DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN

DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN
part 6


__ADS_3

Hari-hari berlalu, setelah kejadian Erik di hina Siska dia tidak lagi mendekatinya.


Ujian sekolah pun makin dekat, kini Hanya Eza yang selalu dekat dengan dirinya begitupun Mira.Setiap hari mereka bertiga.


Saat sedang di sekolah geng Nino datang bersama teman nya, mereka tertawa saat melihat Erik.


"Hey gays , tahu gak si Erik tukang tambal ban. " Ucap Nino , seketika teman satu kelas menoleh padanya. Mereka menertawai Erik.


"Hahaha dia memang pantas sih, orang kucel begitu. " Ujar mereka.


Erik Hanya bisa diam sambil menunduk malu. Dirinya yang miskin tidak seperti mereka sudah pulang sekolah bisa main.


Bel masuk bunyi, "anak-anak, Minggu depan sudah ujian. Ibu harapa kalian belajar serius."ucap Bu guru.


Erik, dia begitu semangat. Dirinya ingin segara lulus Dari sekolah dan pergi dari kampung nya.


Selama pelajaran, hari itu pelajaran membahas Soal yang akan di ujikan. Begitu serius semua. Begitupun Eza dan Mira.


Saat jam istirahat Tiba, Mira langsung mendekati Erik. "Rik, bisa kita bicara." Ucap Mira sambil malu-malu,"iya katakan saja. " Sahut Erik sambil menyimpan bukunya ke dalam tas. Eza yang melihat memukul tangan Erik


"Apa sih za .." bentak Erik pada Eza. Erik tidak juga peka membuat Eza kesal.


Mira yang terus berdiri,malihat Erik . "Bisakah kita nanti pulang ikut aku. "Ucapnya.erik menatap Eza dan Eza mengangguk. "Baiklah..." Sahut Erik , Mira senyum senang saat Erik berkata begitu.


Di saat semua siswa beranjak keluar, karena tidak punya uang ia Hanya duduk di dalam kelas saja .


"Ayo pergi, gue bosan di kelas terus. " Ajak Eza, sambil merangkul ke luar, Mira rupanya mengikuti mereka dari belakang.


Seperti Biasa Erik hanya duduk di pinggir lapang menonton anak kelas lain main bola,"Erik.. Eza...ini gue bawa dari rumah," Mira memberikan bekal nya.


"Thank's ya..."ucap Erik merak duduk di pinggir lapangan bertiga, Mira terus menatap nya.


"Nah, Lo cocok sama si cupu ini. Gembel kaya Lo ," celetuk Siska saat melihat Erik dan Mira duduk berdua.


Iya Mira Gadis polos, dia seperti tidak punya teman selalu sendirian berbeda dengan gadis lain.


Mereka tertawa sambil melihat Erik dan Mira, Mira Hanya diam melihat Erik seperti malu berdekatan dengan nya.


"Ayo masuk..." Ucap Eza ketika jam istirahat habis. "Bukan nya hari ini ada pelajaran tambahan ya.." sahut Erik, Mira pun terus mengikuti mereka.


"Heh tukang tambal ban, pasti setelah lulus sekolah dia langsung kerja di tempat ayahnya itu. Iya gue kasihan lihat ayah Lo itu . Kaya orang penyakitan kurus. "ucap Nino. Saat Erik akan masuk kelas.


Erik mencoba sabar, tapi ketika dia bawa ayah nya dia langsung berlari menjotos Nino.


Bruggg


Erik memukulnya dengan keras, Nino langsung berdarah. "Kurang ajar Lo ya..." Sambil mengusap hidungnya yang mimisan.

__ADS_1


Tentunya kedua temannya membalaskan nya , "rasakan ini." Sandi langsung memukul nya tanpa belas kasih,


"Hey..." Guru BP melihat nya, merekapun berhenti. Erik, dia tidak apa-apa Hanya saja wajahnya memar.


"Ada apa, kenapa kalian ribut. Nino kenapa?" Tanya guru BP melihat hidungnya berdarah. "Di pukul dia pak, padahal aku gak salah apa-apa. " Ucap Nino.


"Erik ikut bapak.." sudah tentu Erik di bawa ke ruang BP, Nino terlihat senyum saat aku di bawa keruangan BP.


Mira dan Eza Hanya bisa melihat ku, dia tidak bisa membela ku.


"Kenapa kau memukul Nino, apa salah nya?," Tanya guru BP. "Dia mengina ayah saya pak, saya tidak bisa menerima itu."jawab Erik.


"Panggil Nino, " perintah guru BP pada seorang siswa yang ada di lapangan.


"Iya pak ada apa?," Tanya Nino sambil menatap ku dengan tatapan tajam .


"Masuk, apa benar kau menghina ayahnya. " Ucap guru.


"Hah, gak pak. Dia bohong saya gak menghina ayahnya." Nino playing victim.


"Erik, gimana Nino bilang tidak. " Ucap guru BP. Dia percaya pada Nino.


"Tapi pak, dia beneran tadi menghina ayah ku ..." Sahut Erik ..


"Sudah, kalo sekali lagi Sampai kejadian bapak kasih peringatan. Sana pergi.." ucap nya.


Saat keluar ruangan BP , Erik begitu dendam pada Nino. "Awas Lo!" Erik mengancam Nino. "Haha Lo Fikir gue takut, gembel." Balas Nino sambil masuk kelas.


