
Suasana di dalam maupun di luar istana nampak sepi... hanya beberapa penjaga yang lalu lalang... Gin telah menanti kedatangan dua orang yang ditunggu nya... ketika dua orang itu tiba... dia langsung menarik tangan mereka masuk ke dalam mobil miliknya...
"Gin... jangan berbohong pada ku..."Arga membuka pembicaraan sedang Gin konsentrasi menyetir
"aku tidak akan berbohong tentang Grace... lebih baik kita membeli bunga dulu..."Gin dengan wajah tanpa senyuman... bahkan matanya terlihat sedikit sembab
Gin turun dari mobil nya meninggalkan Ken dan Arga... kembali dengan membawa seikat bunga Lily putih...
"aku membelikan nya untuk Grace... dia pernah bilang ini mengingatkan nya pada orang yang dicintainya..." Gin masuk ke dalam mobil kembali melajukan mobilnya
Hati Arga bagai tertusuk... mencoba meyakinkan dirinya jika Gin hanya berbohong...tapi dia tidak menemukan kebohongan dalam wajah Gin...
Setelah beberapa menit perjalanan mereka sampai di komplek pemakaman... suasana nampak sepi... tidak seperti ada pemakaman orang penting... karena Jimmy ingin kematian kakaknya dirahasiakan...
Langkah demi langkah... tiga orang itu menelusuri pemakaman yang cukup luas itu... tidak terlihat seperti pemakaman orang untuk orang penting... melainkan tempat pemakaman untuk orang biasa... awal nya Arga tidak dapat menerima kenyataan... menganggap ini semua hanya kebohongan yang dibuat Gin... namun langkah nya terhenti melihat batu nisan yang terbuat dari keramik dengan nama orang yang dicintainya terukir di atasnya... Arga hanya tertunduk lemas dengan bersimpuh menangis di depan makam wanita yang dicintainya... sedang Gin meletakkan Lily putih di makam tersebut...
__ADS_1
"Grace... Arga dantang mengunjungi mu... kamu jangan bersedih lagi..." Gin mengusap air mata nya yang mengalir tanpa disadari nya
"maaf..... maaf...aku membohongi mu... Grace jangan seperti ini... kamu tidak boleh meninggalkan ku... setelah ini kita akan hidup bersama... jadi hentikan lelucon mu ini" Arga dalam Isak tangis nya...
"kau ingin aku memberi mu Lily putih setiap hari kan...?? tidak sehelai, aku akan memberi mu seikat setiap hari nya...aku bahkan membuatkan mu rumah kaca... khusus untuk menanam bunga Lily... jadi aku mohon... hentikan lelucon mu ini ..."
Gin dan Ken hanya menatap iba... atas hal yang dialami sahabat nya ini... bahkan ketika akan membawa Arga kembali pun... adalah hal yang sulit untuk dilakukan...
*****"""******"""""******
Pagi menjelang... pria muda itu... terbangun dari tidurnya... memakai baju terbaik yang ada di ruang ganti tersebut... menata rambutnya dengan baik... memakai parfum dengan aroma paling baik bagi nya... melangkah menuju parkiran... melajukan mobilnya menuju ladang Lily... memetik bunga yang terbaik... tanpa mengikat nya...
Pria muda itu kemudian melajukan mobilnya menuju pantai... melepaskan sepatu yang dikenakan nya... dengan bunga yang dipetik nya berada di tangan nya... melepaskan bunga itu satu persatu... sembari melangkah menuju ombak yang perlahan menerpa kaki nya...
"aku akan menemanimu..."Arga dengan senyuman hangat nya, mulai berjalan menuju arah laut dengan melangkah perlahan menghanyutkan satu persatu bunga yang dibawanya... tidak terasa air laut sudah setinggi pinggang nya... dengan tatapan kosong dia terus melanjutkan langkahnya...
__ADS_1
Tanpa disadari seorang menariknya...
"pria bodoh....!! kamu ingin mati apa!!!!??"Gerry menarik nya dengan emosi...
"aku ingin menyusulnya..."berusaha melepaskan tangan Gerry
"ahhh....si*l... pantas saja Grace ingin aku mengawasi mu... kamu sama saja dengan Jimmy..."Gerry dengan emosinya baju mereka telah basah oleh air laut
"Grace belum meninggal...!!aku memasukkan mayat orang lain ke dalam mobil itu... kamu boleh bertanya pada Jimmy kalau tidak percaya... Grace hanya ingin berobat dengan tenang dan meninggalkan status bangsawan nya..."
Seketika Arga berhenti melawan berbalik menatap Gerry..."tapi Gin mengatakan..."...
"Gin tidak tau... apa apa.... ini rencana ku, hanya kepala pelayan, dan Grace yang terlibat... Gin tidak setuju jika Grace meninggalkan status nya sebagai putri... jadi Grace tidak melibatkan Gin..."
bersambung
__ADS_1