
Perjalanan kira-kira memakan waktu seperempat hari dari kediaman rumahku menuju pinggiran barat Kerajaan Leopors.
Pos pemeriksaan telah kami lewati beserta pengecekan surat-surat dan juga barang bawaan dan dengan legal Kami di perbolehkan masuk ke kawasan Kerajaan Leopors.
Kami pun memasuki kerajaan Leopors dan hanya beberapa ratus meter kami melewati pos perbatasan Kerajaan Leopors ini. Aku di buat terkagum akan pemandangan dari luar jendela kereta kudaku.
Di sekeliling mataku memandang terlihat hamparan luas ladang anggur hijau yang membentang sampai ke kaki gunung.
Kamipun melewati perkebunan itu. Terlihat saat ini namanya aku sangat kebetulan sekali ada banyak petani yang sedang memanen buah anggurnya. Melihat kereta kudaku yang ada lambang bangsawan mereka melambai kearah ku dan aku pun membalas lambaian mereka.
"Fanny fanny apakah aku boleh turun. Aku ingin sekali memakan anggur hijau segar itu langsung dipetik dari tangkainya." Ucapku dengan gembira dan mata yang berkelip-kelip sambil menempalkan wajahku di kaca kereta kuda.
"Nanti dulu nona. Aku akan bertanya dahulu kepada pak kusir apakah kita boleh berhenti atau tidaknya."
Fanny mengetuk papan yang menjadi penghalang lubang kecil yang biasa dipakai untuk berinteraksi dengan sang kusir.
" Ano... Permisi tuan, apakah kita boleh berhenti dulu disini untuk beberapa saat? Katanya nona Lisa ingin mencoba buah anggur hijau yang baru saja dipetik."
Begitu ucap Fanny.
"Tentu boleh saja kok nona jika kau ingin turun dan memetik anggurnya itupun sudah menjadi hal yang wajar di daerah sini serta warga pun pasti merasa senang, dan juga anda boleh panggil saja namaku Fizkar maaf kalau aku telat memperkenalkan diri." Balas perkataan kepada Fanny.
"Terima kasih tuan Fizkar."
Kereta kuda perlahan terhenti. Fanny menutup lubang berinteraksi nya itu lalu melihat kearahku dan berkata, " Kita di perbolehkan nona. Karena disini juga warga desanya pasti sangat menyambut."
"Baiklah kalau begitu."
Aku bergegas turun keluar dari kereta kuda dan langsung berlari ke arah ladang anggur yang jaraknya tidak jauh di samping jalan yang kereta kuda lalui dan juga aku tidak mempedulikan gaunku akan kotor.
Wanita dewasa yang pertama kali ku lihat serta tidak jauh dari tempatku saat ini pun aku menghampiri ke arahnya.
"Permisi nyonya. Nyonya apakah aku boleh memetik dan merasakan langsung buah anggur hijau itu." Ucapku sambil merujuk ke arah anggur hijau yang masih menggantung di dahan pohon anggur.
"Boleh saja nona muda yang cantik, silahkan kamu bisa petik dan cicipi langsung."
Aku mendapatkan jawaban yang begitu ramah dari nyonya pemetik anggur ini.
__ADS_1
Setelah dapat izin aku langsung memetik anggurnya dan memakannya. Rasa manis, sedikit asam namun terasa segar menyebar serta banyak sekali kandungan airnya setelah aku gigit dan aku kunyah anggur hijau ini. Jiwaku serasa ter segarkan kembali disaat harus menjalani perjalanan yang cukup jauh ini.
Para petani lainnya melihat ke arah ku, mereka tersenyum senang saat melihat ekspresi wajah kenikmatan ini yang tidak bisa aku bendung.
"Bagaimana nona muda. Lezat serta menyegarkan iyakan anggur hijau disini."
Dengan bangga dirinya menyombongkan anggur hijau di perkebunan ini. Yah jelas sekali memang ini sangat lah enak sekali anggur hijau nya.
"Iya nyonya sangat enak sekali. Ini adalah anggur terbaik yang saya pernah makan semasa hidup saya ini."
"Terima kasih. "
Aku balas dengan senyuman. Kemudian nyonya itu berkata kembali, "Jika anda memang suka nona, boleh kamu membawanya nih."
