DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN

DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN
Chapter 22


__ADS_3

Waktupun sudah menunjukan pukul tujuh waktu Kerajaan Leopors. Saat ini aku sudah bangun dari tidur ku dan bersiap untuk memulai kehidupan yang baru di wilayah Findar ini sebagai penguasa.


Tidak seperti hari hari sebelumnya aku selalu makan di temani oleh keluargaku, hari ini aku makan sendiri di ruang makan ini tanpa ada keluarga.


Namun ini semua baik karena jika aku hanya berdiam diri saja dan tidak melakukan pekerjaan apapun itu pasti bisa membuatku gila. Hidangan menu pagi ini sedikit agak berat, dimana ada sebuah steak yang di temani oleh sayur serta serta beberapa buah roti yang lembut. Aku makan perlahan karena takut tersedak.


"Diana, Fanny... "


"Iya nona Lisa. "


Keduanya menyahut dengan kompak.


"Apakah kalian telah mengeluarkan semua dokumen-dokumen yang telah aku bawa dari kediaman kakek? "


"Sudah nona. Kami sudah mengeluarkan serta merapihkan dokumen-dokumen itu dan sekarang sudah di taruh di ruang kerja. "


Jawab Fanny dengan cekatan.


"Lalu bagaimana dengan dokumen pembukuan bulan ini, apakah kalian sudah memintanya kekepada Piers? "


"Susah nona, kami sudah memintanya dan setelah kami memintanya tuan Piers pun langsung menaruhnya di ruang kerja."


Jawab Diana.


"Baguslah kalau begitu. "


Aku menaruh garpu serta pisau makan yang ku pakai ini di samping kiri dan kanan piring yang makanannya telah aku habiskan. Dengan sikap yang tenang aku meminum air hangat yang ada di gelas setelah nya aku mengelap mulutku dengan serbet putih karena takut ada sisa-sisa saus yang menempel di bibirku.


Selesai ith aku bangkit dari duduk.


"Fanny bolehkah kamu tunjukkan dimana ruang kerja nya. "


"Baik nona silahkan lewat sini. "


Aku berjalan mengikuti Fanny yang menunjukkan dimana ruang kerja yang akan aku pakai, di sisi lain Diana dengan cekatan langsung membereskan bekas makan ku.


Jarak ruang kerja ke kamar tidur ku nampaknya tidak terlalu jauh, mereka hanya terhalang oleh beberapa ruangan saja.


"Silahkan nona."

__ADS_1


Aku masuk ke dalam ruang kerja dan memang tumpukan-tumpukkan kertas yang menggunung di atas meja membuat semangatku pudar. Tidak hanya itu saja kertas dokumen nya pun sampai menumpuk ke lantai.


"Fanny benarkah yang kulihat ini? "


Aku masih tidak percaya akan tumpukan dokumen itu. Fanny tersenyum mendengar perkataanku.


"Tidak nona Lisa, itu baru sebagian saja kata pak Piers. Karena jarak yang di tempuh cukup merepotkan untuk melaporkan semua dokumen-dokumen itu kepada tuan besar Robert Alson jadi sebisa mungkin hanya orang-orang yang ditugaskan disini saja yang mengerjakannya."


Aku menghela nafas panjang, entah mengapa bisa-bisanya kakek meninggalkan tugas yang begitu menumpuk seperti ini.


"Betapa tidak bertanggung jawabnya kakek ku itu. "


Aku mengerutkan kepalaku sambil memeganginya, entah mengapa ini membuatku merasa pusing.


"Jadi selama ini siapa yang melakukan pekerjaan disini? "


"Menurut Pak Piers pekerjaan dana serta lainnya yang berkaitan dengan wilayah ini itu di tugaskan kepada sekertaris dan juga pak Piers yang menjadi kepala pelayan sekaligus rangkap kerja menjadi bendahara. "


Setelah mendengar kenyataannya ini membuat kepalaku semakin pusing.


"Kalau begitu segera panggilkan sekertaris yang selalu bekerja itu dan juga Piers untuk segera menghadap saya. "


Fanny segera keluar bergegas untuk memanggil Piers serta sekertaris yang dibicarakan Piers itu.


