
pukul 7:00 pagi di apartemen Reyhan...
hari keberangkatan Reyhan pun tiba yaitu hari ini ,tiga hari sudah ia menghabiskan waktu bersama sang istri, sebelum pergi ke luar negeri, namun hingga hari yang di tunggu tiba Reyhan belum juga memberi tau istri nya tentang keberangkatan nya ke luar negeri,
di meja makan...
abang ,,?!ada apa abang sakit ,?gendis menyentuh kening sang suami dengan punggung tangan nya,
aku baik-baik saja ,Reyhan menggenggam jari tangan sang istri dengan lembut ,, sayang ., ada yang ingin ku bicarakan ,. gendis tersenyum , hari ini abang ada pekerjaan ke luar negeri ,.
gendis menghentikan kegiatan makan nya ,ia menatap sang suami ,.luar negeri itu apa .?, Reyhan memasang wajah bingung ia tidak menyangka ternyata sang istri tidak mengetahui tentang luar negri,
luar negeri,adalah tempat yang sangat jauh untuk di kunjungi, Reyhan mencoba menjelaskan kepada sang istri, berapa jam bisa sampai di luar negeri,? pertanyaan sang istri membuat Reyhan terlihat semakin bingung untuk menjelas kan semuanya..,
abang akan membawa ku ikut serta kan?!, gendis tersenyum menatap wajah sang suami..,
itu...tidak bisa sayang abang harus pergi seorang diri,hanya dua minggu abang di sana ,Reyhan merasa bersalah terhadap sang istri, namun ia harus melakukan nya demi wanita yang sangat dia cintai,
tanpa berkata apa pun gendis meninggal kan sang suami yang masi berada di meja makan, ia masuk ke dalam kamar, Reyhan dengan segera mengikuti wanita itu ,.sayang ..!? panggil nya ternyata pintu kamar sudah terkunci dari dalam,.
di dalam kamar...
gendis duduk di tepian ranjang , air matanya mengalir membasahi pipi , ya Allah haruskah kami berpisah untuk waktu yang lama,.. gendis menangis ,
batin nya begitu perih apa yang ia rasakan saat ini tidak pernah terlintas dalam pikiran nya,ia tidak pernah membayangkan akan berpisah dengan sang suami,.. di saat mereka masi di katakan pengantin baru ,
gendis tidak ingin larut dalam kesedihan , ia segera mempersiapkan segala keperluan sang suami ,.dua koper besar sudah berisi barang-barang yang Reyhan butuh kan..,
setelah selesai gendis mencuci wajah nya agar tidak terlihat kesedihan yang ia rasakan , dan menaburkan sedikit bedak di pipinya ..,,gendis berdiri di balik pintu ,terdengar suara Reyhan dari luar pintu kamar ,
dukdukdukk..., Reyhan menggedor pintu namun sang istri tetap tidak membukanya, sayang !?buka pintunya , tidak ada jawaban dari dalam, abang janji sebelum dua minggu abang pasti kembali , sayang ..!?bicara lah padaku jangan mendiamkan ku seperti ini ,!?
abang hanya ingin selamanya bersama mu ,?! Reyhan menyandar kan kepalanya di pintu kamar berharap sang istri akan membukanya dan berbicara padanya,.
...
air mata gendis kembali mengalir, saat ia mendengar semua ucapan sang suami..
...
lama Reyhan berdiri di depan pintu kamar namun tidak ada tanda-tanda sang istri membuka pintu itu,..sayang ?!,katakan kalau kamu marah , abang minta maaf .,
ceklelk, pintu kamar terbuka, gendis membuka pintu namun dia kembali masuk ke dalam kamar ,.
