Di Santet Tetangga Ku

Di Santet Tetangga Ku
Pertanda Baik


__ADS_3

Aku memutar aplikasi surah-surah Al-Qur'an melalui ponselku. Einy dan mas Jain sudah terlelap tidur dalam balutan selimut mereka. Sedangkan di luar hujan masih sangat deras.


Suasana semakin kurasakan mencekam, aku tak tahan merasakan ketakutan ku ini. Ya allah, berikan aku kekuatan lebih untuk menghadapi semua ini ya Allah. Pintaku dari dalam hati.


Aku mencoba bersabar melawan perasaan ini dan tanpa sadar aku tertidur. Aku tertidur hingga pagi hari. Aku bangun dengan perasaan yang sangat nyaman, tak sedikitpun aku mimpi mengerikan seperti sebelumnya. Mimpi ku malam ini biasa saja, layaknya bunga tidur yang dialami orang normal lainnya.


Alhamdulilah...


Kalimat pertama yang aku ucapkan ketika bangun tidur. Sudah lama sekali aku tidak tidur nyenyak dan mimpi indah, meskipun aku lupa tadi malam apa. Bagiku itu adalah mimpi terindah setelah sekian minggu lamanya.


Ketika mas Jain bangun, aku menceritakan dengan antusias apa yang telah terjadi padaku.


"Mas... kamu mau tahu nggak?"


"Apa?" ucapnya mengambil kopinya di atas meja dan duduk di lantai.

__ADS_1


"Tadi malam aku mendownload aplikasi ayat kursi dan surah Yasin. Aku memutar nya sebelum tidur, dan... tadi malam aku nggak mimpi buruk kayak kemarin-kemarin lagi mas..."


"Oya? baguslah kalau begitu."


"Iya mas, mudah-mudahan aku bisa sembuh."


Tak berapa lama mas Jain berangkat kerja. Sedangkan Einy seperti biasa dia bangun bangkong sehingga memudahkan aku untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Biasanya dia akan bangun setelah pekerjaan rumah ku selesai.


Aku menyirami tanaman cabai ku di depan rumah. Aku melihat Ratih menantu mbah juga sedang menyirami tanaman, tapi aku tak melihat senyuman di wajahnya. Begitu juga anak si mbah, mereka seakan-akan tak melihatku ada di samping mereka.


Setelah selesai menyirami tanaman aku masuk begitu saja ke dalam rumah ku dan mengurusi Einy.


Tak berapa lama aku melihat beberapa orang datang ke rumah si mbah, aku melihat mereka datang untung ke salon si Mbah, melainkan untuk berobat. Salah seorang dari mereka kulihat sedang di bopong oleh 2 orang lainnya. Aku sama sekali tak perduli dengan mereka.


Hari ini, sambil bersantai aku memutar ayat-ayat ruqyah. Setelah selesai, aku juga memutar aplikasi ayat kursi dan surah Yasin yang aku download.

__ADS_1


Dan anehnya, aku merasa sangat ketakutan dan tertekan ketika mendengar lantunan ayat suci Al-Quran. Rasanya aku ingin sekali membanting ponselku jauh-jauh dariku.


Atau aku ingin sekali lari terbirit-birit menjauh. Apakah yang sedang aku rasakan? akan tetapi, dengan pikiran ku yang masih waras, aku berusaha melawannya.


Seharian ini hanya surah-surah itu lah yang aku putar. Karena takut, aku memutarnya dengan suara yang pelan. Hingga hanya aku uang dapat mendengarkannya.


Malam hari, aku juga mengulang memutarnya. Pukul 23.00 malam, kami bersiap tidur. Tetapi aku dengar si Mbah sedang terlibat cekcok dengan suaminya. Terdengar dengan jelas suara barang-baramg yang dibanting dan sesuatu yang pecah. Aku mendengar mereka beradu mulut.


Aku sama sekali tidak tertarik. Namun, dalam hati aku tetap saja mengatai 'kapok' padanya. Malam ini aku berniat memutar aplikasi itu lagi, aku sudah menyiapkan baterainya yang terisi full.


Malam ini aku berhasil melewati malam tanpa mimpi buruk lagi. Keesokan pagi, aku sangat senang dan menceritakan kembali kepada mas Jain.


Siang itu, sekitar habis ashar ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku. Aku membukanya dan melihat tetangga belakang rumahku yang dulu mengantarkan nasi kotak acara kirim do'a untuk mendiang ayahnya. Hari ini dia datang lagi dan memberikan ku 2 nasi kotak lagi, kemudian ia berpamitan.


Aku juga ingat, dulu sewaktu ayahnya masih ada di pernah berkata, kalau aku mengalami gangguan sihir aku tinggal membacakan surah Yasin sebanyak 3x di air dalam gayung. Dan kemudian air itu di tebarkan di seluruh rumah, itu menjadikan sebuah tanda pagar bagi makhluk-makhluk sihir supaya tidak bisa mengganggu lagi.

__ADS_1


Namun, aku percaya kalau itu juga musryik dan aku sama sekali tidak mempercayai perkataan nya.


__ADS_2