Dia Bukan CEO

Dia Bukan CEO
bab 42 ungkapan cinta Hanafi


__ADS_3

Reyhan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang,ia ingin sang istri menikmati perjalan mereka mengelilingi kota,senyum terus terukir di bibir wanita itu,rasa bahagia terpancar di kedua mata sang istri,


gendis melongokkan kepala nya keluar kaca mobil,hijab segi empat yang ia pakai melambai tertiup angin,


kamu suka perjalan ini,?pertanyaan Reyhan membuat gendis memutar kepalanya untuk menatap nya, emmm...jawaban pendeknya dan kembali pandangan nya mengarah ke arah luar kaca mobil, Reyhan tersenyum melihat sang istri yang seakan tidak ingin melepas pandangan nya ke arah gedung-gedung tinggi yang mereka lewati.


....


...


....


tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3:00, sayang kita ke rumah sakit ya .,aku ingin bertemu Henry , tapi aku masi ingin mengelilingi kota ,suara manja gendis membuat sang suami tersenyum ,lain kali kita keliling lagi ,jawaban Reyhan membuat gendis mengerucut kan bibir nya, kamu tidak ingin bertemu Nara .?Reyhan menatap sang istri yang masi terlihat ngambek ,,,


tentu saja aku ingin bertemu dengan sahabat ku itu, dengan cepat gendis menjawab,Reyhan tersenyum tangan nya mengusap lembut kepala sang istri yang tertutup hijab, mobil pun sudah terparkir di halaman rumah sakit,


kita sholat ashar dulu setelah itu baru ke kamar Nara,gendis mengangguk pelan dan mengikuti langkah suami nya menuju mushola rumah sakit,


...


....


keduanya sudah berada di depan pintu kamar Nara,Assalamu'alaikum'' Reyhan dan gendis bersamaan mengucapkan salam dan melangkah masuk,Waalaikum'salam'' jawab Nara hanya terlihat dia sendiri di kamar itu,


gendis,!serunya begitu melihat sahabat nya itu,


mereka pun saling berpelukan untuk melepas rindu, bagaimana kabar kamu .?apakah terapinya ada hasilnya ,gendis bertanya tanpa jeda membuat Nara tertawa lebar,ko malah tertawa .,gendis menatap nanar sahabat nya, aku baik- baik saja ..,keduanya pun tersenyum,


kemana Henry ,?tanya Reyhan pada Nara .,aku tidak tau setelah aku selesai terapi tadi dia langsung pergi dan tidak mengatakan apapun,


Reyhan segera menghubungi no ponsel Henry setelah mendengar penjelasan Nara, Henry saya tunggu kamu di taman rumah sakit, Reyhan menutup ponsel nya,dan melangkah keluar dari kamar Nara setelah berpamitan dengan sang istri,


Reyhan sampai di taman rumah sakit tak berapa lama Henry pun datang dengan sedikit berlari,ia takut tuannya lama menunggu ,maaf tuan saya terlambat ,ucap Henry begitu sampai di dekat Reyhan,tidak apa-apa Henry saya juga baru sampai ,jawab Reyhan ia pun duduk di bangku yang berada di taman itu,


saya akan keluar negeri .,Reyhan membuka percakapan mereka setelah diam beberapa saat, kapan tuan akan pergi .?Henry bertanya pada tuannya itu ,lusa ..huussfff..Reyhan menarik nafas panjang dan menghembus kan nya,


saya ingin kamu menjaga istri saya dengan baik ,apakah nyonya sudah tau tuan akan pergi.? belum ,,saya belum memberi taunya saya masih menunggu waktu yang pas untuk berbicara dengan nya,


berapa lama tuan akan berada di luar negeri ..? dua minggu ,mata Reyhan menatap Henry yang duduk di sebelah nya , sebagai sahabat tuan saya merasa tidak mampu untuk menjaga nyonya,. maaf ?!,Henry menunduk kan kepalanya ia tidak berani membalas tatapan Reyhan,


tapi hanya kamu yang bisa saya percaya Henry, pandangan kosong Reyhan lurus ke depan ,! perintah tuan besar ,!? Reyhan mengangguk pelan ,..


