Dia Bukan CEO

Dia Bukan CEO
bab 31 bertemu Nara


__ADS_3

melangkah,memasuki ruangan ICU tiba-tiba..


gendis merasakan jantung nya berdetak lebih cepat ,, sesaat ia menghentikan langkah nya dadanya terasa sesak hingga membuat nya sulit untuk bernapas...gendis menggenggam erat lengan suaminya...


,,ada apa ..?kau baik-baik saja..?bertanya Reyhan pada istri nya karena melihat nya hampir jatuh..


,,aku tidak ,apa-apa hanya saja dada ku terasa sesak hingga sulit untuk ku bernapas, gendis memegang dadanya..


kamu tunggu di luar saja biar aku dan Reyhan yang masuk,..suara Hanafi


,,tidak,.'' bang aku akan ikut ke dalam gendis masih memeluk erat lengan suami nya...


Hanafi melihat itu ingin rasanya mengatakan,..pada gendis ,,ingat bukan mahram'',,!namun di urungkan nya mengingat saat ini mereka sedang berada di rumah sakit,.


benar Hanafi belum mengetahui bahwa Reyhan dan gendis sudah menikah,..dia hanya tau bahwa gendis sangat kagum terhadap sahabat nya itu...,


mereka sampai di kamar tempat Nara terbaring segala macam peralatan medis masih terpasang di tiap tubuh Nara,selang infus ,


oksigen,.pendeteksi detak jantung,.sungguh miris melihat keadaan gadis itu..,perlahan gendis mendekat, seketika kaki gendis terasa lumpuh air matanya tak dapat ia tahan tubuh nya menggigil saat kedua matanya melihat sosok yang terbaring adalah seseorang yang di kenalnya..,,


gendis terduduk lemah di lantai kamar itu..tidak ada kata yang mampu dia ucap kan..hanya air mata yang mengalir dengan suara tertahan..,


segera Reyhan menghampiri istri nya dan membantu gadis itu berdiri,,..ada apa.?..lama gadis itu tidak menjawab hingga Reyhan mengguncang tubuh nya..,,gendis..!


'',,dia.... Nara,.. dengan suara lirih gendis menjawab,, sahabat ku..,,Reyhan dan Hanafi saling pandang mereka berdua sangat terkejut mendengar ucapan gendis,..apa,,!!secara bersamaan..


seorang dokter dan perawat yang berjaga di tempat itu datang karena mendengar suara Hanafi dan Reyhan..,,yang lumayan keras menggema di ruangan itu,,


',, tolong jangan buat keributan,, dokter yang berjaga buka suara,.


,,'' maaf waktu anda sudah habis tuan silahkan keluar dari ruangan ini,,..perawat memerintah mereka untuk segera keluar dari ruangan tersebut..,,


''dokter bolehkah saya di sini untuk beberapa saat lagi,,dengan memohon gendis masih ingin bersama sahabat nya itu,,..maaf nyonya waktu kunjung hanya sepuluh menit ini sudah lebih dari sepuluh menit,,..kami tidak ingin terjadi hal yang tidak di ingin kan terhadap pasien..,,dokter memberi penjelasan,,..


,,''kita keluar dek..,,Hanafi membantu gendis berdiri..,dia tidak ingin Reyhan menyentuh gadis itu..,,


,,bang..gendis ingin di sini sebentar lagi..


pintanya pada Hanafi,..


'',,Hanafi benar sebaik nya kita keluar dulu nanti kita bicarakan masalah ini,... kembali Reyhan memegang tangan gendis dari Hanafi dan membawanya keluar dari ruangan itu..,,Hanafi terpaku sesaat melihat kejanggalan yang terjadi di hadapan nya,,..silahkan tuan.. suara dokter menyadarkan nya,'eh ,oh''..ya terima kasih dokter ..,gugup nya''..


