Dia Bukan CEO

Dia Bukan CEO
bab 2 pengenalan tokoh


__ADS_3

tengah malam,, ghendis,,pun terbangun di lihatnya jam dinding menunjukan pukul 1,


ghendis bergegas kekamar mandi untuk berwudhu,selanjutnya ia pun melaksanakan sholat tahajud,setelah membereskan perlengkapan sholatnya gadis itu pun kembali tidur....


rasanya baru saja ia memejamkan matanya,,terdengar seperti ada yang memanggilnya,saat di lihatnya ternyata


mak ratih yang memanggil nya


ada apa mak,,..aku masih ngantuk,,


ucap nya dengan mata menyipit seperti susah untuk di buka


sekarang sudah pukul 5 apa kamu mau ketinggalan sholat subuh..?


apa mak!!!dengan terkejut ia pun langsung bergegas ke kamar


mandi untuk berwudhu,dan langsung menjalanka sholat subuh,selesai sholat iapun


menuju ke dapur untuk membantu mamakny


membuat kue yang akan di jualnya hari ini


sudah selesai mak?tanyanya


sudah,jawab mamaknya...


oh iya nak kemarin sore kamu pulang dari rumah buk lurah tidak bawa sepeda,tapi mengapa tadi malam pulang dari mushola kamu bawa sepeda,memangnya kamu letakan di mana sepedamu,,...


ban sepeda ku bocor,,mak,,jadi ku titipakan di bengkel supaya di tambal,sepulang dari mushola ku ambil dari bengkel.,


oh ucap mak ratih..


karena bengkel sepeda terletak di samping


mushola, dan ghendis pun sudah berjanji pada


yang punya bengkel akan mengambil sepedanya sepulang dari mushola..


jadilah yang empunya bengkel tidak memasukan sepeda milik ghendis ke dalam bengkel agar gadis itu mudah mengambil nya,


jam pun sudah menunjukan pukul 7 pagi,


saatnya gendis untuk mejajakan daganganya keliling kampung...


sementara itu di rumah mak ratih sedang membersihkan dapur dari sisa sisa memasak tadi pagi..


tiba tiba saja datang tetangga memanggil nya


assalaamu'alaikum,


,..makkk ratih...


dengan suara yang sangat keras,membuat mak ratih langsung berlari ke depan dan segera mambuka pintu rumahnya...


ada apa kau berteriak seperti itu??


tanya mak ratih pada tetangga yang datang


ke rumahnya..


a'anu,gawat mak...


apanya yang gawat?!tanya mak ratih tidak mengerti..bicara yang jelas.,!!ucap mak ratih lagi..


nek imah jatuh di lantai sumur mak..

__ADS_1


Astaghfirulaahal'azhim,..ucap mak ratih dengan


ekspresi kaget..lalu bagaimana keadaan nya?


..masih pingsan mak..jawab tetangganya,


apa kalian sudah memanggil buk mantri,tanya mak ratih sambil menutup pintu rumah nya,


sudah mak,jawab tetangga nya lagi


sekarang kau pergilah ke rumah pak RT,beri tau


padanya tentang keadaan nek imah,aku akan langsung ke rumah nek imah..


baik mak,jawab tetangga nya itu...


mak ratih pun sampai di rumah nek imah,


di sana sudah ramai tetangga yang melihat.


begitulah di kampung ini rasa saling tolong menolong masih sangat besar


Assalaamu'alaiku.ucap mak ratih langsung masuk ke dalam rumah.untuk melihat keadaan nek imah.Wa'alaikum sallam ucap semua orang yang ada di rumah itu..mak''ucap mak ratih dengan suara yang sangat lembut pada nek imah,,sambil menangis''emak''tidak apa apa ratih tadi emak hanya sedikit pusing,


pandangan emak gelap dan emak sudah tidak ingat apa apa lagi,.ucap nek imah sambil tersenyum..


kita ke rumah ku ya mak masih dengan suara yang lembut, mak ratih mengajak nek imah untuk tinggal di rumah nya,aku yang akan mengurus emak ucap mak ratih lagi masih dengan tangisannya,


nek imah tersenyum sambil memegang tangan mak ratih..kau jangan menangis ratih ucap nek imah sisakan air matamu untuk ku di saat aku menjemput ajal ku..


jangan bicara seperti itu mak,ucap mak ratih kepada nek imah..semakin menangis..


lalu di lihatnya buk mantri, bagaimana keadaan mak imah buk mantri? tanya pada buk mantr


nek imah terlalu banyak pikira mak dan juga kurang darah jadi imun tubuhnya lemah


nek imah harus benar benar beristirahat tidak


boleh bekerja terlalu berat dan tidak boleh banyak pikiran.ucap buk mantri lagi


aku sudah memberi tau tari tentang keadaan nek imah,ucap salah satu warga yang ada di rumah itu,lalu apa katanya?tanya mak ratih,


katanya dia akan langsung pulang malam ini.


tapi dia harus izin dulu sama bos nya,


ucap warga itu lagi..


akhirnya semua warga pun pulang ke rumah mereka masing masing, tinggal lah mak ratih


dan nek imah di rumah itu,


emak sudah makan tanya mak ratih kepada nek imah, belum ucap nek imah,


mak ratih pun langsung menuju dapur dan mulai memasak untuk nek imah, setelah beberapa menit mak ratih kembali kekamar dengan membawa mangkuk yang berisikan bubur,,dengan telaten mak ratih menyuapi nek imah..


mak''panggil mak ratih kepada nek imah,


nek imah tidak menjawab tapi mata tua ny memandang ke arah mak ratih,


aku sudah menganggap emak seperti orang tua ku sendiri,ucap mak ratih.jadi biarkan aku mengurus emak sambil matanya menatap lekat ke mata tua nek imah.,


nek imah kembali tersenyum dan berkata, di rumah tua ini suami ku meninggalkan ku 15 tahun yang lalu,di rumah tua ini 2 tahun yang lalu,anak laki laki ku satu satu nya juga meninggal bersama dengan menantuku,


jadi aku juga ingin meninggal di rumah ini.

