
Duduk sambil melihat Mira yang terdiam, Erik tidak percaya Mira selama ini tidak memberi tahu kalo dirinya sudah ada orang lain di hatinya.
"Rupanya ini alasanmu, sekarang jarang menelepon ku?"tanya Erik. Sambil mengusap air matanya.
"Erik, sudah lah apa yang ibu ku katakan benar. Aku tidak bisa hidup begini aku pun ingin seperti orang lain bahagia. Ini salahku aku minta maaf." Sahutnya.
Mira, rupanya dia rupanya sudah jatuh hati dengan Fandi dan harta yang dia punya. Ibunya tentu saja mendukungnya.
Erik, dia merenung memikirkan anaknya ke depan tanpa seorang ibu.
"Lantas bagaimana dengan anak yang ada di perut mu setelah lahir."ucap Erik sambil menunduk.
"Maaf, aku tidak bisa membawanya setelah nanti menikah. Ibuku juga tidak mau mengurusnya kau bawa saja."jawab Mira .
Erik langsung marah, "apa!! Kau benar-benar tega kenapa datang padaku kalo jadi nya seperti ini. Aku tidak percaya dulu kau ngejar-ngejar aku sekarang dengan mudahnya kau ingin menikahi orang lain dan memberikan anak itu padaku. Sementara aku capek kerja dengan anakku kau menikah lagi dengan orang lain . Manusia macam apa kau ini?" Teriak Erik. Mira terlihat duduk menangis di bentak-bentak Erik sambil menunjuk wajahnya
Ibu nya Mira langsung masuk ke kamarnya. Mendengar Erik memarahi Mira. Dia rupanya tidak terima anaknya di bentak Erik.
"Erik!! Kau ya sudah miskin bisa-bisa nya memarahi Mira, kau tidak bisa membahagiakan nya kau harusnya sadar diri. Berapa uang yang kau kasih pada Mira tiap bulan, hanya 500 RB apa itu cukup? "ibunya emosi.
"Tapi kenapa Mira, menyusul ku ke kota waktu itu bila jadi nya begini. Anak itu apakah aku harus urus juga itu bukan kesalahanku juga. "Erik mencoba membela diri.
Ibunya Mira tertawa, "bukan salah mu, terus siapa yang hamillin Mira , siapa?" Pekik ibunya Mira.
Sambil menangis Mira terlihat meringis, " awwww Bu...."Mira terlihat kesakitan. "Mira kenapa.."Erik melihat Mira yang meringis kesakitan Erik panik .
"Bu.....perutku sakit ."Ucapnya nya, Erik dan ibu langsung panik ,"ayo cepat kita kerumah sakit."ucap ibunya.
Erik beranjak ke luar dia panik, meminta tolong pada ayah nya.
"Pak... Pak, Mira sepertinya akan melahirkan." Sontak ayah nya yang sedang benerin motor orang dia kaget.
"Erik tenang lah, gak apa semua akan baik-baik saja. Bawa Mira ke rumah sakit "ucap ayahnya.
Tapi Erik bingung tidak ada kendaraan. "Gimana pak, tidak ada kendaraan pake apa. "Sahutnya.
" Naik angkot saja cepat. "Sahut ayahnya .
Erikpun kembali ke rumah, "Bu ayo kita bawa Mira ke rumah sakit. "ucap Erik "mau pake apa "sahut ibu, yang terus melihat Mira meringis kesakitan "naik angkot saja ,Bu."usulnya.
Ibunya Mira langsung berdiri. "apa!! Kau sudah tidak waras apa. Naik angkot sudah Mira dengar bapak mu sebentar lagi datang bersama Fandi bawa mobilnya." Ucap ibu.
Erik hanya diam sambil memegang Mira, menunggu ayah Mira dan Fandi datang dengan mobilnya. "Kau memang gak guna bisanya cuman buntingin saja."ucap ibunya.
__ADS_1
Rupanya ibu Mira langsung menelpon ayahnya Mira kalo Mira akan melahirkan, Erik malah lari keluar mencari bantuan pada ayahnya.
"Bu...ayo , Fandi sudah menunggu di depan. "ucap ayah Mira yang baru datang.
Dia terlihat bengis saat melihat Erik, wajahnya masam. Sambil di papah Erik dan ayahnya Mira, sepanjang jalan tetangga melihat Mira.
"Mira mau lahiran. "Ucapnya,
Terlihat sebuah mobil di depan jalan, Mira langsung masuk bersama Erik.
Hari beranjak malam, Mira terlihat menangis menahan sakit.
"Nak Fandi terima kasih ya, kalo gak ada Fandi gak tahu harus bagaimana . Masa harus naik angkot. Punya menantu gak guna begitu."celetuk ibunya Mira,
"Apa yang mau di harapkan Bu..."Timpal ayah Mira.
