
Gina adalah anak dari seorang pelayan di istana yang bisa di bilang megah itu... gadis muda itu termasuk anak yang rajin dan pintar... mungkin karena itu orang tua Grace membiarkan Grace dekat dengan nya layaknya saudara...
Meskipun terpaut usia tiga tahun... namun mereka berada di kelas yang sama... karena kepintarannya Grace beberapa kali lompat kelas... tepatnya sekarang di usia nya yang ke 15 tahun... Grace sudah berada di kelas 3 SMU...sekelas dengan Vano(panggilan Gin ketika SMU) dan Gina...
Udara dingin menerpa...hari ini seorang pemuda bersiap siap dengan pakaian seragam sekolah yang rapi... membawa sekuntum mawar merah...menanti dengan sabar... kedatangan seorang gadis kecil...
Setelah beberapa menit menunggu... sebuah mobil terparkir...dua orang gadis beda usia keluar dari mobil itu... dengan segera sang pemuda menghampiri nya...
"Grace..."pemuda
"kenapa...??"Grace datar sembari mengambil tasnya yang masih berada di dalam mobil
"aku menyukai mu...."sang pemuda menunduk tidak berani menatap orang di depannya
"aku juga...."Grace tersenyum
"jadi sekarang kita sudah resmi..."pemuda itu mulai menatap Grace dengan gembira
"iya kamu resmi jadi teman baikku... omong ngomong terimakasih bunganya ya...."Grace mengambil bunga yang di pegang pria muda itu... sedang si pria mematung kebingungan...
"Grace... kenapa kamu menolaknya...??"Gina berbisik setelah berjalan beberapa puluh meter dari pria muda itu
"bukan orang yang seperti itu yang aku suka..."Grace menjawab dengan berbisik
"dia...itu siswa favorit di sini...jago olahraga, akademis... juga keluarga terpandang..."Gina sedikit melebih lebihkan
"pacar kakak lebih hebat... dari itu..."Grace
"sudah aku bilang jangan katakan itu di depan umum..."menyentil dahi Grace
"sakit....!!"Grace mengusap usap dahinya
"memangnya kenapa aku tidak boleh bilang??"
"Yoka... tidak pernah menyatakan perasaan nya pada ku... dan juga dia ingin kedekatan kami tidak diketahui oleh mu..."Gina sedikit termenung
"tidak menyatakan cinta sudah berani berciuman...wah... kakak kamu terlalu bodoh..."Grace
"kenapa bodoh...???"Gina mengenyitkan keningnya
"nanti malam nyatakan perasaan mu... karena dia terlalu lamban... seharusnya kamu yang agresif..."Grace
__ADS_1
"begitu...??"Gina
"iya....aku kan pakar..."Grace
"pakar apa...??"Gina
"makan banyak... kalau kakak berhasil pacaran buatkan aku makanan yang enak ya...??"Grace
"iya... anak kecil..."kembali menarik tangan Grace untuk memasuki kelas
**""*******""********""******
Tidak terasa bel listrik berbunyi nyaring tanda waktu pulang sudah menjelang... Grace melangkah kan kaki nya... menuju gerbang sekolah bersama Vano... Gina tidak ikut bersama sama karena ada beberapa barang yang harus dipindahkan nya ke lab...
Betapa terkejutnya gadis muda itu... seorang pria muda berpakaian rapi ribuan bunga dijadikan latar hiasan diiringi seorang pemain biola... menyatakan cinta padanya...
"aku tau seseorang menyatakan cinta pada mu pagi ini... jadi aku juga kemari untuk memberi mu yang lebih baik dari nya... tunangan kecil ku..."Yoka memberi sehelai dari mawar mawar itu..
Yoka bodoh.... gawat sampai kakak Gina melihatnya....aku harus segera menyingkirkan benda benda ini.... Grace
"aku menerima cintamu...kita resmi pacaran... tapi sekarang kita putus..."Grace mengambil mawar itu dengan terburu-buru meminta supir nya memasukkan ribuan mawar milik Yoka ke dalam mobilnya... meninggalkan Yoka yang mematung kebingungan
dia kenapa....?? Yoka masih tidak mengerti dengan situasi yang dihadapi nya
**""***""****""""""*"**""**""""**"
Malam menjelang Gina sudah bersiap siap di halaman belakang dengan pakaian yang indah... Grace memaksanya berdandan cantik dan membelikan nya sebuah gaun... sementara Grace diam diam mengintip dari balkon salah satu ruangan tanpa disadari Gina...
