Diapus!! Jangan Dibaca!!

Diapus!! Jangan Dibaca!!
bonus chapter 1


__ADS_3

Seorang anak memainkan harmonikanya, sembari memandang sedih ke arah jendela... Seekor burung kecil terbang kembali ke sarangnya... membawa makanan untuk anak nya...


Apa mama Grace melupakan ku..??...batin anak itu dengan wajah sedikit pucat


Seorang pria paruh baya menatap iba pada anak itu... bahkan kamar besar yang disiapkan Yoka... dengan berbagai mainan tidak dapat membuat anak itu tersenyum...


"Ayah... Yogi tidak mau makan lagi...!?."Yoka menatap putranya dengan pilu


"Dia hanya makan sedikit... sebaiknya kamu bicara dengannya... jangan egois dia hanya anak kecil yang merindukan ibunya..."Farel


"Iya... aku tidak akan egois..."Yoka


Beberapa bulan memang telah berlalu semenjak Yogi tinggal di rumah Farel... sejak saat itu Yoka setiap hari menyempatkan bermain dengan putra nya di tengah kesibukan pekerjaan nya... sifat dan karakter nya juga sedikit demi sedikit berubah... Yogi yang selalu melihat nya dengan pandangan sedih... membuat Yoka tidak pernah membawa atau berkencan dengan wanita lain lagi... hanya fokus pada putranya begitulah di benaknya sekarang... hati keras dan keegoisannya diluluhkan oleh wajah teduh Yogi... yang jarang tersenyum semenjak Grace pergi...


"Apa yang Yogi lihat...!?"Yoka duduk di samping putranya penuh senyuman hangat


"Mama..."Yogi tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela

__ADS_1


"Mama...!?"Yoka mengenyitkan keningnya


"Burung kecil itu punya mama yang menyayanginya..."Yogi memaksakan dirinya tersenyum ke arah Yoka


"Tapi Yogi punya papa... burung kecil itu tidak punya papa..."Yoka dengan wajah angkuh penuh senyuman berusaha menghibur Yogi.... tapi ada rasa sakit dalam hatinya mendengar kata kata putranya


"Yogi sayang papa..."Anak itu tiba-tiba menangis memeluk Yoka dengan erat... bukan karena kepergian Grace... tapi melepaskan semua rasa sakit yang ditahannya...


"Tidak apa-apa... sekarang cerita kenapa Yogi menangis... jangan di tahan lagi..."Yoka mengelus pelan punggung putranya yang masih menangis terisak...


"Mama Grace sudah pergi... papa Arga juga... padahal Yogi sudah berjanji tidak akan nakal..."Yogi


"Tante Gina... ingin aku memanggilnya Tante dari pada mama..."Yogi semakin terisak...


Seketika Yoka tersentak kaget... untuk pertama kalinya Yogi mau bicara terus terang pada nya... dan kenyataan pahit di ketahui nya dari mulut kecil Yogi...


"Yogi tau...!?"masih mendekap tubuh mungil putranya...

__ADS_1


Anak itu mengangguk dalam tangisannya..."Bunda Margaret dan mama Grace sering bicara ketika Yogi tidur, Tante Gina adalah mama yang melahirkan Yogi..."mengeratkan pelukannya ke tubuh hangat ayahnya


"Papa berjanji tidak akan meninggalkan Yogi..."entah kenapa air mata sedikit menetes di wajah angkuhnya...


"Jangan menganggap wanita itu mama mu... karena hanya mama Grace lah mama mu..."Yoka


"Iya..."Yogi


"Papa akan menjaga mu... seumur hidup papa..."Yoka melepaskan pelukan nya... mengusap pelan air mata yang mengalir di wajah kecil putranya...


"Milik Yogi hanya yang terbaik... orang bersifat buruk seperti itu... bukan mama mu... papa Yogi hanya papa Yoka dan mama Yogi hanya mama Grace..."dijawab dengan anggukan oleh anak itu...


"Sekarang makanlah yang banyak... jika Yogi jadi pria keren mama Grace akan kembali... lagi pula mama Grace setiap hari menelfon kan...!?"Yoka meyakinkan putranya


"Iya... mama Grace masih menyayangi Yogi..."Yogi menghapus air matanya


"Kita akan merebut mama kembali... karena itu Yogi harus sehat dan tidak boleh sakit..."Yoka tersenyum cerah menatap wajah putranya yang terlihat jauh lebih lega

__ADS_1


"Iya Yogi mau makan sekarang..."anak itu segera berlari menjauhi Yoka membawa harmonikanya...


bersambung


__ADS_2