Fandi tersenyum, Erik dia merasa mereka memojokkan nya hanya karena tidak bisa seperti Fandi.
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung masuk, "Bu , tolong anak saya mau melahirkan"ucap ibu Mira , Mira pun di bawa ke ruangan persalinan.
Erik begitu kecewa, ternyata Mira memang sudah tidak mencintainya lagi. Sambil duduk sendiri ia tidak lagi bisa meneruskan rumah tangganya.
Erik menatap Fandi yang sedang bersama ayahnya Mira , mereka terlihat mengobrol Erik sadar diri. pantas saja Mira langsung cinta padanya, dia cakep tinggi , orang kaya. Sendang kan dirinya hanya orang tidak punya.
Sambil menunggu kelahiran anaknya, iapun sudah pasrah jika Mira akan menceraikan nya. Lagian ayah dan ibunya Mira tidak suka padanya dari dulu.
Erik mengira Mira tidak akan berubah cintanya, tapi ternyata Erika salah Mira mudah sekali terpengaruh dan jauh hati.
Malam makin larut tapi Mira belum juga melahirkan, Erik makin cemas berjalan mondar mandir. Fandi dia menatap Erik seperti nya diapun tidak suka padanya dia melihat Erik sinis.
Terdengar suara anak menangis,wajah Erik langsung senang tapi tidak dengan ibunya dan ayah nya. Erik langsung beranjak ke dalam saat anaknya sudah lahir.
"Bu ini anaknya seorang laki-laki," ucap bidan yang membantu persalinan Mira.
__ADS_1
"Iya Bu, itu ayah nya kasihkan saja padanya. "Ucap ibunya Mira. Erikpun menggedongnya anaknya, wajah nya begitu bahagia walau dia tahu Mira akan menceraikan nya setelah ini . Erik meneteskan air mata dia begitu bahagia melihat anaknya.
"Erik kau yang bayar semua persalinan ini. "ucap ibunya . "Iya Bu, saya mengerti..."sahut Erik.
Mira tertidur dia terlihat begitu lemas. Erik terus menunggu nya . Sambil menatap anaknya Erik berfikir setelah ini dia tidak mungkin kerja bawa anak. Dan Mira juga dia akan menikah dengan Fandi, ibunya Mira tidak mau mengurusnya.
"Apakah aku harus bawa saja ke kota , atau titipkan pada ibu. Pasti ibu menolak juga" gumam Erik kebingungan.
Tidak percaya, Erik sudah punya anak di usianya masih 20 tahun.
"Mira...bangun, kita pulang." Ucap ibunya, Mira masih terlihat lemas.
"Bu, Mira capek mau istriahta dulu.."sahut nya
Akhirnya kami pun menginap di rumah sakit, melihat Mira yang kecapean.
***
Keesokan harinya, Mira sudah terbangun "Mira susui. Anakmu "ucap Erik samil memberikan anak yang di gedong nya.
Mira terlihat malas, "Erik sudah bawa saja nakamu, aku sudah tidak mau. Ambil lah. "sahutnya.
"Mira, susui dulu lihat dia sepertinya lapar. Aku mohon..."Erik memohon pada nya. Akhirnya mirapun menyusui anaknya.
Ibu dan ayahnya datang, "Erik setelah dari sini kau pulang lah ke rumah ibumu. Mira akan mengurus perceraian mu. "ucap ibunya Mira .
"Kenapa Bu? Kenapa ibu tidak Suka dengan saya. Apa karena saya miskin ? "Ucap Erik dia sudah tidak tahan dengan ibu mertuanya yang selalu ingin Erik dan Mira pisah.
"Benar sekali, kau miskin siapa sih orang tua yang mau anaknya menikah dengan orang miskin sepertimu. "Sahut ibunya Mira.
"Mira aku minta untuk anak ini bersama mu dulu, dia masih perlu ibu. Aku mohon Mira. Kasihan anak mu tolong jangan sekejam itu pada anak mu. "Ucap Erik sambil memelas pada Mira.
"Gak, Mira ayo pulang kasih anak itu pada Erik. Biar dia yang urus.
Dengar Fandi dia sudah setuju menikah dengan mu, dia sudah mapan kau akan senang dengannya apapun yang kau inginkan akan mudah kau dapatkan "bujuk ibunya Mira.
Mira pun termakan bujuk rayu ibunya, "Erik, maaf ini anakmu ambilah ." Sambil memberikan anaknya.
" Ayo Bu..pulang, maafkan Mira Bu, sekarang Mira kan menurut pada ibu. "Ujarnya.
"Erik, dengar pergi dari rumah dan ambil anak itu.."ucap ayah Mira.
__ADS_1
Mereka berjala ke luar sambil memampah Mira, erik di tinggalkan nya sendiri sambil menggedong anaknya.