Diapus!! Jangan Dibaca!!

Diapus!! Jangan Dibaca!!
penantian yang sia sia


__ADS_3

Seorang pemuda... bersiap siap mengenakan taxedo... mengatur posisi para musisi... bahkan menyewa sebuah restauran...di tangan nya sudah seikat karangan bunga yang cantik... pemuda itu meletakkannya di atas meja kemudian beralih menyusun lampion kecil yang mengapung di atas kolam ikan... dengan wajah penuh senyuman... berharap orang yang dinantikan nya... dapat tersenyum bahagia dan memeluknya...


Akhirnya waktu yang dijanjikan pun tiba... namun tidak ada tanda-tanda kemunculan sang gadis... pemuda itu tetap sabar menunggu... hingga semua lampu lampion redup bahkan lilin lilin yang disusunnya untuk mengiringi perjalanannya dan sang wanita juga sudah mulai padam...


Para musisi yang disewanya juga pamit pulang satu persatu... Salah seorang pegawai restauran menghampiri nya... karena sudah melewati tengah malam sehingga restauran itu harus segera tutup...


Dengan langkah lemas... pria itu melangkah ke dalam mobilnya... membawakan buket bunga yang diletakkan di samping nya... melajukan mobilnya... untuk menemui wanita yang dinantikan nya...


Mobil mewah itu... berhenti di sebuah parkiran rumah sakit yang lumayan besar... langkahnya terhenti, mendengar percakapan tengah malam di depan ruang rawat yang ditujunya...


"Jully...aku haus... tolong ambilkan air..."Kimy membangunkan Jully


"Minumlah..." Jully menyerahkan botol air minum pada Kimy


"Jully... terimakasih...aku tidak akan bisa tanpamu..."menutup botol air mineral itu


"Tidak ada yang benar benar menyayangi ku..."air mata Kimy tiba tiba menetes


"Jika suatu hari nanti... kamu menikah dan melupakan ku...aku tidak tau harus bagaimana..."


"Sudah... sudah...aku ada disini..."Jully memeluk menenangkan Kimy


"Aku mohon menikahlah denganku..."Kimy


"Tapi..."Jully

__ADS_1


"Apa karena aku cacat...??"Kimy


"Seharusnya aku menyerah saja pada hidup ini...Dinda meninggalkan ku karena ini...aku memang tidak berguna..."


"Huh.... baiklah aku akan menerima mu..."Jully


"Terimakasih...."Kimy


Gin hanya terdiam...tanpa ada niat memasuki ruangan itu... meletakkan buket bunga nya,di tempat dia sebelumnya berdiri... berjalan tanpa menengok ke belakang... hanya menatap lurus saja...


Mobilnya melaju ke sebuah toko yang buka 24 jam... keluar dengan membawa kantong belanjaan kecil... kembali melaju memarkirkan mobilnya di tepi sungai...


Terdiam sejenak... kembali membuka bungkusan yang dibawanya... mengeluarkan korek api...sinar yang indah muncul dari kembang api yang dinyalakan nya... Gin mulai tersenyum... walau di dalam hatinya terasa tercekat... dia menampakkan senyuman hangat... tapi siapa yang bisa terlalu lama membohongi hatinya...sinar itu mulai meredup...air mata nya mulai mengalir... perlahan diseka olehnya...


*****"'"**""""*****"'"********"""******


Jully melihat handphone nya... setelah memastikan Kimy tenang dan mulai tertidur...


Terdapat beberapa panggilan tidak terjawab di sana... wanita muda itu baru mengingat janji yang seharusnya dia tepati hari ini...


Jully segera keluar ruangan mencoba menghubungi Gin... tapi sia sia... handphone nya tidak aktif... perlahan pandangan mata nya beralih pada buket bunga di depan ruangan Kimy... meraihnya... kemudian berlalu menuju jalan raya besar... memanggil taxi... menuju restauran tempat mereka berjanji bertemu...


Lampu lampu restauran telah padam... hanya ada seorang security di sana...


"Maaf pak... restauran ini sudah tutup ya..."Jully

__ADS_1


"Iya...adek ada janji ya di sini...??... kalau ada mungkin sudah pindah tempat... dari tadi sore restauran ini di booking..."Security


"Boleh saya tau siapa nama orang yang booking...??"Jully


"Tuan Gin..."Security


Jully terdiam sesaat...merasa bersalah... bahkan hati nya terasa diremas... segera dia kembali menaiki taxi menuju rumah Gin...


Lampu rumah itu tidak menyala... tanda sang pemilik belum datang... Perlahan gadis muda itu membuka pintu dengan kunci cadangan yang dibawanya... menunggu Gin dengan sabar di ruang tamu rumah itu...


Dingin nya udara pagi membanggakan Jully dari tidurnya... segera dia menyiapkan sarapan sebelum Gin datang... namun... saat sedang berkutat dengan masakannya... pintu utama tiba tiba terbuka... seorang pemuda datang kelihatan tidak begitu peduli dengan keberadaan nya ...


"Kakak...aku membuatkan sarapan untuk kakak..."Jully


Gin menghentikan langkahnya... menoleh ke arah Jully...."Tidak perlu...aku tidak lapar..."


"Tapi..."Jully


"Tidak perlu kemari lagi...gaji mu untuk tiga bulan ke depan akan ku transfer..."


Gin kembali berjalan menuju kamar nya....


perlahan membuka laci di samping tempat tidur... membuka sebuah kotak yang terdapat cincin berlian di dalamnya.. kemudian melempar cincin beserta kotaknya..


bersambung

__ADS_1


__ADS_2