DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN

DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN
Chapter 13


__ADS_3

Malam gelap yang menyisakan banyak konflik serta tragedi pun telah terlewat. Sinar matahari pagi bersinar terang menembus melewati jendela kaca kamar ku menandakan hari telah berganti. Kicauan burung-burung terdengar merdu serta hembusan angin lembut dari celah kecil saat jendela dibuka menebak gorden tipis namun angin nya terasa menyejukkan diriku.


Saat ini aku baru saja bangun dari istirahatku. Aku duduk di tepi tempat tidur dengan masih mengenakan piyama tidur ku.


"Hoaamm betapa Nyenyak sekali tidurku. "


Aku menguap sambil melengkingkan badanku.


Aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah jendela membuka gorden serta jendela kamarku agar bisa menghirup udara segar pagi hari ini dengan sangat leluasa.


Udara disini begitu sangat nikmat dan nampak tidak ada polusi sama sekali karena ini sangat memanjakan organ paru-paru ku. Tidak seperti waktu aku di dunia lamaku yang polusi udara sudah mencemari oleh banyaknya asap kendaraan, asap pembakaran limbah pabrik serta sebagainya.


~tok tok~


Saat aku menikmati udara pagi ini suara ketukan pintu pun terdengar.


"Sayang bolehkah ibu masuk."


Aku sedikit terkejut karena ibundaku dengan sangat tumben sekali pagi-pagi seperti ini sudah berkunjung ke kamarku.


"Boleh Ibunda silahkan."


Sukses pintu dibuka terdengar cukup jelas, ibunda saat ini tengah rapi memakai gaun, walaupun gaun bisa di bilang tidak sebagus gaun sewaktu menghadiri pesta kemari akan tetapi ini tidak kalah mewahnya menurutku.


"Memang bangsawan di dalam rumah pun mereka tetap berpakaian mewah."


Gumam dalam diriku.


Ibunda berjalan masuk menghampiriku yang sedang berdiri di dekat jendela.


"Selamat pagi ibunda."


Ucap salam pembuka diriku pada ibunda sebagai pertanda pembuka percakapan.


"Selamat pagi juga Lisa."


Wajah ibundaku nampaknya sedikit kurang ceria saat menghadap diriku saat ini. Entah apa yang sebenernya terjadi, aku penasaran.


ibunda mengelus lalu memegang pundakku.


"Sayang bagaimana keadaanmu sekarang apakah sudah baikkan."


Nampaknya ibundaku masih saja mengkhawatirkan keadaanku atas kejadian kemarin. Betapa besar perhatiannya kepadaku ini, apakah aku pantas menerima kebaikan yang begitu besar ini. Aku tersenyum karena sangat tersentuh atas ala yang ibunda lakukan saat ini.


"Aku sudah baikkan Ibunda. Benar-benar kok aku sudah tidak apa-apa. Mungkin ini memang sudah takdirnya."


Dengan nada tabah aku membalas perkataan ibunda.


"Syukurlah jika memang engkau baik-bak saja nak. Tapi jika kamu memang ada kenapa-kenapa kamu jangan sungkan hilang ke ibunda atau ayahanda yah."


Aku mengangguk meng'iyakan perkataan ibundaku sendiri.


"Pasti kok ibunda."


Keheningan terjadi sesaat. Kami berdua hanya tersenyum satu sama lain.


"Ohh Iyah lebih baik sekarang kamu ganti baju dahulu. Setelah itu kamu turun yah, kita akan sarapan pagi bersama dan juga..., nampaknya ayahandamu ingin membicarakan sesuatu hal penting dengan mu. "


"Begitulah bunda. Baiklah kalah begitu aku akan bersiap-siap. "


"Okelah kalau begitu ibunda duluan yah. "


"Baiklah kalai begitu nanti aku akan kebawah."


"Yasudah kalau begitu ibu tunggu dibawah yah."


