
Dua tahun berlalu... semenjak kepergian Grace... Yoka sering mengirim Email pada nya... sedangkan hubungan Yoka dengan Gina masih belum banyak perkembangan... Yoka juga memiliki banyak wanita yang menyukai nya selain Gina...
Namun gadis muda yang putus asal itu membuat kesalahan terbesar di dalam hidup nya... dia sengaja melakukan hubungan dengan Yoka tanpa alat pengaman... berharap dengan kehamilan nya... pria muda itu bersedia menikahi nya... dengan senyuman mengembang di wajah nya... wanita muda itu membawa alat tes... yang menampakkan dua garis merah... menunggu sang pria yang dicintainya... dengan rasa senang di sebuah restauran pusat kota...
Setelah menunggu beberapa belas menit sang pria datang dengan senyuman...
"ada apa... ??kenapa di telfon kedengarannya serius sekali...??"Yoka terduduk di atas kursi nya
"aku hamil..."menunjukkan alat tes nya..."ayo kita menikah...!!"Gina
"beberapa usia kandungan nya...??"Yoka datar
"aku sudah ke dokter... mungkin sekitar tiga minggu... karena di USG janinnya belum terlihat..."Gina tersenyum cerah
"bagus..."Yoka mulai tersenyum...
"untung saja kamu pintar... segera pergi ke dokter..."Yoka mengeluarkan buku kecil dari sakunya menuliskan tanda tangan nya
"bawa cek ini... tulislah angka berapa saja... gugur kan janin itu... sebelum dia tumbuh..."Yoka menyodorkan selembar sobekan kertas itu pada Gina
"Yoka...!!!" Gina dengan nada tinggi
"kenapa...???... bukannya kamu tau aku sudah memiliki tunangan..."Yoka dengan santainya
"aku mengira selama beberapa tahun ini hati mu akan berubah... memang nya apa yang dimiliki Grace dan aku tidak...???"Gina mulai emosi
"hati ku..."
"sudah aku bilang dia adalah tanaman di dalam pot yang aku jaga... dan hanya dia yang akan dapat masuk ke rumah ku...aku tidak memerlukan hal lain nya..."Yoka
"tapi Grace tidak menyukai mu..."Gina
"aku tidak peduli... karena hal yang paling bagus itu... adalah hal yang paling sulit didapatkan..."
__ADS_1
"kamu mau mengambil cek ini atau tidak tergantung keputusan mu... tapi aku tetap tidak akan mengakui anak itu..."Yoka dingin meninggalkan Gina dalam tangisannya... pada akhirnya gadis muda itu mencairkan cek tersebut dengan menulis kan jumlah yang fantastis
**"**"""*********"**********""*****
Beberapa bulan berlalu setelah nya.... gadis muda itu menyembunyikan kehamilan nya dengan bersembunyi di sebuah desa kecil...di rumah saudara sepupu nya... wanita muda itu membohongi keluarga saudara sepupu nya dengan mengatakan jika suaminya sedang mengurus bisnis di luar negeri... karena kandungan nya yang semakin besar dan hampir mendekati hari kelahiran.... Gina memutuskan untuk menghubungi Grace memberi tahukan tentang kehamilan nya... dan Yoka yang tidak mau menikahinya...
Seorang gadis muda menyeret kopernya ditemani seorang pria yang slalu setia menemani nya... segera mencari mobil sewaan agar keberadaan nya tidak diketahui atau diikuti siapapun...
Sebuah mobil hijau tua melaju... melewati jalan pedesaan yang sempit... Grace turun dari mobil nya bersama dengan Gin... disambut oleh saudara sepupu Gina...
"jadi ini suami Gina?? tampan sekali..."Dian (sepupu Gina )
suami...??? sejak kapan aku menikah...??? apa aku sempat hilang ingatan...??? ....Gin terlihat bingung
"sudah sudah...kita masuk saja dulu..."Grace menarik Gin yang masih mematung penuh kebingungan
"sebentar lagi keponakan kecil ku akan lahir...aku senang kamu akhirnya datang... kasihan keponakan ku tidak pernah disayang ayahnya..."Dian setelah mempersilahkan kedua tamunya duduk... dan menyuguhkan teh hangat
Beberapa menit berlalu seorang gadis muda keluar dengan perut yang sudah membuncit... menatap Grace yang sudah duduk di kursi rotan tua, penuh harap...
"Grace... maaf aku mengganggu mu..."Gina terduduk dengan agak kesulitan disebabkan perutnya yang sudah membesar
"tidak apa-apa...ini juga termasuk kesalahan ku..."Grace menatap iba
"aku tidak tau harus bagaimana lagi... masa depan ku sudah hancur...."Gina mulai menangis
"ada apa sebenarnya...??"Dian tidak dapat mencerna arah pembicaraan mereka
"maaf....aku berbohong...."Gina menangis tanpa menyeka air matanya
"apa maksudnya ini...???!!"Dian
"aku belum menikah... pria yang menghamili ku tidak mau bertanggung jawab..."Gina sembari terisak dalam tangisannya
__ADS_1
"huuuuh.... siapa yang menghamili mu...??"Dian menghela nafas panjang untuk menenangkan diri... tidak mendapatkan jawaban dari Gina
"namanya Yoka... dia tunangan ku..."Grace menyela
"kamu seharusnya bisa menjaga tunangan mu dengan baik...!!!"Dian tidak dapat menahan kekesalannya...
"ini memang kesalahan ku..." Grace kemudian mendapat tamparan keras dari Dian
"Dian ini bukan kesalahan nya...."Gina
"kamu terlalu baik... kita sudah saling mengenal sejak kecil..."Dian memegangi dadanya yang mulai terasa sesak dengan nafas yang tidak teratur
"tidak...kali ini benar benar kesalahan ku..."Gina masih dalam tangisannya
"aku menyayangi keponakan ku... wanita ini pasti yang memisahkan kalian...!!"Dian
"aku tidak pernah mencoba memisahkan mereka..."Grace tertunduk karena merasa sebagian kecil ini adalah kesalahan nya
"kamu be...nar..beh..nar... tidak..."wanita muda itu tiba-tiba tidak sadarkan diri...
Ketiga orang itu panik dan membawanya ke rumah sakit... namun nyawa gadis cantik itu tidak dapat diselamatkan... akibat asmanya kambuh serta jarak rumah sakit yang lumayan jauh... ibunya Margaret hanya dapat menangis meratapi kepergian putri nya...
Grace yang dipenuhi rasa bersalah mendirikan panti asuhan... dengan Margaret sebagai pengurus nya... sedangkan Gina menangis frustasi setelah kelahiran putra nya... Grace menatap iba dan berjanji untuk menjadi ibu pengganti untuk putra Gina...
Sedangkan Gina melanjutkan kuliahnya dan memakai uang pemberian Yoka untuk membuka usaha... tanpa sepengetahuan Grace... setelah usaha nya berhasil pun... hingga sekarang Gina tidak pernah menengok putranya... menganggap putranya aib yang harus dijauhi nya...
flashback off
Di tengah malam Margaret terbangun dari tidurnya...menitikan air mata di pipi yang mulai keriput itu... segera wanita itu membuka laci meja yang berada di samping tempat tidur nya... mengambil liontin dengan foto dua gadis kecil itu... membelai nya pelan...
"anakku... keponakan mu sudah besar sekarang... dia mempunyai ibu anggat yang baik... dan juga akan mencarikan ayah angkat yang baik untuk nya .... tetap lah tersenyum di sana...ibu menyayangi mu..."Margaret
bersambung
__ADS_1