
Tibalah kami di depan gerbang aula istana dimana di aula istana tempat yang akan di diadakannya pesta malam ini. Cahaya-cahaya lampu jalan menerangi jalan menuju ke aula pesta.
Kereta kuda kami mengantri satu per satu karena banyaknya kedatangan tamu yang memakai kereta kuda.
Aku menengok dari jendela kaca dimana para tamu yang hadir itu turun dari kereta kuda mereka memakai pakaian bagus serta rapi bangsawan memang berbeda dengan orang biasa.
Akhirnya kereta kuda yang kami tumpangi pun sampai di depan aula gedung pesta. Seorang pelayan pria dengan memakai pakaian rapi membukakan pintu kereta kuda kami.
"Selamat datang tuan, nyonya serta Nona keluarga Rosberg."
Dengan sangat sopan mereka membantu kami menuruni keluar dari gerbong kereta kuda.
"Hati-hati saat melangkah nya nona Rosberg."
Aku tersenyum tulus menerima kebaikannya.
Kebetulan sangat tidak terduga, keluargaku tepat di depan gedung aula pesta bertemu dengan keluarga Melfina saat ini. Aku berjalan mendekatinya karena nampaknya dia tidak sadar atas kedatanganku.
"Selamat malam Melfina. Selamat malam tuan dan nyonya Belnova. " Ucap pembuka percakapan kepada Melfina serta keluarganya membungkuk memberi salam dengan sopan.
"Lisa. Selamat malam."
"Selamat malam juga nona Rosberg. Tuan dan nyonya Rosberg juga."
Sapa kedua orangtua Melfina kepadaku serta kedua orang tu aku buang ada di sampingku ini.
Kedua orangtuaku nampak akrab mengobrol dengan keluarga Melfina. Karena tidak mau mengganggu obrolan mereka aku serta Melfina pun sedikit bergeser dari mereka.
"Lisa apa-apaan penampilanmu ini. Kamu sangat cantik malam ini."
Melfina seketika memuji diriku di pertemuan pertama di pesta ini.
"Terima kasih Melfina atas pujiannya. Kamu juga terlihat manis dengan gaun merah itu."
Puji ku balik kepada Melfina dengan sangat tulus.
"Lisa sudah kuduga kamu akan hadir ke pesta ini."
"Ih inikan atas inginmu yang memaksa padaku untuk hadir."
Diana pun tertawa kecil padaku
"Hehehe maaf maaf, soalnya aku malas sih kalau tidak ada teman yang sangat aku kenal di dalam pesta ini."
akupun menghela napas pendek sambil membalas perkataan nya kembali.
"Bukannya kamu berteman dengan anak bangsawan lain Diana."
__ADS_1
"Iya sih, tapi mereka semuanya pada kaku susah untuk diajak bicara jadi aku malas kalau menghadiri acara pesta begini."
Aku menghela nafas panjang, namun saat ini aku senang karena Melfina memang benar sahabat terbaikku.
"Ahh kamu memang suka begitu."
"Yasudah bagaimana kalau kita masuk bersama-sama."
Begitu kata Ayahku kepada kami semua.
Kami berenam akhirnya berjalan dengan elegan menuju ke dalam tempat pesta bersama-sama. Tepat melewati pintu untuk masuk ke aula ruang pesta, kami di periksa oleh pelayan yang bertugas memeriksa undangannya oleh resepsionis. Ayahanda serta ayahnya Melfina pun menunjukkan kartu undangan nya dan setelah di periksa kami masuk melewati lorong yang dihiasi oleh banyak bunga dan juga lentera-lentera yang berwarna warni kilauan cahayanya.
Kami berjalan terus menyusuri sepanjang lorong itu sambil mengobrol dan akhirnya sampai se tempat dimana ruang utama pestanya akan diadakan.
Ruangan yang begitu besar indah nan berkilau terang, suasana begitu sangat elegan dekorasi-dekorasi yang begitu mewah. Entah berapa banyak dana hanya untuk menyelenggarakan pesta seperti ini, namun yang pasti menurutku ini memakan biaya lebih dari puluhan juta tidak bahkan nampaknya seratus juta yen pun sampai jika dihitung dari mata uang negaraku.
Di dalam sini terlihat sudah cukup banyak bangsawan-bangsawan penting yang menghadiri pesta ini juga mereka hampir memenuhi aula pesta.
Seorang pria tampan tinggi semampai bagaikan selebriti ternama berjalan dan berhenti tepat di samping tangga.
"Hmm, hmm. Selamat malam dan datang kepada Tuan-tuan serta Nyonya-nyonya sekalian. Perkenalkan nama saya Bernats Lopus sebagai pemandu acara sangat menyambut kehadiran anda semuanya disini. silahkan menikmati hidangan yang sudah kami sediakan Terima kasih."
Begitu kata pemandu acara itu, lalu ia pun kembali ke posisinya dan berbincang dengan tamu yang lainnya, nampaknya dirinya juga seorang bangsawan karena memiliki nama marga belakang sama seperti namaku yang memiliki marg.