Ibunda mengelus kepalaku setelah itu di berjalan pergi keluar dari kamarku untuk menuju ruang makan dimana nanti aku serta kedua orangtuaku akan sarapan pagi bersama. Namun baru saja di luar kamar atau lebih tepatnya dia di depan pintu yang belum tertutup itu, ibundaku berhenti dan melihat ke arahku.


Aku sedikit heran akan halnya itu.


"Ada apa ibunda."


"Sayang aku lupa memberitahu kamu akan sesuatu. Mulai sekarang kamu akan mempunyai pelayan perempuan pribadi lagi, nanti ia akan membantumu."

__ADS_1


Aku sedikit penasaran kenapa aku diberi lagi pelayan baru, karena di dalam ingatan ku ceritanya kan Lisa saat ini tidak akan mendapatkan pelayan pribadi malahan Lisa akan di asingkan ke suatu gereja dimana dia akan menjadi biarawati di sebuah kota terpencil nanti jauh di kerajaan.


"Ahh baiklah kalau begitu. Jadi siapa nama pelayan itu ibunda?"


"Tanyakan saja nanti oleh mu sayang, yasudah ibu turun dan cepatlah kamu menyusul kebawah." Jawab ibuku sambil tersenyum.


Setelah itu ibunda pergi kemudian menutup pintu kamarku kembali.


Akhirnya dari pada memusingkan hal yang tidak akun ketahui itu aku pergi ke kamar mandi membasuh tubukhku.


Suara ketukan pintu kamar terdengar kembali disaat aku sedang membasuh tubuhku.


"Siapa itu.? "


Teriakku dari dalam kamar mandi.


"Ini Diana Nona. Apakah aku boleh masuk? "


"Boleh."


Aku memperbolehkan Diana untuk masuk. Nampaknya tugas nya untuk membersihkan kamarku serta membantuku pagi ini.


Selepas aku sudah mandi dan keluar. Tempat tidur serta kamar ini telah bersih sepenuhnya. Nampaknya Diana sangat cekatan sekali dalam urusan ini.


Setelah itu aku dibantu oleh Diana memakai pakaian lalu berjalan pergi menuju ruang makan dari kamar ini.


Melewati koridor juga tangga yang biasa ku lewati terus berjalan hingga akhirnya aku pun sampai di depan ruang makan.


Di samping pintu terlihat ada dua orang pelayan sedang menjaga pintu ruang makan.


"Selamat pagi nona Lisa."


Kedua pelayan wanita muda yang sedang berjaga menyapaku dengan sangat ramah.


"Ayahanda, Ibunda aku masuk yah."


"Iyah silahkan Lisa."


Setelah di beri izin kedua pelayang gadis itu membuka pintu dan aku melangkah masuk kedalam.


"Selamat pagi ayahanda dan ibunda."


"Selamat pagi juga Lisa, duduklah."


Aku berjalan ke arah dimana biasanya kursi yang aku duduki.


Hidangan bebagai makanan telah disediakan diatas meja, menu set makanan pagi yang berbeda dengan di Jepang dimana nasi sebagai pokok utama memulai sarapan.


Di atas meja ini ada salad yang menyehatkan, kemudian roti panggang yang diatasnya di beri telor mata sapi dan juga irisan daging rusa yang sudah di marinasi ditambah saus jamur, ada juga teh Darjeeling yang aroma nya harum. Lalu untuk hidangan penutupnya ada dessert Shahi turka.


Dessert yang ku makan ini sangatlah memanjakan lidah dimana roti yang di balut dengan puding lembut dan juga yang kaya rasa dengan buah-buahan kering, lalu ada sedikit rasa rempah hangat dan sedikit pedas yang tertinggal di ujung lidahku yaitu kapulaga namun tidak membuat rasa buah kering serta manisnya hilang malah rasanya itu semakin kuat dan menenangkan sampai membuat aku tersenyum seakan tubuhku pun meleleh.


Ayahanda serta ibunda sangat senang melihat wajah senangku.


"Nampaknya kamu sangat menikmatinya Lisa."


"Iya ayahanda."


***


Kami pun telah selesai akan sarapan pagi itu. Dan saat ini kami telah berada di ruang yang berbeda yaitu di ruang santai keluarga yang ada di lantai dua rumah megah ini.


