
Malam itu, aku kembali memimpikan pintu penghubung antara dunia manusia dan makhluk halus. Aku berada di dunia makhluk halus dan melihat sekelilingku adalah sebuah kota mati. Di sana ada beberapa makhluk halus layaknya manusia yang sedang berjalan tanpa arah.
Mereka berjalan tanpa arah dan tujuan, tatapannya kosong dan hanya diam. Wajah mereka pucat pasi layaknya mayat hidup. Aku berada di sana dan melihat pintu penghubung, aku lari ke arahnya dan berusaha meraihnya. Ketika aku baru saja berhasil melewati pintu dengan susah payah dan kembali ke dunia ku, aku melihat Einy masuk ke pintu itu dan menghilang.
Aku sangat panik melihat Einy terjebak di ke dunia makhluk halus dan kembali 'menyebelah' untuk mencari Einy.
Di sana aku melihat Einy sedang bermain. Aku memanggilnya akan tetapi ia tidak mendengar. Einy malah bermain dan berlari semakin menjauh dariku. Aku mencarinya kemana-mana tetapi tidak menemukannya hingga aku terjaga dari tidurku.
Astagfirullohalladzim....
Apakah arti mimpi ku ini? aku sudah lelah terus menerus bermimpi yang tidak jelas begini.
Ya Allah, lindungi aku dan keluarga ku dari gangguan syaitan yang terkutuk dan dari jin yang berusaha mengganggu kami. Kami tidak melihat mereka ya Allah, tetapi mereka bisa melihat kami dan mengetahui isi hati kami, lindungi kami ya Allah.... Dalam ketakutan ku aku berdo'a.
Kulihat jam sudah pukul 05.30. Aku segera bangun dan bergegas memasak untuk mas Jain. Aku memasak untuk sarapan dengan perasaan ku yang bercampur aduk. Aku kembali merasakan ketakutan yang hebat seperti sebelumnya.
__ADS_1
Aku mencoba mengalihkan perasaanku. Siapa tahu mungkin karena akhir-akhir ini aku tertekan dan frustasi membuatku merasa tidak aman dan nyaman. Jadi aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan menghilangkan rasa suntuk ku.
Aku bermain ke salah satu kerabat mas Jain. Agak lama kami berbincang di sana, akan tapi hal yang tak ingi. aku dengar malah terjadi pada kerabat mas Jain, mbak Mita.
Mbak Mita memiliki seorang keponakan yang selalu diganggu makhluk halus. Keponakan mbak Mita masih duduk di bangku SD. Dia juga menjadi korban makhluk halus.
Aku yamg mendengarnya menjadi ikut ketakutan. Akan tetapi mbak Mita mengatakan bahwa mereka sudah memanggil pak kiyai yang bisa membuat 'pagar' antara makhluk halus dan manusia agar 'mereka' tidak merasa terusik keberadaanya.
Aku tak berniat menceritakan apa yang terjadi padaku selama 3 bulan ini. Sudah cukup bagiku dihantui ketakutan setiap hari. Aku kembali ke rumah dengan perasaan yang semakin kacau balau.
Hingga malam hari, aku kembali memimpikan ada di dunia gaib. Aku berusaha menemukan pintu penghubung dan keluar. Akan tetapi aku mengurungkan niatku karena aku melihat Einy sedang asyik bermain.
Aku menggendong Einy dan berlari menuju pintu, akan tetapi dalam perjalanan menuju dunia ku aku terbangun.
Lagi-lagi mimpi sialan itu!
__ADS_1
Aku mengumpat dalam hati. Apakah mimpi ini sebuah pertanda? apakah jika aku berhasil keluar dari dunia gaib itu aku akan benar-benar sembuh?
Aku tak tahu jawabannya.
********
Hari ini aku dan mas Jain mulai membangun rumah di lokasi tanah kami yang berjarak jauh dari sini. Kami berangkat pagi dan pulang malam hari.
Mas Jain membeli bahan sehemat mungkin untuk membuat rumah sederhana kami. Aku berharap di rumah ini nanti akan jadi awal yang baru bagi kami.
Calon rumah kami ini tak memiliki pondasi, diatas tanah yang di ampar pasir dan langsung di cor semen. Batako juga di pasang hanya sekitar 80 cm dari tanah. Tak ada yang istimewa dengan budget 11 juta hasil pekerjaan mas Jain yang lumayan kali ini.
Asalkan bisa berteduh dan tidak mengontrak, kami rela bersusah-susah dahulu. Di sana juga hanya ada 7 keluarga yang tinggal di dekat kami. Aku dan mas Jain hampir setiap hari pulang pergi ke lokasi pembangunan.
Meskipun tak ada listrik, di sana tetangga ku semuanya menggunakan tenaga surya untuk penerangan. Hari ini, kami telah selesai mengebor air di belakang rumah untuk memasang pompa air dragon.
__ADS_1
Kerabat dan tetanggaku semua bekerja sama untuk membantu kami agar gubuk kami segera selesai dan dapat ditempati oleh kami segera.