Perasaan tegang menghampiri wanita muda itu... setelah beberapa puluh menit menunggu... pria yang ditunggunya tiba...
"Gina..."Yoka melambaikan tangannya kemudian menghampiri gadis muda itu... memberikan ciuman sekilas di bibir gadis itu
"aku ingin bicara sesuatu yang penting dengan mu..."Gina memilin jemarinya karena tegang
"apa...??"Yoka sembari duduk dengan santai nya di salah satu kursi taman
"aku mencintaimu..."Gina
"aku tau..."Yoka tersenyum
"aku ingin menegaskan hubungan kita..."Gina
__ADS_1
"kalau yang kamu magsud hubungan asmara seperti yang disebut pacaran atau kekasih...aku tidak bisa dan tidak bersedia"dengan senyuman telah menghilang dari wajahnya
"tapi kenapa...kita bahkan sudah..."Gina mulai menangis...kata kata nya terhenti karena mendapat bekapan mulut dari tangan Yoka
"diam...aku tidak ingin Grace mengetahui ini..."sembari melepaskan bekapan mulut nya
"jika tidak ingin dia mengetahui nya seharusnya kamu tidak berkhianat dari awal..."Gina
"aku tidak pernah mengkhianati nya.... dari ketika kami dijodohkan aku tidak pernah menyukai perempuan lain selain gadis kecil itu...."Yoka mulai tersenyum lagi
"tapi...hal hal yang kita lakukan..."Gina
"jika itu bisa di bilang berkhinat.... bagaimana dengan mu...?? dia mengganggap mu kakak... tapi kamu mendekati tunangannya... kita sama saja kan...."Yoka
"tapi kenapa... ??kamu begitu menyukainya... tapi tidak pernah menyentuhnya" Gina sedikit emosi
"dia itu seperti tanaman yang aku tanam di pot dengan baik... saat berbunga aku akan lebih memilih tidak memetiknya... untuk menjadi hiasan cukup mengambil bunga bunga yang bermekaran di taman saja..."Yoka
"kamu mencintai nya...??"Gina
"tentu...aku sudah mengamati dan menjaga nya dari kecil...aku selalu menginginkan yang terbaik dan mendapat yang terbaik..."Yoka
"jadi selama ini kamu tidak pernah menyukai ku...??"Gina
"aku tidak pernah menyukai mu...aku hanya menyukai tunangan kecil ku..."Yoka penuh senyuman
Seketika dada gadis muda itu... terasa tertusuk... sudah menyerahkan segalanya pada pria yang bahkan tidak pernah sedikitpun menyukai nya...air matanya mulai bertambah deras... berlari meninggalkan sosok pria yang bahkan tidak mengejar nya....
Sementara itu... seorang gadis muda tertunduk sejenak melihat hal itu dari balkon... berlalu meninggalkan ruangan tempat dia mengamati kejadian itu...
Perlahan gadis muda itu berfikir... dengan cepat dia mencari keberadaan seorang pria... langkahnya terhenti... melihat sosok yang dicarinya...
"yang mulia... jangan berlarian seperti itu..."kepala pelayan
"kepala pelayan...aku ingin sekolah di luar negeri..."Grace dengan nafas tidak teratur khas orang berlari
"baik... saya akan mempersiapkan nya... setelah mendapat ijin dari permaisuri..."kepala pelayan
"saya juga akan segera meminta ijin dari orang tua Gina... saya undur diri dulu..."
"tunggu... Gina tidak akan ikut...aku sudah memiliki asisten... buat kan pasport atas nama Givano Aldanero..."Grace
__ADS_1
mungkin dengan aku pergi... bisa membantu Gina dan Yoka... karena aku bebas berkicau di luar negeri... mungkin saja akan bertemu malaikat penjaga ku di sana.... Grace dalam khayalan nya
bersambung