"Apa-apaan tugas yang tidak wajar ini di hari pertamaku, kali ini nampaknya aku tidak dapat beristirahat dengan tenang sebelum membereskan dokumen-dokumen ini semua. "


Gumamku sambil berjalan menuju meja kerja. Aku duduk di bangku kerja dan mengambil satu kertas dokumen yang paling atas di dekatku.


"Jadi tentang apakah ini. "


Dokumen yang kubaca saat ini ia adalah laporan keuangan masuk serta keluar dari kediaman ini. Pengeluaran yang stabil dipakai oleh kediaman ini masih tetap sama ber bulan-bulan.


"Tidak ada yang mencurigakan di dokumen ini. Jika seperti ini semuanya mungkin kerjaanku akan cepat selesai. "


Gumamku sendiri dengan senyum yang canggung. Aku memeriksa satu per satu dokumen dan sampai saat ini aku belum menemukan ke anehan atau ke ganjilan dalam dokumen-dokumen nya.


Sekitar lebih dari setengah jam akhirnya aku mendengar suara ketukan dari balik pintu ruang kerja ini.


"Permisi nona kami masuk."

__ADS_1


"Iya."


Fanny masuk ke dalam ruang kerjaku dan di belakangnya ada Piers serta satu orang laki-laki dengan tubuh yang bisa di bilang tidak terlalu tinggi atau juga tidak terlalu pendek untuk seukurannya. Warna kulitnya putih dengan rambut yang sedikit kecoklatan.


Namun satu hal yang pasti kenapa setiap pria yang ku temui saat ini selalu belajar tampan semua di mulai dari pangeran, pelayan dan pengawalku, ayahku sampai kakek ku yang telah berumur juga masih memiliki wajah yang tampan di umur enam puluh tahunan nya itu.


Aku sudah tidak mengerti apa konsep dari game novel ini, namun satu hal yang sangat pasti, aku yakin bahwa seorang pencipta game ini adalah seorang wanita yang sangat suka menciptakan pria berparas tampan di setiap karakter game ini.


"Saya menghadap nona Lisa."


"Sa-saya menghadap nona Lisa. "


Jawab Piers diikuti oleh pria yang belum ku kenal di belakangnya berbicara sedikit gugup.


"Jadi siapa dia? "


Aku merujuk ke pria di samping Piers.


"Mohon maaf saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Adalah Jasper, saya selalu sekertaris yang di tunjuk oleh tuan besar Robert Alson. Salam kenal."


"Jadi kamu kah yang bertanggung jawab disini."


"Baiklah karena kalian berdua yang selalu penanggung jawab disini sebelumnya sudah hadir, jadi bolehkan saya meminta bantuan kepada anda berdua akan tugas ini."


"Baiklah nona. Saya akan membantu anda sebaik sebaik mungkin nona Lisa. "


"Saja juga Nona Lisa."


Jawaban mereka tegas bersedia membantuku. Dan di mulai lah dimana kerja keras bagai kuda ini akan dimulai.


Kami terus mengecek dan membandingkan dokumen-dokumen bulan lalu dengan dokumen-dokumen yang di serahkan kakek padaku, hasilnya masih sama di tiap pengeluaran.


Akan tetapi sesuatu yang aneh pun terjadi yaitu tepatnya di dokumen-dokumen di pemasukan pajak yang terus menurun. Kemudian penjualan di daerah-daerah sini entah mengapa terus menurun. Angka kejahatan yang semakin lama semakin meningkat, orang-orang hilang pun banyak kasusnya, kemiskinan serta kematian semakin meningkat di wilayah Findar ini.


Tentu saja ini adalah kabar yang sangat buruk, karena wilayah Findar ini begitu sangat buruk kondisinya mungkin jika dibiarkan terus seperti ini lama-lama wilayah Findar ini akan hancur.


"ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, aku harus melihatnya sendiri dengan mata kepalaku sendiri di setiap penjuru wilayah Findar ini. "


begitulah isi gumam dalam pikiranku.

__ADS_1


__ADS_2