
Suara burung berkicau saling sahut menyahut. Pagi ini terasa berat sekali aku untuk bangun pagi mungkin ini akibat efek sudah lama aku tidak duduk sambil membaca dokumen-dokumen yang begitu banyaknya. Namun apa daya itu semua demi kebaikanku sendiri.
~tok tok tok~
Suara pintu diketuk.
"Permisi nona. "
Sahut Diana dengan pelan sambil masuk ke kamarku kemudian dirinya menutup kembali pintu.
"Silahkan Diana."
"Ternyata nona Lisa sudah bangun."
"Iya Diana. "
Diana berjalan mendekat sambil membawa sesuatu di tanganya.
"Jadi apa yang kamu bawa itu? "
"Karena Fanny sedang sibuk dengan urusan lain jadinya aku yang membawakan sarapan untuk anda Nona."
"Begitu kah."
"Nona apakah kamu beristirahat dengan cukup, lingkaran hitam dimatamu sangat terlihat jelas."
Wajah khawatir Diana tunjukkan setelah melihat lingkaran hitam di mataku.
"Tenang saja aku beristirahat cukup kok. Mungkin karena sedikit lelah saja karena kemarin terlalu banyak membaca dokumen. "
Begitu ucapku, kemudian aku memakan sarapanku setelah selesai aku mengganti pakaianku dan berkata.
__ADS_1
"Nona jangan sampai memaksakan dirimu terlalu berlebihan, aku khawatir kamu jatuh sakit."
"Jangan khawatir Diana."
Sambil menepuk pundaknya.
"Oh iya Diana, apakah kakek ku sudah bangun Diana.?"
"Sudah Nona ia sudah ada di ruang santai."
"Yasudah kalau begitu aku akan menghampirinya."
Aku berjalan ke luar sementara itu Di sana masih tinggal di kamar untuk merapihkan kamar tidurku.
Tak lama aku sampai di ruangan santai, terlihat di sana kakek ku yang nampak sedang sangat menikmati pagi hari yang cerah ini dengan duduk di sebuah kursi sambil membaca surat kabar dan di temani oleh secangkir kopi hitam .
Aku berjalan memelankan langkah kaki ku agar kakek tidak mengetahui kedatangan ku.
"Selamat pagi kakek."
"Oh ternyata Lisa kah, cucuku ini usil sekali yah bisa-bisanya mengagetkan kakek nya sendiri. "
Jawab kakek sambil memeluk balik aku dan mencium kening ku. Entah mengapa setelah aku hidup sebagai Lisa, aku jadi sedikit manja kepada orang-orang terdekat ku apakah karena sikap nya Lisa yang masih tersisa di tubuhnya ini atau memang ini keluar secara spontan dari lubuk hatiku.
Aku tersenyum imut kepada kakek dan membalas perkataannya, "Maafkan aku kakek, tehe... "
"Jadi apakah kau sudah sarapan ?"
"Sudah dong kakek. Bagaimana dengan kakek, apakah kakek sudah sarapan?"
"Tentu saja kakek mu ini telah sarapan. Karena kalau sudah tua seperti ini yang harus kakek pentingkan adalah kesehatan, karena sarapan pagi itu baik untuk kesehatan tubuh kita. "
__ADS_1
Lalu aku berjalan dan di bangku kosong yang ada di ruangan ini.
"Jadi kakek aku ingin membahas tentang wilayah yang akan aku urus itu." Ucapku sambil melangkah menuju bangku yang ada di depan kakek ku lalu aku pun duduk di sana.
"Oh jadi kamu sudah memutuskannya kah? Bagaimana jadinya apakah kamu mau mengurusi wilayah itu ?"
Begitu ucap kakek ku sambil melipat surat kabarnya dan menempatka tanganya di samping kursi.
"Iya aku mau dan juga aku sudah punya rencana untuk memajukan wilayah itu menjadi yang terbaik di kerajaan ini."
"Ohh bagus sekali semangatmu, baiklah jadi apa yang akan kamu bahas kepada kakek ?"
Lalu aku membahas semua permasalahan disana dan juga cara-cara mengatasi masalah semuanya disana kepada kakek ku secara sangat rinci.
Sekitar lebih dari se jam berlalu, setelah itu kakek ku pun berkata.
"Bagus sekali kalau begitu, kakek akan mendukung rencanamu. Akan tetapi tidak akan bisa tinggal disini karena jaraknya agak jauh jadi ini akan kuberikan padamu."
Begitu ucap kakek ku sambil menyodorkan sebuah kunci di atas meja kepadaku. Di pikiranku pun menimbulkan tanda tanya akan kunci itu dan berkata kembali.
"Kunci ini kunci apaan kakek?"
"Ini adalah kunci rumah yang berada di sana kamu sekarang akan tinggal di sana dan nanti barang-barang mu kakek yang akan bawa ke sana. Dan di sana juga ada beberapa pengurus kepercayaan kakek jika kau ada kebutuhan tinggal bilang saja ke mereka."
"Tapi kakek kenapa aku tak bisa berdiam disini ?"
"Bukannya tidak bisa namun jarak dari sini ke sana begitu jauh Lisa butuh setengah hari. Jika kamu bulak balik pulang dan pergi nanti hanya akan melelahkan. Nanti kakek pun akan berkunjung kesana kok satu minggu sekali bersama nenek."
"Baiklah kek aku akan melaksanakannya kalau begitu aku akan kesana tapi aku ingin di temani nenek juga."
"Nenekmu mungkin tidak bisa dia sedang ada urusan di istana."
__ADS_1
"Ohh begitukah baiklah aku permisi dulu kalau begitu."
Ucapku sambil menuju kamarku untuk mengganti bajuku dengan gaun pendek bewarna biru langit. Dan setelah berganti pakaian aku pun memanggil Fanny untuk ikut denganku tinggal di wilayah Findar karena aku tak bisa jauh dengannya dan juga aku sudah menganggapnya seperti saudaraku. Lalu aku pun berpamitan kek kakek ku dan berangkat menuju Fandir menggunakan kereta kuda yang disupiri oleh Fizkar.