Dia Bukan CEO

Dia Bukan CEO
bab 44 hanum sakit


__ADS_3

mobil yang di kendarai Henry sampai di halaman mansion keluarga Irawan, gendis dan Reyhan keluar dari mobil berjalan menuju pintu dan di ikuti oleh Henry,


asalamualaikum,, mereka bertiga mengucap kan salam bersama, walaikumsalam,,suara seorang wanita yang menjawab, mama, !? gendis langsung memeluk wanita itu yang sudah berdiri di pintu masuk,


gendis,!? kamu di sini ,?wanita itu menatap bingung, iya ma.. gendis tersenyum senang,


eh,. ayo masuk ko berdiri di pintu,mama Yuni mengajak mereka ke ruang keluarga,di tempat itu ada si kembar yang sedang asyik bermain,


silahkan duduk, gendis ada apa tidak biasa kamu ke datang ke sini, begini ma untuk sementara gendis akan tinggal di sini ,Reyhan yang menjawab pertanyaan mama Yuni,


ada apa Rey kamu akan pergi, ? Reyhan mengangguk pelan ,ke mana ,?ke Singapore ,


ma, pekerjaan, gendis dan Henry hanya diam mendengar percakapan mama Yuni dan Reyhan...


mama tidak bisa Rey,!? gendis menatap mama Yuni seakan tidak percaya dengan jawaban yang ia dengar, mama,! maaf sayang kamu sudah menjadi hak keluarga suami mu,dan keluarga ini tidak bisa menerima kamu di sini,


kamu seorang istri tinggal lah di rumah mertua mu ,bukan di rumah orang tua mu, kalau kamu tinggal di sini mereka bisa menuntut keluarga kita, gendis tertunduk ia tidak berpikir masalah apa yang akan timbul kalau ia tetap akan tinggal di mansion keluarga Irawan,


gendis tidak ingin ada masalah di antara kedua keluarga, ma..gendis takut tinggal di sana ,apalagi suami gendis akan pergi selama dua minggu, gendis tertunduk dengan wajah sedih, mama Yuni memeluk wanita itu, kamu tidak boleh seperti ini gendis,sampai kapan kamu akan bergantung pada suami mu, Reyhan tersenyum menatap sang istri dan mama Yuni


terima kasih ma sudah memberi kami nasehat, kami berdua akan mengingat nya, gendis menyandarkan kepala nya di pundak sang suami..


bik murni datang dari arah dapur dengan membawa nampan yang berisi teh hangat dan meletakan nya di atas meja, terima kasih bik ,gendis tersenyum, sama- sama non gendis bik murni kembali masuk ke dalam dapur,


silahkan di minum,mama Yuni mempersilahkan ketiganya untuk minum, gendis menatap dua keponakan nya yang asyik bermain, sekarang mama yang jaga mereka,mama Yuni tersenyum


kakak,.? di mana ma,? mata gendis mencari keberadaan sang kakak, hanum...dia sekarang masi berada di toko, wajah mama Yuni terlihat menyembunyikan sesuatu, kakak pasti saat ini


sedang sibuk karena harus bekerja seorang diri gendis tersenyum menatap mama Yuni..


sayang,!?kita ke mansion papi ,. gendis ragu dengan ajakan sang suami namun ia akhirnya mengangguk,..mama gendis pulang ya salam untuk kakak..,iya sayang jawab mama Yuni..


mereka bertiga pun keluar dari mansion keluarga Irawan,


...


...


setelah ketiga nya benar- benar pergi mama Yuni segera berjalan menuju lantai dua,.


masuk ke dalam kamar,.sampai kapan kita akan menyembunyikan semua ini dari gendis,?! mama Yuni duduk di tepian ranjang,.ada seseorang yang terbaring di sana,.

__ADS_1


sampai hanum siap ma.?!wanita yang terbaring itu menjawab.,mama Yuni menangis melihat kondisi sang menantu,


hanum terbaring di atas ranjang wajah nya sangat pucat,hanum sakit namun ia tidak ingin gendis tau kondisi nya saat ini,.keluarga tau kondisi hanum baru seminggu yang lalu,karena selama ini hanum tidak pernah mengeluh..ia menjalani kehidupan nya seperti biasa namun tiba- tiba sekarang ia menderita sakit dan membutuh kan donor sum-sum belakang,.


...


...


flashback on


hanum tiba-tiba jatuh pingsan seluruh anggota keluarga panik, Alfian segera membawanya ke rumah sakit,di rumah sakit dokter segera memberi hanum pertolongan pertama, segala tes di lakukan untuk mengetahui penyebab hanum pingsan, Alfian sangat ia bahkan tidak bisa diam ,


dokter menangani hanum keluar dari ruang IGD, dan menemui Alfian, dokter bagaimana kondisi istri saya, tuan keluarga pasien dokter balik bertanya,.saya suaminya !,..jawab Alfian .


istri anda harus di rawat tuan,ucap sang dokter


'' maksud dokter,, Alfian bingung dengan pernyataan sang dokter, istri anda terkena leukimia ,dan sudah dalam kondisi kritis saat ini dia membutuh kan donor sum- sum tulang belakang,,


jaga bicara mu dokter,! istri ku baik-baik saja ,!?Alfian sangat marah dengan ucapan sang dokter,ia bahkan mengangkat tangannya yang terkepal bersiap untuk menghajar sang dokter yang di anggap nya mempermainkan dirinya...


