itu begitu pelan berjalan , ia langsung berhenti saat Erik berjalan di belakang nya, "silahkan duluan."ucap nya. "Kak saya mau tanya Kaka kerja di mana?"Erik tidak malu bertanya karena dia ingin segera dapat pekerjaan.


Pemuda yang tidak ia kenal siapa, "kau nayari kerja? Aku kerja di pasar kalo mau bos ku lagi butuh " ucapnya. Erik tidak menyangka pemuda yang di kira dingin ternyata baik. Diapun senang mendengarnya "iya kak saya mau."jawab Erik.


Merekapun berjalan ke pasar yang tidak jauh dari kosannya,"saya Ferdi," ucap nya memperkenalkan diri ,"saya Erik kak. Kaka sudah lama di sini"sambil berjalan.


Orang terlihat dingin ternyata dia baik, sambil berjalan walau masih pagi tapi tetap saja panas. Sampai di pasar begitu bau namun Erik memaklumi namanya pasar.


"Ini tempat kerja ku," sambil membuka kunci sebuah toko iapun masuk tokonya nampak besar. "ya sudah nanti bos ku datang, kau tunggulah. "Ucapnya dia pun kerja.

__ADS_1


Erik menunggu sambil melihat ferdi melayani pelanggan yang datang. Rasa bt datang karena dia hanya diam.


Ferdi melihat Erik, yang terus memainkan ponselnya. "Lo dari kampung ya, sudah pernah kerja di mana?,"tanya Ferdi, Erik menoleh "iya kak saya dari kampung, belum pernah kak ini baru lulus sekolah." Jawab nya.


Datang lah seorang bapak-bapak, "pak ini ada yang mau kerja."ucap Ferdi , Erik berdiri bapak-bapak tua melihatnya. "Ya sudah gak apa, bantu kau biar ada teman. "Ujarnya .


Erik begitu senang dia di terima kerja walau kerja di toko baginya dia sudah merasa ada yang begitu peduli.


Sejak saat itu Erik dan Ferdi berteman. Ternyata orang yang terlihat dingin pendiam belum tentu orang nya cuek dan sombong.


Mobil box datang,"Erik, bantu bawa barang ya "ucap Ferdi yang sedang melayani pembeli.


Erikpun mengerjakan yang ia perintahkan, ia begit banyak terimakasih pada Ferdi.


Dret...dret....ponsel bergetar saat Erik sedang istirahat . Terlihat pesan dari Mira pacarnya.[ Erik, gimana sekarang sudah kerja?,"tanya Mira .[sekarang sudah kerja, baru masuk] balas Erik. Ferdi duduk di depannya dia memberikan nasi bungkus padanya. "Ini makanlah. "Ujarnya.


Walau dia begitu baik tapi Erik merasa Tidak enak padanya.


Seharian kerja bersamanya, "Rik, kau ngekos sendiri kenapa gak kos bareng dengan ku "ucap Ferdi, namun Erik sudah membayar kosannya. 'gak apa Lagian gue sudah bayar kosan."sahut Erik .


"Ferdi! suruh kerja malah dia diam terus. Kau fikir ibu menggajimu untuk diam."ucap ibu-ibu. Erik pun Kembali kerja Ferdi yang sedang menghitung uang langsung memberikan ku kerjaan.


"Mana, uang hasil hari ini"sambil menadahkan tangannya ferdipun memberikannya.


Diapun pergi, "Erik dia istri yang punya toko ini kalo ada dia kau pura-pura saja sibuk."ucapnya, Erik mengiyakannya.


Sore hari cuaca terlihat mendung, Ferdi langsung menutup tokok nya "ayo pulang "sambil berjalan menuju kosan .


", Heeh cupu ambil noh sampah lo."celetuk teman kosan nya. Erik tidak tahu kalo ferdi di perlakukan kasar di tempat kosannya.


