
Wajahnya terlihat babak belur, Erik dia hanya tertawa membuat Ferdi heran.
"Kita harus pindah dari sini"ucap Erik, karena sudah muak dengan orang-orang yang paling berkuasa. "tapi kemana?,"tanya Ferdi mengingat kosan di kota mahal-mahal dan gajinya yang hanya sedikit.
"Sudahlah, kita di sini dulu. Sambil nyari kerjaan lain. Kenapa kau gak coba melamar ke PT saja. Kalo aku sepertinya gak mungkin karena aku hanya lulusan SMP." Ujar Ferdi.
Dre.... Dret...ponsel Erik bergetar , Ferdi langsung menoleh "ini ada yang nelpon"sambil memberikan ponselnya pada Erik yang sedang berbaring.
"Iya Mira,"jawab Erik sambil menatap Ferdi.
"Erik, kau gimana kerjanya betah. Ia aku mau kesana, aku juga mau kerja. Bolehkan aku numpang di kosan mu sementara " sahutnya.
"Mira tapi di sini cowok semua, nanti kata orang apa? lagian kenapa kau gak kuliah."ucap erik
"Aku, sepertinya gak lanjut. Keadaan ekonomi ku tidak memungkinkan sepertinya aku akan ikut saja nyari kerja. "Balas Mira
Erikpun terpaksa harus mengiyakan, karena tidak enak mengingat Mira sudah membantunya.
"Ya sudah, kapan berangkat?,"tanya Erik.
"Besok ya .."terdengar Mira senang sambil menutup teleponnya.
Sudah tetunya dia akan senang tinggal bersama orang yang dia cintai.
Erik menghela nafas, "kenapa?,"tanya Ferdi melihat wajah yang lebam.
"Cewek gue , dia akan kesini besok."sahutnya.
"Hah!! Tapi ini kosan cowok, apa gak akan di ganggu sama tetangga nyebelin ini."Ferdi keberatan Mira datang. Tapi Erik sudah mengiyakan dan Mira pun terdengar dia begitu bahagia.
"Terserah kau saja , tapi aku tidak bisa membantu. "Ujar Ferdi sambil beranjak Kembali ke kosannya.
Hari sudah terlihat malam, Erik beranjak dengan tertatih-tatih ke kosan Ferdi. Terlihat pemuda yang memukulinya sedang nongkrong.
"Makanya jangan sok jago. "Ucap mereka Erik langsung mengacungkan jari tengah sontak mereka emosi "Lo masih Berani hah. "Tapi temannya menahan.
Tok-tok-tok,"masuk.."sahut Ferdi , Ferdi terlihat sedang tiduran. "Ada apa?,"tanya Ferdi.
"Bisa minta tolong gak , beliin gue makan gue lapar. "perintah Erik. Ferdi mendecak seperti keberatan. "Ini makanlah ," Ferdi mengambil piring dan memberikannya pada Erik.
Ternyata Ferdi masak sendiri. "Lo maska nasi sendiri?" Ucap Erik sambil menyodok nasi ke piring nya. "Iya, gaji segitu kalo beli makan tiap hari habis. Tahu sendiri satu kali makan berapa sekarang di warteg. "Sahut nya.
Setelah makan ia Kembali ke kosannya dan langsung tidur.
❇️❇️❇️
Terdengar getar ponsel membangunkan Erik dari mimpi indah nya.
__ADS_1
"Iya, ada apa?"tanya Erik.
"Erik, sayang aku berangkat ya."jawab Mira.
"Ya sudah, nanti sudah Sampai kabari. "Balas Erik melihat keluar sudah terang.
Tok-tok " uy bangun..."panggil tetangga sebelah, saat bangun sekujur tubuhnya sakit namun dia tetap harus kerja.
Kreekkkk
Pintu terbuka , "ada apalagi!! "bentak Erik . "Ini jadwal ya, karena di sini gak ada babu jadi harus gantian bersihkan toilet, dan Lo salah faham kemarin."ucap nya sambil memberikan selembar kertas.
Melihat jadwal Bagian nya," tapi kenapa kemarin aku di suruh" gumamnya.
Erik cepat-cepat mandi, bersiap kerja dengan jalan nya yang masih tertatih-tatih. "Fer, ayo berangkat. " Ferdi terlihat sedang Sarpan saat erik buka. Erik cengengesan karena diapun lapar.
"Mau sarapan, sini"ucap Ferdi , iapun makan bersama Ferdi. "Gue gak apa asal Lo patungan saja kalo mau makan di sini."ujar Ferdi. Iapun setuju dengan idenya Ferdi.
Setelah Sarapan merekapun beranjak pergi, Sepanjangan jalan ke pasar Erik di gandeng Ferdi.
Ia penasaran dengan Ferdi, "Ferdi Lo dari mana asalnya?,"tanya Erik, berjalan Begitu pelan jam menunjukan pukul 7. "Gue sama dari kampung, adik gue banyak ibu sendiri di kampung bapak ku kawin lagi."keluh Ferdi.
Erik dia berfikir nasibnya tidak jauh beda dengan ferdi, bahkan dalam hatinya dia merasa sedikit beruntung bisa sekolah sampai SMA.
Sampai di pasar mereka pun mengerjakan rutinitas kesehariannya.
Siang hari, saat ia sedang istrihat ibu yang punya toko datang ia langsung beranjak kerja Kembali.
