
Mira menangis saat Erik mengajaknya pulang dan menikah.
"Kau yakin?,"tanya Mira sambil menangis di pelukannya.
"Heemmm..."Erik mengangguk.
Sudah tidak ada lagi jalan, kecuali menikahi Mira. Walau Erik tahu orang tua Mira tidak akan setuju tapi dia ingin bertanggung jawab dengan apa yang telah ia perbuat.
Erik tidak mau melihat Mira menanggung nya sendiri,"kalo begitu ayo kita pulang,"sahutnya sambil mengusap airmatanya.
Mira langsung mengemasi pakaiannya membawa uang sisa gajinya yang hanya sedikit, karena baru beberapa bulan kerja.
Erik malam itu mengantar Mira berpamitan pada ibu kos. Dia tidak akan kembali lagi dan berhenti kerja.
Terlihat Bagus sedang di luar, seorang cewek menemaninya. "Mira, mau kemana?"tanya Bagus namun Mira terlihat takut saat Bagus bertanya.
"Bukan urusan Lo, "jawab Erik sambil memegang tangan Mira. Bagus tertawa karena dia tidak peduli yang penting baginya sudah mencicipi Mira.
Ting tong
Suara bel rumah berbunyi, "ibu gak ada, mau apa?"tanya Bagus.
Erik mengambil kunci dari tangan Mira. "Ini kasihkan ini pada ibu Lo Mira sudah gak akan ngekos lagi."sambil menaruh kunci di hadapannya.
Cewek yang bersamanya mengambil kunci," akhirnya dia menyerah juga hidup di kota."ujar nya.
"Ya sudah sana Lo pergi,"Bagus mengusirnya.
Bagus tidak mengatakan kalo dia sudah meniduri Mira, karena ada cewek nya di sampingnya. Mira hanya menunduk saat melewati mereka.
"Maaf..."ucap Mira pada Erik saat sedang berjalan menuju kosannya. Erik menoleh "maaf kenapa?, Itu bukan salah lo itu salah gue."jawabnya.
Padahal Mira Ingin meminta maaf dia sudah di tiduri Bagus, namun Erik pasti marah jika dia tahu.
Menghela nafas, Erik sudah lelah dengan hidupnya yang terus terusan ada masalah. "Erik, emang ada ya bus jam segini"ucap Mira melihat jam pukul 8malam.
"Ada Pasti, gue ingin cepat masalah Ini selesai."sahutnya.
Ferdi sedang duduk di depan kosan sambil main ponselnya. "Lo mau kemana?"tanya Ferdi melihat Mira bawa tas. "Bukan kah Lo yang bilang gue harus nikahin Mira, Gue mau pulang mau menikahi Mira."jawab Erik.
Masuk kosan nya, karena dia sudah ngekos bareng Ferdi Erik tidak sanggup membayar kosannya. "Berarti Lo berhenti kerja dong?"tanya Ferdi Erik menoleh sambil memasukan pakaian bututnya ke dalam tas.
"Gak tahu, mungkin iya tapi gue akan kesini lagi mungkin. sorry ya gue menyusahkan Lo."ucap Erik sudah siap berangkat dengan pegangan uang sisa gajinya.
__ADS_1
Di luar Mira duduk menunggu,"semoga Lo dapat kerja lebih baik ya. Jangan lupakan gue."ucap Ferdi sambil memeluknya.
Erik dan Mira pun pergi sambil bergandengan tangan, Ferdi melihat nya pasangan yang serasi.
Mira kini dia tersenyum kembali setelah Erik akan menikahinya. Dia tidak percaya akan menjadi ibu dari anak yang dia sukai sejak kelas 1 SMA. Bahkan dulu Erik tidak pernah meliriknya.
Malam hari sambil berjalan berdua di perkotaan, Erik memikirkan pernikahan dari mana biayanya? Sedangkan dalam dompetnya hanya tinggal 2jt itupun hasil dia menabung 2bulan.
"Erik, kenapa?,"tanya Mira terus menatapnya.
Erik tersenyum. "Gak apa-apa hanya saja maaf jika kita menikah hanya sedanya."sahut Erik.
Mira tertawa membuat Erik heran." Aku sudah tahu, aku gak minta harus pesta besar, aku tidak minta mas kawin mahal. Bagiku hidup bersamamu saja sudah buatku bahagia."ucap Mira Erik tersenyum dia senang Mira begitu tulus mencintai tanpa pamrih.
Sambil menunggu angkot lewat, Erik pun memikirkan setelah menikah dia akan apa? Apakah akan Kemabli ke sini atau di kampung? Tapi di kampung kerja apa?
"Erik ayo.."ucap Mira masuk dalam angkot.