Reyhan segera masuk ke dalam kamar dan memeluk punggung sang istri ,maaf '' kata- kata yang ia ucapkan, gendis hanya berdiri terpaku di tempat nya...,
aku , sudah mengepak semua kebutuhan yang akan abang bawa, ada dua koper, satu koper berisi pakaian kantor dan satu koper lagi berisi pakaian sehari- hari, abang akan membutuhkan nya di sana,
hanya mempersiapkan ini kamu harus mengunci pintu kamar,?!gendis tidak menjawab pertanyaan sang suami, hanya anggukan kecil yang ia tunjukan, gendis melepas pelukan sang suami,
pukul berapa keberangkatan abang,?! gendis bertanya tanpa melihat ke arah suaminya yang masi berdiri di belakang nya..I love you , Reyhan berbisik di telinga sang istri,
I love you to ,.gendis berbalik dan mencium sang suami, Reyhan melihat wajah sembab sang istri, dan kembali memeluk nya wanita itu membenamkan wajah nya di dada bidang suaminya
menangis tanpa rasa malu, gendis menangis mencurahkan rasa yang ada di hatinya hanya dengan air mata, bibir nya terasa keluh , mulutnya hanya mampu mengeluarkan suara tangis,
Reyhan mengusap lembut kepala sang istri yang tertutup hijab, do'a kan abang agar semua selesai dengan cepat dan segera pulang, suara Reyhan berbisik di telinga sang istri,...
gendis tidak menjawab dia hanya mengangguk kan kepalanya ,Reyhan melepas peluk kan nya dan mengusap air mata yang membasahi pipi sang istri, Reyhan tersenyum untuk menyembunyikan tangis nya, dia cium kening sang istri, abang sudah bicara pada Henry untuk menjaga mu selama abang pergi,
gendis sedikit lebih tenang, apakah ini adalah pekerjaan abang yang baru,?! Reyhan menatap mata indah sang istri, bukan ,!? lalu ,.?!kembali gendis bertanya, ini..masi perusahaan milik papi, .. gendis melangkah mendekati ranjang dan duduk di tepian nya,
Reyhan hanya terpaku melihat sang istri yang merapikan sisa-sisa pakaian yang berantakan di atas ranjang, sebelum nya gendis mengeluarkan semua pakaian milik sang suami dari dalam lemari untuk di pilih mana yang akan di bawa,..
__ADS_1
sebesar itukah kebencian papi terhadap ku ,
hingga dia harus memisah kan kita,?! gendis menangis,
Reyhan duduk di sisi sang istri , dia tidak pernah membenci mu, hanya saja mungkin dia tidak bisa menunjukkan rasa sayang nya pada kita,..
abang akan meninggal kan ku sendiri di sini, ?!
Reyhan hanya terdiam menatap sang istri ia belum memikirkan akan meninggal kan sang istri di mana ,aku akan tinggal di rumah mama Yuni, karena tidak mungkin aku tinggal di sini sendiri...
kamu yakin akan tinggal di sana,?! gendis hanya mengangguk pelan,tanpa banyak bertanya Reyhan pun menyetujui nya...
...
...
...
di rumah sakit...
Nara sudah di ijin kan pulang hari ini, Henry membatu nya berkemas dan akan mengantar wanita itu sampai di rumah, Assalamu'alaikum'' seseorang mengucap kan salam, ''walaikumsalam ,,jawab keduanya dan melihat siapa yang datang, dokter Adam, Nara menyebut nama orang itu,..
mau apa dia datang, monolog Henry..
Nara ,!? saya antar kamu pulang ya, tawar dokter Adam ,.. tidak !?,usah repot- repot dokter saya yang akan mengantarnya pulang , Henry yang menolak ajakan dokter Adam ,..
benar dokter saya pulang bersama Henry , terima kasih atas tawaran nya, Nara tersenyum. selesai berkemas Nara dan Henry melangkah keluar dari kamar rumah sakit , tunggu Nara , dokter Adam menghentikan langkah Nara,..
dokter Adam sudah berdiri di depan Nara ,. saya tidak bertugas hari ini jadi saya bebas , untuk pergi kemanapun, tanpa basa-basi dokter Adam merampas barang- barang milik Nara yang di pegang Henry ,..
hei,..!? apa yang kamu lakukan biar aku yang membawa barang-barang milik Nara ,..teriakan Henry membuat semua orang yang berada di tempat itu menatap mereka,..
