Dia Bukan CEO

Dia Bukan CEO
bab 25 malam yang membingungkan


__ADS_3

malam semakin larut gendis merasa kedua matanya sangat berat ia ingin segera menidurkan tubuh lelah nya di atas ranjang mewah nan empuk yang terbentang di depan matanya.lagi ia melirik ke arah Reyhan yang masih sibuk dengan laptop milik nya..


sedari tadi selesai makan malam Reyhan langsung menyibukan diri dengan laptop milik nya banyak pekerjaan yang tertunda beberapa hari ini,


huuffss..gendis menarik nafas panjang dan menghembus kan nya kembali,apakah dia akan tidur di sini atau? mata gendis masih memandang suaminya,


tidur lah gendis tidak usah menunggu ku,pekerjaan ku masi banyak jangan takut aku tidak akan mengganggu mu,ucap Reyhan seolah dia tau apa yang ada di pikiran istri nya itu,


apakah tuan akan tidur di sini?


berhentilah memanggil ku tuan,''.!!.Reyhan menghentikan pekerjaannya dan menatap tajam istri nya


a..a..aku harus memanggil apa?tanya gendis gugup karena tatapan suami nya..


panggil aku sama seperti saat kita pertama kali bertemu dulu''..Reyhan kembali menatap layar laptop nya


aku tidak akan tidur di sini pekerjaan ku sedikit lagi setelah ini aku akan langsung keluar dari kamar ini dan tidur di kamar sebelah,ucapnya lagi tanpa melihat istrinya


gendis pun menurut perkataan suaminya karena ia memang benar-benar sudah sangat mengantuk,di pejamkan nya matanya,tidak butuh waktu lama ia pun sudah terlelap dalam tidur nya,bahkan suara dengkuran nya hingga memenuhi kamar tersebut,


Reyhan yang sedang konsentrasi dengan pekerjaan nya seketika kehilangan konsentrasi nya,karena suara dengkuran istrinya matanya menatap ke arah ranjang di lihatnya istri kecil nya yang sudah pulas tertidur,perlahan ia melangkah mendekati ranjang itu..


''belum lima menit tapi suara dengkuran nya sudah bisa membangunkan orang satu kampung..,,ucap Reyhan seperti berbicara pada dirinya sendiri..


Reyhan duduk di tepian ranjang di tatap nya wajah polos istri nya terlihat sembab,'',,ia genggam tangan istri nya dengan sangat lembut..


,,''maaf kan aku gendis bukan maksud hatiku membuat mu menderita di sini,, aku tau kau mendengar pertengkaran ku dengan papi,


mungkin ini terkesan egois tapi jujur aku ingin melindungi mu dari apa pun,aku akan mencoba untuk membuat mu memahami apa arti mencintai,karena yang kau rasakan saat ini terhadap ku bukan sebuah perasaan cinta namun hanya sebuah kekaguman padaku,',''


monolog Reyhan, kemudian ia selimuti tubuh istri nya itu.


Reyhan melangkah keluar dari kamar itu ia menuju kamar yang berada tepat di sebelah kamar miliknya,kamar itu tidak seluas kamar miliknya karena memang di rancang untuk kamar anak-anak,mami nya lah yang merancang kamar itu, ada tiga kamar di ruangan itu dua kamar untuk anak-anak dan sebuah kamar yang cukup besar untuk Reyhan dan istrinya,,yang saat ini tempat gendis tidur itulah kamar tersebut,, terletak di lantai tiga Mansion itu,maminya ingin lantai tiga menjadi tempat istimewa Reyhan dan istri juga anak-anak mereka nanti,


karena nyonya Adelard tidak ingin putranya jauh dari nya,ia memimpikan sebuah keluarga yang sempurna untuk putranya,ia berharap ada seorang gadis yang bisa menerima kekurangan putranya dan hidup bahagia,


....


...


pukul 6:30 pagi


Reyhan sedang bersiap untuk pergi ke kantor


sedangkan istri nya masi terlelap dalam mimpi indah nya.ia tidak berniat untuk mengganggu tidur istrinya itu,Reyhan sedang merapikan segala yang akan ia bawa ke kantor karena jadwal rapat terlalu padat hari ini,ia bahkan berencana berangkat pagi- pagi sekali sebelum tuan besar Adelard.,


''abang mau ke kantor,,?..tanya gendis yang sudah terbangun dari tidur nya..


''iya''.


ada yang bisa aku bantu?tanya gendis pada suaminya,


tidak usah''.jawab Reyhan tanpa melihat istri nya..


''kalau begitu aku akan turun ke bawah untuk membantu Tony menyiapkan sarapan untuk abang,,...

__ADS_1


Reyhan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya,''.sudah tidak ada waktu,jawanya lembut sambil menatap istri nya,aku berangkat kerja dulu,


'',,,'tetap lah di dalam kamar aku akan menyuruh Tony mengantar sarapan mu dan makan siang mu,jangan tinggal kan kamar ini sampai aku pulang nanti, mungkin aku akan terlambat


pulang tidurlah lebih dulu jangan menunggu ku,


Reyhan membuka laci yang berada di samping ranjang,di ambil nya sebuah ponsel android dan dia serahkan kepada gendis istrinya,


''.ini ponsel mu ada nomor ku di situ hanya nomor ku tidak ada nomor orang lain kalau kau membutuh kan sesuatu telpon aku''.


''aku''.gendis ingin mengatakan sesuatu namun Reyhan segera menyela nya


''jangan membantah ku''.ucap nya dengan tatapan dingin..


