
Aku sudah tak tahan dengan semua ini, sudah 1 bulan aku bermimpi tidak karuan. Mimpi itu hanya berputar-putar saja bergantian seperti jadwal pelajaran yang tersusun rapi.
Mimpi yang ku alami selalu berlokasi di Rumah gedong bertingkat yang tunggu perempuan gaun merah, atau rumah kayu bertingkat yang ada genderuwo yang selalu berusaha menyakitiku, atau labirin toilet tempat para kuntilanak.
Mimpi terbaik ku hanyalah di selingkuhi oleh mas Jain, atau di kejar orang hendak di bunuh dengan parang mandau. Mimpi itu selalu berganti dan sama, hanya urutannya saja yang berbeda.
Aku menyadari ada sesuatu yang salah. Apalagi dengan sakit yang aku rasakan, kaki ku yang terkadang juga tak bisa berjalan dan yang pusing berputar-putar seakan terjadi gempa.
Aku memutuskan untuk mencari tahu di internet ciri-ciri gangguan jin atau sihir. Aku mengambil ponselku dan mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi padaku.
Aku mendapatkan ayat-ayat ruqiah dari youtube dan mencoba memutarnya. Aku berusaha menghayati setiap ayat Al-Qur'an yang dilantunkan.
Baru permulaan ayat itu dilantunkan aku sudah merinding. Aku merasa sangat merinding dan terancam. Mengapa aku merasa terancam? apakah ayat ini yang membuatku merasa merinding dan terancam?
Ayat Al-Qur'an itu di mulai dengan surah Al-Baqarah, kemudian ayat kursi, dan kemudian aku tidak mengenal surah itu selanjutnya.
Ketika ayat itu di bacakan, aku merasakan panas di kedua paha ku. Rada panas itu berjalan menjalar seakan ada sesuatu yang hidup di area kaki ku.
Rasa panas itu berjalan menuju lutut, aku bisa merasakan dia berada di lutut ku. Kemudian kembali lagi ke area paha. Dan berjalan menjalar ke area lutut dan kaki. Sekarang kaki ku menjadi panas, sesuatu yang tidak masuk akal tapi telah terjadi padaku.
Rasa panas itu berjalan ke ujung jempol kaki. Di sana rasa panas aku rasakan agak lama, sekitar 7-10 menit rasa panas itu sangat nyata di jempol kaki ku dan hilang!
__ADS_1
Lantunan ayat suci Al-Quran terus mengiang di seluruh rumah. Aku masih merasa merinding dan tertekan, aku menyadari semakin aku menambah volume ayat itu semakin aku merasa ketakutan.
Rasanya ingin sekali aku mematikan suara ayat tersebut dan lari sejauh mungkin. Akan tetapi aku menyadari ada sesuatu yang salah dalam diriku. Seakan ada 2 kepribadian di dalam diriku.
Kepribadian yang 1 nya sedang ketakutan. Dan yang satunya lagi bertanya, kenapa aku ketakutan? bukan kah mendengarkan lantunan ayat suci Alquran menyenangkan bagiku? aku suka mendengarkannya. Kurang lebih seperti itulah yang bisa aku gambarkan saat ini.
Dengan sedikit bersabar aku berhasil meruqiah diriku sendiri menggunakan ayat itu. Tak ada perubahan apapun selain rasa panas yang tadi menjalar di area kaki ku tadi. Dan aku merasakan kaki ku lebih enteng sekarang.
Aku mengulang kembali ayat uang berdurasi 30 menit tersebut. Tetapi rasa panas itu tidak muncul lagi, dan aku kembali mengulang hingga ke 3 kali. Tak ada reaksi apapun lagu selain itu. Dan selain ketakutan ku tersebut.
Aku berniat melanjutkan ruqyah esok hari. Karena kalau aku lanjutkan malam hari, aku merasa ketakutan ku akan semakin bertambah. Aku menjadi bingung terhadap diriku sendiri. Aku menyudahi nya untuk hari ini.
Saat malam hari, aku mulai kembali ketakutan tanpa sebab. Terlebih lagi setelah meruqyah diriku sendiri siang tadi. Aku merasa sangat gelisah. Aku memberanikan diri untuk menceritakan apa yang terjadi padaku tadi siang.
Mas Jain yang berbaring sambil main ponsel nya tak menyahut, hanya melirik padaku.
"Mas, tadi siang aku memutar ayat-ayat ruqyah di youtube. Kamu percaya nggak, rasanya ada sesuatu yang menjalar di sepanjang kaki ku, dan rasanya panas. Kemudian terakhir dia di jempol kaki dan hilang."
Mas Jain tak menjawab apapun, dia memang terbiasa seperti itu. Jadi aku juga sudah terbiasa dengan sikap nya yang cuek.
"Mas, aku lagi cerita... kamu kok diam aja?"
__ADS_1
Mas Jain kembali melirik ku. "Kalau gitu besok ayat ruqyah nya di putar ulang lagi."
"Iya, memang itu yang mau aku lakukan." sahut ku.
Malam itu aku tidur agak cepat, sekitar pukul 12 malam. Dan seperti biasa, aku kembali mimpi di rumah kayu bertingkat.
Kali ini aku melihat Einy yang dirasuki. Tubuhnya adalah Einy, tetapi matanya sama dengan mata si Kunti. Aku sangat membenci mimpi itu, seperti rantai deja vu. Tetapi dia anakku. Meskipun dalam mimpi aku akan terus menyelamatkannya!
Aku memanggilnya dan dan berusaha meraihnya. Tetapi dia sangat cepat pergi dari hadapanku. Dan di depanku para makhluk halus menghalangi jalanku untuk mengejar Einy.
Dan lagi-lagi si genderuwo ganas yang selalu menyerang ku. Dia berusaha mencakar dan mencabik-cabikku. Aku sangat membencinya, membenci mimpi ini. Meskipun aku takut, aku juga akan menghajarmu! dalam hatiku mengatakan pada si genderuwo.
Aku membacakan ayat kursi sambil menahan cengkaraman si genderuwo. Ia mencengkeram ku dengan cepat dan kuat. Aku terus mengulang bacaan ayat kursi, hingga kuku-kuku nya yang tajam menembus bahu kanan ku. Kukunya menancap kuat di bahuku dan aku terbangun dari mimpiku.
Astagfirullohalladzim.... aku terbangun dengan nafas terhengal-hengal, adrenalin ku terpacu kuat. Dan sesuatu kurasakan di bahu kananku, sakit!
Aku meringis merasakan sakit di bahuku dan terus menerus beristighfar. Mimpi itu seperti nyata, aku hanya bisa nengelus-elus bahuku dan memerperhatikannya. Aku berharap di sana tidak ada bekas kuku si genderuwo. Aku melihatnya dan lega tak ada bekas apapun. Mana mungkin mimpi bisa menyakiti ku secara nyata? pikirku. Dan aku kembali memejamkan mataku setelah beristighfar dan menyebut nama Allah.
Dan adakah yang bisa merasakan perasaanku saat itu? adakah yang tahu apa yang terjadi saat itu? saat aku memejamkan mata dan mulai bermimpi lagi, kuku genderuwo masih menancap di bahuku. Aku terus melawannya sekuat tenaga ku.
Adakah seseorang yang pernah bermimpi kemudian terbangun, dan saat ia tertidur kembali mimpinya berlanjut?
__ADS_1
Itu terjadi padaku.