
pagi sebelum ke kantor,
tuan dan nyonya Adelard ke luar dari kamar mereka melangkah menuruni tangga menuju lantai satu Mansion itu,tidak ada percakapan antara ke dua nya mereka berdua segera menuju meja makan untuk segera sarapan pagi,tuan Adelard duduk di kursi makan yang khusus untuk nya dan nyonya Adelard melayani
nya dalam diam,kedua orang tua itu makan sarapan pagi bersama.menikmati nasi goreng yang di sedia kan para koki di Mansion itu,
''Tony ,,.panggil Rey dan istri nya untuk sarapan bersama,perintah nyonya Adelard
''tuan muda,,'' sudah berangkat ke kantor nyonya besar,sahut Tony
''oh ya,,nyonya Adelard agak sedikit terkejut mendengar jawaban Tony masalah nya ini masih terlalu pagi dan putranya pergi ke kantor tanpa sarapan,
''iya nyonya besar,,
''kalau begitu panggil istrinya untuk turun,,
''maaf,,nyonya besar tuan muda berpesan agar nyonya muda tetap di kamar tidak di ijin kan untuk keluar dari kamar,,
''braaakkk,,tuan Adelard memukul meja makan yang ada di hadapan nya dengan ke dua telapak tangan kekar nya,sendok dan piring yang berada di atas meja pun melayang sedikit ke udara karena kerasnya pukulan tangan tuan Adelard ke meja dan terhempas kembali di atas meja makan itu''praang'',,suara sendok jatuh di atas piring..
''percakapan kalian berdua membuat ku tidak berselera untuk makan,,''!!tuan Adelard menatap tajam ke arah Tony dan berganti ke istri nya..
Tony menundukkan kepalanya sangat dalam dia tidak berani menatap ke arah majikanya itu,namun tidak dengan nyonya besar Adelard ia terlihat acuh dengan tatapan suaminya,dan tetap melanjut kan makan nya..
tuan Adelard berdiri dari duduk nya melangkah ke arah pintu keluar menuju mobil yang sudah terparkir di halaman,supir yang sudah menunggu nya di sisi mobil pun segera membukakan pintu mobil untuk tuan besar nya, mobil melaju meninggal kan Mansion menuju jalanan ibu kota..,
''Tony siapakan sarapan untuk menantuku aku yang akan mengantar ke kamar nya,,perintah nyonya Adelard
''tidak'',.nyonya tuan muda berpesan agar tidak ada yang mendatangi kamar nyonya muda kecuali saya..
''sejak kapan kamu mengikuti peraturan Reyhan di Mansion ini?''tanya nyonya Adelard penuh selidik..
''maaf''nyonya saya hanya mengikuti perintah
tuan muda..,
''jangan melarang saya untuk bertemu dengan menantu saya sendiri,ingat saya masi nyonya besar di Mansion ini''!,tegas nyonya Adelard
__ADS_1
''baik,,nyonya,Tony hanya bisa menundukkan kepalanya...
sambil membawa sebuah nampan yang berisi makanan nyonya Adelard melangkah menaiki anak tangga menuju lantai tiga,ia terus melangkah hingga tiba di depan sebuah pintu kamar yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran yang sangat elegan,senyum tipis tersungging di sudut bibir nya ukiran pintu itu adalah karya nya,''.tok..tok..tok..''di ketuk nya pintu itu..
'',cklek'',suara pintu di buka dari dalam kamar..
Assalamu'alaikum''..sambil tersenyum manis nyonya Adelard mengucap kan salam..
''nyonya,,Walaaikum'salam'',gendis menjawab dengan raut wajah bingung..
''boleh saya masuk,,''?senyum manis tersungging di bibir nyonya Adelard
'silahkan nyonya,,gendis menganguk kan kepala nya pelan...
nyonya Adelard masuk ke dalam kamar itu dan langsung mendudukkan bokong nya di sofa yang tersedia..''duduk lah nak''perintah nya pada gendis,mereka berdua duduk saling berhadapan..nyonya Adelard menyerah kan nampan yang berisi makanan kepada gendis,
nyonya Adelard memperhatikan wajah gendis dengan seksama ,''sepertinya kita pernah bertemu,,''
''iya nyonya,,gendis menjawab,.kita pernah bertemu di toko bunga milik mama Yuni
ah,,ya saya baru ingat kamu putri dari jeng Yuni kan,,ternyata dunia ini tak terlalu luas dulu saya pernah bilang sama jeng Yuni seandainya dia memiliki anak perempuan pasti akan saya jodoh kan,sama Rey...nyonya Adelard terkekeh saat mengingat kata katanya sendiri..,,
''apakah kalian berdua sudah lama saling mengenal,,'''maksud saya kamu dan Reyhan'',,huukk..huukk..'',,gendis tersedak mendengar pertanyaan itu,,buru buru ia minum..,,kamu tidak apa- apa''nyonya Adelard terlihat menghawatirkan gadis itu,,''gendis mengangguk pelan,,''
dertt..dertt..suara ponsel milik nyonya Adelard..
