
Terdengar suara ribut di dapur saat Erik Sedang beristirahat.
"Bi, gimana sih! Sudah lama kerja di sini masih saja bego. Bibi tahu kan ini baju ku yang akan aku pake besok." Ucap ibunya Radit.
"Maaf Bu, saya gak sengaja. "Sahut bibi.
Erik, dia melihat dari depan pintu kamarnya. Bibi sedang di marahi majikannya. Erik mengira Bibi tidak pernah di marahi tapi rupanya dia juga di marahi.
"Ya sudah, awas kalo terulang lagi ya bi." Ujar majikannya.
Bibi terlihat duduk sambil menunduk setelah di marahi, Erik melihatnya kasihan. Erik pun beranjak menghampirinya.
"Bi, ada apa?" Tanya Erik, duduk di depannya.
"Ah biasa, bibi lupa lagi gosok lupa matikan kompor sedang masak. Di tinggal sebentar eh gak taunya udah bolong aja baju ibu." Ujarnya.
Erik tertawa mendengar nya, "makanya, bi kalo lagi masak jangan di tinggal."sahut Erik.
Erik kembali ke kamarnya, diapun kembali tidur.
****
Alarm Bunyi, pukul 5 pagi Erik bangun beranjak keluar membuka kunci gerbang. Pagi hari bibi sudah bersiap ke pasar.
"Erik, ayo kepasar." Ajak bibi.
"Bibi saja, nanti ibu marah padaku." Sahut Erik kembali masuk.
Dret... Dret...ponselnya bergetar Erik melihat dari kampung.
"Erik, gimana uang sudah ada belum. Dengar ibu sudah gak ada uang buat anak mu." Ucapnya.
"Bu, baru saja ke sini. Belum ada maaf ya Bu.."sahut Erik.
"Kau ya, ibu gak jualan karena ngurus anakmu. Kalo gini gimana ibu dapat duit." Sahutnya.
"Ya sudah, Bu nanti Erik nyari pinjaman dulu. "Ucap nya.
Erik bingung, pinjem uang pada siapa lagi. Eza sudah banyak hutang. Minta gaji lebih awal pada majikannya tidak mungkin.
Pagi hari saat menyiram tanaman, bibi pulang dari pasar. Erik berfikir untuk meminjam uang padanya.
"Heh, Erik sini Lo..."panggil Radit, Erik pun menghampirinya.
"Iya ada apa?,"tanya Erik, Radit terlihat menatapnya Erik merasa risih. "Nanti ikut gue ke tempat Eza. "sahutnya. "Kenapa harus dengan ku," ucap Erik ."sudah jangan banyak bacot, ikut saja." Ujarnya sambil masuk mobilnya Radit pun berangkat kuliah.
Beranjak ke dapur, ternyata bibi sedang sibuk iapun mengurungkan niatnya dan kembali kerja.
**POV Mira**
__ADS_1
"Dasar, menantu kampungan bisa gak sih masak!" Bentak ibu mertuanya.
Mira kaget, mendengar ibu mertuanya berkata kasar. "Maaf, Bu maaf bukannya ada pembantu."ucap Mira.
"Kau fikir harus sama pembantu saja, walau ada pembantu aku gak mau punya menantu gak mau ngapain-ngapain.."sahut ibu mertuanya.
Pagi hari begitu ribut, Mira mengira menikah dengan Fandi hidupnya akan jauh lebih bahagia. Fandi dia rupanya masih tinggal bersama orang tuanya. Sedangkan rumahnya sendiri dia sewakan dan Mira baru tahu.
"Bu, ada apa sih masih pagi sudah ribut. " Ucap Fandi yang sudah rapi. Fandi akan berangkat kerja.
"Ini... Istirmu, masa gini saja gak bisa. Bi...bi...sini!" Panggil ibunya Fandi.
"Iya nya, ada apa..."sahut pembantunya.
"Masakin sarapan cepat, lihat Fandi dan Azka mau sekolah. Ini dapat istri gak bisa apa-apa heran!" Ibunya mertuanya terus ngomel.
Mira, dia tinggal bersama anak Fandi. Azka yang masih sekolah SD. Dan Fandi kerja di bank.
Pagi itu saat Mira melayani Fandi dan azka, anaknya Fandi rupanya dia belum menerima Mira. "sudah, bair aku saja sendiri. Nek tolong dong ambilkan sarapan azka."ucap Azka.
Mira hanya duduk diam, Fandi menlihat nya. "Sudah, mungkin dia belum terbiasa dengan mu. Tapi nanti juga dia terbiasa." Ucap Fandi.
Mirapun menatapnya dan tersenyum, Fandi seperti erpakas dengan Mira. Karena ayah Mira dan ayah nya berteman.
"Mira, giamana betah?" Tanya ayah mertuanya keluar dari kamarnya , hanya dia yang baik pada Mira di rumah itu.
"Iya, pak.."jawab Mira.