Disana aku melihat ke arah Ayahanda. Nampak sekali saat ini ayahanda sedang di kerumuni oleh banyak bangsawan-bangsawan yang sama sekali tidak kukenal dan entah apa yang mereka obrolan aku pun tidak peduli.
"Nampaknya ayah dan ibu kamu begitu populer seperti biasanya yah. "
Melfina berkata padaku seperti itu.
"Yah begitulah mereka mau dimana pun mereka selalu terkenal. Orangtua mu pun sama populernya Melfina."
Aku saling pandang dengan Melfina dan tersenyum.
Karena aku Melfina tidak ingin mengganghu kedua orangtua kami, akhirnya aku dan Melfina berjalan sedikit jauh dengan mereka.
"Melfina ayo kita berkeliling di sekitar sini, siapa tahu kita dapat menemukan Risa." Begitu kataku sambil memegang tangannya.
Melfina pun menjawab. "Baiklah kalau begitu Lisa, aku juga bodan kalau hanya berdiri saja."
Kami berjalan melewati satu per satu tamu dan tak lama kami berjalan-jalan. Aku pun melihat Risa yang sedang ngobrol dengan dua orang wanita di dekatnya ia yang mengenakan gaun biru dan juga sepatu hak tinggi terlihat sangat cocok dengan tubuh nya yang tinggi dan rambut coklatnya yang panjang di gerai. Lalu akupun berhenti sambil menarik menahan tangan nya Melfina dan berkata.
"Tunggu Melfina aku melihat Risa itu." Begitu kataku.
"Dimana Lisa dimanaa aku tak melihat Risa."
"Itu disana Melfina ayo kita hampiri dia." Begitu kataku sambi menunjuk kearah Risa.
__ADS_1
"Oh iya benar Lisa, ayo kita datangi dia." Begitu jawab Melfina sambil menarikku dengan lembut.
Lalu berjalan menuju Risa yang sedang mengobrol dengan dua wanita di dekatnya dan Melfina menyapa Risa dari kejauhan sambil melmbaikan tangannya.
"Risa aku sebelah sini." Begitu ucapnya sambil berlari menuju Risa.
Lalu Risa dan dua wanita itupun melirik ke arah kami dan Risa pun berkata.
"Ahh... Bocah itu." Katanya kepada Diana sambil memegang kepalanya.
Lalu kamipun ada di depannya Risa, dan ia pun berkata kepada Melfina.
"Begini dengar ni Melfina, kita sebagai bangsawan harus bersikap anggun, kamu ingin menyapa jangan dari jauh begitu dan sambil berlari bagaimana kalau kamu jatuh."
"Maaf, maaf Risa habisnya aku bersemangat ketika melihat mu hehe..". Begitu ucapnya Melfina kepada Risa.
Lalu dua perempuan itupun menyapa Aku serta Melfina dengan berkata.
"Selamat malam Miss Melfina, Selamat malam Nona Lisa." Sapa mereka berdua membungkuk memberi hormat dengan sopan.
Aku membungkuk memberi salam dengan sopan juga kepada mereka berdua mereka adalah si kembar Lina dan Leni teman sekolah kita.
"Miss Lina dan juga miss Leni selamat malam juga." Begitu jawabku dan Melfina.
"Iya selamat malam juga."
Dan setelah iitu kamipun mengobrol bersuka ria hingga. Banyak lelaki muda serta wanita sebaya ada juga yang lebih tua dari kami memerhatikan kami, akan tapi mereka tidak mendekat ke kami hanya memerhatikan dari jauh saja.
Akhirnya si pembawa acara itu pun berkata kembali kepada para tamu.
"Baiklah Tuan dan Nyonya sekarang marilah kita sambut Raja kita Riflessivo de Luckham dan Pangeran ke-dua Pabio Luckham."
Sang Raja dengan gagah berjalan menuruni tangga dan di belakangnya diikuti oleh Pangeran Pabio untuk turun ke aula pesta.
Pakaiannya yang begitu khas serta mahkota mengkilap berwana emas Sang Raja terlihat sangat berwibawa walaupun usianya tidak lagi muda namun dia tidak begitu tua juga.
Pangeran Pabio pun tidak kalah jauh berwibawa penampilan nya dengan Sang Raja, dia mencerminkan bahwa beginilah cara keluarga kerajaan berpenampilan serta berperilaku yang dia cerminkan.
Raja Telah sampai menuju aula lalu ia pun duduk di bangku singgasananya dan sang pangeran pun berdiri di samping Raja serta para pengawalnya yang berdiri di belakang.
Para tamu dan para penjaga semua termasuk diriku pun tunduk memberi hormat saat ada di hadapannya.
Sang Raja pun berkata.
"Salam sejahtera untuk Raja kita Riflessivo de Luckham. "
Semuanya yang ada di sana berkata begitu dengan serentak menghormati Sang Raja.
__ADS_1
"Terima kasi kepada anda sekalian yang telah menghadiri pesta ulang tahun putera ku yang ke dua yaitu Pabio Luckham. Mari para tamu sekalian silahkan nikmati pestanya."