
pukul 19:00
Hanafi terlihat keluar dari apartemen nya berjalan di parkiran menuju sebuah mobil sport mewah berwarna hitam, dia berniat akan kembali ke rumah sakit untuk menemui gendis dan mengajak nya jalan-jalan,
mobil yang kendarai Hanafi sudah berada di jalanan ibu kota ,.sangat padat lalu lintas nya ia harus ekstra sabar ,
tiga puluh menit di perjalanan Hanafi sampai di parkiran rumah sakit,sebenarnya tidak terlalu jauh jarak antara apartemen Hanafi dan rumah sakit,namun karena kemacetan dia harus menempuh nya dua kali lipat waktunya,
Hanafi sudah berjalan di lorong rumah sakit wajah nya terlihat sangat sumringah senyum terus mengembang di sudut bibirnya,pakaian formal yang dia kenakan menambah ketampanan nya ..,,
Hanafi sampai di depan pintu kamar tempat Nara di rawat,di ketuk nya pintu tetapi tidak ada jawaban dari dalam.,dia pun menggeser pintu itu agar terbuka.,tidak ada siapa pun di kamar itu hanya seseorang yang sedang terbaring di atas ranjang rumah sakit.
Hanafi mendekat dan menatap orang yang terbaring itu,senyum sinis muncul di bibirnya,
belum waktunya kamu untuk pulih sekarang tapi ,kamu tenang saja aku akan membantu mu untuk tetap seperti ini, agar aku bisa melihat gadis yang aku sukai setiap hari,!menjenguk mu,,..
Nara terbangun karena mendengar suara seseorang dan seketika ia terkejut melihat siapa yang datang ..,,Nara tidak bisa berbuat apa pun mulutnya serasa terkunci tubuh nya masi terasa lemah untuk di gerakan ,..
ia hanya dapat menatap mata Hanafi yang menyimpan kebencian padanya.,namun dirinya sendiri tidak tau apa yang membuat Hanafi begitu membenci nya..,,
Hanafi berusaha untuk memasukan sesuatu ke dalam mulut Nara,tiba-tiba pintu terbuka dari luar dengan segera Hanafi bersembunyi,di bawah ranjang Nara.,
Nara ,kamu bangun apa kamu membutuhkan sesuatu ,?Nara tidak menjawab karena mulutnya seperti terkunci ,kamu tidak apa-apa
Hen...ry...,Nara berusaha memanggil namanya,
matanya terus memberi isyarat agar Henry melihat ke bawah ranjangnya namun Henry tidak paham dengan isyarat dari Nara,
karena panik Henry berusaha memanggil dokter melalui sambung telepon yang tersedia di ruangan itu.,Henry sangat bingung melihat keadaan Nara,hal itu di manfaat kan Hanafi untuk keluar dari kamar itu,
kembali Nara memberinya isyarat karena matanya melihat Hanafi keluar dari kamar itu, namun Henry masih tidak mengerti maksud Nara,Henry terus berusaha menelepon hingga ia pun marah karena tidak ada yang merespon di hancurkan nya telepon yang terletak di kamar itu,
Henry berlari menyusuri lorong rumah sakit mencari dokter yang bertugas,dia pun bertemu dengan seorang dokter yang sedang melintas,
dan menarik lengan sang dokter untuk memeriksa keadaan Nara.
