DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN

DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN
Chapter 29


__ADS_3

Mata kami saling bertemu, nampaknya saat aku berbisik kepada Fanny, Diana telah memperhatikan ku. Diana pun tersenyum, entah apa arti dari senyuman itu membuat aku penasaran.


"Kenapa kamu tersenyum Diana? "


"Tidak apa-apa. "


Diana tetap tersenyum seperti dia menyembunyikan sesuatu padaku. Aku sedikit penasaran namun jika memang dia tidak ingin menjawab arti senyuman nya itu tidak akan mempengaruhi rencana ku ini.


Aroma harum menyebar ke ruangan ini, itu karena Diana menuangkan teh chamomille yang di campur dengan susu sehingga aroma uap dari teh menyebsr ke seluruh ruangan sampai menggelitik hidungku.


Gelas Porselen mahal bemotif bunga-bungan kecil di samping gelas yang melingkar ini yang berisi teh susu itupun di taruh tepat di atas meja kerjaku di depanku.


"Terima kasih Diana."


"Sama-sama Nona Lisa. Jadi siapa Earl Kellisson yang baru saja anda ingin selidiki oleh Fanny itu. "


Baru saja aku mengangkat gelas porselen ini ingin meminum teh susu buatannya pun tidak jadi dan menaruh kembali gelas porselen itu di tempat awalnya aku mengambilnya. Seperti biasa pendengaran Diana begitu sangat tajam. Padahal aku berbisik kepada Fanny dengan sangat pelan dan juga jarak antara kami dengan Diana bisa di bilang cukup berjauhan.


Namun itu tidak membuatku kaget akan Diana. Sebenarnya ada sebuah cerita yang belum aku bahas kepada kalian dimana sebuah ingatan terdahulu Lisa yang pemilim asli tubuh ini. Diana walaupun sikapnya lemah lembut bagaikan seorang kakak untukku disisi lain dirinya adalah seorang assasin terhebat yang dimiliki keluarga kami.


Saat kecil dirinya yaitu Lisa yang asli sering kali di culik karena masalah politik ayahnya. Diana yang masih kecil itu selalu sangat menyesal karena tidak bisa menjaga Lisa dan hanya bisa merengek. Kemudian pada akhirnya Diana menuangkan semua kekecewaan itu dan meminta kakek ku untuk melatih dirinya supaya dirinya bisa menjaga aku dari segala bahaya apapun.


"Diana kerjamu saat mengorek identitas Fanny pun sangat tepat. Apa kau lihat wajah terkejut nya tadi, itu membuatku puas."


"Benarkah itu. Selama aku bisa membantu nona dan membuat nona senang, pasti semua itu akan aku lakukan."


Aku mengambil laku meminum teh yang di hidangkan oleh Diana saat ini. Begitu nikmatnya rasa teh yang ringan tercampur dengan rasa manis dari susu dan teh nya.


"Nona lebih baik anda makan siang dulu agar, anda ada tenaga untuk nanti melanjutkan kembali pekerjaan yang menumpuk ini. "


"Itu ide bagus. Lagi pula saat ini aku sedang menunggu hasil laporan dari Andreas yang sedang menyelidiki surat Earl Kellisson."


Aku menaruh kembali cangkir teh yang ku pegang di tempat semula dan bangkit dari tempat duduk ku lalu berjalan menuju sofa yang ada di pojok sebelah kiri ruangan ini yang sengaja dibuat untuk rehat.


Aku duduk di sofa selagi menunggu Diana menyiapkan makan siang. Satu per satu makanan Diana taruh diatas meja dari troli makanan.


Terhidang di atas meja ada semangkuk supnjagung dengan beberapa potong roti. Kemudian ada juga steak daging sapi dan juga sepiring salad dan yang terakhir adalah ada sepiring kue kering berbentuk bulat.


Aku tanpa sungkan memakan dengan perlahan dan juga nampak elegan walaupun itu sebenarnya makan memakai cara bangsawan masih sedikit agak kaku untuk ku, namun apa daya karena kehidupan ku kali ini berbeda dengan kehidupan ku sebelumnya yang hidup sebagai warga biasa dari kalangan menengah.

__ADS_1


Disaat aku makan, Diana hanya berdiri melihat aku makan di belakang ku tanpa bergeming sedikitpun.


Di pertengahan saat aku makan, aku teringat seperti telah melupakan sesuatu yang cukup penting. Aku mengerutksn dahiku sambil mengingat kembali apa yang telah aku lupakan di beberapa hari yang sudah terlewat.


"Diana apakah aku melupakan sesuatu yang cukup penting yah. Dan menurutmu itu apa yah yang aku lupakan? "


Aku bertanya kepada Diana. Diana seketika mrmitingkan kepalanya, dia nampaknya tidak mengerti pertanyaan ku yang tidak menanyakan sesuatu yang sama sekali dia tidak ketahui itu.


"Nona Lisa untuk apa kamu bertanya begitu? Aku tidak tahu maksud perkataanmu itu nona. "


"Maaf Diana. "


"Tidak apa-apa. "


Di akhiri dengan senyuman di balik perkataan nya itu.


