
Sambil berjalan kaki, Erik kembali ke toko tempat dirinya bekerja. dengan perut yang lapar dia hanya bisa minum air yang dia bawa.
Sampai di toko, Ferdi melihat Erik begitu lemas. "Gimana dapat gak?"tanya Ferdi, Erik duduk sambil menghela nafas. "Belum, susah banget nyari kerja. katanya harus ada uang atau orang dalam."sahut Erik.
Ferdi tertawa, dia berfikir percuma sekolah tinggi kalo masuk kerjapun harus ada orang dalam.
Terdengar perut Erik bunyi, ferdi langsung menoleh. "Lo lapar?,"tanya Ferdi , Erik mengangguk. "ini makanlah,"sambil memberikan nasi bekas dirinya. "gak apa kan bekas gue."ucap nya.
Dia tidak perduli lagi yang penting baginya dia kenyang. Terlihat ibu pemilik toko datang "enak ya, bukan kerja malah makan. lihat itu berantakan."Sabil bertolak pinggang di hadapan Erik yang sedang makan.
Dia tidak tahu kalo Erik libur hari ini, "Bu, Erik baru saja mengangkut barang makanya dia capek."ujar Ferdi dia membelanya.
"ya sudah, Ferdi ini gajimu anak baru ini. Kerja lebih rajin lagi biar banyak pembeli. besok ibu dan bapak ada acara mau pergi..."ucap nya sambil mengambil uang hasil hari ini.
Dengan wajah yang senang Erik dan Ferdi membuka amplop nya, "lah gue kok 800 ya,"ucap Erik sambil menghitung uang "ya Lo kerjanya juga gak full 1 bulan"sahut Ferdi.
Meski begitu Erik begitu bersyukur, tapi dia bingung belum bayar kosan nanti.
***
__ADS_1
Sementara Mira dia senang Mira di tempatkan kejar di bagian yang enak. dia hanya mengikuti arahan atasan nya.
Namun banyak orang yang iri padanya , tidak sembarang orang bisa masuk di bagian itu. bahkan yang sudah kerja bertahun-tahun baru di tempatkan di sana.
Mira baru masuk sudah di tempatkan di bagian sample dengan ruangan yang ber AC .
Orang-orang menatapnya, Mira pun tahu dia di bicarakan. "Pasti dia bawaan orang dalam"Terdengar bisakan mereka. Dia hanya diam sambil terus kerja.
Jam pulang bunyi, dengan cepat Mira beranjak ke luar. tiba-tiba Bagus menghampiri membuat Mira gak nyaman di perhatikan orang.
"ayo bareng.."Ucapnya.
Bagus memaksa bareng pulang dengannya. "Gak apa, ayo mau ke pasar Kaka antar."Jawabnya.
Mira pun akhirnya ikut bersamanya walau dalam hatinya risih, tadinya ia ingin bertemu Erik namun sudah pasti Erik akan marah jika ia bawa Bagus bersamanya.
"kak, pulang saja saya capek."ucap Mira.
Bagus pun mengendarai motornya dengan cepat. Samapi di kosa Mira langsung beranjak masuk melihat Bagus tatapannya aneh membuqt dia takut.
__ADS_1
Mira langsung menelpon Erik, karena dia tidak bisa bertemu dengannya iapun ingin Erik berkunjung ke kosannya.
"Iya Mira," ucap Erik .
"Sayang, bisa kah datang ke kosan. Aku gak bisa ke sana." Sahut Mira.
"Ya sudah , nanti gue kesana habis pulang kerja ya." Ucap Erik.
Mira berbaring menunggunya, tiba-tiba terdengar suara orang di luar mengetuk pintu . "tok-tok-tok ' Mira beranjak membuka pintu ternyata Bagus yang datang.
"ada apa kak?'tanya Mira .
Bagus langsung masuk, Mira merasa tidak enak. "begini, kaka sudah menempatkan mu di bagian yang enak ya. Mira ada yang mau Kaka katakan , Mira Kaka menyukaimu.
"ucapnya.
"maaf kak, tapi aku sudah punya pacar." Jawab Mira.
Bagus langsung marah, "apa setelah apa yang ku lakukan untuk mu, kau menolak."matanya melotot Bagus dia mendekati Mira.
__ADS_1
"kak lepaskan, "ucap Mira sambil menangis .