periksa dia sekarang atau aku akan membunuh
mu,Henry menunjuk Nara,tuan anda harus tenang ini rumah sakit anda harus mengikuti peraturan di sini,ucapan sang dokter malah membuat Henry emosi dan akan memukul nya,
hentikan.!!suara seseorang membuat Henry menghentikan aksinya,saya Adam dokter dari pasien bernama Nara,dokter yang bernama Adam itu segera memeriksa keadaan Nara,
dokter Adam datang bersama dengan seorang perawat,
maaf dokter saya yang akan bertanggung jawab di sini,ucap dokter Adam kepada rekan nya sesama dokter,ia pun mempersilahkan dokter itu untuk keluar,
kemana kalian semua di saat pasien membutuhkan, bagaimana kalau pasien sampai kehilangan nyawa karena kalian lalai,
apa gunanya kamar VVIP kalau pelayanan sama dengan pasien kelas tiga,
suara Henry meninggi amarah nya meluap,
terlihat dari wajah nya yang memerah,
dokter Adam berulang kali meminta maaf kepada Henry, namun tidak dapat meredakan emosinya,
Henry merasa ada yang menggenggam jari tangan nya,saat dia lihat ternyata tangan Nara yang sekuat tenaga menggenggam tangan nya dengan gemetar,
Henry terdiam dan tidak bersuara dia hanya menatap gadis yang sedang terbaring menahan rasa sakit,
__ADS_1
kamar itu kembali sepi karena tidak ada lagi suara emosi Henry,dokter dan perawat dengan teliti memeriksa kondisi Nara,yang hampir saja kembali koma,
ada apa dokter .,?tanya Henry,
tuan apakah ada seseorang yang datang,?
sepertinya tidak,aku masuk tadi Nara sudah dalam keadaan seperti ini,memang nya ada apa dokter,.?
ada yang memberinya obat pelumpuh lagi..!!
maksud dokter lagi.,?
pasien koma selama hampir delapan hari di ruang ICU namun setiap laporan medisnya pasien setiap harinya sudah sadar kan diri.,
ada seseorang yang memberinya obat agar pasien dalam keadaan koma selamanya dan akhirnya meninggal,
apakah sekarang dia akan baik-baik saja..,,?!suara Henry meninggi wajahnya terlihat sangat panik,aakkh.. di usapnya wajahnya kasar, menyesal dalam hatinya karena meninggalkan Nara sendiri,.dia juga takut kalau Reyhan sampai tau dia pasti akan sangat kecewa padanya,
kondisi pasien sekarang sudah kembali stabil tuan ,saya sudah memberinya suntikan penenang, kami akan terus memantaunya kondisi pasien ,dokter dan perawat keluar dari kamar Nara.,
tinggal Henry yang berada di ruangan itu bersama Nara,maaf karena aku tadi harus meninggal kan mu sendiri,Henry menatap wajah pucat Nara yang sedang tidur akibat reaksi obat yang di berikan dokter,
aku masih tidak mengerti gadis polos seperti mu ada yang menginginkan nyawamu,siapa kamu sebenarnya..,?pikiran Henry berkecamuk,
...
...
...
di tempat lain
sial..!!gerutu Hanafi di dalam mobilnya yang kini sudah berada di tepi jalan,siapa pria itu dia tiba-tiba saja datang dan mengenal wanita itu,Hanafi meruntuki, kesialan yang baru saja terjadi, dia tidak mengenal Henry saat datang ke kamar Nara bersama gendis siang tadi,
ke mana gendis aku tidak melihat nya tadi bukan kah dia akan tetap berada di rumah sakit untuk menemani sahabatnya, aakkhh,sial,
Hanafi menarik rambutnya kasar,..
....
...
...
,,hachiiii..''. gendis yang sedang di tindih oleh suaminya tiba-tiba saja bersin,seketika Reyhan menghentikan kegiatan nya di atas tubuh sang istri,sayang,, maaf entah mengapa aku bersin.
