DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN

DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN
part 20


__ADS_3

Sambil menangis, Mira melihat Bagus sedang mel*c*hkan nya.


"Kak, sudah hentikan." terdengar Mira memelas padanya sambil menangis.


melihat Bagus yang terus melakukannya."kak, sudah"ucap Mira sambil terus menangis tapi Bagus sepertinya tidak mendengar.


Terlihat Bagus sudah selesai , dia memakai lagi celananya. Mira terus menangis dalam hatinya dia takut Erik tahu.


"Itulah jika kau menolak ku "ucap Bagus meninggalkan Mira yang sedang berbaring sambil menangis.


Ternyata apa yang dia lakukan pada Mira di tempatkan di bagian yang enak dia ingin Mira menjadi pacarnya namun Mira menolaknya karena sudah ada Erik yang dia cintai.


***


Erik, setelah menutup toko dia bersiap pergi ke kosan Mira. "Fer, gue mau ke kosan pacar gue dulu."ucapnya merekapun berpisah.


Erik dengan hati yang senang karena sudah gajian , ia berniat ingin mentraktir Mira makan.


Namun Mira dia masih saja menangis, rasanya dia tidak mau lagi kerja. "Apa aku berhenti saja ya,"fikir nya.


Tok-tok-tok,"Mir..."suara Erik, Mira langsung mengusap air matanya dan Kembali memakai bajunya.

__ADS_1


Diapun beranjak membuka pintu, melihat Erik berdiri sambil tersenyum Mira langsung memeluknya. sambil menangis Erik heran.


"Lo kenapa?,"tanya Erik.


Menghela nafas, "aku bahagia dengan mu, ayo masuk."Ucapnya.


"uy...cowok tunggu di luar,"ucap tetangga yang lihat Erik akan masuk ."Mira gue tunggu di luar, Lo cepat ya..." ucap Erik diapun turun kembali menunggu di pinggir jalan.


"mbak maaf banget di larang bawa cowok, mbak Baca gak sih..."ucap tetangga kosan dengan menatap Mira sinis. "iya maaf.."sahut Mira.


Mira Heran tadi giliran ada Bagus kenapa mereka tidak mengusirnya, apa karena ibunya yang punya kosan terus dia bebas.


Terlihat Erik sedang menunggu, Mira dia menyembunyikan kesedihannya. Dia tidak mau Erik tahu apa yang telah terjadi pada dirinya barusan.


Sore hari terlihat langit berwarna jingga, banyak orang yang lalu lalang. "Mau makan apa?"tanya Erik melihat banyak pedangan makanan.


"Makan itu saja, mi goreng saja ayo." Ucap Mira sambil menarik tangan Erik.


Duduk berdua, Mira terus menatap Erik "Erik kita pulang aja yuk, aku sudah lelah rasanya di kota." Ucap Mira.


Erik pun kaget kenap Mira tiba-tiba ingin pulang, "kenapa? bukannya kemari kau bilang malu kalo pulang."jawab Erik.

__ADS_1


Mira dia tidak bisa membicarakan alasannya, karena sudah tahu Erik pasti marah.


Pesanan datang , Erik dan Mira pun makan bersama. Langit sudah akan gelap Erik terus menatap Mira.


"Apa ada masalah?,"tanya Erik.


"Gak, gak ada..."sahut Mira.


Mira takut terjadi lagi, Bagus Rupanya membantunya ada maunya.


"Ayo pulang, sudah mau malam"ucap Erik beranjak dari tempat makan setelah membayar diapun Kembali.


Mira terus melamun, dia takut dirinya hamil. "Mira, dari mana?,"tanya Bagus seolah tidak terjadi apa-apa.


"Lo kenapa mau tahu, sudah jangan ganggu Mira. Pergilah sana."Ucap Erik pada Bagus, Bagus malah terlihat tertawa.


"Sudah ayo pergi jangan layani dia."Sambil terus berjalan.


"Lo kenapa? gue dari tadi lihat melamun terus." Ucap Erik sambil menatap Mira.


"Gak apa-apa, hanya saja Erik aku mau keluar kerja."Ucapnya.

__ADS_1


"Tapi kenapa?" Erik dia ingin tahu alasannya namun sayangnya Mira tidak mau memberitahu alasanya karena sudah pasti Erik akan meninggalkan dirinya.


__ADS_2