
Sepasang ibu dan anak itu masih saling memeluk erat seakan enggan untuk dipisahkan...
Farel mencoba menarik cucunya... menggendong nya walau masih dalam keadaan menangis...
Grace dan Arga hanya dapat mengantar kepergian anak itu bersama dengan kakeknya...
Pasangan suami istri itu... terdiam sesaat.... kemudian memasuki bagian dalam villa...
Duduk di sofa tanpa sedikitpun senyum di wajah mereka...
"Aku tau kamu tidak bisa merelakan Yogi... tapi setidaknya ini lebih baik,di bandingkan dengan tinggal bersama Yoka atau Gina... cepat atau lambat mereka akan merebut Yogi dari kita..."Arga
"Aku...tau..."Grace masih terisak dalam tangisannya... tangan hangat Arga menyenderkan kepala wanita itu di dadanya...
"Maaf..."Arga
"Kenapa minta maaf...??"Grace menatap wajah Arga
"Karena aku kalian berpisah... seharusnya kalian bersama sekarang..."Arga
"Tidak... ini bukan salah mu... jika kamu tidak ada, Yoka suatu hari nanti juga akan berusaha merebut nya... dan tetap saja tidak ada yang akan dapat aku lakukan..."Grace
"Aku sudah menyiapkan tiket pesawat... besok kita akan berangkat... Aku tau ini keputusan yang egois... tapi aku akan berusaha mendapatkan hak asuh Yogi... sementara ini kita hanya dapat mundur..."Arga
"Aku merindukan Yogi..."Grace
"Aku juga..."memeluk Grace kemudian mencium keningnya
"Kita akan segera berkumpul aku janji..."Arga
"Tenang lah...kita hanya mencari tempat teraman untuk menitipkan nya..."
"Iya..."Grace
***""*******""********""*****
__ADS_1
Sepasang suami istri berjalan menarik koper mereka... sesekali menengok ke belakang... karena tidak ada yang tau dengan kepergian mereka yang tiba-tiba...
Grace menatap Arga yang berada di samping nya... saling bergandengan tangan menuju masuk ke area keberangkatan....
Lima bulan telah berlalu semenjak kepergian pasangan muda itu...
Ken menghadiri sebuah acara resepsi pernikahan bersama kekasihnya... konsep putih biru dengan dekorasi garden party terkesan elegan dengan balutan musik dari para musisi... berbagai hidangan Buffett berjejer...
Sepasang pengantin kelihatan serasi... Jully mengenakan gaun putih yang agak tertutup... rambut panjangnya tertata rapi... Gin kelihatan tampan dengan menggunakan stelan taxedo... menerima ucapan selamat dari banyak tamu undangan... terlihat rona kebahagiaan di wajah mereka...
Kimy yang kini sudah sembuh total... datang membawakan kado... seakan sudah mengikhlaskan Jully...
Ken tiba tiba datang diantara ketiga orang itu...
"Jadi ini yang namanya Kimy...??"Ken
"Kamu mengenal ku...??"Kimy
"Iya... karena...udara panas dari pengantin pria mulai terasa.."Ken
"Kamu nggak mau nyumbang lagu... kalau tidak salah begini...'harus nya aku yang disana dampingi mu dan bukan dia... harus nya yang kau pilih bukan dia..'"Ken menghentikan nyanyian nya mendapat pukulan di pundaknya dari Kimy
"Maaf...Ken memang begitu orangnya..."Gin
"Tidak apa-apa...ini hadiah untuk kalian..."Kimy
"Terimakasih..."Jully meraih kado itu...
"Tunggu dulu... sebaiknya kamu pakai metal detektor dulu... siapa tau isinya bom...aku tidak mau mati muda di acara pernikahan mu..."Ken
"Tidak mungkin isinya bom...!!."Kimy menahan kejengkelan nya
Tiba tiba phonecell Ken berbunyi....
"Halo... kenapa baru menelfon...??"Ken
__ADS_1
...........
"Apa...??... kamu serius...???"
..........
"Sudah gila apa...!!!"Ken dengan nada tinggi
..........
"Maaf... maaf...aku yang gila... bukan Grace..."Ken
............
"Iya aku akan mengerjakan nya...."Ken dengan tatapan sedih
Ken menutup telfonnya... kemudian mendapat pertanyaan dari Gin karena nama Grace tiba tiba disebut sebut...
"Tadi yang telfon Arga...?!."Gin
"Iya...."Ken
"Dia bilang apa ....??"Gin
"Setelah berbulan-bulan menghilang...hal pertama yang diucapkan nya adalah... Grace hamil..."Ken datar tanpa senyuman
"Terus kenapa kamu cemberut begitu... itu kabar bagus kan...??"Gin
"Iya... tapi aku harus pergi menjadi nelayan..."Ken
"Magsudnya...??"Gin tidak mengerti
"Grace ingin ikan yang tuna yang beratnya tepat 4kg... tidak boleh kurang dan juga lebih..."Ken
"Gampang tinggal beli saja..."Gin
__ADS_1
"Anak yang dikandungnya ingin aku sendiri yang menangkapnya...."Ken dengan langkah lemas menuju ke arah Ririn
Arga dimana pun kamu... selalu menyusahkan aku... dulu menjadi asisten artis... konsultan cinta... pengasuh anak...nah sekarang nelayan.... entah jika anak kalian lahir aku akan jadi apa... Ken