Kami sekeluarga sedang duduk santai di sebuah sofa merah yang empuk, nyaman serta mewah. Ayahku saat ini sedang duduk di seberang ku.


"Ada perihal apa sebenarnya Ayahanda membawaku ke ruangan santai ini?"


Raut wajah ayahanda nampak sangat serius.


"Begini Lisa ayah ingin berbicara mengenai keputusan pertunangan kamu dengan Pangeran Pabio."


Ternyata pembicaraan dari scenen ini telah dimulai dimana Lisa yang akan di berangkat dan di asingkan ke sebuah kota terpencil dekat dengan perbatasan Kerajaan ini dan disana dia akan menjadi seorang biarawati.


"Begitukah ayahanda, jadi bagaimana keputusannya?"

__ADS_1


"Kamu yang tegar yah Lisa bahwa pertunanganmu dengan pangeran sudah tak bisa diperbaiki lagi. Pangerang Pabio sudah memutuskannya bahwa dia lebih memilih putri Baron Klaus itu. Kemudian hari ini dirinya akan bertunangan dengan Lady Carmelia dari keluarga Baron Klaus itu."


"Tidak apa-apa ayahanda aku sudah tak memikirkannya kembali."


"Ayah sudah berusaha semampu ayah namun...."


Ucapannya seketika terhenti, nampak ayahanda sangat berat ingin mengatakan sesuatu kepadaku. Dia mengusap wajahnya lalu menghela nafas panjang mencoba menenangkan dirinya begitulah terlihat olehku.


"Sudahlah ayahanda aku tak terlalu memikirkannya kok, dari pertama juga aku tau pertunangan yang hanya sebelah pihak seperti ini pasti akhirnya tidak akan baik lebih baik mengakhirinya dari pada meneruskannya."


Aku berkata begitu agar bisa menenangkan ayahanda dengan perkataan ku.


Obrolan terhenti dan keheningan pun tercipta tak ada yang pembicaraan apapun saat ini. Namun tak berangsur lama ayahanda menatapku dan berkata, "Begini Lisa. Karena situasi ini tidak pernah terpikirkan oleh ayahandamu ini. Ayahanda sekarang akan mengirim mu ke tempat kakek mu di tengah kota kerajaan Leoport dan memindahkan sekolahmu juga disana."


Aku pun terkejut akan perkataan yang yang sangat berbeda sekali dengan adegan ini yang aku tahu bahwa Lisa harunya akan dijadikan biarawati itu.


"Apakah itu benar ayahanda. Tapi kan ini terlalu sangat mendadak untukku."


Walaupun sebenarnya aku senang mendengar berita ini bahwa aku tidak jadi di kirimkan ke sebuah pinggiran kota kerajaan ini. Namun satu hal yang pasti ini membuka sebuah jalan baru agar aku tidak mendapatkan hidup tersiksa.


"Maafkan aku Lisa, namun ini semua demi kebaikanmu. Karena jika kamu ada disini dan juga masih bersekolah disini aku tidak akan kuat melihat dirimu nantinya menderita. "


Ucapan ayahanda memang ada benarnya. Jika aku terus bersekolah disini aku pasti akan dijadikan bahan ejekan dari anak-anak bangsawan yang bergabung dengan faksi pangeran Pabio.


Mungkin kalian belum tahu sebelumnya. Bahwa di Kerajaan ini karena raja yang sekarang yaitu raja Riflessivo Luckham memiliki dua anak laki-laki yaitu pangeran pertama yang bernama Edinburgh Luckham.


Keberadaan yang aku dengan pangeran pertama sedang belajar ke luar negeri, karena dirinya yang diluar negeri para bangsawan yang tidak suka akan dirinya itupun membuat sebuah fraksi dengan mengatasnamakan fraksi pangeran kedua


Fraksi di Kerajaan ini menjadi tiga bagian yaitu Fraksi pangeran pertama. Fraksi pangeran kedua serta Fraksi Netral.