Mereka pun pergi bersama anaknya yang akan sekolah, di rumah tinggalah Mira dan ibu mertua nya juga pembantunya.
"Mira, bereskan semua ini. " Ucap ibu mertua.
Pembantunya hanya duduk diam sambil menaikan ponselnya, dia melihatku namun hanya senyum sinis.
Mira, yang tadi nya mengira akan jadi nyonya di rumah besar Fandi. Dia malah jadi pembantu.
*****
Sedangkan Erik, siang hari dia sedang istirahat di taman sendiri. Datang lah mobil ia langsung berlari membuka gerbang.
Namun Erik heran bukan mobil Radit atau majikanya. Erik kaget saat ada seorang cewek cantik tutu dari mobil.
"Mas, baru ya kok aku baru lihat." Ucap nya.
"Iya mbak. "Sahut Erik.
Dia begitu cantik, kulitnya putih rambut sebahu memakain jeans. Erik senyum padanya.
"Oh pantesan, ya sudah saya masuk dulu ya .."ujarnya .
__ADS_1
Erik penasaran siapa dia? Erik beranjak ke dapur melihat bibi sedang beres-beres.
"Bi, ada yang mau aku omongin."ucap Erik, melihat bibi beres-beres. "Iya ada apa?,"tanya bibi. Erik senyum-senyum, " ada apa, bicarakan saja." Ujar bibi.
"Bi, Erik mau minjem uang. Apakah ada ?" Sambil senyum malu.
"CK ...gimana ya Rik, ada tapi anak bibi juga butuh." Sahutnya.
"Bi, nanti gajian bulan ini saya bayar. Erik janji bi."ucap Erik.
"Buat apa sih Rik, pinjem berapa?" Tanya Erik.
" 1juta saja .."sahut Erik.
Mengelas nafas, "ya sudah, tunggu ." Ucap bibi beranjak ke kamar nya.
Erik menunggu tiba-tiba cewek cantik itu datang ke dapur, "mas, ada apa ?" Tanya nya, sambil mengambil air dalam kulkas."gak mbak nunggu bibi."sahut Erik sambil senyum menatapnya.
"Mbak intan, kapan datang ?"tanya bibi , rupanya namanya intan. "Bi, baru saja."sahut nya kembali masuk.
"Heh ..jangan mimpi kau ya." Ucap bibi saat Erik menatap nya sambil senyum.
"Bi, dia siapa?" Tanya Erik, sambil mengambil uang dari tangan bibi.
"Dia, dia kakanya Radit."ucapnya.
Rupanya dia punya Kaka yang cantik, tapi Erik sadar dia gak akan mau padanya. Apalagi dia sudah jadi duda anak satu.
Erik, akhirnya punya pinjaman dan segera mengirimnya ke kampung. Tentu saja bunya senang.
Namun Erik memikirkan begitu banyak hutang dirinya pada Eza , Mira begitu juga bibi. Entah dia bisa membayarnya kapan.
Siang hari, Erik kerja membersihkan halaman.
Tiittttt
Suara klakson mobil mengagetkan nya, Erik menoleh rupanya Radit . "Sini Lo..." Panggil Radit, Erik menghampiri. "Iya ada apa?" Tanya Erik, "ayo masuk cepat.."perintah Radit. Erikpun masuk mobil.
Entah kenapa Radit melibatkan dirinya dalam Masalah nya dengan Eza, sampai di kosan Eza. "Turun, bawa Eza ke sini cepat. "Ujarnya.
Erikpun beranjak keluar naik ke kosan nya Eza.
Tok-tok-tok, "za..."panggil Erik, Eza membuka pintu. "Rik, ada apa ?" Tanya Eza, "bisa ikut aku sebentar," ucap Erik.
Ezapun seperti terpaksa dia mengikuti nya, Eza kaget ada Radit di luar. "ayo masuk ..."perintah Radit , Eza pun ikut masuk.
"Ada apa lagi?" Tanya Eza.
"Sorry, gue sudah putus dengan nya jangan marah terus. Di kampus Lo jauhin gue. "Ucap Radit.
Ternyata masalah hubungan mereka, Erik dia tidak mau tahu dengan urusan percintaan Eza.
Sementara Mira, yang di katakan ibunya akan hidup enak, semua keinginannya akan di dapatkan. Nyata nya dia seharian kerja di rumah Fandi.
"Mira....!!"teriak ibu mertuanya, Mira kaget menghampirinya.
"Iya Bu...." Sahutnya.
Brugggg
Pakaian Fandi dia di lemparkan padanya, "lihat cucian numpuk kau malah diam saja..."bentak ibu mertuanya.
"Bu, kan ada bibi .."ujarnya.
"Bibi lagi sibuk, emang nagapain mau? Mau Jadi nyonya diam sambil nonton tv hah..."
__ADS_1
Mira pun mencuci pakaian dengan hatinya yang sedih, menikahi orang kaya yang tidak sesuai dengan ekspektasi nya.