Dia Bukan CEO

Dia Bukan CEO
bab 4 datang dan pergi


__ADS_3

pemuda yang turun dari mobil mewah itu pun


langsung menghampiri mereka berdua,


Assalamu'alaikum.ucap pemuda itu dan mengulurkan tangan kepada Hanafi.


Wa'allaikum salam ucap Hanafi dan menjabat


tangan pemuda itu..


sedang kan ghendis dia masih bengong memandang pemuda yang ada di hadapan nya..


Hanafi yang melihat tingkah gadis itupun langsung memanggil namanya,ghendis....


apa sih bang, nganggu aja ucap gadis itu masih belum sadar..


sambil tersenyum Hanafi pun berkata.


jawab salam nya ''ghendis' ucap Hanafi


dengan penuh penekanan.membuat gadis itu


langsung tersadar dari lamunanya


wa'allaikumsalam ucap gadis itu dengan cepat dan menyatukan tangan nya di dada..


masyaallah ganteng nya apa ini jodoh ku ucap gadis itu.pelan dengan mata yang berbinar


tapi bisa dengan jelas di dengar oleh Hanafi dan pemuda itu..


bagaimana perjalananmu selama menuju ke


kampung ku,ucap Hanafi yang membuka percakapan mereka..


menyenangkan, ucap pemuda itu


aku suka tempat ini,udara masih terasa bersih, di sini masih banyak pohon pohon besar yang tumbuh, benar benar membuat ku ingin tinggal lama di sini..ucap pemuda itu sambil memandang ke sekeliling..


bang'', kenalkan ghendis padanya ucap gadis itu sambil berbisik.


Hanafi pun langsung mengenalkan ghendis pada pemuda itu..


perkenalkan ini ghendis.dia sudah ku anggap seperti adik ku sendiri..


,ghendis, pun langsung mengulur kan tangan nya.tapi buru buru di ingat kan oleh Hanafi,


,bukan muhrim ucap Hanafi sambil melotot kan matanya


hehehe....iya aku khilaf ucap gadis itu,sambil cengengesan. membuat Hanafi tepok jidat


yang merasa aneh dengan tingkah laku gadis itu..tidak seperti biasa pikirnya..


pemuda itu pun memperkenal kan dirinya.


perkenalkan namaku''Reyhan Adelard'' ucap nya


sambil menyatukan tangan nya ke dada.


nama ku''Gendis pramita''ucap gadis itu


salam kenal ucapnya lagi sambil tersenyum manis..


manis, ucap Reyhan yang membuat gendis tersipu malu..


kita langsung ke rumah ku Rey, ucap Hanafi, pemuda itu pun mengangguk kan kepalanya tanda setuju..Hanafi melihat jam yang melingkar di tangan nya,sudah pukul 3:30


itu berarti waktu sholat ashar sudah lewat,


,gendis' sebaiknya kamu pulang dulu karena waktu sholat ashar sudah lewat,ucap Hanafi,


gadis itu pun menganggukan kepala nya


Reyhan pun mengajak Hanafi masuk ke dalam mobil nya,belum sempat mereka masuk ke mobil itu..terdengar suara nada ponsel yang sangat keras,hingga membuat kedua pemuda itu melihat kearah suara tersebut..


gendis mengambil ponsel nya dia melihat nama yang sedang menelepon nya..


bu ustazah,ucap gadis itu pada Hanafi


ada apa ibu ku menelepon mu?


tanya Hanafi pada gadis itu..


tidak tau,jawab gadis itu pada Hanafi

__ADS_1


gendis pun langsung menjawab teleponnya


Assalamu'alaikum halo ucap gendis


Wa'aalaikumsalam jawaban dari sang penelepon..


gendis kamu segera pulang ya mamak mu pingsan.telepon pun terputus...


ada apa? tanya Hanafi pada Gendis


tidak tau, jawab gadis itu sambil mengambil sepedanya dan langsung mengayuhnya dengan kencang,untuk kembali ke perkampungan, entah mengapa air matanya jatuh membasahi pipinya,


karena penasaran Hanafi pun menelepon ayahnya,dan ayahnya pun memintanya untuk mengumum kan kabar duka ke pada seluruh warga di kampung itu..


Hanafi dan Reyhan menuju ke mushola


untuk mengumumkan kabar duka cita...


.....


.....


Gendis sampai di rumahnya


gadis itu langsung meletakan sepeda nya begitu saja bahkan dia tidak menyapa para warga yang berada di luar rumah..pandangan nya lurus ke dalam rumah itu,kedua kakinya terasa berat untuk mencapai pintu dengan, susah payah dia melangkah, bahkan sampai terjatuh sepertinya kakinya benar benar tidak bertenaga lagi..


gendis,''ucap buk ustazah yang melihat nya


langsung menghampiri nya bersama ibu ibu yang lain, membantu gadis itu untuk berdiri.


gadis itupun tersenyum.dengan bibir bergetar dia bertanya''bu 'ada apa kenapa warga berkumpul di rumah ku???


bu ustazah tidak menjawab.beliau hanya menangis sambil membantu gadis itu masuk ke dalam rumahnya..


gendis melihat warga membaca surat Yasin


mengelilingi tubuh seorang wanita yang sedang tidur dengan nyaman..


gadis itu kembali terjatuh kali ini dia langsung merangkak seperti anak kecil, mendekati tubuh yang tengah tertidur itu,di tatap nya wajah itu


di usap nya di panggilnya nama wanita yang sedang tertidur itu.,


mak,. lirih nya..makkkk...lirih nya lagi...makkkk..


ucap gadis itu lirih, suaranya terdengar sangat pilu menyayat hati setiap orang yang


mendengarnya..


bu ustazah mendekat dan memeluk gadis itu.


