DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN

DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN
Chapter 11


__ADS_3

Setelah Raja memberi sambutannya, dirinya pun langsung berdiri dari singgahsana dan berjalan ke tengah aula. Pangeran serta pengawal mengikuti Sang Raja dari belakang.


Satu per satu orang berjalan mendekati sang Raja. Para bangsawan itu berjalan Berbondong-bondong sambil membawa hadiah untuk raja. Sampai akhrinya Raja pun dikerumuni oleh banyak orang namun walaupun mereka mengerumi Raja tapi mereka masih tertib.


Sir Jonathan Rosberg yang sebagai ajudan istana berjalan mendekat ke samping sang raja. Sementara itu pangeran pun meminta izin kepada sang raja dengan berkata.


"Ayah aku mohon undur diri dulu untuk menemui nona Lisa Rosberg."


Sang raja pun membalas perkataannya.


"Silahkan anakku kamu datangi dia nanti aku menyusul setelah aku beres mengobrol dengan mereka."


Pangeran berjalan pergi meninggalkan raja lalu berjalan menuju tempat ke arah dimana Lisa berasa.


Sementara itu Lisa yang asyik sedang mengobrol bersama teman-temannya pun terkaget saat melihat bahwa pangeran Pabio saat ini sedang berjalan menghampiri mereka.


"Hey teman-teman pangeran berjalan ke sebelah sini. " Begitulah kata Lisa yang sadar akan ada kedatangan Pangeran Pabio ke tempat perkumpulan nya saat ini.


"Biarkanlah pangeran Pabio kearah sini, karena dirinya pasti ingin menemui sang nona Lisa yang sebagai tunangannya yang cantik."


Balas Melfina begitu. Lisa sedikit tersenyum canggung akan omongan yang dikatakan Melfina barusan.


Tak lama Pangeran pun sampai dan berhenti di depan Lisa dan teman-temannya. Pangeran Pabio menatap Lisa dengan sedikit tajam.


Namun nampaknya Lisa sangat tegang dan canggung saat ditatap terus oleh Pangeran Pabio Luckham.


"Selamat malam pangeran Pabio, semoga kesejahteraan menyertaimu."


Lisa serts teman-temannya membungkuk memberi salam dengan sangat sopan.


"Selamat malam semuanya. Semoga kesejahteraan menyertai kalian semua."


Balas sapaan kami oleh Pangeran Pabio dengan sopan pula.


Pangeran Pabio pun melirik, melihat ke arah Lisa. Jantungnya berdetak sedikit cepat dari biasanya karena ditatap tajam oleh Pangeran Pabio.


"Ketampanan nya itu membuat tak sehat jantungku." Dalam hati Lisa berkata demikian.


Setelah menatap wajah Lisa sedikit lebih lama, pangeran Pabio pun melihat ke arah teman-temannya Lisa.


"Bagaiamana kabar anda Nona Lisa? apa kabarmu baik-baik saja." Begitu kata pangeran Pabio kepada Lisa yang tertunduk sedikit malu.

__ADS_1


"Kabarku baik Pangeran Pabio Luckham, lalu bagaimana kabar adna sendiri? "


"Kabarku juga baik Lisa,. Oh iya sebenarnya aku mendatangimu ini aku ingin menyampaikan sesuatu padamu!" Begitu kata Pangeran Pabio kepada Lisa dengan wajah serius.


"Iya? "


Lisa memiringkan kepalanya karena dirinya pura-pura tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Pangeran


"Aku sebernarnya tahu apa yang ingin kau sampaikan itu dasar pangersn sialan. Nampaknya adegan dimana Lisa akan di permalukan di pesta ini akan dimulai. "


Dalam kata hatinya Lisa berkata demikian.


"Jadi apa yang sebenernya ingin anda sampaikan kepada hamba pangeran Pabio."


Sambil mengepal kedua tangan menahan amarahnya, Lisa berkata dengan senyuman seperti itu.


"Sebenarnya aku akan memutuskan pertunangan kita. "


Dengan sangat enteng nya Pangeran Pabio berkata begitu kepada Lisa. Rsut wajah senyum Lisa seketika berubah sangat terkejut akan apa yang baru saja dia dengar.


Wajah terkejut kecewa Lisa nampak sangat natural walaupun sebenarnya itu hanyalah ekspresi palsu.


"Ma-ma-ma-maaf mak-sud anda pangeran. Aku, aku tidak mengerti apa yang anda maksudkan itu."


Akan tetapi beda dengan hati Lisa dia tertawa senang kegirangan akan ucapannya yang gagap itu.


"Sial aktingku apakah ini sudah bagus. "


Pangeran Pabio dengan tatapannya yang tajam seperti merendahkan kepada Lisa berkata kembali.


