
setelah di rawat selama dua hari di rumah sakit
akhirnya gendis sudah bisa pulang.
ia di jemput oleh Hanum dan Alfian.
,''sudah semua dek?
.''sudah kak,,
mereka berdua pun keluar dari ruang perawat
yang di tempati gendis sebelumnya.setelah memastikan tidak barang yang tertinggal di tempat itu.
gendis dan hanum berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju tempat parkir, terlihat Alfian sudah menunggu di dalam mobil.
,,''masuk dek,. hanum menyuruh adik nya masuk ke dalam mobil.
,,''iya kak,
gendis dan hanum bersamaan masuk ke dalam mobil.tapi belum sempat hanum duduk ia merasakan sakit yang sangat parah di bagian perut nya..
aauuuuwwww..sakiiitt.ucap sambil meringis
Alfian dan gendis yang melihat hal itu pun terkejut dan dengan cepat menghampiri hanum
sayang ada apa?,tanya Alfian pada istri nya
perutku sakit sekali.,,''ucap hanum
kak'',,kakak nggak apa apa kan,,.ucap gendis sambil menangis ketakutan melihat kakak nya.
kakak nggak apa apa dek,,''
Alfian segera mengangkat tubuh sang istri membawa kembali ke rumah sakit ia membawa tubuh sang istri masuk ke dalam ruang UGD
perawat yang melihat langsung memeriksa kondisi hanum.,
sepertinya akan melahirkan ucap salah satu perawat kepada Alfian dan langsung memanggil dokter kandungan.
terlihat dokter wanita datang ke ruang UGD
dan memeriksa kondisi hanum ia pun memerintah kan agar hanum di pindah kan ke ruang persalinan..
bagaimana kondisi istri ku mir??,
tanya Alfian pada dokter yang bernama Mirna itu...
istri mu akan segera melahirkan sebaiknya kamu berada di sisinya.,ucap dokter wanita itu.
yang segera pergi dari hadapan Alfian.,
Alfian dan dokter wanita itu saling mengenal karena mereka bekerja di rumah sakit yang sama.,,
kini gendis dan Alfian sudah berada di depan ruang persalinan Alfian segera masuk ke dalam untuk menemani istrinya .air matanya tak terbendung lagi melihat kondisi sang istri yang meringis menahan kan sakitnya,,
hanum tersenyum melihat suaminya berada di dekat nya di saat dia berjuang bertaruh nyawa.,
__ADS_1
aku tidak apa apa bang,,''ucap nya menenangkan suaminya
maaf kan abang sayang seandainya saja rasa sakit mu bisa kau bagi dengan abang,,''abang,'akan menerimanya..
Alfian mengelus perut istri nya dengan lembut.
'',,anak ayah yang baik cepat lahir ya kasihan bunda kesakitan. ucapnya pada bayi mereka yang berada di perut sang istri.
di depan pintu ruang persalinan terlihat gendis yang ketakutan. ia berjalan ke sana kemari sambil menggigit ujung kukunya tubuhnya gemetar ia takut.ia takut akan kehilangan kakaknya itu lah yang terlintas di pikiran nya.
bayangan bayangan saat mamak nya pergi meninggal kan nya tanpa berkata apapun padanya masih terlintas di benak nya.,,
gendis berjalan menyusuri lorong rumah sakit gadis itu akan melaksanakan sholat ashar.ia mencari mushola tapi tidak tau di mana tempat nya.akhirnya ia memutuskan bertanya pada perawat yang di temui nya..
permisi kak saya mau tanya mushola di sebelah mana ya?tanya gadis itu
perawat itu pun menunjukan tempat nya,dan gadis itu pun segera menuju ke tempat itu..,
...gendis selesai sholat ia mendo'akan kakaknya,...
agar persalinan nya lancar.,
gendis pun kembali ke ruangan persalinan tapi dia tidak melihat ada orang di sana.,gendis bingung ke mana kakak nya,
pikirannya kembali kacau bayangan kehilangan mamak nya kembali muncul.gadis itu menangis sambil terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit tersebut.