Reyhan dan gendis sudah berada di luar ruang ICU mereka berdua duduk di lorong, tepat berada di depan pintu ruangan ICU..


gendis menangis di pelukan suami nya tidak bersuara namun air matanya mengalir tanpa bisa di bendung nya,,. hangat nya pelukan Reyhan sedikit membuat nya merasa tenang..


namun tidak dengan Reyhan detak jantungnya seperti berlomba,,ia mencoba menenangkan diri nya sendiri namun gagal,


,,''detak jantung abang kenceng bener suara nya seperti orang yang sedang ikut lomba lari di kampung ku,,..Reyhan menatap gendis yang mendongak kan kepala kearah nya mata mereka berdua bertemu,.. wajah abang semakin keliatan ganteng nya kalau di lihat dari dekat,,senyum gendis membuat Reyhan semakin gugup..

__ADS_1


Hanafi merasa aneh dengan tingkah ke duanya dia masi berdiri di depan pintu ruang ICU bahkan Reyhan dan gendis tidak menyadari kalau dirinya sedang memperhatikan mereka..


dengan cepat Hanafi menghampiri ke duanya..


,.kalian berdua sedang apa,''..?pertanyaan itu yang ia lontarkan..Reyhan dan gendis segera berdiri dari tempat duduk mereka berdua..,,.


,,.bang...Hanafi sejak kapan berada di sini..?aku...,bang Reyhan...gendis gugup..,


abang antar kamu pulang ya dek..,?sekalian abang juga akan pulang..,Hanafi ingin mengantar gendis pulang..,,''


gendis meremas ujung jilbab nya bingung harus menjawab apa.., aku sudah berjanji untuk mengantar gendis pulang,...Reyhan menutupi rasa gugup istri nya..,,


Hanafi yang mendengar ucapan Reyhan mengagukkan kepalanya tanda mengerti..


jam besuk berapa kali sehari,,..??Reyhan bertanya pada Hanafi


,''dua kali Rey.,siang dan sore hari..,,jawab Hanafi...,siang pukul 10:30 dan sore pukul 4:00


waktu nya hanya tiga puluh menit..bila banyak yang berkunjung harus bergantian..,karena hanya satu orang yang bisa masuk,..kecuali dalam keadaan mendesak seperti kita tadi itu pun tidak boleh lama hanya sepuluh menit...


besok gendis boleh kan besuk Nara..,,?gendis bertanya pada Hanafi..


kalau kamu besok mau datang ke sini telepon biar abang jemput jadi kamu tidak akan mabuk kendaraan,,..Hanafi begitu paham tentang gendis,..., Reyhan terdiam dia baru ingat gendis tidak muntah saat bersamanya di mobil..


gendis sekarang sudah tidak muntah kalau naik mobil,,''..Reyhan tidak ingin istri nya di bonceng naik motor dengan laki-laki lain walaupun itu sahabat nya..,


ah,.,iya bener banget apa yang di bilang bang Reyhan,,''..gendis sudah ga muntah lagi kalau naik mobil jadi besok gendis naik angkot saja ke sini nya,,lagian bang Hanafi juga pasti banyak kerjaan di kantor..,


gendis kan ke sini nya barengan sama aku..,,di mobil ku dia tidak muntah..,,mungkin sekarang gendis tidak muntah lagi kalau naik mobil,,..


penjelasan yang konyol pikir Reyhan sambil tersenyum kecil,,..gendis terkekeh mendengar penjelasan suami nya kepada Hanafi,.,namun ia tutup mulut nya dengan telapak tangan nya agar Hanafi tidak mendengar..


ya sudah kalau memang seperti itu..,,besok kamu telepon abang kalau sudah sampai di sini..,,''supaya abang bisa konfirmasi ke dokter agar kamu di ijin kan masuk ke dalam ruang ICU,,..Hanafi tersenyum melihat wajah manis gadis itu,,''aku merindukan mu.,,'batin Hanafi..


tapi aku masih bingung bagaimana bisa kalian bersamaan datang ke sini(rumah sakit)..,,


tanya Hanafi pada gendis dan Reyhan..,,


Reyhan dan gendis hanya saling pandang saat Hanafi bertanya tentang kebersamaan kedua nya ..deerrtt...deerrtt...ponsel Reyhan berdering.


terselamatkan pikir nya..


