DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN

DI REINKARNASI KE ZAMAN KERAJAAN
Chapter 12


__ADS_3

Saat aku telah sadar saat ini aku sudah berbaring dikasur empuk di sebuah kamar yang tidak aku kenal. Aku membuka mataku perlahan karena kepalakh saat ini masih sedikit pusing dan juga kesadaranku belum sepenuhnya kumpul.


"Dimana aku sekarang ini? "


Gumamku sendiri karena memang sedari awal aku tidak mengenal sama sekali tempat ini.


"Lisa sayangku akhirnya kamu sudah bangun."


Wajah cemas nampak tergambar jelas dari ibundaku saat ini yang ada di sampingku.


"Ibunda."


Aku mengedip- ngedipkan mata karena masih terasa berat. Ibuku seketika memelukku dengan erat, dan di belakang ibundaku juga ada ayahandaku berwajah cemas pula.


"Sayang maafkan kami, malang sekali nasib anak ibunda di perlakukan seperti itu."


"Ayah pun minta maaf karena tidak bisa menolongmu sepenuhnya saat keadaan di pesta tadi."


Begitu ucap ibundaku sambil mengelus-elus kepalaku dengan wajahnya yang sedih dan juga ayahanda yang berdiri di belakang ibunda menatapku juga sama dengan wajah sedih.


"Kenapa kalian meminta maaf kepadaku ibunda, ayahanda. Aku baik-baik saja kok sungguh. Kalian tidak perlu bersalah seperti itu kepadaku."


Aku mencoba menenangkan mereka, karena saat ini suasana terlalu menyedihkan.


"Mana mungkin kamu baik-baik saja setelah mengalami kejadian buruk seperti itu. Aku tidak percaya bahwa pangeran sialan itu bisa melakukan hal jahat yang sudah melewati batas."


Ibundaku ada disisi kasihan kepadaku dan disisi lain dirinya nampak sangat kesal sekali atas perbuatan yang dilakukan pangeran padaku.


"Aku pun tidak menyangka, aku tahu bahwa ini adalah pernikahan politik serta cinta sebelah pihak darimu saja. Namun ini sudah kelewat batas akan kelakuannya."


Ayahanda ku pun sama marah nya akibat perlakuan pangerang Pabio padaku. Ini seperti sebuah hal baru bagiku, karena sedari dulu aku yang hidupnya sebagai yatim piatu dan di besarkan di sebuah panti asuhan, baru kali ini aku mendapatkan perlakuan yang mengharukan seperti ini dan juga orang-orang yang membelaku.


Hatiku sangat tersentuh akan kejadian ini, hingga tanpa sadar air mataku menetes kembali karena rasa diriku serta rasa dari hati Lisa terdahulu tercampur saat ini.


"Sudahlah ayahanda, ibunda aku beneran kok sudah tidak apa-apa. "


Untuk sesaat keheningan terasa di ruangan ini. Di dalam pikiranku saat ini masih bertanya-tanya sebenarnya ini dimana.


"Ayahanda? "


"Iya ada apa Lisa? "

__ADS_1


"Sebenarnya kita ini dimana sekarang? "


"Kita sekarang lagi ada di ruang tamu di istana Lisa."


Pantas saja kamar ini terlihat megah, ternyata ini ada di bangunan paling bagus di negara ini.


Aku mencoba untuk bangun dari tempat tidur ini karena saat ini membuatku tidak nyaman. Akan tetapi ibuku menahan pundakku dan berkata


"Sudah Lisa sayang sebaiknya untuk saat ini jangan memaksakan dulu bangun. Berbaring saja dulu disini sampai kamu merasa baikan ibu dan ayah akan menjagamu disini kok."


Akh sebenarnya tidak memaksakan diri, karena saat ini memang tubuhkh sudah pulih sepenuhnya.


"Tidak kok ibunda. Aku tidak memaksakan diriku, lihatlah aku sudah baik-baik saja. "


Aku tersenyum ceria dan menunjukkan bahwa saat ini aku baik-baik saja.


"Lagi pula ibunda, ayahanda aku ingin segera pulang dan ingin cepat beristirahat tenang di kamarku."


