
Ken kini telah berada di dalam rumah Gin... duduk dengan baik dan rapi... tidak seperti biasanya...kali ini Ken bertingkah manis... karena membawa bawaan yang menyebalkan...
Seorang anak yang berkeliling mengamati rumah Gin... tidak ada yang menyangka tingkah aneh anak ini ketika ibunya tidak ada... termasuk Gin sendiri pasalnya setiap bertemu dengan Yogi dia slalu bersama Grace...
Anak manis itu memasuki satu persatu ruangan... hingga sampai ke kamar Gin... menggeledah seluruh isi kamar... menemukan sebuah cincin berlian lengkap dengan kotak nya...
Anak itu menyeringai bagai menemukan misteri baru...
Melihat tempat tidur yang sedikit berantakan... dengan dua aroma parfum yang berbeda.... berjalan kembali... berkeliling di area dapur... tidak mempedulikan orang ketiga dewasa yang duduk di sofa ruang tamu... banyak sisa sayuran yang berantakan... makanan setengah jadi... kembali ke area ruang tamu... tercium aroma parfum Jully di sofa... sama dengan tempat tidur Gin...
Kemudian anak manis itu duduk... dengan penuh senyuman...
"Bibi Jully semalam menginap di sini ya...??"Yogi
Bagaimana anak ini tau...??... Jully
"Tidak..."Jully menjawab dengan cepat
"Jangan berbohong...ada aroma menyengat parfum bibi di sofa...bibi tidur di sofa kan??"Yogi
Kalau hanya soal tidur di sofa tidak apa apa... Jully
"Iya...bibi berbohong...bibi Jully memang tidur di sofa semalam..."Jully
"Lalu bibi memasak sarapan... tapi entah kenapa aktivitas bibi tiba tiba terhenti..."Yogi
Anak ini benar benar berbakat menjadi detektif... Gin menatap heran
"Iya... anak pintar..."Jully
__ADS_1
"Kemudian bibi dan paman Gin berada di tempat tidur paman...lalu...phppp..."mulut Yogi segera ditutup oleh Gin
Anak ini terlalu pintar.... Gin
"Kalian melakukan sejauh itu...??"..Ken menatap tidak percaya kemudian beralih tidak sengaja melihat bekas merah di leher Jully
"Kalian sama parah nya dengan Arga dan Grace... kalian meracuni otak kecil Yogi..."Ken menarik Yogi dari Gin
Kenapa nasibku seperti ini... punya pacar cantik tapi masih perjaka... Arga pura pura tidak tau apa apa tapi aslinya buas... Gin pura pura berpandangan paling lurus padahal paling menyimpang... Ken
"Meracuni...??... magsud paman??"Yogi tidak mengerti
Bagaimana menjelaskan nya coba... tenang Ken pelan pelan saja.... Ken
"Magsud paman hal yang dilakukan bibi Jully dan paman Gin..."Ken
"Mereka tidak melakukan apa apa..."Yogi
"Ada bau dua macam parfum di tempat tidur... kemudian ada cincin ini... tempat tidur berantakan...ini pasti...."Yogi
Aku tidak bisa membayangkan apa yang difikirkan anak ini.... semoga bukan hal mesum... Ken
"Mereka mencuri cincin ini dari mama kemudian bertengkar memperebutkan nya..."Yogi penuh senyuman
"Sembarangan ini gajiku tiga bulan..."Gin menyambar cincin itu
Syukurlah... fikiran anak ini masih putih seperti kertas... Ken
Setidaknya aku tidak dipermalukan... Jully
__ADS_1
"Tidak anak baik..."Jully mengusap pucuk kepala Yogi
"Lalu cincin itu...??"Yogi
"Ini hadiah untuk bibi Jully..."Gin penuh senyuman memperlihatkan cincin nya kemudian memasangkan nya di jari Jully
"Terimakasih..."Jully penuh senyuman
"Jully... jangan mau terima..."Ken
"Kenapa...??"Jully mengenyitkan keningnya
"Aku pernah memakannya... aku kira Gin sudah menjual nya dan mengganti dengan yang baru..."Ken
"Tidak mungkin..."Jully
"Ini benar... dia memasukkan nya ke dalam kue ulang tahun... untuk mu... tapi kamu tidak datang jadi aku yang memakannya..."Ken
Ayo... jadi lah jijik dan buang cincin itu...Ken dengan niat buruk
"Kakak saat itu menunggu ku...??"Jully
"Iya..."Gin sedikit malu menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Terimakasih kakak... aku menyukaimu..."Jully memeluk Gin terharu
Ken refleks menutup mata Yogi...
Cinta memang tidak mengenal situasi dan kondisi... tapi tidak bisakah kalian menyensor sedikit adegan... untuk anak manis ini... Ken
__ADS_1
bersambung