Alfian hentikan suara papa Irawan dan mama Yuni yang baru sampai di rumah sakit, papa Irawan mendekat dan memeluk Alfian,.hanum pa..tangis Alfian pecah di pundak sang papa..


abang,?!hanum ingin bangun dari tidurnya namun di cegah oleh Alfian, tetap lah berbaring sayang kondisi kamu masi lemah,hanum tersenyum matanya menatap kedua mertuanya,


mama sama papa di sini juga,?!tanyanya bingung, anak-anak siapa yang jaga ma,?! ada bik murni di rumah kamu tidak perlu cemas, hanum menatap sang suami , wajah abang terlihat tegang sekali ada apa,?!


Alfian mengusap kasar wajah nya, ia tidak tega melihat keadaan sang istri yang terlihat sangat pucat, abang ,?!ada apa,? hanum bertanya sekali lagi pada Alfian, tidak ada apa-apa nak sebaiknya kamu istirahat dulu nanti baru kita bicara, ucap papa Irawan..


hanum tersenyum, manis sekali senyuman itu Alfian yang menyadari nya segera memeluk sang istri, jangan tunjuk kan senyum itu padaku jangan pernah, kamu mendengar ku,?hah!?


setiap manusia memang harus kembali kepada sang pencipta, hanum melepas pelukan Alfian dan menatap nya ,..hentikan omong kosong mu hanum,?!suara Alfian meninggi membuat papa Irawan dan mama Yuni menegurnya ,Alfian ini rumah sakit!?


terima kasih sudah menjadi suami dan ayah yang baik untuk ku dan anak- anak kita,.


suutt...Alfian menghentikan sang istri agar tidak bicara lagi,..


aku akan mencari pendonor untuk mu..kamu tenang saja aku akan berusaha ,akan ku tanya semua teman dokter ku,mereka pasti tau..


umur ku tidak akan lama tinggal satu bulan,.


Alfian menatap tajam mata hanum tidak ada air mata di sana sebuah senyum terukir di bibir wanita itu..hentikan hanum aku mohon hentikan, kamu tidak memikirkan anak-anak,?!

__ADS_1


kita pasti bisa menemukan pendonor, aku yakin itu, gendis mungkin bisa jadi pendonor, hanum menggeleng kan kepalanya, kenapa,?! Alfian bertanya kepada sang istri namun hanum hanya terdiam tidak menjawab..


hanum menepuk lembut tangan sang suami yang sedari tadi menggenggam tangannya, aku ingin di rawat di rumah ucap hanum dengan senyum yang masih terukir di bibirnya,..


Alfian menatap kedua orang tuanya mereka pun mengangguk tanda setuju,. papa akan bicara dengan dokter, papa Irawan bergegas menemui dokter yang memeriksa hanum tadi,


mama telepon ke rumah dulu agar bik murni mempersiapkan kamar kalian, mama Yuni akan keluar dari ruang IGD namun hanum menghentikan langkahnya..


ma..,?! mama Yuni berbalik dan menatap hanum, ada apa nak,? sebaik nya kamar hanum dan bang Alfian di pisah, ma!?, Alfian menatap nanar sang istri,.mama Yuni juga bingung, hanum takut bang Alfian akan terganggu di saat hanum muntah-mutah..


Alfian dan mama Yuni terdiam sesaat,.ma jangan telepon ke rumah, Alfian sendiri yang akan merapikan kamar yang biasa kami tiduri,


mama Yuni tersenyum menatap putranya itu,


papa Irawan kembali masuk kedalam ruang IGD, dokter mengijinkan hanum pulang ,akan ada perawat yang akan mendampingi, terima kasih pa, hanum tersenyum .namun papa Irawan matanya terlihat memerah,


papa tunggu kalian di luar,papa Irawan


melangkah keluar dan di ikuti mama Yuni, pa.. panggil mama Yuni setelah keduanya berada di luar,


dokter tidak mengijinkan hanum pulang ma..dengan alasan alat-alat rumah sakit tidak sepenuh nya bisa di bawa ke rumah, papa Irawan menangis,ini permintaan hanum pa.,iya tapi seharusnya hanum berada di ruangan khusus...


papa Irawan dan mama Yuni menghentikan pembicaraan mereka saat melihat hanum dan Alfian keluar dari ruang IGD.. hanum duduk di kursi roda yang di dorong oleh Alfian hingga ke tempat parkir,


mereka sudah berada di dalam mobil hanya berdua, karena papa dan mama menggunakan mobil yang lain, tiga puluh menit perjalanan mereka sampai di halaman mansion,


bik murni dan para pelayan lain sudah menunggu di depan pintu dengan kursi roda yang akan di gunakan hanum,


Alfian mengangkat tubuh sang istri membawanya hingga ke kamar, hanum tersenyum menatap sang suami hingga mereka sampai di dalam kamar,..


bik murni masih terus mengikuti keduanya hingga ke dalam kamar, tuan kursi rodanya, tanya bik murni pada Alfian,letakan saja di situ bik, hanum yang menjawab.


baik nyonya bik murni meninggal kan kursi roda itu dan bergegas keluar dari kamar, Alfian duduk di tepian ranjang, menatap sang istri dengan yang masi setia dengan senyum senyum manis nya...


flashbakc of ..,


...


...


...🌷🌷🌷bersambung🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2