
sudah pukul 5 pagi semalaman,gendis, tidak tidur dia tidak bisa melupakan kejadian semalam,rasanya masih seperti mimpi.orang yang selama ini dia sayangi. pergi meninggalkan nya dengan tiba tiba.tidak ada kata apapun yang di tinggalkan orang itu untuknya.selama ini orang itu tidak pernah mengeluh.tidak pernah menyerah dalam menjalani hidup, tapi Allah memanggil nya,
untuk berada di sisinya.
gadis itu kembali menangis dalam do'a, setelah sholat subuh dia belum melepas mukena yang di pakainya.dia membaca surat Yasin yang ada di tangan nya.air matanya tidak dapat di bendung nya,
terdengar suara ketukan di pintu kamar nya. dia pun tersadar dari lamunan nya dan berjalan menuju pintu.di lihat nya orang yang berada di depan pintu kamarnya itu,nek imah.
nek imah,ucap nya
orang tua itu tersenyum,buka mukena mu gendis ayo kita sarapan,dari semalam kamu belum makan,nenek lihat di dapur banyak sekali makanan yang di masak jadi nenek memanaskan nya lagi,
baik nek.gadis itu pun langsung melepas mukena dan memakai hijab segi empat nya.
di dapur nek imah sudah menunggu.di atas meja makan yang terbuat dari kayu tersedia banyak sekali makanan,gadis itu pun duduk di kursi kayu.air matanya kembali jatuh saat dia teringat mamaknya.
hari sudah semakin siang nek imahpun sudah kembali kerumahnya'' gendis' menyibukkan dirinya dengan membersihkan rumah,gadis itu mencuci semua kain yang di pakai untuk menutupi jenazah mamak nya semalam selesai semuanya.gadis itu pun mandi dan berpakaian rapi.
kemudian ia naiki sepedanya menuju ke makam mamak nya.sesampainya di sana gadis itupun langsung duduk bersimpuh,dia tidak menangis
hanya memandangi gundukkan tanah yang ada di hadapanya,
mak..hanya kata itu yang bisa di ucapkan nya.
tanpa di sadari di belakang nya sudah berdiri beberapa orang.salah satu dari orang itu duduk bersimpuh di samping nya sambil memegang tangannya,gadis itu menoleh ke samping melihat orang yang memegang tangannya.
kakak,ucapnya langsung memeluk orang itu dan menangis kembali.terasa pilu tangisannya
sakit sangat menyayat hati.mereka berdua menangis memeluk satu sama lain.orang orang yang di makam pun ikut menangis,
kak Hanum dan keluarga nya sudah sampai dia masuk ke dalam rumah tapi rumah itu kosong,
lalu ada warga yang memberi tau kalau adiknya pergi tidak tau ke mana.mungkin ke makam pikir Hanum ia pun mengajak keluarganya untuk ke makam.benar adiknya berada di makam mamak mereka.
Gendis melepas pelukannya dia memandang wajah kakak nya.ia tersenyum sambil memegang wajah kakaknya dengan kedua
tangannya. mereka saling menatap
kapan kakak sampai, ucapnya sambil melepaskan tangannya dari wajah kakak nya,
kini tangannya sudah memegang tangan sang kakak.
baru saja, ucap Hanum yang juga memegang tangan adiknya.tadi kakak ke rumah tapi kamu tidak ada kakak langsung ke sini.ternyata kamu di sini,maaf kan kakak ucap Hanum air matanya tak dapat di bendung nya lagi,
sebaiknya kita pulang ke rumah.ucap seorang wanita paru baya yang berada di dekat mereka.
gendis pun melihat wanita itu.tante ucapnya
gadis itu pun langsung memeluk wanita itu
__ADS_1
mamak gendis sudah tidak ada tante.ucap gadis itu lirih.wanita itupun memeluk gadis itu sambil mengusap punggung nya.
iya sayang kita pulang ya.ajak nya pada gadis itu..mereka pun pulang ke rumah
di kejauhan terlihat Hanafi dan Reyhan, memperhatikan mereka.kasihan gadis itu ucap Reyhan pandangan nya lurus ke depan seolah dia bicara pada dirinya sendiri.
Hanafi menghela nafasnya.dia gadis yang ucapnya tanpa menoleh.
ayo kita berkeliling kampung aku akan menunjukan tempat tempat yang indah padamu,ucap Hanafi pada sahabatnya itu
mereka berdua pun masuk ke dalam mobil milik Reyhan..
...
...