sssttt...,!?.dokter Adam menutup mulut Henry dengan jari telunjuk nya,.. tutup mulutmu ingat kita masi di rumah sakit , kamu yang sebaiknya tutup mulut pergilah dari sini aku yang akan mengantar Nara pulang,Henry menatap tajam dokter Adam...
tuan-tuan sebaiknya saya naik taksi saja, eh jangan saya yang akan mengantar kamu, Henry menggenggam tangan Nara dan melangkah menjauh dari Adam, dokter Adam tidak tinggal diam ia pun mengejar Henry dan Nara hingga di tempat parkir, Nara itu mobil saya,dokter Adam menunjuk sebuah mobil sport mewah yang terparkir tidak jauh dari mobil milik Henry,..
Assalamu'alaikum'',,? baik tuan saya segera ke sana, ponsel pun terputus, ada apa Henry ,?tanya Nara saat melihat Henry kembali memasukan ponsel nya ke dalam saku celana,
Nara, seperti nya saya tidak jadi mengantar kamu pulang , saya harus ke apartemen tuan Reyhan,
tidak apa-apa Henry ,..Nara tersenyum.
pergilah aku akan pulang bersama dokter Adam, sekilas Henry menatap dokter Adam , antar dia dengan selamat hingga sampai di rumah nya , Henry dengan wajah kesal menatap dokter Adam,
dokter Adam hanya mengangguk pelan,
dokter Adam pun membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Nara agar masuk ke dalam mobil milik nya, terima kasih dokter, Nara sudah berada di dalam mobil bersama dokter Adam mobil melaju dengan kecepatan sedang menebus jalanan ibu kota,
setelah kepergian Nara,Henry pun melaju kan mobil milik nya menuju apartemen milik Reyhan,
...
...
...
satu jam perjalanan Nara dan dokter Adam pun sampai di halaman sebuah rumah yang terlihat sangat sederhana , hanya berdinding kan papan dan tiang rumah itu hanya terbuat dari kayu ,atap rumah itu hanya dari seng bekas pakai yang sudah terlihat berkarat di mana- mana , kanan kiri rumah itu di tumbuhi banyak pohon-pohon besar, terlihat rumah seperti tidak terurus...
keduanya turun dari mobil, dokter Adam terdiam sejenak karena membaca plakat nama yang tertulis di tiang penyanggah teras,
ah,..,rumah ku istana ku..akhirnya aku kembali,
rumah singgah(kasih bunda)Nara membaca plakat itu dengan suara sedikit nyaring, dokter Adam menatapnya tidak mengerti, Nara tersenyum, selamat datang di rumah saya dokter Adam,
__ADS_1
Nara,?!kamu tinggal di sini,,?! iya , saya tinggal di sini, silahkan duduk dulu dokter ,Nara tersenyum matanya menatap dokter Adam yang juga sedang menatap ke arah nya., rumah itu terletak di pinggiran kota,
dulu saya tinggal di panti asuhan ani- nisa, ternyata tanah tempat panti asuhan berdiri sengketa, dan sebuah perusahaan memenangkan nya, jadi kami di gusur dari tempat itu dan tinggal di sini..
sejak kami pindah ke tempat ini ibu panti selalu sakit-sakitan, dan akhirnya meninggal sekitar dua tahun yang lalu, setelah itu aku dan teman ku yang mengurus semua anak-anak di sini,
hingga aku mengalami kecelakaan, dan sekarang pasti tari seorang diri mengurus anak-anak, dokter tunggu di sini ya aku masuk dulu..dokter Adam mengangguk pelan
sudah lama saya tidak pulang dokter mungkin anak-anak mencari saya,Nara segera bergegas untuk masuk ke dalam rumah itu,dokter Adam juga mengikuti langkah nya,
Nara,?! suara seorang wanita memanggil nama Nara,
Nara memutar tubuhnya ke arah sumber suara yang berasal dari belakang mereka berdua, seorang wanita paruh baya menghampiri mereka , Nara kamu dari mana saja ,?!