perusahan yang berada di ,,singapura-'' mengalami penurunan ,dia memberi ku pilihan untuk memperbaiki semuanya jika berhasil dia akan menerima istri ku sebagai anggota keluarga dan berjanji tidak akan menghina istri ku lagi,


itu tidak akan cukup jika hanya dengan waktu dua minggu, Henry memberanikan diri menatap tuan nya, saya tau, akan saya usahakan selesai dengan waktu dua minggu,itu janji saya pada tuan besar ,..pandangan Reyhan masi lurus ke depan,


tuan..,kita bersahabat dari kecil walau pun saya tidak pernah bertatap muka dengan tuan besar namun saya tau bagaimana perangai


beliau ,saya merasa kemungkinan ada maksud yang lain di balik ini semua,saya hanya tidak ingin tuan celaka...keduanya saling bertatapan


saya tau apa yang kamu kawatir kan Henry tapi percayalah,saya akan baik-baik saja saya tau dia membenci saya tapi dia tidak akan berani menyakiti saya apalagi sampai membunuh saya.,


nanti saya akan menghubungi kamu, apa saja tugas yang harus kamu lakukan selama saya tidak ada,..Reyhan menepuk pundak Henry dan berdiri dari duduk nya melangkah kembali masuk ke dalam rumah sakit,


Henry masi terpaku di tempat ia duduk,pikiran nya terlalu rumit ada yang ingin dia sampai kan pada tuan nya,namun di urungkan nya karena pembicaraan mereka baru saja..,


Henry menatap kepergian Reyhan yang semakin jauh masuk ke dalam rumah sakit,tuan saya berjanji saya akan membatu anda sekuat tenaga saya,monolog Henry,ia pun berdiri dari duduk nya dan mengikuti langkah Reyhan memasuki rumah sakit,


...


...


...


di kamar Nara


gendis menceritakan tentang perjalanan nya mengelilingi kota kepada sahabat nya dengan wajah yang sangat bahagia, Nara sangat antusias mendengar cerita dari gendis ,


sudah sampai mana keliling nya ,.?Nara bertanya pada sahabat nya itu,em,. belum keselurahan nya ,..gendis menjawab dengan wajah sedih ..,


sudah jangan sedih,lagian kalau kamu mau mengelilingi kota ini ,tidak akan cukup hanya dengan satu hari saja,.Nara menggenggam tangan gendis dan menepuknya lembut.,


gendis tersenyum pada sahabat nya itu..


tok..tok..tok..suara ketukan pintu dari luar keduanya menatap pintu yang terbuka dan melihat siapa yang datang,Assalamu'alaikum''


ucapan salam dari seseorang yang kini berdiri di pintu ,Waalaikumsalam'' dokter Adam keduanya menjawab ,


dokter Adam melangkah mendekati kedua wanita itu,Nara saya akan memeriksa ke adaan kamu,mungkin dua hari lagi kamu sudah bisa pulang .,


benarkah Nara sangat bahagia mendengar kabar itu,senyum mengembang di sudut bibir nya ,saya minta alamat kamu Nara .

__ADS_1


dokter Adam menatap Nara


.,u..untuk apa dokter .?tanya Nara gugup ..selama kamu di rumah saya masih akan terus memantau keadaan kamu ..,


itu tidak perlu,,.!saya yang akan menjaga nya suara seorang laki-laki yang kini sudah berada dekat dengan mereka,gendis yang mengenali suara itu langsung menyunggingkan senyum


bang Hanafi',! gendis ..! keduanya saling berseru, mata Hanafi berbinar menatap wanita yang sangat di rindukan nya berada di tempat itu, sungguh bahagia hatinya,.senyum mengembang di sudut bibirnya..


tidak halnya dengan Nara seketika dada nya terasa sesak saat matanya melihat siapa laki-laki itu,..tarikan napas nya begitu berat seolah ada beban yang menindih dadanya mulut seperti terkunci,