tau akan ke mana dia masih baru di rumah sakit itu.,sampai akhirnya ada seseorang yang memanggil namanya dari arah samping ia kenal dengan suara itu.ia pun menoleh ke arah sumber suara,
ma,,..mama,"ucap gadis itu terbata ia langsung berlari kearah mama Yuni memeluk wanita itu sambil menangis gadis itu tidak perduli walaupun banyak orang di rumah sakit yang meperhati kan diri nya.
gendis tadi dari mushola ma mau ke ruangan kakak.,tapi kakak tidak ada di ruangan nya.
hanum sudah di pindahkan ke ruang perawatan dia baik baik saja.,bayi nya perempuan sangat cantik.ucap mama Yuni pada gendis
gendis pun lega mendengar kakak dan bayi nya baik baik saja
mama Yuni langsung membawa gendis ke ruangan hanum,.kamar itu sangat besar karena itu ruangan VVIP. di dalam kamar itu sudah ada papanya Alfin dan juga si kembar anak pertama hanum dan Alfian.
hanum tersenyum melihat adik nya.
gendis langsung memeluk sang kakak sambil menangis.
hanum mengelus lembut kepala adik nya yang tertutup jilbab.ia melepas pelukan adiknya dan menghapus air mata yang membasahi pipi adiknya menggunakan jari tangan nya.
kakak baik baik saja, ucap hanum pada adik nya.lihat itu putri kakak ia sangat cantik tunjuk hanum pada box bayi yang berada di samping nya.
gendis pun berjalan menuju box bayi
ia melihat ada putri tidur di sana.senyum mengembang di bibir gadis itu.
ia kembali mendekati kakaknya
dia sangat lucu dan menggemaskan,ucapnya
sambil tertawa.
semua orang yang ada di kamar itu pun tertawa mendengar ucapan gadis itu.
__ADS_1
mama bertemu gendis di mana?tanya Alfian pada mama nya
di lorong rumah sakit.ucap sang mama .dia menangis bisik sang mama
kenapa kamu menangis dek,tanya hanum
aku tersesat kak, ucap nya berbohong karena dia tidak mau menceritakan pada kakak nya apa yang ada di pikirannya.
....
...
...🌷🌷🌷
gendis pulang bersama mama Yuni dan si kembar mereka di antar supir.karena hanum masih di rumah sakit bersama Alfian suami nya.sedang kan papa nya Alfian kembali ke kantor.
mereka sampai di rumah orang tua Alfian gendis takjub melihat rumah itu begitu besar dan megah..
i.i.ini ru.ru.rumah mama,tanya nya gugup
iya,jawab mama yuni.yuk masuk mama Yuni mengajak gendis masuk ke dalam.dan mengajak gadis itu menuju ke kamar yang akan ia tempati.gendis semakin terperangah melihat kamar yang akan ia tempati.
kau suka,tanya mama Yunia
sangat suka ma.ucap gadis itu.
mama Yuni pun menunjukan pada gendis lemari tempat ia akan menyimpan pakaian.
mama Yuni mengajak gadis itu ke kamar mandi
mengajari nya cara menggunakan shower cara menghidupkan kran air cara memakai closed
semua di ajarkan mama Yuni padanya..
gendis sudah rapi dan bersih..ia menemui mama Yuni dan papanya Alfian di meja makan ada si kembar juga di sana yang sedang makan di suapi oleh pengasuh nya
mereka pun makan bersama banyak makanan enak yang tersaji di atas meja.gendis bingung mau mengambil yang mana.membuat kedua orang tua itu tersenyum melihat nya.
ia pun mencoba menggunakan sendok dan garpu.tapi tidak bisa akhirnya ia pun makan menggunakan tangan.kedua orang tua Alfian tidak marah mereka malah semakin tertawa lebar melihat tingkah nya...,
....
.....
....
🌷🌷🌷
TBC
***Hay readrs mohon dukungannya ini novel pertama ku.masih penulis baru jadi masih banyak kesalahan di dalam nya tambahkan novel ku ini sebagai daftar favorit mu.
belajar daring sudah kembali aktif sekarang jadi mungkin aku akan.
slow up.terima kasih
like dan komen***
__ADS_1