"Ini Bu uang hari ini ."sambil memberikan uang pada ibu pemilik toko ia pun pergi.
Ferdi menghela nafas, sambil duduk terlihat banyak fikiran. "Lo kenapa?"tanya Erik sambil duduk di depannya.
"Gue lelah, bosan kerja di sini sudah lama kerja tapi rasanya tidak ada peningkatan. Mau pindah bingung "keluhnya.
"Rik, gue saranin Lo nyari kerja di pt, Lo kan lulusan SMA sayang Lo kalo Hanya di toko. "Ucap Ferdi.
Erikpun memikirkan perkataan Ferdi, terdengar ponselnya bergetar. Rupanya Mira nelpon.
"Sayang, aku sudah Sampai. Ini naik apa "ucap Mira. Erik tidak tahu harus bagaimana karena dia baru di sini.
"Fer, kalo dari terminal ke sini naik apa?"tanya Erik. "Suruh naik grab, turun di pasar sini "sahut Ferdi
"Mira pake gera saja turun di pasar. Nanti gue kirim alamatnya ya. "balas Erik menutup telpon. Iapun langsung mengirim lamaran pasar.
Siang berganti sore, Terdengar bising melihat orang lalu lalang. Erik berfikir hidup setelah sekolah akan mudah nyari kerja mandiri, namun nyatanya sangat jauh dari kata mudah nyari kerja.
Sambil menunggu Mira, ia berfikir nanti Mira di sini akan kerja di mana? Baginya beban Mira datang ke kota.
__ADS_1
Sore hari, toko sudah terlihat tutup . Erikpun dan Ferdi menutup toko Dret..Dret..melihat Mira menelpon lagi.
"Iya mir, sudah di mana?"tanya nya
"Aku di depan pasar yang kau bilang ."jawabnya.
"Fer tunggu ya," ia berlari ke depan pasar. Terlihat Mira sedang beridir sendiri sambil menggendong Tas memakai jeans.
Mira senyum saat Erik datang, "aku kangen..."ucapnya sambil memegang tangan Erik. "Mira, jangan begini malu" sahut Erik.
Dia tidak berubah juga sikapnya, tapi Erik melihat wajah Mira yang terlihat cantik sekarang. Putih bersih rambut panjang di ikat.
"Itu tepat kerja ku ,"sambil menunjuk toko. Ferdi sedang menunggu di depannya. " Oh ini. "Sahutnya.
"Mira ini Ferdi teman kerja ku, ferdi Mira"Erik mengenalkan nya . "Pacarnya Erik ."ucap Mira.
Ferdi menoleh pada Erik, "ayo ..pulang." sambil berjalan berdua mira memegang tangannya dan frrid di depan.
"Kenapa jalanya begitu, Erik?," Tanya Mira.
"Oh, jatuh.."sahut Naya dia tidak mau Mira tahu habis di hajar orang-orang di kosan.
"Sayang, Kenapa gak cari kerja lain"ucap Mira Erik hanya senyum, "Tidak semudah itu, apalagi kita gak ada kenalan orang dalam." Sahutnya.
Sampai lah di kosan, "ayo masuk ini kosan gue, "ucap Erik , Mira membuka tasnya "ini aku bawa bekal ayo makan." Ucapnya kebetulan sekali Erik sedang lapar.
Merekapun makan bersama. Erik melihat Mira yang sudah berubah cantik. Dia mulai ada perasaan dengan nya.
"Mira, sebaiknya cari kosan cewek. Di sini cowok semua. lagian kamar mandinya di luar. "Erik tidak mau Mira di goda oleh penghuni kosan di sini.
"Iya, aku tahu aku juga akan pindah setelah dapat kerjaan. "Jawabnya.
Mira berbaring, "gue mandi dulu ya."ucap Erik keluar sambil membawa handuk.
Mira senyum-senyum, dia tidak menyangka tinggal bersama Erik, selama ini dia impikan terwujud.
Mira Pun membersihkan kamarnya, Erik terlihat sudah kembali. Hari beranjak malam. Mira kau tidur lah di kasur gak apa-apa, gue di sini saja." Ucap Erik menggelar tikar. Bantalnya tas berisi pakaian.
"Gak apa-apa kan, Erik."ucap Mira.
"Iya gak apa, tidur lah . "Sahut nya, Mira pun berbaring di kasur. Mira terus menatapnya Erik sedang memainkan ponselnya dia kaget melihat ponsel Erik baru.
"Erik itu ponsel baru ya, punyaku mana?,"tanya Mira. "Maaf mir, itu Rusak jatuh di jalan" alasan Erik.
Erik mengira mira bakal marah ternyata tidak ,"ya sudah, kau dapat uang dari mana beli ponsel." Ucapnya , ia bingung harus ngasih alasan apa .
"Oh ini di pinjam Ferdi ."jawab nya, Mira pun tenang diapun tidur.
__ADS_1
Namun saat tengah malam, Erik banyak nyamuk ia tidak bisa tidur. "Erik sudah di sini saja. "Ucap Mira. "gak apa-apa tidur lah. "sahutnya.
Mira malah mendekatinya, memegang tangan Erik. Erik terus menatapnya. Mira langsung menciumnya Erik pun langsung membalasnya, dengan nafasnya yang begitu cepat Erik terlihat sudah di kalahkan nafsunya. Malam itupun akhirnya mereka behubungan untuk pertama kalinya.