
Kami telah sampai dimana tempat kerja Lucas berada.
"Perjalanannya ternyata memakain waktu cukup lama juga yah Lucas."
"Yah begitu lah Lisa. Karena keterbatasan modal jadi aku hanya bisa membuka bengkel di tempat paling ujung wilayahnya di ibukota ini, karena harga sewanya cukup murah jadi aku bisa menghemat biaya pengeluaran pertama."
Masuk akal sih apa yang di katakan oleh Lucas.
Kami turun dari kereta dan kereta kuda pergi menjauhi kita sebelum kami masuk ke dalam pabrik yang di pimpin oleh Lucas ini.
Aku berdiri di di sebelah Lucas dan melihat bangunan besar tempat kerjanya Lucas.
"Wah besar juga bangunan tempat kerjamu Lucas."
"Lumayan lah, namun tidak sebesar perusahaan ayahmu Lisa. Walaupun ini juga aku meminjam uang modalnya dari ayahmu."
Sambil tersenyum kepadaku.
"Menurutku segini pun sudah termasuk hebat Lucas. Aku sangat kagum kepadamu setelah beres pendidikan perguruan tinggi kamu langsung membuka bisnis."
Lucas tertawa kecil mendengar perkataan dariku itu kemudian dirinya tersenyum dan mengelus-elus kepalaku.
"Bisa saja kamu Lisa berkata seperti orang dewasa. Ayo mending kita masuk ke tempat kerjaku, jika kamu lama diluar sini kulit putih susu mu itu lama-lama bisa menghitam terbakar sinar matahari."
Dia menawari diriku masuk dibarengin dengan perkataan ejekan nya itu padaku.
"Kalau soal hal mengejek aku kamu memang paling ahlinya yah Lucas."
Berjalan melangkah menuju tempat kerjanya Lucas. Lucas berjalan di depanku sementara aku mengikuti dari belakang.
Kami sampai di depan pintu masuk. Lucas membuka pintu sambil berjalan dan berkata padaku.
"Selamat datang di bengkel kerjaku Lisa. Ayo silahkan masuk."
Setelah pintu dibuka hal pertama yang aku lihat adalah karyawan yang sedang bekerja dengan penuh keringat, suara ketukan palu yang sedang memukul besi menyala merah habis keluar dari tungku pembakaran. Suara gergaji yang bergesek saat memotong kayu serta masih banyak lagi.
"Selamat datang bos."
Lucas mengangkat tangannya setiap kaki pegawai yang menyapanya. Aku dan Lucas berjalan melewati mereka ke arah dimana ada sebuah pintu lagi di depannya.
Lucas membuka pintu itu.
"Silahkan masuk. "
Aku masuk dan melihat di ruangan yang saat ini aku kunjungi ada beberapa karyawan serta karyawati sedang duduk di masing-masing meja kerja mereka. Tumpukan kertas dokumen-dokumen di meja mereka masing-masing dari mereka terlihat sangat sibuk.
Seperti di ruangan sebelumya banyak sekali yang menyapa kedatangan Lucas, walaupun mereka tampak sangat sibuk.
Aku bisa menyimpulkan hanya dari melihat sikap pegawai-pegawai bahwa Lucas sudah menjadi sosok pemimpin yang baik bagi mereka.
__ADS_1
Laku seorang wanita menghampiri Lucas sambil membawa secarik kertas.
"Permisi tuan Lucas ini ada sebuah dokumen yang harus segera anda tanda tangani."
"Baiklah, bisakah aku melihatnya dulu, nanti setelah aku tanda tangani aku akan memanggilmu lagi. "
"Silahkan tuan. "
Karyawati Lucas menyerahkan kertas dokumen itu, Lucas mengambilnya.
"Baiklah kamu boleh kembali ke tempatmu."
Setelah itu kami meneruskan kembali melewati mereka dan menuju ke arah pintu kembali dimana kita akan ke ruangan selanjutnya yaitu ruang kerja Lucas.
"Silahkan kamu masuk duluan?"
Sambil membukakan pintu, Lucas mengijinkan ku untuk masuk terlebih dahulu.
"Terima kasih Lucas."
Aku masuk ke dalam laku diikuti oleh Lucas dari belakang.
"Silahkan duduk Lisa maaf yah ruangan nya sederhana dan juga berantakan karena aku sedang sibuk-sibuknya dengan dokumen laporan perdagangan barang ku."
Ucap Lucas. Memang benar ruangan ini tidak kecil ataupun besar. Disini hanya ada meja kerja nya yang penuh akan dokumen, kemudian tiga buah kursi dimana yang satu menjadi yang selalu dia duduk serta dua laginya untuk tamu.
