
Pagi telah tiba. Tubuhku sedikit terasa sakit akibat perjalanan kemarin menuju kemari.
~knok knok~
Suara pintu diketuk terdengar, namun karena masih mengantuk aku masih belum beranjak dari tempat tidurku sama sekali dengan mata yang masih tertutup juga walaupun aku mendengar ketukan pintu itu sih.
"Nona Lisa aku masuk yah."
Begitulah kata Fanny pelayan pribadiku sambil membuka pintu dan masuk ke kamarku.
Mungkin karena ini sudah sedikit lewat dari waktu sarapan pagi, bisa ketebak pasti Fanny membawa makanan dan minuman di atas baki untukku.
"Nona aku telah membawakanmu milk tea dan juga roti lapis."
Sudah tertebak seperti apa yang aku pikirkan. Aku perlahan membuka mataku, lalu bergeser dan duduk di ujung kasur.
"Terima kasih Fanny kamu sangat perhatian sekali."
"Tidak nona. Ini memang sudah tugas saya."
Bisa kamu berikan susu itu, aku sedikit haus baru bangun tidur ini." Ucapku sambil tersenyum kepada Fanny.
"Ini nona silahkan."
Fanny menyerahkan segelas milk tea, aku menerima, dan meminumnya, gelas yang dipakai saat ini adalah terbuat dari keramik yang bermotif bunga mawar warna biru yang berisikan milk tea dan memegangnya dengan elegan lalu minum dengan perlahan.
Terasa menenangkan setelah meminum itu seperti ragaku pun kembali segar. Lalu menaruh kembali gelas itu ke tempat semula dan berkata.
"Fanny milk tea ini enak sekali jarang-jarang aku menemukan rasa yang khas begini dari mana kami belajar." Ucapku kepada Fanny yang berdiri di depanku.
"Iya Nona , aku belajar membuat milk tea ini dari Nyonya, Nona." Ucapnya.
"Oh begitu dari ibunda ku yah pantas saja rasanya tidak asing saat di minum, terima kasih yah Fanny." Jawabku sambil tersenyum kembali kepadanya lalu iapun membalas senyumku.
Setelah itu aku memakan roti lapis yang dibawanya , roti lapis yang renyah diluar namun terasa lembut saat aku mengunyahnya, rasa juicy dan gurih dari daging sapi,rasa sedikit asin dari butter dan juga telur yang ringan berpadu menyegarkan membuatku tak tahan.
"Permisi nona. "
Diana masuk ke dalam kamar dan membungkuk memberi hormat kepada ku.
"Ada apa Diana."
"Nona Lisa kamu di panggil oleh Tuan besar untuk menjumpainya di ruangannya."
"Iya. nanti aku akan ke sana menemui kakek setelah sarapan ku ini selesai." Jawabku kepada Diana.
Aku dengan perlahan memakan sarapan pagi ini walaupun judul na sarapan pagi, akan tetapi ini sepertinya sudah masuk siang hari menurut ku.
__ADS_1
Sehabis selesai aku beranjak dari tempat tidur dan mengganti piyama tidur yang ku kenakan ini dengan gaun yang biasa ku kenakan. Setelah itu Fanny pun mengantarku menuju ke ruangan kakekku. Lalu tak kami pun sampai di depan ruangan kakekku yang berlawan arah dari kamarku dan Fanny membuka pintu ruangannya terdengar suara pintu itu saat dibuka.
~clik kreeet~
Setalah itu Fanny pun berkata pada kakek ku.
"Permisi tuan besar. Nona Lisa sudah sampai." Begitu ucapnya kepada kakek ku yang sedang duduk di meja kerjanya.
"Yasudah kalau begitu suruh dia masuk. Ucap kakek ku yang sedang melihat-lihat kertas dokumen.
Aku berjalan masuk ke dalam dan Fanny menutup kembali pintunya dan pergi kembali menuju ruangannya kembali.
~Jreeg~
Terlihat ruangan kerja kakek ku yang besar dan dihiasi oleh banyak buku di rak buku dan mejanya dan akupun berkata.
"Ada apa kakek memanggilku ?" Ucapku yang berdiri di depan meja kakek.
"Apa kamu masih ingat apa yang kamu katakan kemarin? "
Aku sangat bingung akan perkataan kakek yang tiba-tiba menanyakan ku pertanyaan yang seperti itu.
"Pertanyaan yang mana kakek? "
Aku bertanya balik karena aku tidak tau apa maksudnya.
Ternyata tentang wilayah yang akan diberikan untuk aku urus itu.
"Aku masih ingat kalau tentang itu."
"Baiklah begini Lisa, aku ingin membahas tentang wilayah yang akan kamu urus nanti ini dokumennya." Jawab kakek ku sambil menyodorkan tumbukkan dokumen di atas kertas ke arahku. Lalu kakek ku pen berkata kembali.
