DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN

DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN
Chapter 28


__ADS_3

"Apakah benar kalian tidak mengetahui apa itu coklat? "


Mereka tetap kebingungan akan pertanyaan ku itu.


"Memang cokelat itu apa Linda? "


Fanny menanyakan itu. Nampaknya aku harus menerangkan ini dari awal. Namun jika ini diketahui oleh para penduduk, mereka pasti bisa membuatnya namun juga bisa menyebarkan rahasia yang akan aku buat sebagai ide bisnis ini.


"Jika kalian tidak tahu tidak mengapa. Namun aku ingin tahu apakah lahan ini sudah masuk ke kekuasaan Earl Kellisson atau masih ada hak punya salah satu warga desa Landro, kepala desa Drumm? "


Kepala desa Drumm sedikit terkejut akan pertanyaan ku yang secara tiba-tiba, karena baru saja aku membuat sebuah keributan masalah urusan cokelat.


"Anuu. Ahh untuk lahan ini aku rasa ini tidak termasuk tanah berpemilik. Jadi bisa disimpulkan bahwa ini adalah milik negara yang diberikan kepada tuan tanah Marquis Robert Alson. "


Jika seperti yang dikatakan oleh pak kepala desa berarti ini adalah tanah milik pemerintah kerajaan yang serahkan kepada kakek. Ini adalah keuntungan yang sangat besar karena lahan yang luasnya puluhan hektar ini penuh di tumbuhi oleh tumbuhan kakao.


"Jika begitu itu sangat bagus. Kalau begitu kita sudahi saja sampai disini karena nampaknya hari sudah semakin sore."


Rasa penasaran ku sekarang sudah mulai sedikit hilang akan desa Landro ini, namun betapa ajaib nya juga bahwa aku bisa menjumpai lahan yang penuh pohon kakao yang bisa menjadi sebuah aset berharga bagi bisnisku ini. Dan sekarang aku harus segera kembali ke kediaman dan memikirkan rencananya secara detail dan matang.


Aku berjalan ke arah pohon kokoa itu dan memetik satu buah yang sudah masak. Setelah itu aku kembali lagi dan kami pun memulai perjalanan keluar dari perkebunan ini.


Setelah kembali ke dalam desa Landro saya dan yang lainnya berpamitan ke kepala desa Drumm untuk kembali ke kediaman.


...****************...


Setelah dua hari sudah terlewat setelah berkunjung ke desa Landro. Tumpukkan dokumen saat ini tidak terlalu banyak seperti saat aku datang pertama kali ke mansion, karena aku telah menyelesaikan masalah-maaalah yang ada di dokumen itu.


Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah aku belum sekali menyentuh tentang bagaimana cara menyelidiki surat yang saat itu aku ambi dari kepala desa Drumm.


Akh terlalu banyak begadang serta saat kembali dari desa Landro dua hari yang lalu aku di banjiri dokumen yang sangat banyak sampai akhirnya aku harus begadang menyelesaikannya.

__ADS_1


Padahal suasana siang hari ini begitu cerah pas sekali untuk bekerja, namun entah mengapa tubuh ini begitu tidak kuat untuk bekerja, mataku begitu berat ingin sekali aku tidur di kasur empuk tidur nyenyak.


"Maafkan saya nona, karena kami kurang kompeten alhasil harus melibatkan banyak masalah ini ke anda."


Begitulah Andreas dengan wajah murung bersalah ia tunjukkan kepadaku sambil berdiri memegang beberapa kertas di tangannya.


Aku menyandarkan wajahku di telapak tangan kiri sambil memiringkan kepala sekitar dua puluh derajat ke arah kiri.


"Tidak apa Andreas. Ini sudahlah kewajibanku karena sudah di percaya oleh kakek mengurus wilayah Fizkar. Ku harap kerja keras ku ini tidak sia-sia dan membawakan hasil bagus serta sejahtera kepada seluruh penduduk di Fizkar ini. "


Jujur memang ini melelahkan untukku, bukan karena tubuh ini walaupun memang salah satu faktor nya itu. Namun yang paling membuatku capek sekaligus cemas adalah bagaimana aku menjelaskan nya yah. Mungkin seperti dimana wilayah ini sudah di ambang kehancuran ekonomi di setiap pelosok desa di wilayah Fizkar ini.


"Karena terlalu sibuk dua hari ini aku sampai lupa ingin menyerahkan sesuatu kepadamu Andreas. Dimana aku menyimpan nya yah. "


Aku lupa menyimpan amplop surat yang berisikan tulisan serta cap serikat pedagang yang dibuat Earl Kellisson. Aku mencari mulai dari sela-sela dokumen siapa tahu surat ith terselip tumpukkan dokumen, namun aku tidak berhasil menemukan di tumpukkan dokumen kemudian aku membuka laci meja kerja ku ini akhirnya ketemu dia berada tepat paling atas di tumpukkan kertas dalam laci meja kerja.


