
Sepasang muda mudi... ditemani seorang anak kini tengah sarapan di meja makan... fokus mereka pada makanan beralih pada sosok seorang pria muda yang berjalan menuruni tangga... pasalnya dua orang yang biasanya turun sarapan paling awal... tidak menampakkan dirinya... hingga sinar matahari sudah sedikit terik...
"Kakak...dimana kakak ipar...??"Ririn memulai pembicaraan
"Kamu baru sampai...??"Arga tersenyum cerah... untuk mengalihkan perhatian dari pertanyaan Ririn yang agak sulit untuk dijawabnya
"Iya...aku merindukan Ken ku tersayang..."Ririn
"Papa...mama dimana...??"Yogi terbangun dari kursinya kemudian menghampiri Arga
"Mama tidak enak badan dan akan sarapan di kamar.... anak papa sayang..."Arga sedikit membungkuk membelai gemas pucuk kepala putranya
"Papa bohong..."Yogi
Apa anak ini mendengar suara kami semalam...??...apa dia mengerti dengan hal hal seperti itu...??... Arga dengan perasaan takut dan bersalah
"Kenapa Yogi berkata seperti itu...??"Arga
"Mama dan papa bertengkar kan...??. intuisi detektif ku yang berkata..."Yogi
Syukurlah anak ini tidak tau apa apa...???... Arga
"Tidak... mama dan papa tidak bertengkar..."Arga
"Jangan bohong... buktinya sudah pasti... lihat di leher papa ada bekas cakaran dan lebam... pasti bertengkar dengan mama kan??.... dan sekarang mama tidak turun... karena marah dengan papa... kebenaran hanya ada satu..."Yogi dengan gayanya meniru detektif Conan... bersuara dengan keras dan lantang, mendapatkan perhatian dari dua orang yang sekarang sedang duduk di meja makan...
Bekas lebam dan cakaran...??? mereka sudah sejauh itu...ya Tuhan akhirnya Spongebob menjadi orang dewasa juga....Ken
Wah... bekas cakaran???kakak ipar ganas juga ya... ckckck...aku harap dengan begini kak Arga bisa bertambah dewasa jalan fikiran nya dan membiarkan aku menikah... dengan Ken... tanpa menunggu mengumpulkan uang untuk membeli rumah dulu.... Ririn
Anak nakal... jangan berbicara keras keras...ahh... betapa malunya aku... Arga
Ken bangkit dari kursinya... menghampiri pasangan ayah dan anak itu... berjongkok agar sejajar bicara dengan Yogi...
"Papa mu tidak bertengkar sayang... hanya saja ada rubah putih yang mencakar nya..."Ken
__ADS_1
Dan rubah putih itu... adalah mamamu... ckckck ....aku membohongi anak kecil...Ken
"Lalu bekas lebam di leher papa...??"Yogi
"Mungkin papamu terbentur sesuatu..."Ken
Tidak bisakah lain kali kalian tidak meninggalkan bekas yang terlihat... ckckck... Ken
"Kalau begitu aku akan mengantarkan sarapan untuk mama..."Yogi kurang percaya dengan penjelasan Ken
"Papa yang akan mengantarkan nya .....Yogi papa sayang,sarapan dulu ya...??"Arga
"Tidak... aku tidak mau papa menyakiti mama...!!!"Yogi menatap penuh intimidasi
Aku memang sudah menyakiti ibumu... tapi bukan yang berarti kekerasan... ahhh....aku bingung... Arga
"Aku juga ingin bertemu dengan kakak ipar..."Ririn tersenyum manis
Aku ingin membalas perbuatan kakak... karena dulu memergoki ku dengan Ken.... Ririn
"Tapi..."Arga
Ayo... cepat...aku ingin tau seberapa berantakan nya kamar kalian setelah malam pertama...aku harap kakak ipar masih berada di atas tempat tidur... Ririn
Arga yang tidak dapat membantah... berjalan dengan langkah lemas sembari membawa nampan yang penuh dengan makanan... diikuti tiga mahluk kepo dengan kepentingan dan jalan berfikir yang berbeda...
ya Tuhan...semoga saja ada keajaiban... agar aku tidak dipermalukan hari ini... Arga
Pemuda itu perlahan membuka pintu... kemudian menghembuskan nafas lega...
Tuhan memang slalu berpihak pada ku... Arga penuh senyuman
Seorang gadis cantik tengah duduk di sofa terlihat mengerjakan sesuatu di laptopnya dengan fokus... leher gadis itu nampak putih mulus tanpa ada bekas apapun... tempat tidur yang sebelumnya berantakan akibat perbuatannya semalam... sekarang sudah terlihat rapi... bahkan spray nya sudah diganti...
Syukurlah...rubah putih licik ku adalah orang yang pintar dan teliti... kalau tidak mau ditaruh dimana muka ku hari ini... tapi ada yang aneh bekas yang aku buat di leher nya dimana....???.. Arga
__ADS_1
Bagaimana bisa serapi ini...???...ahhh...aku tidak berhasil membuat kakak malu... Ririn
"Mama...."Yogi berlalu memeluk Grace yang masih duduk di sofa
"Anak mama sayang..."membelai pucuk kepala putranya kemudian mencium pipinya gemas
"Sayang... perkenalkan... ini sepupuku Ririn..."Arga
"Perkenalkan namaku Grace..."tersenyum dengan cerah mengulur kan tangannya
Kecantikan yang benar benar bagai bangsawan... pantas saja pria playboy itu mengejarnya... dan ingin memisahkan nya dengan kak Arga... Ririn
"Halo...aku Ririn..."membalas uluran tangan Grace... kemudian melepaskan jabatan tangannya
"Senang rasanya... bisa bertemu dengan gadis tusuk konde..."Grace tersenyum namun mengeluarkan aura menyeramkan
Apa ini...???... prilakunya berubah...??... dia benar benar mengerikan... sangat cocok dengan kakak Arga... Ririn
"Sayang... dia hanya membantu kita... yang ingin menyakitiku Yoka..."Arga tersenyum lembut... kemudian menyuapkan mulut Grace dengan potongan buah
Menyuapi buah ??sejak kapan kak Arga jadi sejinak ini...aku pasti bermimpi**.... Ririn
"Kak Arga aku kebelakang dulu..."Ririn menarik tangan Ken untuk menjauhi kamar Arga...
"Yogi... sayang... main di lantai bawah dulu ya...nanti mama menyusul..."Grace
"Iya mama...aku akan main dengan paman Ken..."Yogi berlalu meninggalkan kamar
"Sayang... dimana bekasnya...??"Arga berbisik di telinga Grace...
"Aku memakai alas bedak...ini sudah biasa... karena dulu aku belajar bela diri jadi mempunyai banyak bekas lebam... sebagai seorang bangsawan harus mempunyai cara menutupi nya kan...??"Grace tersenyum lembut
"Sayang...aku ingin melanjutkan yang semalam..."Arga berbisik di leher Grace
"Lain kali....!!!"Grace meninggalkan Arga yang diam penuh pertanyaan di benaknya
__ADS_1
Dulu dia yang slalu menggoda ku... tapi saat aku menggodanya kenapa dia pergi... dan kenapa aku jadi terus berfikir mesum begini???... Arga kendalikan diri mu...
bersambung