Ibu dan ayahku saling melirik dan ibunda pun berkata, "Baiklah kalau begitu keinginanmu sayang mari kita pulang."


Lalu ayahku memegangi tangan kananku membantu aku bangkit dari kasur.


"Terima kasih ayahanda."


Sampai di depan halaman aula pesta, kereta kuda milik keluarga kami telah menunggu disana, aku serta ibundaku beriringan masuk duduk dengan santai di dalam gerbong kereta kuda. Sementara itu ayahandu tetap berdiri diluar tidak ikut masuk kedalam sini.


"Sayang bagaimana denganmu apakah kamu akan ikut pulang."


Ibunda berkata begitu kepada ayahanda.


"Tidak Marie sayang. Aku akan disini dulu karena harus membicarakan masalah yang telah di timbulkan Pangeran Pabio tadi dengan Baginda Raja."


"Begitu. Baiklah kalau begitu sayang aku pulang duluan. "


"Baiklah."


Ayahanda menutup pintu gerbong kuda dengan perlahan.


"Josept kita pulang."


Saat itu Josept lah yang menjadi kusir kereta kuda ini. Karena hanya dialah pelayan yang paling terpercaya di keluarga Rosberg kami dan juga ayahku sudah menganggap Josept sebagai ayah kedua, paman serta saudara.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu nyonya."


Josept memecut Kuda-kuda yang menarik gerbong yang kita tumpangi ini berangkat untuk pulang ke kediaman. Sementara itu aku melihat dari jendela kaca kereta kuda ayahhanda melihat terus melihat kepergian kami. pun masuk kembali ke dalam istana.


***


Entah sudah berapa lama waktu berlalu , karena aku tertidur saat menuju perjalanan pulang pada akhirnya sampai di kediaman kami, aku pun samoai di bangunkan ibu saat itu.


"Sayang Lisa sayang ayo bangun kita sudah sampai dirumah." Ucap ibuku sambil menepuk-nepuk pelan tanganku


"Ada apa ibunda? Ohh sudah sampai kah bu baiklah aku turun."


Aku turun dari kereta kuda lalu diikuti oleh ibundaku yang turun terakhir. Disaat kakiku yang sebelah menapakkan nya ke tanah, entah mengapa aku sempoyongan. Ibundaku yang reflesk langsung memegang tanganku agar aku tidak terjatuh ke jalan.


"Apakah kamu baik-baik saja Lisa? "


Wajah cemas serta kaget ibundaku tunjukkan.


"Iya aku tidak apa-apa bu. Terima kasih ibu."


"Hati-hati Lisa."


Aku hanya tersenyum membalas perkataan ibuku itu.


Akhirnya aku di tuntun ibunda sampai menapak jalan setelah itu ibunda melepaskan pegangan tangannya dari tanganku.


Berjalan berbarengan dengan ibuku masuk ke dalam rumah. Dalam rumah di persimpangan tangga karena kamar kamarku dan kamar Ibunda saling berlawanan jalan aku berpamitan kepada ibu.


"Yasudah ibu aku duluann ke kamar. Aku susah tidak tahan ingin cepat beristirahat."


"Baiklah kalau itu inginmu. Hati-hati melangkah di tangganya jangan sampai jatuh."


"Iya ibunda, Selamat Malam bunda." Ucapku sambil memeluk dan mencium pipinya.


"Iya selamat malam sayang."


Aku pergi menaiki tangga yang menuju kamarku sambil terus berjalan perlahan hingga akhirnya sampailah kamarku aku melepas sepatuku dan langsung membanting badanku di kasur.


"Walaupun aku sudah tau alur ceritanya saat memainkan game ini dulu, namun tetap saja yah masih terasa sakit hatinya oleh tubuh ini . Mungkin karena memang Lisa benar-benar sangat mencintainya ya hingga tubuhnya syok begini."


Sambil berbaring aku masih terus memikirkan kejadian tadi. Hingga akhirnya airmata mengucur keluar kembali.

__ADS_1


"Sudahlah dari pada memikirkan hal yang tidak penting lebih baik aku istirahat."


Aku bangkit kembali dari tempat tidur dan mengganti gaun yang ku pakai ini dengan piyama tidur persiapan untuk tidur beristirahat melewati malam ini.


__ADS_2