Mira terus memegang tangan Erik tanpa melepaskannya.
Sampai di terminal Melihat jam sudah pukul 10 malam lebih, tapi suasana masih rame. Erik dan Mira mencari-cari bus jurusan kampungnya.
"Erik itu.."Mira melihat bus jurusan ke kampungnya merekapun berlari dan masuk.
"Lo tahu, ibu tidak akan merestui hubungan kita?,"tanya Erik. Dia selama di perjalanan memikirkan itu.
"Aku tahu, dan kau tahu aku datang ke ke kota berbohong pada ibu." Sahut Mira .
Erik langsung menoleh padanya "apa!! Kenapa berbohong." Jawab Erik..
"Kau tahu jika aku pergi ke tempatmu ibu akan melarang ku." Sahutnya.
"Mira, harusnya kau jangan memaksakan. Apakah Lo gak kuliah bukan karena masalah ekonomi?"ucap Erik, Mira pun diam .
"Aarggggg kenapa Lo gak lanjutin saja kuliah, kenapa malah ke kota ngikutin gue."ucap Erik Sambil menepuk kepalanya.
"Maafkan aku, aku tidak bisa jauh darimu kau tahu aku tiap malam merindukanmu. Aku tidak bisa menahannya."sahut Mira.
Dan kini semua sudah terlambat, Mira yang sudah hamil Erik pun ada rasa kesal pada Mira yang sudah berbohong.
Melihat Mira sedih karena Erik memarahinya ,dia hanya bisa tertunduk diam."ya sudah semua sudah terjadi, mau bagaimana lagi. Ayo tidurlah."ucap Erik, Mira pun tidur di bahunya sambil memegang tangan Erik.
Perjalan masih jauh, Erik dia tidak bisa tidur terus memikirkan pernikahannya. Ibunya sudah pasti akan memarahinya. Begitupun orang tuanya Mira.
Entah dia pun hanya bisa pasrah jika nanti pernikahan mereka tidak di restui, yang penting baginya dia sudah bertanggung jawab atas apa yang di lakukan nya pada Mira.
__ADS_1
Erik menyangkan kenapa dia berbohong tidak melanjutkan kuliah malah ikut ke kota bersama dan jadi kuli. Mungkin Erik pun tahu begitu besar cinta Mira padanya sampai dia berbohong.
"Mas...ongkosnya."ucap kernet bus Erik pun memberikan uang.
Melihat jam sudah dini hari, Mira terlihat lelap tidur di bahunya Erik menatap Mira merasa kasihan padanya. Sambil tersenyum "cewek bodoh" Ucapnya mengajar-ngejar dari dulu. kalo dia meneruskan kuliah mungkin hidupnya akan berubah.
"Mira...Mira, ayo bangun kita mau sampai."ucap Erik membangunkan Mira yang sedang lelap tidur.
Mirapun bangun, "sudah sampai ya..."sahutnya melihat di luar sudah akan terang.
"Iya, ayo cepat bawa tas mu." Berjalan ke depan bus.
"Pak di depan.."ucap Erik mereka pun turun dan sampailah di kampung lagi.
"Erik kita pergi ke rumah mu dulu, lalu ke rumah ku ya..."usul Mira.
Malu sebenernya dalam hatinya Erik, belum suskes sudah pulang, pagi hari berjalan menuju rumahnya. "Erik, kau pulang juga."ucap tetangga, Erik hanya senyum.
Melihat rumah nya yang sudah butut. Dia seperti tidak berani masuk. Tapi terpaksa iapun masuk bersama Mira.
"Erik, akhirnya kau pulang juga "ayah nya begitu senang Erik pulang. Ibu ya pun dia senyum namun dia heran melihat Mira ada di dalam rumah.
"Bu, pak, Erik pulang ingin menikahi Mira."ucap Erik sontak ibunya kaget, "apa!! Gak, ibu gak mau punya menantu seperti dia. Erik gak bisakan cari perempuan yang kaya."sahut ibunya.
"Tapi kenapa erik, kau masih muda kenapa cepat-cepat menikah?,"tanya ayahnya.
Erik menunduk, "maafkan Erik pak, Erik gak bisa bikin bapak bangga." Sahutnya sambil menangis di hadapannya ayah nya pun makin heran.
"Iya kenapa?" Ucap nya Mira pun menunduk.
"Mira hamil pak,"jawab nya.
Ayahnya langsung kaget, "dasar anak gak berguna bukannya membahagiakan orang tua, balas Budi, ini malah bikin malu.."ibunya emosi padanya sambil memukuli Erik.
__ADS_1
Ayahnya pun hanya diam, dia mengira Erik di kota sudah sukses kerja tapi malah menghamili anak orang.