
tiga bulan sudah berlalu setelah gendis ingin mengajak Nara weekend bareng.tapi selalu dia batalkan dengan alasan ada urusan keluarga. hari ini gendis memutuskan untuk pergi ke rumah Nara tanpa memberi taunya ia sudah meminta alamat rumah nya pada mama Yuni.
gendis pun sampai pada alamat yang di tuju tapi ia tidak melihat ada sebuah rumah di sana.hanya sebuah lapangan yang sangat luas.iapun memutuskan untuk bertanya pada orang yang berada di sekitar tempat itu...
maaf bu saya mau tanya ibu tau alamat ini...gadis itu pun menyerahkan selembar kertas kepada ibu tersebut...
ibu itu pun menerima kertas tersebut dan membacanya..kemudian ibu itu mengatakan satu hal yang membuat gendis terkejut...
dulu alamat ini memang berada di tempat ini tapi sekarang udah di gusur karena pengadilan memenangkan lahan itu untuk sebuah perusahaan..ucap si ibu
kalau boleh saya tau panti asuhan itu pindah ke mana ya bu..tanya gendis
ibu juga ga tau nak ke mana mereka pindah nya..
terima kasih bu infonya...gendis pun segera pergi dari tempat itu..lalu ke mana Nara ada apa dengan nya mengapa dia tidak berterus padaku..apakah dia tidak percaya padaku...gendis bermonolog
teenn..tenn..suara klakson sebuah mobil yang antri di lampu merah menyadarkan gadis itu dari lamunannya..
ya Allah rupanya aku udah di lampu merah..gendis bingung..ia pun segera menepi kan motornya..dan membuka helm nya napas nya begitu sesak memikirkan Nara sahabat nya...
mobil yang tadi di lampu merah pun ikut menepi..dekat dengan gadis itu seorang pemuda terlihat keluar dari mobil tersebut dan mendekati gadis itu..
anda baik-baik saja nona..tanya pemuda
iya saya baik-baik saja tuan terima kasih...ucap gendis sambil melihat pemuda itu..ba..bang Reyhan...gendis gugup melihat siapa yang berada di hadapan nya..
gendis sedang apa kamu di sini...tanya Reyhan
a..a.anu.bang itu..cari rumah temen...
oh..lalu sekarang kamu mau kemana...
.,,pulang bang..,,
__ADS_1
,,..aku antar ya..,
..,,tidak usah bang aku udah paham jalan pulang..,,gendis menolak tawaran Reyhan.
pemuda itu terlihat begitu dingin wajahnya sangat menakutkan...
karena ia masih ingin mencari tau di mana Nara tinggal..ya Allah bagaimana ini mengapa bang Reyhan tiba-tiba saja bersikap sangat dingin ada apa dengan nya..aku belum boleh pulang ke rumah aku masi harus mencari di mana Nara tinggal....
tanpa bicara Reyhan langsung menggenggam tangan gadis itu dan menariknya untuk masuk ke dalam mobil miliknya..ia menyuruh gendis duduk dan.sambil berjalan menuju pintu mobil nya Reyhan terlihat menelpon seseorang...
ia pun segera masuk ke dalam mobil itu dan membawa gendis pergi dari tempat tersebut
gendis bengong melihat apa yang di lakukan Reyhan padanya...bahkan dia belum mengucap kan sepatah katapun..
mengapa kamu tidak pernah menghubungi ku..
tanya Reyhan dengan wajah dingin nya tanpa melihat gadis yang duduk di samping nya..
a..aa..aku...
a..aaku..kartu nama itu hilang,..ucap gendis dengan suara sangat pelan..
apa maksudmu hilang tanya Reyhan..sambil menatap gadis itu dengan sangat tajam..seperti ingin memangsanya..
aku tidak tau mungkin jatuh...bang Rey gendis mohon hentikan mobil ini..gendis bisa pulang sendiri..motor gendis bisa hilang...tolong bang Rey..gendis memohon sambil menatap Reyhan dengan wajah yang di buat memelas...
aku akan mengantarmu pulang. kalau motor mu kau jangan takut anak buah ku nanti yang akan mengantarkan nya ke rumah mu...
gendis semakin bingung harus bagaimana lagi bicara pada Reyhan ia pun akhirnya ia pun hanya bisa pasrah...
Reyhan tidak membawa gendis pulang ke rumah nya..ia membawa gadis itu ke suatu tempat yang belum pernah ia datangi sebelum nya..
kita di mana ini bang..tanya nya pada Reyhan...
__ADS_1
turun lah aku akan memberitahu mu...jawab Reyhan
mereka berdua pun turun dari mobil..gendis masi bingung tempat apa ini ia melempar pandanganya ke sekeliling..
Reyhan berjalan lebih dulu gadis itupun mengikutinya dari belakang..ia terlihat sedikit berlari karena mengimbangi langkah kaki Reyhan yang lebar...seorang pelayan menyambut kedatangan mereka..
selamat datang ke rumah tuan..ucap si pelayan itu sambil membungkuk kan badan nya memberi hormat....
kau sudah mempersiapkan semuanya Henri...tanya Reyhan pada pelayan nya..Hendri adalah kepala pelayan di Mension pribadi milik Reyhan..ia juga orang kepercayaan Reyhan bahkan Rahasia terbesar Reyhan yang orang tuanya sendiri tidak tau tapi Henri tau bukan Rehan yang cerita padanya..tapi ia mengetahui nya sendiri..
boleh aku bertanya..ucap gendis memotong pembicaraan mereka berdua....kita sebenarnya di mana sekarang.mengapa abang membawaku ke sini ini bukan rumah milik keluarga bang Alfian..
ini Mension milik tuan muda Reyhan nona..ucap Henri menjawab pertanyaan gadis itu...
apa...!!!
...
...
...
🌷🌷🌷**bersambung🌷🌷🌷
pelan pelan..post nya😊😊
hay readrs selalu semangat....
mohon dukungan nya untuk karya pertamaku
masi penulis baru jadi banyak kesalahan di mana- mana...
belajar daring bikin otak kurus kering
__ADS_1
like dan komen**...