Mira, yang terus menatap Erik merasa kasihan padanya. Dia tahu dengan keluarganya .


Bel pulang berbunyi, namun sayang nya tidak langsung pulang. Karena ada pelajaran tambahan.


Erik langsung beranjak ke bangkunya Nino, Eza Heran dengan teman nya itu. "Kalo Lo berani nanti pulang Lo gue tunggu di bangunan kosong itu. Tapi ingat Lo harus sendiri,"Erik menantang Nino. " Heh Lo pikir gue takut. Ok" ucap Nino menerima tantangan Erik.


Eza marah padanya, "Lo ngapain sih..." Ucapnya. Erik tidak peduli lagi.


Saat istirahat menunggu jam pelajaran tambahan tiba. Ia seperti tidak sabar untuk memukul Nino yang suka membully nya.


"Eh gurunya katanya ga ada, ayo pulang.." ucap siswa yang baru dari kantor. Mereka pun langsung pulang. Sekolah pun sudah sepi terlihat.


Mira yang tadinya mau mengajak Erik dia pun gak jadi, hanya mengikuti Erik bersama Eza dari belakang menuju gedung kosong.


Erik terlihat menunggu Nino ," gue kira Lo pengecut ," ucap Erik saat Nino datang. "Apa, Lo kira gue takut dengan cowok gembel macam Lo. " Sambil senyum sinis.


"Gue sudah muak dengan Lo, tiap hari Lo selalu Bikin masalah dengan gue. " Ucap Erik sambil berdiri di hadapan Nino.


"Apalagi gue , lihat Lo udah gue muak lo suka dengan Siska ngaca Lo. Miskin.." dengus Nino.

__ADS_1


Erik langsung mendaki nino dan memukul nya," rasakan itu .." ucap Erik . Tapi Nino tertawa." Hanya segitu." Nino langsung melayang kan kepalan tangan nya ke wajah Erik.


Mereka pun berkelahi, tidak ada yang berani memisahkan mereka. Wajah nya sudah babak belur Erik dan Nino.


"Sial Lo, Nino gue benci dengan Lo.."pukulan Erik mengenai hidungnya hingga berdarah lagi. Di saat Erik terus memukul Nino tanpa henti, di belakang teman nya membawa balok kayu di tangan nya.


"Rasakan ini gembel," sandi memukul punggung Erik .


Erik pun terjatuh , "haha rasakan itu, " mereka terus menendang nya. Memukul wajahnya dengan kayu.


Wajahnya Yang sudah berdarah, Eza dan Mira mengintip mereka sambil menggigit jari. melihat Erik sudah berlumuran darah.


3 lawan satu sudah tentu dia kalah, " apa? " Ucap Eza saat Mira melihat nya. Mungkin Mira ingin Eza membantu melawan mereka.


"Gue gak bisa," ucap Eza.


"Makanya jangan sok nantang gue gembel, "sambil menjambak rambut Erik yang tak berdaya. Eri terbatuk-batuk, "sudah ayo cabut..." Nino meninggalkan Erik dengan wajahnya yang berdarah.


Eza dan Mira langsung keluar dari persembunyian nya, " Erik, Lo sudah gue bilang berapa kali. jangan berususan dengan nya. " Ucap Eza. Membangunkan Erik bersama Mira.


"Maaf, gue sudah gak tahan . " Ujar Erik.


Mira terus mengkhawatirkan nya, sambil mengambil obat di tasnya. Ia begitu mengkhawatirkan keadaanya.


Terdengar suara ponsel berdering, rupanya Eza ibunya nelpon.


"Iya Bu, Eza pulang sekarang. " Jawab Eza. Sambil menutup telepon nya.


"Gays sorry ya gue duluan. " Ucap Eza meninggal kan Mira dan Erik berdua, Mira terus membersihkan luka nya di gedung kosong itu.


Mira senang ketika berdua saja dengan nya, "Kenapa Lo senyum?," Tanya Erik saat melihat Mira. "gak, Hanya saja kau keras kepala. " Sahut Mira.


Duduk berdua ketika Erik sudah di obati Mira, mereka Hanya diam "ayo pulang," ucap Erik melihat hari sudah sore. "Tunggu dulu, Erik ada yang mau aku sampaikan." Mira menarik tangan nya ketika Erik berdiri.


Hal itu membuatnya bingung, kenapa dari tadi diam saja. Apa itu?," Tanya Erik, sambil Kembali duduk di sampingnya.


"Sejak melihatmu, sejak itu aku terus mengingat mu. Entah kenapa melihat mu aku bahagia. Rik aku menyukai mu aku mencintai mu," ucap Mira sambil menunduk.


Sudah sejak lama Mira menunggu Erik, tapi dia tidak peka.


Erik kaget , ketika Mira berani menyatakan cintanya pada diri nya." Maaf mir, aku Hanya menanggap Lo itu teman. Maaf banget Mira aku gak bisa. Sepertinya kita sebaiknya jadi teman saja. " Ucap Erik.


Mira langsung beranjak lari "Mira tunggu.."Erik mengejarnya.


sambil terlihat menangis Mira, terus berlari hal itu membuat Erik tidak enak hati. Mira terus berlari erik pun akhirnya membiarkan nya.


diapun tidak tega melihat Mira yang terluka hatinya karena di tolak dirinya. di tahu rasanya karena pernah di tolak Siska.

__ADS_1


apakah bisa Erik menerima Mira walau tidak ada perasaan padanya?


erik


__ADS_2