Keluargaku masuk ke dalam Fraksi netral karena dari dahulu kala keluarga kami memamg lah sangat besar dan juga silsilah keluarga kami dan juga menjadi penyatu bagi masyarakat begitulah yang aku temukan dari masa lalu keluargaku ini saat membaca-baca buku sejarah di dalam perpustakaan keluarga.


"Namun apakah itu tidak akan memakan banyak biaya jika aku dipindah sekolahkan saat ini juga. Karena ayahanda tahu sendiri sekolahku tidak sampai setahun lagi untuk lulus, jika seperti itu lebih baik aku tidak sekolah ayahanda. "


"Apa maksudmu tidak sekolah Lisa. Apakah kamu sudah hilang harapan? Kau tahu Yah melakukan ini demi kebaikanmu Lisa, jika kamu masih sekolah disini kamu pasti menjadi bahan omongan dan juga takut akan mental mu yang menjadi depresi."


"Iyah Lisa betul akan perkataan ayahandamu itu Lisa. Lagi pula kamu disana akan tinggal dekat dengan kakek serta akan beri wilayah untuk kamu urusi disana." Ucap ayahku juga.


"Baiklah kalau memang begitu keinginan kalian ayahanda ibunda aku tidak akan menolak."


"Baiklah kalau begitu besok kamu akan pergi kesana yah aku sudah mengirimkan surat ke kakek mu dan juga sudah memindahkan dokumen sekolah mu."


Begitu kata ayahku dan aku pun mengikuti perintahnya dan berpamit kepada orangtua ku.


"Baiklah kalau begitu ayahanda dan ibunda aku akan membereskan barang-barangku di kamar aku izin undur diri."


Ayahku mengizinkannya dan aku langsung keluar dari ruangan ini menuju ke kamarku.


Sesampainya di kamarku, nampaknya para pelayan sedang membereskan barang bawaan yang penting untukku dan memasukkanya ke dalam koper.


Tidak berselang lama aku kedatangan kembali ibunda ke kamarku dengan di belakangnya ada seorang pelayan wanita di belakang mengikutinya dan berkata.


"Lisa aku akan memperkenalkan pelayan barumu. Ini adalah Fenny dia akan menjadi pelayanmu di tempat kakekmu nanti untuk mengurus segala keperluanmu disana dan tidak hanya itu saja Diana pun akan ikut denganmu kesana."


"Perkenalkan Nona Lisa nama saya Fenny saya akan menjadi pelayan yang baik untuk anda mohon bantuannya mulai sekarang." Ucapnya nya sambil membungkuk memberi hormat padaku.


"Baiklah mohon bantuannya juga yah Fenny." Ucapku kepadanya.


"Yasudah kalau begitu ibu akan kembali ke ruangan ku sekarang." Ucap ibuku kepadaku.


"Baiklah kalau begitu ibu."


Lalu ibuku pun pergi dari kamarku, sementara Fanny masih berdiri menunggu perintah dariku lalu akuberkata.


"Fanny tolong bantu aku membereskan barang-barangku yang lain itu yang akan dibawa yah." Ucapku sambil menuduh ke arah buku yang ada di rak bukuku.


"Baiklah nona Lisa." Ucapnya.


Fanny pun langsung mengambil buku-buku yang ada di rak dan membantuku membereskannya dan setelah itu aku dan diapun seharian membereskan barang-barang dan kamarmu dan tak terasa hari mulai siang. Aku menyuruhnya untuk ber-istirahat.


"Yasudah Fanny lebih baik kamu beristirahat saja kembali ke ruangan mu nanti bila aku membutuhkan pertolongan mu aku akan memanggil mu."


"Baiklah nona aku permisi dulu." Ucapnya sambil meninggalkan ruanganku.

__ADS_1


Perutku mulai bersuara yang menandakan perutku lapar dan pergi ke ruang makan untuk makan siang, lepas habis makan siang aku berjalan-jalan ke taman yang ada di halaman belakang rumahku melihat bunga-bunga juga membaca buku di perpustakaan dekat taman yang biasa aku kunjungi.


__ADS_2