''baik'',jawab gendis sambil menundukkan kepalanya..


tanpa berbicara lagi Reyhan pun keluar dari kamar mereka,melangkah menuruni anak tangga menuju lantai bawah,sampai di bawah Reyhan di sambut oleh Tony,


''selamat pagi tuan muda'.'sambut Tony pada tuan mudanya itu..


''Reyhan hanya mengangkat tangan nya sambil terus melangkah menuju ke arah pintu keluar Mansion itu..


''tuan tidak sarapan terlebih dahulu''.tanya Tony


''tidak ada waktu''.jawab Reyhan,kau antar sarapan dan makan siang untuk istri ku jangan ada yang menggagunya. biarkan dia tetap berada di dalam kamar sampai aku kembali,


''baik tuan muda''.jawab Tony sambil membungkukkan badan nya sedikit..


Reyhan keluar dari Mansion itu menuju mobil yang sudah terparkir di halaman.dia menyetir sendiri karena jabatan nya di kantor hanyalah sekretaris priadi.biasa nya dia yang menyetir kan untuk papinya namun kali ini dia ke kantor lebih pagi karena harus mempersiapkan agenda rapat untuk sang CEO ya itu papi nya sendiri,


''selamat pagi tuan'',seorang sekuriti menyambut nya ramah sambil membungkuk kan badan nya tanda memberi hormat.


''.Reyhan membalas dengan senyuman yang hampir tak terlihat'',


Reyhan melangkah memasuki bangunan besar itu menuju sebuah lift khusus karyawan,


menuju lantai tertinggi di gedung itu, akhirnya Reyhan pun sampai di lantai yang di tuju dia pun segera keluar dari lift melangkah menuju ke ruangan nya,yang tepat berada di samping ruangan sang CEO.


di bukanya pintu kaca yang berwarna hitam itu


dan melangkah masuk dalam ruangan milik nya dia letak kan semua berkas yang di bawanya ke atas meja,ia pun duduk di kursi dan segera membuka laptop yang dia bawa,di susun nya jadwal rapat sang CEO untuk hari ini jadwal itu sungguh padat Reyhan harus bisa mengatur tiap jam pertemuan,


sebuah notifikasi masuk ke ponsel nya,


Reyhan segera melihat pesan singkat yang masuk ke ponsel nya,dari Henry pelayan kepercayaan nya,ada kabar apa pagi- pagi seperti ini Henry mengirim pesan pikirnya.


segera Reyhan menelpon Henry,


,,selamat pagi tuan,,


''ada apa Henry?,,


,,ada kabar tentang nona ayu tuan,,


''Reyhan terdiam sesaat,,kemudian dia menjawab,,nanti ku hubungi kembali,,''ucap nya dan menutup ponsel nya..telepon yang ada di meja kerja Reyhan berdering,dia pun mengangkat nya,,halo selamat pagi''

__ADS_1


''keruangan saya,,ternyata sang CEO yang menelpon


''baik tuan''jawab Reyhan


ia pun segera bergegas menuju ke ruangan bos besar nya itu,,tok..tok..tok..di ketuk nya pintu kaca nan besar itu,''


''masuk'' jawaban dari dalam,


Reyhan pun segera masuk ke ruangan sang CEO,dan menghadap nya,selamat pagi tuan''.


''pukul berapa rapat di mulai,tanya tuan Adelard kepada Reyhan.


''pukul delapan tuan, lima belas menit lagi,,


''kamu sudah mempersiapkan semuanya,,?


''sudah tuan,,


''langsung ke ruang rapat,


''baik pak,


Reyhan dan CEO pun melangkah menuju ruang rapat,ternyata sudah banyak yang hadir dalam rapat tersebut,semua sibuk membaca berkas di atas meja sesekali berdiskusi sangat serius,


''selamat pagi,tuan Adelard,sapa semua orang yang berada di ruangan itu sambil berdiri.


''silahkan duduk,,tuan Adelard mempersilahkan semua orang yang ada di ruangan itu untuk duduk kembali.


''sudah hadir semua,,?tanya tuan Adelard


''sudah tuan,,Reyhan yang menjawab


tepat pukul delapan rapat pun di mulai Reyhan yang memimpin Rapat itu, semua orang yang berada di ruangan itu mendengar kan dengan seksama setiap penjelasan dari Reyhan..


rapat kali ini sengaja di majukan jamnya karena sangat penting,rapat berlangsung selama dua jam..


setelah dua jam rapat pun selesai.orang-orang yang ikut rapat tadi sudah pergi meninggal kan ruangan itu,kini tinggal Reyhan dan tuan Adelard yang masi berada di ruangan tersebut..


''pukul berapa rapat selanjutnya,?tanya tuan Adelard kepada Reyhan.


''tepat makan siang tuan,, saya sudah pesan kan tempat nya di sebuah kafe ternama di kota ini,jawab Reyhan


''tuan Adelard menatap jam yang ada di pergelangan tangan nya,masih lama''ucap nya


''Rey,ada yang mau saya bicarakan dengan kamu segera ke ruang saya,perintah tuan Adelard kepada Reyhan sambil melangkah keluar dari ruangan itu..


''baik tuan,, Reyhanpun mengikuti langkah tuan Adelard dari belakang,mereka berdua berjalan menuju ke arah lift khusus CEO,


...


...


...🌷🌷🌷**bersambung🌷🌷🌷


hay readrs mohon dukunganya untuk novel pertamaku ini..masi penulis baru jadi masi banyak kesalahan.jadikan terfavorit😊

__ADS_1


jangan lupa like dan komen😊terima kasih**


__ADS_2