Nara memeluk erat lengan Adam yang berdiri di samping ranjang ..,dokter Adam seolah tau ketakutan yang di rasakan Nara ,segera ia menepuk lembut tangan Nara,


tuan Hanafi ,dokter Adam mendekat. anda bukan dokter bagaimana mungkin anda tau bagaiman kondisi nona Nara


dokter Adam'' saya memang bukan dokter tapi saya akan mencari dokter yang akan memantau kondisi nona Nara,.jadi anda tidak perlu mencemaskan masalah itu .,saya lah orang yang akan bertanggung jawab untuk kesembuhan nona Nara ..,


tatapan Hanafi kepada Nara membuat gadis itu semakin takut di remasnya sprei yang ada di ranjang..mata nya terlihat memerah menahan tangis nya.dada nya semakin sesak


hingga terdengar suara yang memecah keheningan di kamar itu ,. saya tidak setuju ..


Reyhan dan Henry sudah berdiri di pintu kamar Nara .,semua orang yang berada di kamar itu mengalihkan pandanganya ke arah pintu,


Reyhan,ucap Hanafi pelan .,Nara tersenyum melihat kedatangan Henry dan Reyhan di kamarnya, Hanafi apa kabar ,sapa Reyhan dan melangkah mendekati mereka yang berdiri tepat di sisi ranjang Nara,Assalamu'alaikum'' ucapan salam Reyhan ,walaikumsalam'' jawab semua orang yang berada di kamar itu..


gendis hanya terdiam melihat kedatangan sang suami, mata Reyhan menatap sang istri yang di balas dengan senyuman ,kembali Reyhan menatap Hanafi, saya tidak mengijinkan kamu membawa Nara Hanafi,.. Rey kamu tau kan saya yang bertanggung jawab tentang kesehatan nona Nara,


saya tau maksud baik kamu tapi dokter Adam lah orang yang lebih tau tentang kondisi Nara saat ini, setelah dokter yang merawat Nara sebelum nya di gantikan oleh dokter Adam kesehatan Nara semakin baik ..,


bahkan dia sekarang sudah bisa kembali berjalan, kamu harus mengerti Hanafi kamu tidak boleh egois,! ucapan Reyhan penuh penekanan,..


yang di katakan bang Reyhan ada benar nya juga,kenapa bang Hanafi tidak tanya Nara dia mau di rawat oleh siapa ,bang Hanafi tidak bisa memutuskan sepihak, gendis melangkah mendekati Hanafi ,


pandangan mereka bertemu membuat Hanafi salah tingkah, Hanafi memilih diam karena tidak ingin berdebat dengan wanita yang sangat ia cintai itu..


aku yang akan merawat Nara,..ucapan gendis membuat semua orang yang berada di kamar itu terkejut dan menatapnya secara bersamaan ,..


aku ingin kembali ke rumah ku, aku sangat merindukan anak- anak ku ,.. anak ,,!!?seru ke empat laki-laki yang berada di kamar itu


huuffss..Nara menghela nafas panjang...apa kabar mereka wajah Nara terlihat sedih ..gendis memeluk sahabat nya itu ..mereka pasti baik-baik saja,


Nara,kamu sudah memiliki anak.? Henry bertanya dengan wajah yang terlihat bingung, ya..jawaban singkat Nara ,membuat para laki- laki yang berada di ruangan itu saling lempar pandangan,


...


...


Reyhan mengangguk pelan saat sang istri menatap nya,..Nara aku keluar dulu ya sebentar sepertinya ada hal penting yang ingin di sampaikan bang Hanafi padaku,Nara tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


gendis sudah berada di lorong rumah sakit matanya mencari-cari keberadaan Hanafi,dan melihat nya sudah duduk di bangku yang berada di taman,wanita itu pun mendekati nya dan duduk di sisi Hanafi,


gendis kamu masi ingat masa- masa kita di kampung?, Hanafi bertanya saat gendis sudah duduk di sisi nya ,


tentu saja aku mengingat semuanya ,.udara pagi yang segar jalanan kampung yang selalu di penuhi warga yang akan pergi ke sawah,


setiap pagi aku selalu bertemu mereka di jalan,musholah tempat ku mengajar anak-anak iqro ,