"Lisa aku ingin kamu membacanya dan setelah itu menjawab kembali apakah kamu bersedia atau tidaknya mengurus wilayah Findar yang aku kuasai itu." Ucapnya sambil meninggalkan ruangan ini.
Aku duduk di kursi kosong yang ada di depan kakek ku dan lalu mengambil dokumen yang kakek serahkan dan membaca dokumennya. Di dalam dokumen ini berisikan tentang luas wilayah, jumlah penduduk, dana yang masuk akibat perdagangan, pajak dan sebagainya, laku dana pengeluaran akibat pembangunan infrastruktur perbaikan serta dan lainnya masih banyak lagi.
Ini adalah dokumen sangat penting sekali setiap detail wilayah Findar ada di dokumen yang aku pegang saat ini.
"Tidak hanya itu saja, dokumen yang disana pun adalah dokumen-dokumen laporan dari Findar tahun ini Lisa. "
Begitu lah kakek ku berkata sambil merujuk ke tumpukkan dokumen yang banyak sekali di sebuah meja. Aku menghela nafas panjang karena untuk membaca semua dokumen itu pastinya dapat memakan waktu yang lama, namun disisi lain aku merasa senang karena akhirnya aku dapat sebuah pekerjaan, karena setelah lebih dari sepuluh hari di dunia ini aku belum bekerja sama sekali dan itu membuat aku gatal.
"Banyak sekali Kakek."
."Yah begitulah Lisa. Jadi apa kamu sanggup? "
"Mungkin."
__ADS_1
Balasku sedikit ragu.
"Untuk sekarang aku akan membaca dokumen-dokumen itu dahulu kek. "
"Baiklah, semangat yah Lisa."
Kakek beranjak dari tempat duduknya lalu mengelus kepalaku setelah itu dia pergi keluar ruangan.
Satu per satu aku membaca dokumen-dokumen yang menumpuk tentang Firdar. Semakin aku baca semakin aku mengerti akan masalah kota Findar mengalami masalah krisis ekonomi walaupun begitu warganya tidak merasakan dampaknya untuk saat ini.
***
"..Na Lisa. Nona Lisa."
Tidak terasa hari sudah malam kembali sampai-sampai aku pun tidak sadar bahwa Fanny masuk kedalam ruangan. Aku sedikit terkejut akan kehadirannya itu yang tiba-tiba.
"Kamu mengejutkan ku Fanny. "
"Maafkan aku Nona Lisa."
"Tidak apa-apa , aku maafkan kamu Fanny. Jadi ada apa? "
"Nona Lisa ini sudah waktunya makan malam. "
"Iyah nanti saja Fanny, aku masih belum selesai membaca tumpukan dokumen ini." Ucapku sambil terus membaca dan tanpa melihat ke arah Fanny.
"Tapi nona nanti kamu bisa sakit kalau kamu tidak makan." Jawab Fanny yang merasa khawatir.
"Tidak akan terjadi kok aku sebentar lagi juga selesai membaca dokumen ini." Ucapku sambil melihat ke arah Fanny dan tersenyum untuk menghilangkan rasa khawatir dari Fanny.
"Yasudah kalau begitu." Jawabnya dan kembali ke bawah ke ruangannya.
"Ahhh terasa lelah sekali ternyata membaca semua dokumen ini. Aku yang duku memang terbiasa akan tetapi tubuh Lisa ini memang lemah ternyata." Ucapnya yang dulu sebagai Yuki.
Setelah dua jam akhirnya selesai membaca semua dokumen itu, tubuhku terasa lelah, Fanny pun kembali ke ruangan ini sambil membawa satu gelas air jahe hangat dengan madu di wadah kecil di sampingnya dan menghampiriku lalu menyuguhkannya.
"Nona silahkan minum ini agar kamu kembali segar."
Tak menyia-nyiakan minuman yang di suguhkan Fanny itu lalu aku pun memasukkan dua sendok madu ke air jahe itu lalu meminumnya. Terasa hangat seluruh tubuhku di malam itu dan terasa nyaman sampai ke otakku lalu berkata.
"Terima kasih Fanny kamu sangat perhatian sekali padaku aku menyayangimu." Ucapku kepada Fanny yang berdiri di sampingku.
Fanny pun menjadi grogi dan menjawab. "Sa, sa, sama-sama nona. Ucapnya sambil menunduk malu.
"Baiklah karena sudah selesai aku ingin istirahat dulu dan besok aku akan membahas masalah ini dengan kakek kamu juga istirahat yah Fanny."
Begitu ucapku, lalu berdiri dan berjalan bersama keluar meninggalkan ruangan ini dan lampu ruangan itu pun dimatikan oleh Fanny. Tak lama kamipun sampai di persimpangan berjalan lurus menuju ruanganku sementara Fanny turun melewati tangga menuju ruangannya.
__ADS_1