Ucapnya sambil memberikan sebuah keranjang kecil yang berisikan beberapa tangkai buah anggur hijau padaku.
"Wah benarkah itu nyonya. Terima kasih." Jawabku sambil melompat kecil kegirangan.
Lalu Fanny pun memanggilku dari tempat kereta kudanya berhenti.
"Nona sudah waktunya kita berangkat kalau terlalu lama kita bisa telat sampai di rumah kakek anda."
"Nyonya terima kasih atas kebaikan serta hadiahnya ini. Terima kasih dan sampai bertemu. Kembali. "
"Iya sama-sama nona muda."
"Selamat bekerja semuanya!"
Aku berteriak memberi semangat kepada orang-orang yang lainnya yang sedang memetik anggur hijau pula.
Aku membungkuk memberi salam kepada nyonya ini kemudian berjalan kembali ke tempat dimana kereta kuda berhenti sebelumnya.
Sambil berjalan Aku melambai kearah mereka, mereka pun membalas lambaian tanganku. Setelah sudah sampai dan masuk ke dalam kereta kuda, aku memberikan keranjang yang berisikan anggur itu kepada Diana disisi lain Fanny masuk ke dalam kereta setelah aku dan menutup pintu gerbong kereta kuda dan kereta kuda pun berangkat.
"Diana, Fanny cobalah kalian buah anggur ini sangat lezat loh."
Begitu kataku sambil sesekali memakan buah anggur hijau dengan perlahan.
__ADS_1
"Apakah kami boleh memakannya? "
Tanya Diana.
"Tentu saja Diana, Fanny. Kalian tidak perlu sungkan seperti itu sudah kubilang kan sebelumnya juga."
Fanny dan Diana mengambil masing-masing satu buah lalu memakannya.
Wajah penasaran mereka seketika sirna setelah mengunyah anggur hijau ini, dari senyuman yang mereka tunjukkan itu sudah terlihat bahwa kenikmatan anggur hijau ini sangatlah nikmat.
"Benar sekali apa yang dikatakan nona Lisa. ini sangatlah enak dan juga segar, rasanya lebih kuat dari yang biasa dipasar-pasar biasa kami beli. "
"Benarkan apa kataku. Sungguh hebat yah kerajaan Leopord ini bisa menghasilkan anggur hijau yang berkualitas seperti ini. Aku kagum akan pertaniannya disini Fanny. Andaikan Kerajaan kita juga punya pertanian yang begitu jnggul seperti ini."
"Walaupun disini tidak terlalu banyak penduduk . Namun sosialisasi serta keramahtamahan mereka sangatlah bagus."
"Namun apakah hanya itu saja menurutmu Fanny? "
Fanny sedikit bingung akan pertanyaan ku nampaknya.
"Memangnya ada faktor lain selain itu nona Lisa? "
Tanya Diana.
"Tentu saja ada Faktor lain Diana, Fanny. Apa kalian lihat jalan disini begitu bagus dan juga dilihat dari masyarakatnya yang baik pasti kalian bisa menebak juga di sana ada sosok pemimpin yang baik serta bijaksana kepada rakyatnya. "
Keduanya mengangguk, mereka juga sangat mengerti apa yang baru saja aku katakan itu.
"Jika begitu memang benar sekali apa yang dikatakan nona Lisa."
"Nona Lisa memang hebat." Puji Diana terhadapku
"Begitukah aku jadi tertarik akan kerajaan ini dan bersemangat."
Begitulah balas perkataan diriku kepada Fanny. Dari sini aku mulai menjadi sangat tertarik akan Kerajaan Leopors ini tempat dimana kakek dan nenek ku tinggal.
Nampaknya juga aku akan bisa bersenang-senang disini serta memulai ide-ide di dalam pikiranku ini yang mempunyai ilmu yang begitu segunung dari bumi yang pastinya bisa aku terapkan di dunia ini lalu menjadi wanita sukses yang di takuti serta di hormati oleh para pria bangsawan lainnya.
__ADS_1
Dan satu hal lagi ini juga bisa menjadi ajang sebuah balas dendam kepada si bajingan Pabio jika aku menjadi seorang yang tinggi kuasanya di keluarga Duke Rosberg.