semua itu masi utuh di ingatan ku dan tidak mungkin untuk ku melupakan nya begitu saja, kedua orang tua ku di makam kan di sana,janji ku kepada nek imah belum aku penuhi hingga sekarang,


ayo kita kembali ke kampung dan tinggal kan semua yang ada di sini,gendis menatap Hanafi yang juga menatap nya, kita bangun kehidupan kita di kampung,ucapan Hanafi membuat gendis semakin bingung,..pandangan nya tidak beralih dari Hanafi,


abang suka kamu gendis!.., deg..detak jantung wanita itu ketika Hanafi mengungkap kan perasaan yang ia miliki terhadap nya, gendis tidak bisa berkata apapun ia tidak percaya ,


laki-laki yang selama ini di anggap nya sebagai abang nya sendiri ternyata memiliki perasaan yang terpendam terhadapnya...


kamu selalu ada di hati dan pikiran abang,


abang ingin membangun rumah tangga bersamamu,membangun sebuah keluarga yang bahagia,bersama dengan mu gadis yang sangat ingin abang miliki,..


pandangan mata Hanafi membuat gendis gusar..membisu wanita itu masi menutup rapat mulutnya ia bingung harus berkata apa..


abang berjanji abang pasti akan membuat mu bahagia,kita akan memulai nya dari nol di kampung,kamu bisa kembali mengajar anak- anak iqro,abang akan meneruskan usaha orang tua abang..Hanafi menggenggam tangan gendis namun secara lembut wanita itu menepisnya,..


maaf kan gendis bang,. gendis ga bisa kembali ke kampung, kenapa..?Hanafi bertanya dengan wajah bingung,..karena..gendis..sudah menikah


ha..,kamu pasti sedang membuat lelucon kan,


Hanafi tersenyum namun terlihat dari wajah nya rasa tidak percaya dan kecewa, Hanafi berdiri dari tempat dia duduk menggenggam kasar tangan gendis untuk membawanya pergi dari tempat itu,


lepaskan bang tangan gendis sakit , wanita itu berusaha melepas genggaman tangan Hanafi, namun Hanafi semakin memperkuat genggaman nya,..


...

__ADS_1


....


...


di kamar Nara,.Reyhan terlihat gelisah pikirannya tidak tenang ia pun melangkah keluar dari kamar itu,tanpa di sadari Henry


mengikutinya dari belakang, meninggal kan Adam dan Nara di kamar itu,.


Nara yang melihat kepergian Reyhan dan Henry hanya bisa menatap punggung kedua nya hingga menghilang di balik pintu,


Nara ,.?! emm..mata Nara menatap dokter Adam ,benarkah kamu sudah memiliki anak ,!? Nara tersenyum manis dan mengangguk kan kepalanya,dokter Adam berusaha menutupi rasa kecewa nya, dengan tersenyum ,.kamu beristirahat lah nanti saya ke sini lagi, Nara mengangguk pelan,dokter Adam pun keluar dari kamar itu ,.


di luar rumah sakit,Reyhan masi mencari keberadaan sang istri dan Hanafi,hingga pandanganya menuju ke arah taman, terlihat Hanafi menggenggam kasar tangan sang istri, membuat nya sangat marah..


buuukk...sebuah kepalan tangan mendarat di pipi Hanafi hingga membuat laki-laki itu jatuh tersungkur di atas bebatuan yang berada di taman, darah segar keluar dari sudut bibir nya ..


Hanafi berusaha untuk berdiri dan melihat siapa yang berani memukul dirinya..


Reyhan,,!?apa kau sudah gila kenapa kamu memukul ku,!? Hanafi terlihat sangat marah dan membalas pukulan Reyhan,


buuukk...,, Hanafi memukul tulang rusuk Reyhan hingga membuat nya terhuyung ke belakang dan jatuh ,Reyhan memegang tulang rusuk nya yang sakit.,


abang,..!? gendis menghampiri sang suami yang menahan rasa sakit di bagian rusuk nya ,,


membantunya berdiri, hentikan ..!!suara gendis menahan tangis nya ..,


gendis,! lepaskan dia kalian bukan,, mahram'' Hanafi menarik tangan wanita itu,.namun Reyhan menepis nya kasar ,,jangan sentuh istri ku,!? wajah Reyhan terlihat sangat marah matanya menatap tajam Hanafi seakan bersiap untuk membunuh nya,..