"Mulai detik ini aku memutuskan pertunangan ini dengan dirimu Lisa Rosberg. Ini karena aku akhirnya sudah menemukan wanita idamanku."


Dengan tegas pangeran Pabio mengucapkan itu sampai-sampai semua orang yang ada disana pun bisa mendengarnya.


Perkataan tegasnya membuat Lisa kaget sekali, namun pada kenyataannya sikapnya itu Lisa hanya berpura-pura.


Lisa lekas memegang dadaku seakan terasa sakit akan baru saja apa yang dia bicarakan itu. Dan bukan hanya itu pula, Lisa berakting nafasnya seakan sesak kemudian terhuyung sampai terjatuh duduk sambil menundukkan kepala tepat di hadapan pangeran Pabio.


"Bajingan pria ini terang-terangan berkata begitu dan tanpa ampun kepadaku. Asal kamu tahu saja aku bukan lagi Lisa yang kau kenal sialan. "


Dalam hati Lisa berguman seperti itu.

__ADS_1


Lalu ada seorang wanita muda berjalan mendekat melewati sela-sela orang yang berkumpul dekat Pangeran Pabio.


Sampai di dekat Pangeran Pabio dirinya seketika memeluk tangan nya Pangeran dengan raut wajah yang cemas. Sontak Lisa mendangahkan kepalanya dan melihat kearah mereka berdua.


"Lisa dengan ini aku putuskan pertunanganku dengan kamu telah usai. Dan sekarang aku mengumumkan calon yang akan mendampingiku, wanita yang paling berhati mulia nanti lembut sepeti bidadari dia adalah Lady Carmelia ini."


Dengan perkataan yang sombong keluar dari mulutnya, Pangeran Pabio mengumumkan, memuja-muja wanita baru saja ada di sampingnya itu kepada semua yang hadir di pesta.


Sontak Lisa, Raja, Orangtua Lisa dan tamu lainnya yang hadir disana terkejut bukan main atas apa ucapan Pangeran Pabio.


"Apa maksudnya ini Pabio! Apa kamu susah gila berbicara begitu di depan semua orang ini !!"


Lantang Sang Raja berkata kepada anaknya itu.


"Aku tidak gila ayahanda. Inilah yang ingin aku umumkan dari sekian lama bahwa sebenarnya ini yang saya inginkan. Dan lagi pula yang pertama memaksa untuk betunangan dengan Lisa adalah anda sendiri ayahanda. Beda dengan ini adalah keinginanku."


Begitulah dengan santainya Pangerang Pabio berkata kepada Raja Riflessivo de Luckham yaitu ayahnya.


"Entah aku yang salah mendidik ku atau bagaiamana. Lebih baik kamu tarik lagi kata-kata itu jika tidak ingin menyesal anakku? "


"Aku tidak akan menarik kembali ucapku karena memang pertunangan ini tadinya hanya disetujui oleh ayah dan keluarga Lisa kan sementara aku hanya menjadi korban dari pertunangan ini." Balas kembali ucapan Pangeran Pabio kepada ayahnya.


"Tapi bukan begini caranya Pabio engkau mempermalukan ku di acara sebesar ini dan juga mempermalukan keluarga Duke Rosberg kalau begini caranya."


Raja serta pangeran terus saling berselisih di hadapan Lisa serta semua orang yang hadir disana.


Lisa hanya bisa menyaksikan pertikaian mereka dengan senyum di dalam hatinya merasa puas saat ini pangeran pasti akan di pandang jelek oleh sebagian bangsawan.


Namun di satu sisi entah mengapa air mata mengalis dari pelipis matanya.


"Kenapa Lisa apakah engkau segitu menyukai pria ini sampai-sampa meneteskan air mata serta rasa sesak di dada ini yang aku rasakan sekarang."


Dalam Hati Lisa yang tubuhnya saat ini telah menjadi milik Yuki sepenuhnya masih terdapat sisa sisa rasa cinta dari Lisa yang terdahulu.


Ayah, ibu Lisa, Melfina serta Risa mendekat ke arah Lisa dan membantunya bangkit dari tersungkur duduknya itu.


"Lisa kemarilah!"


Ucap ibunya yang memeluk Lisa dengan erat.


"Lisa, lisa apakah engkau tidak apa-apa".

__ADS_1


Tak terasa air matanya terus mengalir sudah tak bisa terbendung lagi. Melfina dan Risa memeluk juga, namun pelukan mereka hanya membuat air matanya semakin deras. Tapi isa saat itu hanya bisa terdiam dan tanpa sadar dirinya tidak sadarkan diri.


__ADS_2