,,sebentar aku angkat telepon dulu,.,dari papi,..


ucap nya kepada Hanafi,..


Assalamu'alaikum,''Pi...halo..ya..Pi maaf jaringan buruk di sini,,..dengan segera Reyhan menonaktifkan ponsel milik nya agar tuan Adelard tidak bisa melacak keberadaan mereka


Hanafi sangat mengerti mengapa Reyhan berbuat seperti itu..,,seperti nya aku harus balik sebelum papi memerintah kan anak buah nya untuk mencari ku,

__ADS_1


,.''baik lah Rey hati-hati di jalan..,,,


kabari abang kalau kamu sudah sampai.pinta Hanafi kepada gendis.. ke dua nya pergi meninggal kan Hanafi sendiri di tempat itu..


Hanafi melangkah keluar rumah sakit menuju tempat parkir tiba ia di tempat parkir segera ia melajukan motor nya menuju apartemennya.,,


seperti nya Reyhan dan gendis ..


menyembunyikan sesuatu dari ku.,,.pikirnya saat dalam perjalan...


...


....


kamu sungguh besok akan kembali ke rumah sakit.?..Reyhan bertanya pada istri nya dalam perjalanan pulang..,,iya''bang jawab gendis menatap suami nya,,''Hanafi,''dia belum tau kalau kita sudah menikah,''Reyhan berbicara tanpa melihat ke arah istri nya..


jadi maksud abang aku harus menyembunyikan tentang pernikahan kita dari bang Hanafi..,,?nada suara gendis tidak suka akan hal itu..


memang nya mengapa kalau bang Hanafi tau kita sudah menikah..,,?abang malu punya istri seperti ku...?abang ingin menyembunyikan


pernikahan kita dari orang-orang yang dekat dengan keluarga abang..?dada gadis itu terasa sesak sakit di hatinya membuat mata indah nya menangis..,,dia remas ujung jilbab nya kasar


Reyhan yang melihat tingkah istri nya tersenyum ia hentikan laju mobil nya dan menepi untuk berhenti di tepi jalan raya..,''aku tidak pernah merasa malu memperistri mu jadi jangan ada pikiran seperti itu lagi di kepala mu,,Reyhan menyentuh lembut kepala istri nya yang tertutup hijab..di usap nya lembut air mata gadis itu..,,aku ..bahagia bersama mu..,aku tidak suka mata indah istri ku menangis karena diriku sendiri..


...


...


...


pukul 18:00


Reyhan dan gendis sudah kembali ke Mansion mereka berdua melangkah ke dalam dengan bergandengan tangan,,..senyum terus mengembang di bibir kedua nya bahagia itulah yang mereka rasakan saat ini...,,


Reyhan,,''!!suara berat dan nyaring memanggil seketika langkah keduanya terhenti..,suara itu berasal dari ruang keluarga..,gendis yang sudah mengenal suara itu meringsut di balik punggung suami nya tangan nya memeluk erat pinggang suaminya.. Reyhan merasakan tangan gendis gemetar..,,''bang,,''panggil gadis itu pelan hampir tak terdengar..


sayang kalian sudah pulang,,..'' suara seorang wanita paruh baya menyapa mereka..mami,,


suara gendis tertahan tangan memeluk pinggang suami nya..,,nyonya Adelard mendekati keduanya,,''kalian pasti capek segera ke kamar dan bersihkan diri..,,senyum nyonya Adelard menenangkan hati gendis..


...


...


..🌷🌷🌷**bersambung🌷🌷🌷


hay readrs terima kasih untuk dukungan nya di novel pertama ku maaf masih banyak kesalahan dalam penulisan ...


like dan komen🌷🌷🌷 terima kasih

__ADS_1


slow up author banyak pekerjaan...salam sehat😊**


__ADS_2