Aku menyerahkan ya kepada Andreas.


"Aku mendengar kamu sering memeriksa surat dari serikat pedagang untuk menyetujui mereka menjual atau membeli barang di kota Fizkar untuk dibawa ke kota lain. Oleh karena itu kamu pasti sangat mengetahui mana cap yang palsu serta cap yang asli dari serikat pedagang. "


"Baiklah nona Lisa akan saya laksanakan."


"Oke, aku menunggu kabar baik darimu."


Andreas kemudian pergi dari ruang kerjaku. Di saat Andreas keluar ruangan di saat itu pula Fanny dan juga Diana masuk ke ruangan ini. Diana mendorong sebuah troli makanan, entah apa menu makan siang hari ini yang dia bawa.


"Maaf nona bisakah anda istirahat sebentar untuk makan siang."


Ucap Diana dengan lembut. Namun aku belum bisa beranjak dari meja kerjaku ini karena ada sedikit tumpukkan dokumen yang harus aku cek dan tanda tangani.


"Maaf Diana, nanti saja yah setelah pekerjaan ini selesai."

__ADS_1


Senyumku dengan rasa sedikit bersalah. Seperti biasa ekspresi ke khawatiran nampan begitu jelas dari Diana terhadapku. Namun apa daya aku saat ini belum bisa meninggalkan pekerjaan.


"Permisi nona, tadi Diana berucap kepadaku bahwa anda memanggil saya. Apakah benar? "


"Yah benar sekali Fanny. Fanny aku ingin kamu menyelidiki sesuatu tentang Earl Kellisson ini. Dimana dia tinggal, terus tentang bisnis apa saja yang dia jalankan dan juga catatan-catatan tentang kehidupannya sampai sekarang."


Sontak Fanny terkejut karena mendapatkan tugas seperti itu dari ku, akan tetapi wajah terkejut nya itu hanya sesaat dalam hitungan tidak lebih dari sepuluh detik ekspresi nya kembali berubah. Ekspresi dirinya kembali menenangkan dan melihat ke arahku.


"Maaf nona aku tidak mengerti kenapa anda memberikan tugas seperti ini kepada saya. Itu bukanlah keahlian saya."


Fanny mengelak akan perintah ku ini. Namun aku tahu bagaimana dirinya tidak bisa menolak perintah ini karena aku tahu tentang rahasia miliknya.


"Fanny bisakah kau mendekatkan telingamu itu padaku. "


Fanny sedikit kening, akan tetapi dia menuruti apa yang aku pinta. Dia mendekatkan telinganya padaku. Kemudian aku berbisik.


"Fanny jangan kau berpura-pura lagi. Kamu pikir aku bodoh. Aku tahu kamu dahulunya adalah seorang komandan pasukan pengintai khusus di Kerajaan Marsiey. Akan tetapi karena ada sebuah insiden tentang kebocoran rahasia milik raja kau pun akhirnya di pecat dan seharusnya kamu telah di hukum mati, namun orangtua ku menutupi semua itu dan menganti dirimu yang harusnya di eksekusi mati dengan wanita lain karena kamu pasti sangat berguna untuk mengumpulkan informasi setiap fraksi oleh ayahku kan."


Matanya melotot seakan akan keluar, dia nampaknya sangat terkejut karena diriku mengetahui rahasia tentang dirinya. Aku bisa mengira dalam hati Fanny sekarang pasti berkata 'Dari mana gadis ini mengetahui rahasiaku! Pasti dari orangtua nya membocorkan asal usulku. '


Lalu aku berbisik kembali.


"Jika kau menganggap aku mengetahui informasi tentang dirimu dari orangtua ku kamu salah besar. Asal kamu tahu aku mendapatkan rahasia mu dari koneksi milikku yang ada di Marsiey. Dan saat ibuku mengumumkan bahwa aku akan mendapatkan kan pelayan pribadi yaitu kamu, aku langsung menyelidiki siapa yang akan menjadi pelayan pribadiku itu dan bagaimana latar belakang, hasil kerja dia serta keluarganya."


Setelah itu aku memundurkan wajahku lalu tersenyum kepadanya. Fanny untuk beberapa saat mematung, dia pastinya tidak menyangka bahwa aku akan menyelidiki tentang dirinya.


Fanny melihat ke arahku dan menarik nafas panjang menenangkan dirinya sendiri.


"Jadi bagaimana jawabanmu. Akun tidak menerima penolakan oke. "


Fanny tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah saya akan menerima perintah yang anda berikan kepada saya. Kalau begitu saya permisi."


Tidak banyak bertanya, Fanny membungkuk memberi hormat kepadaku setelah itu pergi dari ruangan ini dengan langkah tanpa keraguan.


__ADS_2