Reyhan menatap istrinya ,kamu baik saja,
gendis mengangguk kecil,kembali Reyhan mencium gendis,aku tidak ingin jauh darimu, aku sangat menyayangi mu,Reyhan mengecup setiap lekuk tubuh sang istri,dia sangat agresif tidak seperti biasa yang hanya menikmati setiap sentuhan sang istri malam ini dia sangat memanjakan istrinya,
di mainkannya lidah nya di bibir sang istri,gendis merasa kan sensasi yang begitu aneh hatinya bebunga-bunga,hasrat wanitanya membalas setiap sentuhan sang suami,
tubuh keduanya sudah polos tidak ada penghalang apa pun ,Reyhan dengan napas memburu nya menindih tubuh sang istri melakukan gerakan naik turun yang awal nya melambat menjadi cepat,
di baliknya posisi tubuh sang istri menjadi di atas tubuhnya ia sangat menikmati nya,Reyhan merasakan sensasi yang luar biasa saat sang istri melakukan gerakan di atas tubuh nya,dia percepat gerakan sang istri
hingga kedua nya menegang dan terkulai lemah dengan napas yang memburu,
menikmati sesuatu yang keluar dari dalam diri mereka masing-masing..,
__ADS_1
Reyhan mencium seluruh wajah sang istri,mulai dari kening,mata, kedua pipi hingga bibir,I love you,senyum nya mengembang,I love you to ,kecupan manis gendis mendarat di bibir suaminya,
lelah yang di rasakan gendis membuatnya hampir tertidur,namun Reyhan segera mengangkat tubuh sang istri dan membawanya masuk kedalam kamar mandi,abang sekarang udah malam besok pagi aja ya mandi nya, rengek gendis,
aku tidak akan membiarkan mu tidur kita akan melakukan nya sampai pagi,Reyhan kembali mengecup tubuh sang istri,untuk kedua kalinya mereka melakukan penyatuan di kamar mandi
...
...
kini keduanya sudah berada diatas ranjang jam di dinding kamar menunjuk kan pukul dua dini hari,gendis merasa tubuhnya sangat lelah, tertidur dengan suara dengkuran yang membuat Reyhan harus tidur di kamar lain, dan membiarkan sang istri tidur sendiri,
Reyhan tersenyum menatap sang istri yang sudah terlelap,di kecup nya kening sang istri,
,mimpi indah sayang,..setelah mengatakannya dia pun melangkah keluar dari kamar itu,
...
...
pukul 6:30 pagi
Reyhan sudah membuat makanan untuk mereka berdua sarapan,nasi goreng spesial, gendis terlihat melangkah mendekati nya, heemm...harum, enak baunya,. abang masak apa ,.?nasi goreng,kamu mau minum teh atau susu,?susu, gendis tersenyum manja,
keduanya menikmati sarapan dengan suana hening, aku tadi malam tidak menemukan keberadaan abang di sisiku,Reyhan belum menjawab perkataan sang istri,
aku pasti mendengkur,bibir gendis terukir senyum sangat manis senyum itu,Reyhan mendekatinya dan memeluk nya,maaf,aku tidak akan mengulangi nya lagi,
gendis menengadah kan wajah nya matanya menatap wajah tampan suaminya,entah mengapa dari mulai kita menikah hingga kini aku selalu merasa abang akan meninggal kan ku di saat aku terbangun dari tidurku dan tidak menemukan abang di sisiku,
percayalah aku tidak akan pernah meninggalkan mu,aku akan selalu di sisimu bersama mu,selamanya hingga maut menjemput kita,senyum Reyhan menambah ketampanan wajahnya,
abang tidak ke kantor,gendis bertanya karena tidak melihat sang suami memakai jas nya,
aku ingin menghabiskan waktu ku bersama mu, Reyhan semakin erat memeluk istri nya,
abang bisa mengantar ku ke rumah sakit ,,?
tidak,!kamu tidak boleh kemana pun,di sini saja bersama ku,Reyhan mencium bibir sang istri,
manis,he..hehehe...gendis terkekeh,aku baru minum susu buatan abang,
Reyhan melepas pelukan nya kepada gendis,
bersiap lah aku ingin mengajak mu keliling kota seperti yang selalu kamu harap kan,bukan kah kita akan di rumah seharian,aku tidak kerja selama tiga hari ke depan,
jadi kita harus menikmati kebersamaan ,
selama aku di rumah,gendis tersenyum girang karena sang suami akan mengajak nya keliling kota,
gendis masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian,ia mengenakan gamis yang berwarna senada dengan pakaian yang di kenakan suaminya, dengan hijab pasmina nya tas selempang yang sederhana dan sepatu yang tidak terlalu mewah,
cocok abang rasa,?saat suaminya menatap nya,
sederhana tapi ga ketinggalan jaman,gendis tersenyum manis,keduanya pun bergandengan tangan keluar dari apartemen menuju lift yang akan membawa mereka berdua ke tempat parkir.,
...
...
__ADS_1
...π·π·π·bersambungπ·π·π·
πππͺ