__ADS_1


ucap nek imah.membuat ghendis yang mendengar ucapan nek imah menangis sampai sesenggukan,


mak ratih pun menoleh melihat putri nya sudah berdiri di samping nya,,ghendis pun memeluk nek imah..ghendis sayang sama nenek ucap nya..maaf kan ghendis nek karena tadi pagi ghendis tidak mampir ke rumah nenek..,


aku terburu buru mau mengantar pesanan..


ucap gadis itu sambil menangis..


nek imah mengelus kepala gadis itu dengan lembut,sambil tersenyum manis..nenek sudah tidak apa apa,ucap nya.......


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Ghendis pramita,namanya


19 tahun umurny


badannya kurus dia juga tidak tinggi,..


hanya lulusan SD,bukan ghendis tidak mau sekolah tapi dia tidak mau membebani mamaknya,ghedis tidak mau mamaknya hutang kesana kemari karena biaya sekolah nya,ghendis tau sekolah geratis,tapi ada yang namanya uang baju,belum lagi uang buku, belum uang untuk yang lainnya misalnya uang praktek yang tidak tau entah berapa jumlahnya,,akhirnya ghendis memutuskan untuk tidak bersekola,walaupun ghendis hanya lulusan SD,tapi dia gadis yang pandai,,dia bisa membaca dan menulis,bahkan sangat pandai berhitung,dia terbilang bukan anak yang bodoh tapi keadaan lah yang membuat nya tidak bersekolah...


...ia seorang gadis berhijab yang selalu ceria,tidak terlalu cantik,warna kulitny pun tidak putih, warna kulitnya asli indonesia punya,,sawo matang karena dia bukan anak blasteran, kedua orang tuanya asli orang indonesia tapi dia gadis yang manis,walaupun dia miskin dia tidak pernah mengeluh, bagi nya asalkan setiap hari bisa selalu melihat senyum mamaknya,


itu sudah lebih dari cukup,ghedis selalu berdo'a meminta pada Allah,agar mamaknya selalu di beri kesehatan, umur yang panjang dan selalu ada untuk nya...


Ratih namanya,


ia adalah mamaknya ghendis,


wanita paru baya yang berumur 50 tahun ini terlihat lebih tua dari usianya,walaupun sebenarnya mak ratih sangat cantik,,tapi itu semua dia tutupi,karena dia tidak pernah memikirkan untuk terlihat cantik,badan nya kurus tidak terlalu terawat penampilannya sederhana,tapi dia selalu bersyukur masih di beri kesehatan,sampai dia bisa melihat kedua putrinya tumbuh dewasa,menjadi gadis yang sopan dan taat beribadah,..


Hanum anggraeni..


putri sulung dari mak ratih,


dia kakaknya ghendis..


sudah menikah, dan memiliki dua orang anak,kak hanum begitu ghedis biasa memanggilnya, dia tinggal di kota yang berbeda dengan kota kelahirannya..


kak hanum juga sama seperti ghendis,hanya lulusan SD,bedanya hanum cantik seperti mamaknya, kulitnya putih mulus,walaupun dia dan adiknya berbeda tapi hanum sangat menyayangi ghendis adiknya,ghedis sangat mirip dengan almarhum bapaknya,jadi setiap rindu dengan almarhum bapaknya, dia akan melihat wajah ghedis..bahkan kak hanum membuat bingkai photo ghendis dan mamaknya yang sangat besar di rumahnya,.


tentunya atas izin suaminya..


Alfian irawan...


nama suami hanum, dia seorang dokter anak di sebuah rumah sakit swasta di kotanya,


awal pertemuannya dengan hanum karena sosmed(sosial media) alfian iseng meminta no WA hanum,tidak di sangka mendapat respon yang positif dari hanum,lalu dia menanyakan alamat rumah hanum,hanum lama tidak menjawab sampai satu bulan,alfian pun bertanya untuk kedua kalinya setelah satu bulan tidak mendapat jawaban, hanum masih tidak memberikan alamanya,,


akhirnya alfian pun tidak pernah menghubungi


hanum lagi.sudah empat bulan semenjak hari itu.mereka berdua sudah melupakanya,..


...


...


...


...


...


...bagaimana selanjutnya kisah hanum dan alfian?? tunggu di episode selanjutnya


..karena sekarang saya akan membahas tokoh utama kita yaitu Ghendis pramita....,.

__ADS_1


๐Ÿฅ€๐ŸŒท๐ŸŒทmohon dukungan nya.. terima kasih untuk semua pembaca novel..


__ADS_2