"Ini lagi tambah satu orang,"ucap mereka Ferdi diam dia langsung masuk kosan, aku jadi tahu kenapa dia sering sendiri ternyata dia juga sering di bully.


Tok-tok,"hey orang baru keluar." Ucap seseorang di balik pintu. Aku beranjak melihat "iya kak, ada apa ya?"tanyaku.


"Itu bersihkan kamar mandi, lihat kotor gitu."ucap tetangga kosan . "Kok aku kak , kenapa harus aku, bukannya yang lain juga pake."ucap Erik .

__ADS_1


"Dengar ya kau orang baru semua sudah ada giliran. Sana bersihkan!! "Bentak nya. Erik yang sedang cape dia terpaksa harus membersihkan WC


Saat Erik masuk rupanya Ferdi sedang menggosok lantai ."Rik kau juga di suruh, "ucap Ferdi saat melihat Erik masuk. "Iya , kenapa sih dengan mereka fer. apa kau tiap hari di suruh begini"tanya Erik.


Erik melihat Ferdi seperti penasaran apa dia di perlakukan begitu setiap hari "kenapa gak pindah saja kosannya . Kenapa diam di situ terus."ucapku sambil membersihkan WC.


Ferdi senyum "gak ada yang murah lagi di kota Erik , ini yang murah kau bayangkan gaji kita sedikit buat makan saja itu masih kurang. "ucap Ferdi.


Mengingat gaji yang tidak seberapa , Ferdi pun terpaksa harus menerima Bullyan mereka. "Apa kau tiap hari begini?"tanya ku ferdi diam dia sepertinya sudah Biasa di perlakukan begini.


"Ah sudah lah, ayo kerjakan saja biar cepat beres."ucapnya. Erik Tidak Suka memperlakukan Ferdi seperti pembantu.


"Heh cepat gue mau mandi "ucap seorang penghuni kosan terlihat sambil membawa handuk. Erik begitu emosi dia langsung melempar sikat.


Ferdi sontak kaget. "Cepat... Sana kerjakan sendiri. Kau fikir gue babu mu apa!!" Bentak Erik..


Tak ayal membuat dia marah. "Kau berani hah. Kau berani sambil menarik baju Erik. "Erik sudah, gak apa kira kerjakan saja. "Ferdi menariknya.


"Gak kita jangan mau di perlakukan begini, kita juga bayar kenapa kita yang selalu di suruh-suruh."Erik menatap orang yang menyuruh nya.


"Lihat gue panggil teman gue. "Ujarnya sambil pergi kembali. Erik begitu emosi saat terus di perlakukan seperti pembantu Ferdi terlihat takut akan terjadi apa-apa padanya. "Kau seharusnya tidak melawannya. "Ucap Ferdi.


"Heh Lo, sini"rupanya dia memanggil temannya "Lo berani ya. Dengar Lo fikir lo siapa orang baru belagu "ucapnya sambil menarik Erik. Namun Erik dia tidak takut Erik malah senyum sinis padanya.


"Kau Fikri Gue takut , dengar kami bayar di sini dan kau menyuruh kami bersihkan WC . Sana kau bersihkan sendiri."jawab Erik.


"Kurang ajar kau ya." Erik langsung di pukul .


Brugggg


Brugggg


Rasakan , Ferdi Hanya melihatnya dia di pukuli 3 orang. "Berani sama gue rasakan ini"terus menghajarnya.


Erikpun tak berdaya dia tidak bisa melawan dia berbaring tak berdaya. Ferdi langsung membangunkannya ."gue sudah bilang jangan melawan"ucap Ferdi sambil memapah Erik ke kosan nya.

__ADS_1


"Rasakan culun , makanya jangan sok berani "ucap mereka yang sedang duduk di luar kosan. "Erik tertawa membuat Ferdi heran ." Bagi gue sudah biasa di perlakukan begini. Tapi gue tidak akan tunduk sama mereka meskipun harus terluka."ucap Erik.


__ADS_2