,,Assalamu'alaikum,,
walaikumsalam'',,jawaban dari si penelepon
sedang apa mami di kamar Rey,apakah ada sesuatu yang ingin mami bicarakan,mami bisa bicara langsung saat Rey pulang,,,''ternyata Reyhan yang menelpon.,,mi Rey mohon biarkan gendis beristirahat dulu''
''Rey''mami hanya ingin ngobrol dengan menantu mami tidak ada yang lain istri kamu juga baik-baik saja,..tuutt.tuutt..tuutt...ponsel terputus,nyonya Adelard menghela napas panjang nya,di tatap nya gadis yang kini sedang duduk di hadapan nya.senyum terlukis di wajah nya''kamu baik nak kamu pantas mendapat perhatiannya,,sambil menyentuh pipi gadis itu dengan telapak tangan nya,''..nyonya Adelard pun melangkah keluar dari kamar itu, meninggal kan gendis yang masih tertegun tidak mengerti,
...
...
__ADS_1
jam sudah mununjukkan pukul sembilan malam namun gendis belum bisa memejamkan matanya pikiran nya masi menerawang tentang kejadian tadi pagi yang tidak dia mengerti,
''Reyhan,,yang di nantikan nya untuk memberi jawaban tak kunjung datang,,pikiran nya terasa sangat lelah namun matanya tidak bisa di ajak terlelap,pikiran dan matanya tidak mau bersatu
gendis menatap ponsel nya ingin rasanya ia menelpon suaminya namun ia urung kan..
tok..tok..tok..suara ketukan pintu dari luar kamar.gendis segera membuka nya ternyata suami nya sudah pulang,sebuah senyuman ia sungging kan di sudut bibir nya,aku akan mendapat jawaban,pikir nya..
,,Assalamu'alaikum''Reyhan melangkah masuk kedalam kamar..
Walaaikum'salam''gendis mencium tangan suaminya,,di tatap nya wajah lelah itu rasa tidak tega timbul di hatinya di urungkan niat nya untuk bertanya,..segera ia masuk ke kamar mandi menyiapkan air untuk suami nya mandi,
''air nya sudah aku siapkan abang mandilah gendis membantu suaminya memasukan pakaian kotor ke dalam sebuah box yang tersedia,
Reyhan segera masuk ke dalam kamar mandi cukup lama ia berada di dalam sana '',,
''gendis melangkah menuju balkon duduk si kursi yang terbuat dari kayu jati ,,terlihat kokoh kursi itu,menikmati hembusan angin malam yang menerbangkan jilbab segi empat nya.
belum tidur,''Reyhan bertanya dari arah belakang nya'',
''mata ku belum mengantuk,,sambil menatap suaminya,,yang duduk di samping nya..
malam ini sungguh cerah tak terlihat bulan namun bertaburan bintang di langit..kedua nya diam dalam pikiran masing-masing
saat di kampung'' gendis seolah bicara pada diri nya sendiri''malam cerah seperti ini aku dan mamak pasti duduk di teras menikmati indah nya bintang-bintang di langit yang mengintip dari celah-celah daun di pohon yang menjulang tinggi,gendis tersenyum menatap langit,''mak...'' Reyhan menatap istrinya yang menatap langit,,dengan rasa yang aneh ingin dirinya memberi pelukan hangat untuk gadis itu
''aku rindu saat itu''sambil menatap suami nya dengan tatapan sayu..aku rindu mamak ku,aku rindu gerbang kampung ku,aku rindu anak-anak IQRO,aku rindu bang Reyhan yang dulu saat masih bersama bang Hanafi,saat itu tidak akan pernah aku lupakan,aku huuffss...tiba-tiba Reyhan membungkam mulut gendis dengan ciuman di ***** bibir itu dengan lembut,
''gendis mendorong tubuh Reyhan hingga ciuman itu terlepas dan dengan wajah memerah gendis menatap Reyhan dengan tatapan tajam,'',melangkah pergi,Reyhan menarik lengan nya hingga gadis itu jatuh ke dalam pelukan suaminya..tidak ada kata yang mereka ucap keduanya terdiam dalam pelukan,,
''maaf,,suara Reyhan,gendis berusaha melepaskan pelukan itu namun Reyhan semakin erat memeluk nya,tetap lah seperti ini sebentar..,,bisik Reyhan di telinga gendis...
....
....
..🌷🌷🌷**bersambung🌷🌷🌷
__ADS_1
Hay readrs mohon dukungan nya untuk novel pertamaku masi pemula jadi masi banyak kesalahan dalam penulisan😊
like dan komen😊terima kasih🌷🌷🌷**