DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN

DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN
part 16 kecemburuan Erik


__ADS_3

Hari demi hari Mira berada di kosan Erik, diapun sudah Mencari kerja ke PT yang ada sekitar situ namun belum juga ada hasil.


Tok-tok-tok " permisi..."seseorang mengetuk pintu. Erik yang akan berangkat kerja melihat ibu yang punya kosan datang. Ia bingung pasti ada orang yang mengadukan nya bahwa ada perempuan di kosannya.


"Iya Bu, "sahut Erik sambil melihat ibu kosan melirik ke dalam. Mira sedang bersiap akan mencari kerja lagi. "Kenapa ada perempuan di kosan. Kenapa gak bilang dulu."ucap ibu kosan.


Erik bingung, iya salah nya tidak minta izin dulu. "iya Bu, saya fikir akan sebentar dan sepertinya juga besok akan pindah. Ia dia saudaraku dari kampung mau nyari kerja juga "alasan Erik . Melihat wajah ibu kosan terlihat marah.


Mira melihat Erik, "pokok nya besok harus segera pergi..."ujar nya sambil kembali pergi.


Erik melihat Mira, padahal Mira sudah senang tinggal bersamanya. "Mira, maaf sepertinya kau harus cari kosan. Nanti gue bantu pulang kerja ya. "Sahut erik .


Merekapun beranjak ke luar "asik.. pasti tiap malam wik wik, "celetuk tetangga kosan yang akan berangkat, mereka menertawai Erik. Diapun curiga mereka yang mengadu.


"Mira, sepertinya kalo gak dapat kerja juga lebih baik pulang saja."ucap Erik.


"Gak Rik, aku gak bisa pulang malu sudah di sini. Aku harus dapat kerja apapun juga. "Sahut Mira.


"Ya sudah, tapi gue pun kerja ga bisa bantu nemanin nyari kerja, tapi nanti gue tanyakan di pasar siapa tahu ada lowongan ya. "Erik mencoba membantunya.


Ferdi terlihat keluar, "ayo berangkat..."sambil berjalan menuju pasar, ferdi Melirik Mira. "belum dapat kerja juga."ucap Ferdi. "Belum fer. "sahut Erik


"Biasanya cewek mudah Lo, "ucap Ferdi,


Mira terus menatap Erik, setiap malam mereka melakukan hubungan. Mira terus terus tersenyum-senyum sendiri. Dia tidak mau ke kampung ingin terus bersama Erik di kota walau kerja apapun dia akan kerjakan.


"Mbak, coba saja ke daerah sana sepertinya ada garmen . "Ucap Ferdi.


Erik menoleh pada Mira, "ya sudah, saya pergi ya. "Ucap Mira beranjak dari pasar meninggalkan Erik yang akan kerja.


Sepajang jalan ia. Begitu senang, mengingat kejadian semalam. Dia tidak menyangka Erik menerima dirinya .


Hari begitu cerah, terlihat banyak orang yang mengenakan pakaian hitam putih. Mira pun ikut dengan mereka . "Mbak maaf melamar juga ya "ucap Mira. Sambil menunggu di depan gerbang pabrik ."iya mbak..."sahut nya.


Ada harapan baginya untuk bisa kerja di sini, "yang mau melamar ayo masuk..."ucap satpam Mira pun ikut masuk. Berbaris dengan orang lain sambil memegang lamaran. Saat di panggil iapun masuk dan di wawancara.


"Mbak, baru lulus ya.'' ucap yang mewawancarai


"Iya pak..."jawab Mira.


"Gak apa kan kalo di butuhkan kerja sampai malam." Ucap yang mewawancarai nya terlihat masih muda.

__ADS_1


Tidak berpikir panjang Mira mengiyakan , dia Tidak peduli mau kerja di bagian apa yang penting baginya hidup dekat Erik.


"Iya pak, saya siap ."jawab Mira.


Dan Mira pun akhirnya keterima kerja, hari itu dia langsung kerja di garmen itu. Teman-teman kerjanya menyapa Mira sinis. "Mbak baru ya.."ucap karyawan lain. Melihat Mira menggosok pakaian."iya mbak..."sahut Mira.


Mira dengan serius kerja, orang kampung seperti nya dia tidak memikirkan lagi kerja apa. Yang penting dia punya pemasukan.


Sedangkan Erik yang sedang istirahat dia makin akrab dengan Ferdi.


"btw ada yang ngaduin gue bawa Mira ke kosan."ucap Erik sambil makan.


"Ya pasti bakal ada, orang itu kosan cowok semua. Lo gimana sih."sahut ferdi.


Terdengar suara ponsel Erik bunyi. Saat dia lihat Rupanya dari kampung. "Maaf ya.."ucap Erik beranjak keluar.


"Erik, Gimana kerja mu."ucap bapak.


"Iya pak baik-baik saja. Ada apa pak?"tanya Erik.


"Eh gimana ya Rik, bapak mau pinjem uang. Ibu, dia pinjem uang lagi dan ada yang menagih ke rumah..." Ucap ayah nya .


Erik mendecak, dia sudah muak dengan ibunya yang selalu meminjam uang pada rentenir.


"2jt saja, ada gak Rik....bapak bingung. Usaha bapak lagi sepi. Mau pinjem Sama orang mereka gak ngasih."sahut bapak.