Hanafi menatap nanar dua orang yang ada di hadapan nya itu,!? apa maksud kamu Rey ,!? istri.?siapa? siapa istri kamu katakan Rey..,!


tangan kekar Hanafi mencengkram kerah kemeja Reyhan ..,


Reyhan berusaha melepaskan tangan Hanafi dari dirinya hingga membuat Hanafi terdorong ke belakang, gendis istri ku .!, Reyhan memeluk pinggang sang istri, dia istri ku milik ku dan selamanya akan tetap menjadi milik ku,..


Reyhan mengulang ucapannya,..


gendis menganggukkan kepalanya saat Hanafi menatap nya,,.. tidak mungkin dek abang lebih mengenal mu tidak mungkin kamu mau menikah dengan nya ,apa dia mengancam mu ,?!katakan dek laki-laki ini mengancam mu kan ,!?Hanafi menatap marah ke arah Reyhan,. abang tidak akan membiarkan laki-laki ini menyiksa batin mu ..,


bang Reyhan suami gendis ,!? dan kami sudah menikah hampir dua bulan,..gendis menatap suami nya dengan mata yang sangat di ingin kan Hanafi..,tatapan itu seharusnya menjadi milik ku..!,monolog Hanafi


tubuh Hanafi jatuh di tanah yang penuh bebatuan kecil ,.ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar nya.,aakkhh.. Hanafi berteriak meluapkan kekesalan dalam hatinya..,


bodoh ,..mengapa aku sangat bodoh .,


seharusnya aku dari dulu menikahinya.., walaupun kedua orang tua ku tidak memberi restu,,


gendis sangat tidak tega melihat ke adaan Hanafi ia ingin menghampiri laki- laki itu,namun


Reyhan dengan cepat menggenggam tangan sang istri dan meninggal kan Hanafi sendiri di taman,..


keduanya melangkah kembali memasuki rumah sakit..,dari kejauhan terlihat Henry memperhatikan mereka sejak tadi,ia sangat menghawatirkan tuan nya,.


...


...


...


keduanya sudah berada di dalam mobil setelah Reyhan di periksa dokter Adam, mobil itu melaju menuju ke arah apartemen milik Reyhan, mereka hanya diam tidak ada kata yang terucap, kali ini Henry yang mengantar mereka,karena Reyhan masih merasa sakit di bagian rusuk nya,.


tiga puluh menit kemudian mereka sampai di parkiran apartemen,..Henry segera membuka pintu mobil dan membantu Reyhan masuk ke dalam lift,menuju apartemen milik Reyhan


sampai kan pada Nara kami tidak sempat berpamitan padanya karena ada urusan mendadak,, baik tuan ,, kalau begitu saya permisi tuan..Reyhan mengangguk pelan ,.


Henry melangkah keluar dari apartemen milik Reyhan ,


...


Reyhan melangkah masuk ke dalam kamar,


gendis menatap suaminya dan melangkah mengikuti sang suami, abang membutuh kan sesuatu ,?! Reyhan tersenyum ,.tidak ,! aku mandi dulu ya..,gendis melangkah menuju kamar mandi..


bagaiman perasaan kamu tentang Hanafi, ?!gendis menghentikan langkahnya,.gendis menatap sang suami,.namun ia tidak menjawab pertanyaan sang suami dan kembali melangkah masuk ke dalam kamar mandi,.


..


gendis sudah selesai mandi ia keluar dari kamar mandi sudah mengenakan baju tidur namun ia tidak mengenakan hijab karena rambutnya masi basah,


gendis melangkah mendekati sang suami yang duduk di tepian ranjang,, abang mandilah sebentar lagi magrib ,ia pun membantu sang suami melepas pakaian nya, sebuah senyum terukir di bibir Reyhan..,


...

__ADS_1


..


...🌷🌷🌷bersambung🌷🌷🌷😊


__ADS_2