"Tok tok~"


Suara pintu ruang kerjaku di ketuk.


"Apakah saya boleh masuk? "


Suara yang berbicara di balik pintu itu adalah suara seorang lelaki. Aku tidak tahu siapa, namun suaranya tidak begitu asing di telingaku. Namun sikap waspada Diana aktif, Diana berjalan perlahan ke arah dekat dengan pintu satu-satunya di ruangan ini yaitu pintu masuk sekaligus pintu keluar.


"Ini saya Andrew. Apakah saya boleh masuk nona? "


Aku sudah terkejut karena ku kira siapa. Aku masih terlalu asing untuk suara Andrew yang sebagai kepala koki di mansion ini.


"Tentu, silahkan. "


Diana menurunkan kembali kewaspadaannya. Pintu dibuka Andrew berjalan masuk dengan membawa sebuah piring yang tertutup oleh tutup makanan.


"Nona aku telah selesai mengolah biji kokoa yang nona bicarakan itu dan juga aku telah membuat sebuah cokelat yang resepnya dibicarakan oleh anda saat tempo hari. "


Aku sekarang baru ingat akan apa yang aku lupakan itu sebelumnya. Yaitu tentang ini, cokelat. Setelah pulang dari desa Landro, aku menitipkan secarik surat yaitu resep cara pembuatan cokelat kepada Piers untuk menyerahkannya kepada Andrew agar bisa membuat cokelat.


"Bolehkah kamu bawa kemari, aku ingin melihat dan merasakannya secara langsung. "


"Baik nona. "

__ADS_1


Andrew pun meletakkan nya di atas meja tepat di depanku.


Itu adalah sebuah cokelat berukuran bongkahan kecil berbentuk kotak. Seperti yang di harapkan olehku kepada Andrew dia membaca resep yang ku kasih secara teliti dan membuatnya begitu bagus.


"Inilah. Inilah yang aku harapkan. Sebuah cokelat dari penampilannya cokelat ini terlihat enak. Lalu bagaimana dengan rasanya."


Aku mengambil satu bongkahan cokelat kecil itu dan memakannya. Saat memasuki mulutku dan bersentuhan dengan lidahku rangsangan rasa manis dan pahit dan cokelat ini seketika memenuhi mulutku. Betapa menakjubkan nya hasil rasa cokelat yang melebihi dari ekspetasi ku. Cokelat ini seketika meleleh di dalam mulut dan rasanya begitu menyebar di dalam mulut.


Aku tidak bisa berkomentar untuk sekarang ini karena mukutku saat ini terbungkam oleh kelezatan cokelat buatan Andrew.


"Anda nampak sangat menikmatinya sekali nona. Apakah se begitu menakjubkannya makanan yang disebut cokelat itu? "


"Iyah benar sekali itu Diana, lihat wajah nona muda kita begitu bahagia setelah menikmatinya. Aku jadi penasaran juga. "


"Kalau begitu bagaimana jika kalian mencobanya dan merasakan rasa nikmat ini."


Mereka mengambil masing-masing satu buah dan setelah memakannya seketika raut wajah penasaran mereka berubah menjadi melembut dan sangat menikmati dengan bahagia.


"Kenikmatam semacam ini benar-benar begitu nikmat. Aku sudah lebih dari sepuluh tahun menjadi koki di keluarga kni, baru kali ini aku menemukan makanan yang sangat asing bagiku. Nona darimana anda mengetahui resep seperti ini. "


Andrew sangat bersemangat setelah mencoba sebuah coklat. Itu membuatku senang bakan tetapi ini juga menjadi sesuatu yang sedikit mengganggu bagiku karena dirinya maju begitu dekat denganku.


"Andrew-san bisakah kau tidak menekan seperti itu, lihat wajah nona muda Lisa terlihat tidak nyaman. "


Begitu ucap Diana sambil menarik kerah belakang baju Andrew.


"Maafkan tingkah saya yang tidak sopan ini nona."


Andrew membungkuk meminta maaf.


"Tidak apa-apa. "


Jawabku canggung.


"Maafkan aku sekali lagi nona. Jika tentang makanan aku suka hilaf diri. Maaf, maaf, maaf. "


Andrew terus membungkuk meminta maaf berulang ulang.


"Sudahlah aku tidak mempermasalahkan nya. Kamu sudah bekerja sangat baik menghasilkan cokelat yang begitu enak ini. "

__ADS_1


Aku memuji bakatnya yang luar biasa ini. Memang yah koki keluarga bangsawan begitu menakjubkan keterampilan mengolah makanannya.


[Maaf kepada para pembaca🙏🙏🙏. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena untuk beberapa hari ini ke belakang saya tidak upload serta untuk beberapa hari kedepan besar kemungkinan untuk tidak update cepat-cepat juga. Saya mendapat kabar malam tadi bahwa adik saya kecelakaan lalu lintas dan saat ini sudah berpulang ke alam sana. Ini menjadi pukulan keras ke hati saya. Saya minta donya kepada para pembaca semoga adik saya Gia Aprilia khusnul khatimah di alam kubur nya. amin. Saya mohon pengertiannya serta doanya para pembaca Terima kasih.]


__ADS_2