"Maafkan yah Lisa disini berantakan."
"Santai saja Lucas."
Entah mengapa tumpukan dokumen-dokumen di atas meja mengingatkan ku akan saat aku bekerja di kantor saat menjadi Yuki.
"Lisa apa kamu ingin minum atau sesuatu? "
"Aku ingin teh lemon si. Akan tetapi lebih baik kamu rapihkan dulu mejamu itu Lucas biar tidak ada dokumen yang tercampur dan tidak berantakan."
"Santai saja Lisa. Yasudah aku buatkan untukmu Lisa kebetulan ada karyawanku yang sering minum teh lemon jadi pasti ada stoknya di dapur kantor. "
Dia menjawab pertanyaan ku sambil keluar dari ruangan untuk membuatkan aku lemon tea. Tak lama ia pun kembali sambil membawa dua gelas minuman yang satunya pun di berikan padaku dan yang satunya lagi pun untuk diminumnya lalu akhirnya pun melanjutkan kembali obrolan kami yang tertunda.
"Lisa aku minta tolong bisa kamu coba terangkan gambaran dari shockbreaker itu"
Lucas yang sedang berdiri di sampingku sambil memegang gelas minumannya.
"Oh baiklah aku akan terangkan. Boleh aku meminta alat untuk menggambarnya dan buku gambar kosong ada gak ."
Itu ucapku kepada Lucas.
"Ohh ada nanti ku carikan dulu."
__ADS_1
Iya pun meletakkan gelasnya di mejanya yang ada di depanku lalu mencari-cari alat tulis dan kertas . Tak lama ia pun menemukan nya dan menyerahkannya padaku sambil berkata
"Ahh ketemu. Ini dia Lisa silahkan gunakan sesuka hatimu."
Setelah ia menyerahkan alat tulis dan kertas gambar padaku aku pun memulai mengerjakannya dan berkata
"Baiklah akan ku gambar sketsa dan bahan-bahanya disini oke."
Dan akhirnya selesai aku membuatnya dan menanyakan pendapatnya.
"Bagaimana menurutmu bagus tidak ideku?"
Lucas membalas perkataan ku yang terkagum dengan gambar ide buatanku.
"Wah bagus Lisa ini pasti akan laku di pasaran. Baiklah karena ini adalah idemu nanti duap uluh persen penjualan nya akan di kasihkan ke kamu.."
Aku menjawab sambil melambaikan kedua tangan ku seatas dada
"Tidak usah Lucas karena aku hanya ingin membantumu mengembangkan."
"Janganlah begitu Lisa karena ini adalah idemu jangan menolak yah kalo tidak aku tak akan menganggap kita saudara lagi."
Berkata begitu sambil memegang kedua tanganku karena ucapan itu aku pun akhirnya menerima tawaran itu dan Lucas nampak terlihat senang.
Aku teringat akan jadwal pesta yang diadakan malam ini dan berkata pada Lucas.
"Oh iya Lucas maaf sebelumnya, sepertinya aku harus segera pulang karena malam ini akan ada pesta yang di adakan oleh Pangeran Pabio."
"Oh iya betul. Yasudah aku akan antar kamu pulang segera sambil sekalian aku pun akan pulang dan menghadiri pesta itu."
Aku beranjak dari duduk ku. Lalu kami bersiap-siap untuk pulang. Sampai di luar kantor dia menepuk tangan sebanyak tiga kali sebagai isyarat untuk mereka berhenti bekerja.
Karyawan yang ada di ruangan itu seketika menghentikan tangan mereka yang bekerja.
"Maaf untuk semuanya saya mohon perhatiannya."
Karyawan serta karyawati yang ada disana seketika melihat ke arah Lucas.
"Maaf untuk karyawan ku sekalian dikarenakan ada acara Kerajaan malam ini aku memutus bahwa semua karyawan harus segera pulang sekarang."
Lalu Lucas mencari sekretarisnya dan berbicara kepadanya dan menyuruh dia untuk mengumumkan berita ini ke semua pegawainya yang ada di bengkelnya untuk pulang cepat.
Dan setelah selesai itu kereta kudanya pun datang dan kami pun naik dan meminta kepada pelayannya untuk ke kediaman ku.
Setelah lamanya di perjalanan kami pun sampai di rumahku dan aku pun turun dari kereta kudanya dan berkata padanya.
"Terima kasih yah Lucas telah mengantarku pulang."
"Iyah sama-sama Lisa."
__ADS_1
Toh jawabnya sambil kereta kudanya berjalan perlahan meninggalkan kediamanku.