DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN

DI KIRA MISKIN TERNYATA SULTAN
part 38 Ayah Erik sakit


__ADS_3

Pergi ke puskesmas, ayah Erik di temani istrinya dengan uang yang di kasih Erik.


Sambil jalan tertatih-tatih, ayah Erik di gandeng istrinya. "Aduh pak, jangan lah sakit terus. Ibu gak akan sanggup ngurus anak sendiri." Ucap istrinya.


Sampai di puskesmas, mereka di cuekin. Saat mendaftar. "mana data dirinya.." bentak pelayan puskesmas begitu judes, sambil menunggu ayah Erik nampak seperti sudah lemas.



Akhirnya mereka pun di panggil. "sakit apa?"tanya dokter, melihat ayah Erik begitu pucat. "maag, dok..."sahut ibu. "Seperti sudah kronis ya Bu, sudah lama ya.. wah ini harus di rawat di rumah sakit Bu. Sudah parah."jawab dokter.


Istrinya bingung, sudah pasti kalo ke rumah sakit akan mengeluarkan biaya banyak. "pak, gak apa di rumah saja."Sahut ibu. "Tapi Bu lebih baik di rumah sakit." Balas dokter.


Ibunya terdiam dia bingung, "sudah, pak saya mau di rumah saja."timpal ayahnya dengan suara pelan. "Ya sudah,. Saya tuliskan resep obat nya nanti ibu ambil ya..."



Ayah nya Erik tahu dengan keadaanya, walau sakitnya sudah kronis tapi dia tidak mau menjadi beban. Apalagi dia punya anak dua belum lagi anaknya Erik.



Dokter memberikan serep obat, ibu dan ayahnya Erik langsung mengambil obatnya dan cepat-cepat pulang Karena di rumah anak-anak hanya di jaga Rio.



Terdengar tangisan anaknya Erik, "Bu lama banget, Rio sudah capek." Ujarnya. "Iya, maaf.."sahut ibunya.



Masuk rumah, ayah kembali berbaring. "Pak ini makan dan minum obatnya." Sambil memberikan obat.



Tiba-tiba ibunya menangis, melihat anaknya yang masih kecil. Suaminya sakit-sakitan. Dia bingung untuk biaya anaknya sekolah kalo suami nya sakit.



"Pak, kenapa bapak dulu bawa Erik saat masih kecil. Bapak gak berfikir kita orang gak punya, meski kasihan pak, kita juga kasihan. Lihat Rio, adik nya juga mereka ke kurangan dan bapak sekarang tidak bisa apa-apa "keluh ibunya.



"Maafkan bapak Bu, bapak kasihan sama Erik. Panggil lah Erik pulang ada yang harus bapak katakan." Ujarnya.



"Sudah lah, bapak jangan banyak bicara ayo minum obatnya istrihat lah,"



Ibunya Erik menghitung uang dari kiriman Erik, ia pun pergi belanja buat keperluan rumah nya. Dia tidak tahu uang itu hasil dari Erik melayani Radit.



Sementara Erik, tengah hari saat kerja datanglah Radit bersama Eza kerumah. Eza turun dari mobilnya langsung menghampirinya.


"Erik, Lo sedang kerja. Oh iya anak lo di kampung gimana kabarnya?" Tanya Eza.

__ADS_1


"I~iya baik, za Lo gimana" sahut Erik, dia merasa malu pada Eza Radit sambil berdiri di sampinyan dia menatap Erik sambil tersenyum.


"Ya beginilah, sibuk kuliah pengen cepat lulus. Cape Rik iya Mira katanya nikah lagi ya dengan orang kaya " Eza sambil di rangkul Radit.


"Iya katanya, aku gak tahu juga tapi katanya iya" Erik pura-pura tidak tahu padahal dia sudah tahu duluan.


"Ayo masuk, panas ini..."Radit mengajaknya masuk. Dia menoleh pada Erik sambil masuk rumah.


Erik takut jika Radit memberi tahu rahasianya dengan Radit.


Sore hari, entah kenapa perasaan Erik tidak enak. Angin yang tiba-tiba besar saat ia menyiram tanaman di luar.


Hidup yang penuh dengan penderitaan dari dulu, membuat nya tahu akan pedihnya hidup. Bahkan dia pernah mengalami tidur di emperan toko, kelaparan, namun Erik tidak tahu entah sampai kapan penderitaan ini akan berakhir.



Dret .. Dret....ponselnya bergetar, Erik langsung mengangkat dari kampung. " Ada apa lagi ya .." erik berfikir ibunya minta sesuatu lagi.


"Iya Bu ada apa lagi, bukannya tadi baru di kirim." Ucap Erik.