Erik bingung, dia pun Hanya punya 1jt itupun dari Devi. Dan dia gajian sebentar lagi namun sepertinya tidak seberapa.


"Pak kalo 1 JT ada, Gimana ya Erik pun di sini belum gajian."ucapnya. "Ya sudah gak apa Rik..'jawab ayahnya menutup telepon.


Terpaksa dia harus mengirimkan uang yang tadinya buat biaya hidup dan kosan ke depan di kirim ke kampungnya,


Kembali masuk dengan wajah yang bingung, sambil duduk melihat Ferdi melayani pelanggan.


Cepek, itulah yang dia rasakan punya ibu yang terus berhutang. Karena dirinya anak tertua di keluarganya ya otomatis dialah yang menjadi harapan orang tuanya.


Dengan gaji yang kecil Erik memikirkan harus nyari kerja lagi.


"Lo kenapa?"tanya Ferdi sambil duduk melanjutkan makannya. "Gue bingung, orang tua minta uang tapi gue pun gak ada. "Jawabnya.


Ferdi pun diam, dia tidak bisa bantu untuk urusan uang. Iapun sama punya tanggungan di rumahnya karena adiknya banyak.

__ADS_1


Mengehela nafas, sambil duduk membereskan barang-barang di toko. Erik berfikir besok ia ingin libur dan mencoba nyari kerja lagi.


"Fer, gue besok libur ya."ucap nya. "Mau kemana?"tanya Ferdi.


Erik tersenyum sambil mendekat, "gue mau coba nyari kerjaan lain siapa tahu dapat."sahutnya. Ferdi pun mengerti. "Ya sudah, sebenarnya gue juga ingin pindah. Lo tahu bos toko ini pelit. "Jawab ferdi.


Mereka punya tertawa membicarakan bos nya yang pelit. Tapi Ferdi terpaksa harus terus kerja di sana karena dia bingung dengan pendidikannya yang hanya SMP.


Tiba-tiba Mira datang,"Erik..."ucapnya wajahnya terlihat senang. Melihat jam sudah pukul 4 sore. "Gimana?,"tanya Erik.


Mira begitu senang, "aku sudah keterima kerja, di PT itu "jawab Mira. Memberi tahu kekasihnya, Erik ikut senang mendengar nya. "Syukur lah, Kenapa ga nyari kosan duluan . Mira Lo gak bisa tidur lagi di kosan gue. Lo tahu kan ibu kosan tadi datang. "Ucap nya .


Mira dengan wajah kecewa, karena harus berpisah dengan Erik . "Ya sudah, tapi apakah ada kosan sekitar sini buat cewek?," Erik langsung menoleh pada Ferdi.


'fer, Lo sudah lama kan di sini "ucap Erik.


"Ada sepertinya, gue pernah lihat sebelah sana ada lihat kosan cewek. Coba saja tanyakan. "Ucap ferdi sambil menunjukan arah.


Menunggu toko tutup, hari Tiba-tiba langit terlihat mendung. Mira terus menunggu Erik duduk. "Kau kenapa?'tanya Mira melihat Erik melamun. 'gak, hanya sedang berfikir saja nyari kerjaan lain."sahut Erik.


Padahal. Dia sedang memikirkan Gimana cara dapat uang untuk di kirim ke kampung.


"Ayo tutup "ucap Ferdi karena sudah sore .."Rik, sana kalo mau cari kosan. Sudah biar gue saja bereskan." Sahut Ferdi


"Makasih ya fer, "erikpun pergi bersama Mira . Berjalan berdua langit terlihat seperti akan turun hujan.


Sambil berlari Mira memegang tangan nya, Erik menatap Mira. sepertinya Erik sudah menerimanya.


Hanya dia yang bisa menerimanya, Erik berfikir cinta Mira tulus padanya karena dia merasakan setiap menyukai seorang cewek Hanya penolakan dan hinaan yang dia terima.


"Apakah di sini?"tanya Erik melihat kosan dua lantai. 'mira menoleh padanya. "Ayo kita tanyakan."sahut Mira beranjak masuk.


"Mbak saya mau tanya apa ada kosan kosong di sini?"tanya Mira. "Gak tahu ya, coba tanya saja sama yang punya. Tuh rumahnya yang besar warna putih itu." Sambil menunjukan rumah besar.


Mereka pun beranjak ke rumah besar itu , saat akan masuk terlihat seorang pemuda di luar. " Eh, ini bukannya orang baru tadi. Mau apa. "Ucap pemuda yang mewawancarai nya di pabrik Mira.


"Kak aku mau tanya apakah masih ada kosan kosong "sahut Mira..


"Ada sepertinya..."ucap pemuda yang mewawancarai dengan Mira.


Erik telihat cemburu saat pemuda itu tersenyum pada Mira, "tunggu ya saya ke dalam dulu tanay Sama ibu "ucapnya Rupanya dia anaknya .

__ADS_1


"Siapa dia?"tanya Erik dia begitu cemburu. Hal itu membuat Mira senang. "Dia kerja di PT Juga yang tadi mewawancarai ku"ucap Mira.


Yang tadinya Erik tidak mencintai mira kini dia berbalik mencintainya. Namun seperti nya ada cowok lain yang menyukainya.


__ADS_2