...
di rumah gendis
gendis terlihat sudah ceria karena ada si kembar anaknya Hanum mereka bermain.
Hanum dan mama mertuanya menyiapkan makan siang.
sementara suami Hanum seperti biasa setiap datang ke kampung itu selalu jadi pusat perhatian kaum ibu ibu kampung.
membuat ibu ibu di kampung itu terpesona melihatnya .karena itu alfian jarang keluar rumah saat berada di kampung itu.
Alfian dan papanya sedang berjalan menuju ke mushola mereka akan sholat zhuhur di sana.di perjalan ibu ibu selalu memperhatikan mereka.
akhirnya sampailah mereka di mushola.
terlihat di mushola sudah banyak warga akan melaksanakan sholat zhuhur.
sekembalinya Alfian dan papanya dari mushola mereka makan siang bersama.ada nek imah juga di situ karena gendis yang menjemputnya tadi dari rumah nya.mereka duduk di ruang tamu dengan beralaskan tikar.tidak ada yang berbicara saat makan. bahkan si kembar yang sangat aktif pun bisa diam saat makan.mereka sangat menikmati makannya.
selesai makan gendis dan kakaknya mencuci semua piring yang kotor.kali ini mama mertuanya Hanum dan nek imah yang bermain dengan si kembar.
gendis dan hanum pun kembali duduk ke ruang tengah,gendis memegang perut kakak nya.
tanggal berapa kakak melahirkan?tanya nya pada kakak nya.
sambil tersenyum Hanum menjawab,dua minggu lagi dek.kamu ikut kakak ya ke kota ucap Hanum sambil memegang tangan adik nya,gendis terdiam sejenak di lihatnya nek imah.aku tidak bisa kak meninggalkan nek imah sendiri di sini ucap gadis itu memandang kakaknya..
nek imah mendekat sambil memegang pundak gadis itu.pergila gendis nenek tidak apa apa di sini.bukan kah kamu ingin tau kehidupan di kota seperti apa.ucap nek imah yang membuat gendis malu.siapa tau di kota nanti kamu bertemu dengan tari.bawa dia kembali ke kampung untuk bertemu dengan nenek.
iya gendis sebaiknya kamu ikut kami ke kota.ucap mama Yuni mertua dari Hanum
tapi Tante gendis tidak tau mau kerja apa di sana ucapnya.
__ADS_1
kamu bisa bekerja di toko bunga milik mama.ucap mama Yuni pada gendis.jangan panggil Tante tapi panggil saya mama kita ini keluarga ucap wanita itu.
gadis itu pun langsung memeluk nya
ma''mama ucapnya terbata
iya sayang.ucap mama Yuni dan membalas pelukan gendis,
.......
sudah satu minggu semenjak kepergian mamaknya,
hari ini gendis berangkat ke kota bersama dengan keluarga hanum.mereka sudah di perjalan dan sekarang sedang beristirahat untuk melepas lelah. perjalanan masih jauh mereka harus sering berhenti karena gendis mabuk darat.gadis itu sudah sangat pucat seperti mayat.sepanjang perjalanan gendis muntah muntah.seumur umur gadis itu tidak pernah naik mobil.
sesampainya di kota mereka tidak langsung pulang ke rumah melainkan ke rumah sakit.karena gendis pingsan kehabisan cairan.
gendis sadar dari pingsan nya dia pun membuka matanya perlahan.silau lampu di ruangan itu sangat terang di lihatnya tangan nya.benda apa ini pikir nya dia pun akan membukanya namun langsung di hentikan oleh hanum,jangan teriak hanum dari pintu dan langsung menghampiri adiknya.
benda apa ini kak?tanya gendis pada kakak nya
itu namanya infus dek''ucap hanum
untuk apa?tanyanya lagi karena penasaran
untuk menggantikan cairan tubuh kamu..
kamu pingsan dek.karena selama perjalanan kamu muntah terus.ucap hanum
gendis terlihat seperti mencari sesuatu.
mereka semua pulang ke rumah,untuk beristirahat baru saja.ucap hanum seolah tau apa yang di cari adiknya.
oh.., ucapnya
kalau kamu sudah sehat kakak akan mengajak mu keliling kota,
benarkah,kakak akan mengajak ku keliling kota ucap gadis itu dengan suara yang sangat bahagia
iya,jawab hanum sambil menganggukkan kepalanya..
...
...
... tbc
🌷🌷🌷
masih penulis baru jadi masih banyak kekurangan mohon dukunganya
__ADS_1