"Erik, pulang lah Ayah mau sakit parah." Jawab ibu.


Duduk lemas, belum usai cobaan yang dia terimanya datang lagi cobaan lain. "Pantas saja perasaanku tidak enak" gumamnya.



Iapun langsung beranjak pergi ke rumah, "bi, bapak ku sakit aku harus pulang. "Ucapnya.


"Belum sebulan Rik, tapi coba saja izin sama ibu tapi dia sedang pergi."sahut bibi. Namun ternyata mereka tidak ada di rumah.



"Dari dulu ayah ku sakit maag, selalu kambuh katanya sudah kronis bi. Aku bingung gak ada biaya buat ke rumah sakit. "Erik menunduk memikirkan biaya .



"Yang Sabara ya Rik, bibi gak bisa bantu uang hanya bisa bantu doa. "Ujar nya.


"Iya, gak apa Bi terimakasih."sahut Erik Kembali keluar.


Tiiiiiittttt


Suara klakson mobil mengagetkan nya saat sedang duduk melamun. Erikpun bergegas membuka pintu gerbang.


Majikannya keluar dari mobil, "pak, Bu saya izin mau pulang."ucapnya, majikannya langsung menoleh. "Kenapa? Belum satu bulan sudah mau pulang?" Tanya ibunya Radit .


"Bapak saya di kampung sakit, "jawab Erik, ayah Radit menatap istrinya.


"Ya sudah, pulang lah.."timpal ayah Radit. Dia memang baik.


"Erik, kalo gak niat kerja sudah keluar saja. Banyak kok yang mau kerja."timpal istrinya.


"Bu... Jangan begitu, kalo ayah nya sakit mau bagaimana lagi. Masa kita tega..." Sahut nya.


"Pak, dia memang gak bener kerjanya sering libur. Sudah aku capek."sambil beranjak masuk kerumah.

__ADS_1


Ayah Radit, mengeluarkan uang "ini gaji bulan ini ya. Gak apa pulang lah temui ayah mu." Ucap majikan nya.


"Terima kasih ya pak.."Ujar Erik langsung pergi sore itu.


"Bi, aku pulang dulu ya..."ucap nya.



"Iya, semoga cepat sembuh ya ayah nya."Ujar bibi.


Saat Erik keluar hari sudah akan malam, Eza akan pulang di anter Radit.


"Erik, Lo mau kemana?" Tanya Eza.


"Mau pulang za, bapak gue sakit." Ucapnya.


"Sudah ayo ikut, "ajak Radit.


Akupun masuk mobilnya, Radit sambil duduk di depan dia terus mentap Erik dari kaca di depannya Sambil Tersenyum jahat.


Erik makin takut dengan nya, "za gue semalam tahu gak ngapain." Ucap Radit , Erik langsung mantap Radit dia senyum sinis. "Ngapain?" Tanya Eza.



"Geu lihat Erik, dia terus melamun" Ucapnya, Eza tertawa. " Dia memang begitu, Rik hidup itu nikmati saja sudah. " Ujar Eza dia tidak banyak fikiran karena tidak merasakannya.



"Erik emang ada kereta ke kampung jam segini ," melihat jam sudah pukul 7 malam. " Gak tahu juga za..." Sahut Erik.



" Perasaan gak ada, sudah pagi-pagi saja. Nginep dulu di kosan gue ya.." ucap Eza. Dan Erik mengiyakan nya.


"Eh gue nginep juga ya..."Timpal Radit, Eza langsung menoleh begitu juga Erik. Erik takut jika Radit ikut nginep.


Eza tertawa, "mau tidur di mana dan mobil Lo parkir di mana? Gak ada buat parkir mobil."



Erik sedikit tenang, sampai di kosan Eza radit pun terus menatapnya. "Sana pergi..." Ucap Eza, raditpun pulang.


"Rik, ayah Lo sakit apa? Maaf ya gue gak bisa antar, gue sibuk kuliah." Ucap Eza sambil berjalan masuk ke kosannya.


"Gak apa, za gue mengerti. Bapak sakit maag dari dulu." Jawab Erik.


Erik langsung tidur malam itu, Eza terus menatap nya. Dia rupanya curiga sedari tadi Radit terus menatapnya.


Dan Eza kaget saat dia mau menginap di kosannya. Eza melihat Erik ketakutan saat Radit mau nginap.


"Erik, gue boleh tanya sesuatu."ucapnya.


"Heemm, iya apa "sahut Erik sambil memejamkan mata.


"Apa Radit semalam bersamamu." Ucap nya.

__ADS_1


Erik langsung kaget, dia langsung bangun dan duduk menatap Eza.


__ADS_2