''gendis,..pergilah berwudhu kamu belum sholat ashar kan..?


gadis itu pun menggelengkan kepalanya


'


'ayo,ajaknya kepada gadis itu,.


gendis pun sholat di kamar mamaknya.


setelah sholat gadis itu tak langsung keluar kamar.dia memandang seluruh kamar mamak nya.ada foto mereka bertiga di kamar itu.


gadis itu baru teringat akan kakak nya.


apakah kakaknya sudah tau kabar mengenai mamak mereka,


gadis itu keluar dari kamar.lalu dia bertanya pada bu ustazah, bu,


iya,jawab wanita itu


kak hanum sudah tau tentang mamak..??


wanita itu pun menatap warga yang berada di tepat itu,semua warga menggeleng kan kepala


menandakan belum ad yang memberi tau hanum tentang mamak nya,,


gendis kembali terisak,menangis pilu,


ia mendekati jenazah mamaknya


dan terbaring di samping jenazah mamak nya


sambil memeluknya.

__ADS_1


mak...panggil ny lirih aku harus bilang apa sama kakak,kak hanum sedang hamil tua aku takut terjadi sesuatu terhadap kakak dan bayinya,ucap gadis itu sambil terus menangis


semua warga yang berada di tempat itu juga ikut menangis.mereka tidak menyangka


mak ratih akan pergi secepat ini.


aku sudah memberi tau suami kakak mu


ucap'' Reyhan,


sedangkan Hanafi dia ikut menggali tanah untuk pemakaman,


gendis pun bangun dan duduk sambil menatap mata pemuda itu..apa kau mengenal abang ipar ku tanyanya.


pemuda itu pun mengangguk,


jenazah harus segera di mandikan dan harus segera di makamkan sebelum magrib, kita tidak mungkin menunggu hanum,ucap bu ustazah


gendis mengikuti setiap proses dalam pengurusan jenazah mamak nya..


air matanya terasa kering,kini ia bersimpuh di makam mamak nya semua warga sudah kembali ke rumah mereka masing masing


ayo kita pulang sebentar lagi magrib, ucap seseorang yang menyadarkan gadis itu dari lamunannya,itu suara nek imah.gadis itupun menganggukkan kepalanya..


dari jauh seorang pemuda selalu memperhatikan gadis itu,belum satu hari ia melihat senyum gadis itu.seperti mimpi senyuman itu hilang terganti dengan wajah pilu..dan sembab....


.....


....


plasbak.on


sepeninggal putrinya mak ratih langsung pergi menuju dapur,dia akan memasak makanan agak banyak. karena sahabat putrinya akan pulang dari kota. juga sekalian memasak untuk nek imah.setelah selesai memasak mak ratih membersihkan semua peralatan memasak tadi.


wanita itu pun langsung membersihkan rumah.


karena malam ini dia dan putrinya berencana akan tidur di rumah nek imah..putrinya ingin melepas rindu dengan sahabat nya..


mak ratih pun keluar dari rumah untuk menyapu halaman,banyak warga yang lalu lalang di jalanan depan rumah nya,ada yang menyapa nya dan ada juga yang hanya tersenyum,semua warga di kampung itu mengenal mak ratih dengan baik..


Asallamu'alaikum mak, ucap seorang warga menyapa mak ratih .yang seorang wanita


Wa'alaikumsalam, ucap mak ratih kemudian melihat orang yang menyapa nya itu


gendis kemana mak? tanya wanita itu


ke gerbang kampung.ucap mak ratih dengan ramah.


besok jualan mak? tanya wanita itu


insyaallah, ucap mak ratih


saya mau pesan kue mak untuk besok malam ucap wanita itu dan menyerahkan kertas yang berisi catatan, kue apa saja yang akan di pesannya.


mak ratih pun menerima kertas itu.membaca nya sebentar kemudian menyanggupi pesanan wanita itu.


saya ambil kuenya selepas magrib ya mak...


iya,ucap mak ratih


wanita itupun pamit akan pergi meninggalkan mak ratih..tapi baru satu langkah ia berjalan,


tiba tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh


ia pun menoleh ke belakang.di lihat nya mak ratih sudah terjatuh di tanah wanita itu pun menjerit memanggil warga yang lewat,di angkat nya tubuh mak ratih ke pangkuannya..


ada yang berteriak,panggil bu mantri..langsung warga yang mendengar nya pergi menuju ke rumah buk mantri..belum sempat bu mantri datang..


warga yang berada di tempat itu pun masih berusaha memindahkan tubuh mak ratih masuk ke dalam rumah tapi..


terdengar suara''laa ilaahaillallaah'' mak ratih pun menghembuskan nafas terakhirnya..


di pangkuan wanita itu..


makkkkk....,ucap semua warga yang berada di tempat itu..menangis dan membawa tubuh mak ratih masuk ke dalam rumah..


plasbak.off


di episode kali ini mungkin agak kepanjangan ya durasinya..


masih penulis baru soal nya..


saya akan menulis dua episde setiap hari nya sebelum pelajaran daring aktif kembali..

__ADS_1


terima kasih..


__ADS_2