saya..saya dari..., anak- anak kamu di ambil pihak panti ,lanjut wanita itu, apa?! pihak panti ?! ibu ga salah liat,?! Nara sangat kaget mendengar kabar itu, yang ibu sampai kan benar Nara ,
dua hari setelah kamu tidak kembali ada sebuah panti asuhan yang datang dan membawa mereka semua, ujar si ibuk menyakinkan Nara,
tubuh Nara terasa lemah jatuh terduduk di teras rumah singgah itu,Nara menangis membayangkan anak-anak yang di titip kan padanya oleh almarhumah ibu panti asuhan an-nisa tidak bisa dia lindungi,.
buk,apa ibuk tau alamat panti itu,?! si ibuk menggeleng kan kepalanya, maaf Nara ibuk tidak bertanya ,karena mereka membawa surat-surat lengkap,
air mata Nara tidak dapat ia bendung lagi ,Nara segera berlari menuju jalanan utama,ia menuju angkutan umum yang biasa lewat di jalanan itu, dokter Adam yang memang masi berada di tempat itu segera menghentikan Nara,
Nara,!?tenanglah jangan terburu-buru memang nya kamu tau di anak-anak sekarang, dokter Adam mencoba menghentikan Nara yang berusaha mencari angkutan umum,
mata tajam Nara menatap dokter Adam, saya akan mendatangi setiap panti asuhan yang berada di kota ini dokter,!? Nara saya akan bantu kamu mencari anak-anak kamu, tapi kamu juga harus memikirkan kondisi kamu sendiri,?!
Nara ,?!kita kembali dulu ke rumah kamu, nanti kita pikirkan sama-sama bagaimana mencari anak-anak kamu, Nara menatap dokter Adam yang terlihat tulus ingin membantunya,
Nara dan dokter Adam berjalan kembali ke rumah singgah (kasih bunda) masi berdiri ibu yang tadi di tempat itu menatap keduanya,
buk,?!terimakasih informasi nya nanti saya yang akan membantu Nara mencari anak-anak, dokter Adam pun mempersilahkan si ibuk untuk kembali ke rumahnya...
dokter Adam dan Nara duduk di bangku yang ada di teras rumah itu,keduanya hanya saling diam dengan pikiran mereka masing-masing, air mata Nara terus mengalir membasahi pipinya dengan pandangan mata lurus ke depan namun kosong..
...
...
...
di tempat lain
Henry sudah berada di apartemen Reyhan, ia sedang mendengarkan semua perintah yang di berikan Reyhan padanya,dengan sangat patuh Henry hanya menjawab,''baik tuan,,
di dalam kamar gendis tak hentinya menangis,
sambil sesekali ia menatap koper yang ia persiapkan untuk keperluan suaminya, Reyhan meninggal kan Henry di ruang tamu karena sudah lama ia berbincang dengan Henry namun sang istri tidak juga keluar dari dalam kamar,
Reyhan menghampiri sang istri yang masi berada di dalam kamar dan memeluk wanita itu, I love you , namun gendis tidak menjawab, kamu tidak mencintaiku,?Reyhan semakin erat memeluk pinggang sang istri,..
terlalu sakit mencintai abang,?! ucapan gendis membuat Reyhan melonggarkan pelukan nya, apa kamu akan menyerah begitu saja untuk mencintai ku,?! mata Reyhan menatap wajah sang istri yang terlihat sembab,
huussfff...,gendis menarik napas panjang panjang, ia tatap wajah tampan sang suami, telapak tangan nya menyentuh wajah itu dengan lembut...
maaf karena aku terlalu bodoh untuk tau apa pekerjaan suami ku, mungkin aku terlalu egois hingga aku tidak ingin berada jauh dari suami ku, aku tidak mengerti tentang dunia bisnis,
yang pekerjaan nya hingga harus ke luar negeri,
sayang,?! Reyhan memeluk erat sang istri, bersiap lah kita ke rumah mama Yuni sekarang, gendis hanya mengangguk pelan,di sisi lain gendis sangat senang bisa bertemu dengan keluarga sang kakak, namun di balik itu ia juga sedih harus berpisah dengan sang suami...
....
__ADS_1
....
...🌷🌷🌷bersambung🌷🌷🌷